Home

13 Nov 2022

Ikhlas Dimulai dari Sini


Keikhlasan itu dimulai dari kesabaran

Siapa yang tak kenal  Nabi Ayyub AS, semua pasti kenal

Nabi yang diuji dengan sakit yang panjang

Sampai umatnya melecehkan, "mana Tuhannya Ayyub, masakan dia Nabi dibiarkan oleh Tuhannya sakit begini"

Istri Nabi Ayyub pergi,

Hartanya tidak bersisa

Namun Ayyub AS

Geming ia atas semua keadaan

Bersangka baik pada Tuhannya

-0-

Suatu hari, seekor kutu yang tinggal di kulit kepala Ayyub

Tergelincir jatuh saat Nabi Ayyub bersujud

Nabi Ayyub mengambil binatang kecil yang makan kulit kepalanya itu

Lalu mengembalikan ke kulit kepalanya

Seraya berkata, "Ya Allah, sungguh aku tahu Engkau tak pernah menyia-nyiakan kesabaraan hamba-MU. Dan aku tak tidak pernah kecewa dalam berhara[ padaMU"

Nabi Ayyub ikhlas diberi sakitnya itu,

Sabarnya bagaikan motor

Penggerak turbin raksasa yang membuka akses

Hubungan yang tak terbayangkan

Karena sabar dan ikhlas itulah

Maka Allah sembuhkan sakit Nabi Ayyub AS

Hartanya dikembalikan, istri dan keluarganya kumpul kembali

Sempurna Allah memberikannya

-0-

Ikhlas, membuat kita sangat ringan

Dalam mengurangi harta kita sebagian sebagian

Ikhlas membuat kita mengharapkan pujian dan sanjungan

Hanya dari si pemberi keihlasan

Bukan dari manusia, bukan dari perusahaan atau lembaga apalagi keluarga

Ketika kita menjalankan perintahaNYA dan kita berkata

"Ya Allah andai ini bukan karena perintah Engkau dan aku berharap balasan dari Engkau

sungguh ini berat bagiku. Aku keluarkan hartaku, sementara aku sendiri membutuhkan itu

Namun aku tetap jalankan karena aku mengharap balasanmu"

 

Itulah Ikhlas

Bukan  seperti kebanyakkan orang, memadankan iklhas dengan (Maaf) perbuatan ke belakang

Karena ikhlas adalah mahkota kebaikan,

Bahkan setan dan iblis sekalipun tak mampu mengalahkan

Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana Nabi Ayyub, Nabi Ibrahim, Nabi Yusuf dan Rasulullah seru sekalian alam. Tetap istiqomah dalam ujian dan cobaan

Jawabnya sederhana "amal baik mereka langgeng tak tercela"

dicuplik dari puisi Neno Warisman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA