Jumat, 09 Februari 2018

Menabung Saja Tidak Cukup, Saatnya Gen Y Berinvestasi Properti untuk Masa Depan !



booth LRT City di Indonesia Properti Expo 2018 - dokumnetasi pribadi


Silakan Pak, ini Cisauk Point” sambil  menunjuk ke sebuah Maket” harganya sedang bagus hanya 224 Juta. Project pertama 6 tower terintegrasi dengan Stasiun Cisauk,” jelas Adi, seorang marketing property yang mendekati saya, ketika berada di booth LRT City, pada event Indonesia Properti Expo di JCC.

Saat ini, kerap kita saksikan kemacetan parah di beberapa titik di Ibukota, dampak dari terjadinya penyempitan jalan.
Pernah saya melewati perempatan Mampang arah Kuningan (dan sebaliknya), butuh waktu nyaris dua jam –pada jam kantor--

Proyek-proyek infrastruktur transportasi masal, kini tengah digiatkan oleh pemerintah. Betul sekali, proyek LRT sedang dikerjakan, diperkirakan rampung tahun 2019.

PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen TOD dan Hotel, mengembangkan kawasan berbasis TOD dengan nama LRT City –apa itu TOD, saya jelaskan nanti.
LRT City, diyakini bisa menjadi solusi mengurai kemacetan, sekaligus sebagai produk investasi yang sangat menjanjikan.

Sampai kapanpun, kebutuhan akan hunian tidak akan pernah ada habisnya. Pada satu sisi, ketersediaan lahan semakin terbatas, sementara jumlah penduduk terus bertambah.
Hal ini tentu berpengaruh, pada meningkatnya harga properti –kisaran 10% - 30% --di kota satelit (Bodetabek) setiap tahunnya.

Penting bagi generasi Millenial (Gen Y), menyisihkan pendapatanya untuk berinvestasi. Bagaimanapun, investasi adalah upaya untuk sebuah rencana masa depan.

Menabung saja kini tidak lagi cukup !
Generasi muda perlu menyisihkan pendapatannya dengan berinvestasi. Dan memiliki properti adalah salah satu investasi yang paling menjanjikan dan tengah menjadi tren saat ini !

-00o00-

Saya terima nikahnya dan kawinnya fulan binti fulan, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan seperti tersebut di atas tunai.”

Syah, Syah” terdengar teriakan dari kursi belakang.

Menghadiri akad nikah keponakan di Surabaya, membawa ingatan ini pada moment mengikat janji. Saya turut berdebar, sekaligus bercampur bahagia dan haru.

Namun, kebahagiaan tidak berhenti sampai rasa bahagia saja. Berikutnya diikuti serangkaian tugas dan tanggung jawab. Satu diantaranya, adalah menentukan di mana akan tinggal.

Persoalan mendapatkan hunian, adalah masalah klasik yang perlu dipikirkan secara serius oleh pasangan baru.
Akan lebih bijak dan menguntungkan, apabila masalah hunian dipikirkan sedini mungkin –sebelum menikah.

Ya, Gen Y –lahir 1980 s/d 1997—perlu mengatur strategi mendapatkan hunian. Karena menabung saja tidak cukup, Gen Y musti melakukan sesuatu yang lebih, yaitu berinvestasi.

Yang kita dapati,  Millenial sekarang berada di dunia DISCO” jelas David Cornelis Mokalu, pengamat property, selaku narasumber dalam acara “LRT City Gathering.”
David C. Mokalu - dokpri
Apa itu DISCO ?

  • Disrupting ; Bermunculan produk berbasis tehnologi, dikeluarkan oleh perusahaan start up. Aplikasi –misal ojek online--adalah contoh nyata, menjadi keseharian Gen Y
  • Invading ; Sadar atau tidak sadar. Banyak produk asing masuk ke Indonesia. 70% Start up Indonesia adalah milik asing.
  • Shifting ; Perubahan pola dan perilaku belanja, kalau dulu belanja secara offline sekarang beralih ke sistem belanja online. Membeli apapun bisa dilakukan, cukup dari layar smartphone.
  • Changing ; Perubahan mayor itu tengah terjadi, mau tidak mau, suka tidak suka
  • Obscuring ; Tren yang berlangsung ke depan masih blur/ belum jelas, tapi akan lebih ke robotic dan intelegent.

Ironinya, Gen Y  terbesar berpenghasilan di bawah 4 juta –survey 8 kota--, dengan pengeluaran di atas 2 juta –atau 33%.

Separuh lebih penghasilan, digunakan pada kegiatan yang tidak masuk kategori investasi. Gen Y lebih suka bermedsos, mengalokasikan dana untuk aktivitas nongkrong atau leisure.

Hayo coba dichek di medsos, bertebaran foto dengan berbagai pose dengan ekspresi bahagia. Gen Y rela menyisihkan (atau menghabiskan) uang, untuk kongkow di Cafe.
Rela mengumpulkan uang, untuk berlibur ke luar kota atau luar negeri. Memang sih uang sendiri,--ini hasil survey kok, hehehe--.

Gen Y,  belum terlalu berpikir tentang investasi, --masih menurut survey-- sebanyak 10% memiliki tabungan dan deposito, 70% punya kartu kredit (bukan atas nama sendiri).
Secara umum, Gen Y kesulitan untuk mendapatkan kredit hunian. Musababnya jelas, pendapatan Gen Y  masih dibawah standart pengajuan kredit rumah.

Etapi jangan salah.
90% Gen Y optimis dengan masa depan. Mereka bahagia karena bisa bermedsos, mereka memiliki badan sehat karena suka berolah raga.

Memang, kegiatan olah raga –for fun—musik, film --bukan bioskop tapi streaming dan download--, memasak dan agama, adalah kegiatan kegemaran Gen Y.

Cara Gen Y menyiasati kebutuhan hunian.

Melambungnya harga properti, besaran uang muka, tingginya suku bunga kredit properti, tidak memenuhi syarat ambil kredit, bukan termasuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Penghasilan tidak mencukupi.
Adalah serangkaian alasan, mengapa Gen Y terkendala dalam memiliki properti.

Akhirnya, Gen Y, memilih tinggal di rumah orang tua –kebanyakan di kota satelit--, rumah petak, ngekost, home sharing, apartment, rumah susun, ruko (sekalian berwirausaha).

Slide presentasi David berganti, menampilkan “Cara Millenial Memiliki Properti.”

Menikah ;
Sebagai cara menggabungkan aset dan penghasilan, income suami istri –keduanya bekerja--kalau disatukan menjadi lebih besar.

Kerja di perusahaan pemberi fasilitas hunian/ fasilitas kredit
Beberapa perusahaan, ada yang memberikan fasilitas hunian/ kredit kepada pekerja. Dengan alasan, demi meningkatkan produktifitas atau kinerja karyawan.

Berhutang
Ingat lho, jangan sembarang berhutang.
Kalkulasi dan hitung dengan teliti, tentukan besaran cicilan agar tidak lebih 30%  dari penghasilan. Keputusan berhutang, harus dipilih untuk hutang produktif. Misalnya, membeli aset berupa hunian atau untuk usaha.

Berinvestasi
Membeli Reksa Dana atau Saham, bisa menjadi pilihan. Dengan catatan, gunakan fasilitas auto debit bank untuk berinvestasi. Fasilitas auto debit penting, agar tidak kelupaan menyisihkan dana.

FYI :
Saham Properti di BEJ bagus, saat ini ada sekitar 50 saham properti. Kalau ditarik selama 20 tahun ke belakang – 1997 s/d 2017—kisaran kenaikan rerata 10-29% per tahun.
Saham PT Adikarya (Persero) Tbk, naik 86% pertahun, cukup mengejar inflasi harga rumah dan tanah pertahunnya.

Menurut David, 2018 adalah waktu yang tepat untuk memulai investasi properti, baik via aset riil (untuk dihuni/ sewa) atau via saham properti.

Harga saham properti masih tergolong undervalued (murah), menyimpan potensi kenaikan sangat tinggi di 2018 dan 2019.
Tersebab, faktor infrastruktur rampung dibangun dan faktor pilkada dan pilpres, diprediksi membawa dampak positif terhadap market.

Keenan Pearce, selaku Influencer dan Co- Founder Makna Creative, termasuk Gen Y yang melek investasi properti.

Awalnya, Keenan kost dan kuliah di daerah LIPPO Karawaci. Mobilitas yang tinggi di Jakarta, tidak memungkinkan bolak balik Jakarta Tangerang. Akhirnya, memutuskan untuk membeli apartment –tujuan awal bukan untuk investasi. 
Keenan Pearce, Influencer dan Co Founder Makna Creative - dokpri


Terhitung tujuh tahun tinggal di apartment,  sudut pandang Keenan tentang apartment mulai bergeser.
Setelah pindah ke apartment baru, apartment yang lama disewakan. Ajaibnya, dalam sehari saja dengan mudah mendapatkan penyewa.

Kakak dari artis Pevita Pearce, memilih tinggal di apartment untuk alasan efisiensi. Tidak terlalu mahal dalam maintenance, tersedia service berupa gym, swimmingpool  kecil kemungkinan dibuat di rumah sendiri.

Dengan situasi mencari tanah dan rumah –di Jakarta—yang tidak mudah,  dengan apartment bisa tinggal di central dengan service yang memadai.

Keenan melihat demand sewa apartment cukup tinggi, bagi expatriate ada aturan membeli apartment dengan kisaran harga tertentu.
Menurut para pekerja asing tersebut, lebih praktis menyewa pertahun kemudian diperpanjang, daripada membeli sendiri.

Bukan hanya masalah tinggal, tapi ada future of investment,” Jelas Keenan.
Tips memilih apartmen ala Keenan Pearce.
  • Lokasi : pilih lokasi yang memudahkan aktivitas dan accesable
  • Track record pengembang  ; Konsep bagus saja tidak cukup, tapi rekam jejak pengembang musti diketahui.
  • Fasilitas dan transportasi : Keenan mempertimbangkan fasilitas –gym, swimmingpoll—dan kemudahan mencapai sarana transportasi.
-00o00-

Pagi itu, saya dan keponakan – di Surabaya--chatting. Saya tahu, setahun setelah menikah –ijab kabulnya saya datang—mereka membeli apartmen dari pengembang swasta.
Percakapanpun terjadi
“Itu Kabar apartementmu bagaimana”
“Sekarang mangkrak om, pengembangnya bermasalah.” Chatting terjeda sebentar
“Jadi dulu perjanjian serah terima tahun 2018 ternyata sampai sekarang pembangunannya mandeg”
--selanjutnya di Screen Short
 
Penting mengetahui track record pengembang - dokpri

Sungguh, saya turut sedih mendengar kabar buruk ini. Tips dari Keenan, tentang mencari tahu track record pengembang memang penting.

Investasi di LRT City, Prospektif!

Gen Y, susah mendapat unit hunian ?

PT Adi Karya (Persero) Tbk, hadir untuk menjawab kegalauan Gen Y tersebut. LRT City dibangun, dengan pendekatan –on proses menuju—TOD.
Apa itu TOD, singkatan dari Transit Oriented Development, yaitu pembangunan properti berbasis transportasi massal.

LRT City berada dibawah PT Adi Karya (Persero) Tbk, sebuah perusahaan BUMN, yang bisa menjamin kepastian bagi sebuah perijinan.

Kalau ada developer swasta, terpaksa menghentikan proyek karena perijinan belum terbit. Maka hal serupa, kecil kemungkinan terjadi di BUMN –dalam hal ini PT. Adi Karya (Persero) Tbk.
*btw, saya jadi geram dengan developer apartmen keponakan di Surabaya

Sekali pancang, tidak ada kata berhenti,” tegas Setya Aji Pramana, Project Manager Eastern Green, salah satu project LRT City Bekasi.
 
Setya Aji Pramana -dokpri
LRT City, telah menyiapkan lebih dari 65 ribu unit apartmen di titik lokasi strategis. Tidak hanya apartment, tersedia 286 ribu meter square komersial area –ruko,mall--, 82 ribu  square meter untuk office.

Tahun 2019 langsung bisa merasakan, tinggal di hunian yang terkonek dengan LRT, yang mulai beroperasi tahun 2019.  

Ciri utama TOD.
Pengembangan kawasan di satu titik sarana transportasi, dengan radius –kurang lebih--800 meter atau selama bisa ditempuh dengan jalan kaki atau sepeda.

Kawasan campuran, berupa hunian, commercial, office dan sarana lain. Antar tower yang berada dalam radius 800 meter, ada jalur yang menghubungkan – Walk, Cycle, Shutle Bus, Shultle Car--.
Fungsi  hunian TOD bersifat transit (jelas), ada perpindahan moda transportasi dari LRT, bisa ke angkutan umum (misal TransJadebotabek dll) 

Dampak dari konsep TOD, harga lahan sangat berpotensi melambung tinggi. Maka dibangun hunian berkonsep horisontal, bukan vertikal.

Menjawab perilaku ekonomi Gen Y, yang cenderung emotional dan sensitive terhadap harga. LRT City menghadirkan konsep yang menyentuh sisi emotional,  mulai dari design dan fasilitas di dalamnya.

Siang itu, Setya Adi tampak memakai kaos bertuliskan “ELARTIZEN,” sebuah komunitas yang akan merangkul (salah satunya) Gen Y, agar bisa memiliki property di LRT City.

Pengembangan LRT City ini merupakan upaya PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk memberikan kehidupan dan peradaban baru bagi masyarakat kaum urban di Jakarta dan kaum suburban di daerah penyangganya,” ucap Setya Adji
-00o00-
 
Mbak Yayat di depan Maket Eastren Green - dokpri
Kawasan Eastern Green di Bekasi sendiri, terdiri dari 2 tower apartmen, 4 Mall, 2 Semi Bassement—untuk tahap awal--. Selanjutnya, dibangun 15 tower di atas lahan seluas 22 hektare,

Eastern Green, mempersembahkan Up Town Garden, taman yang ada di  rooftop  dengan view kota bekasi.
Konsep mall adalah lebih ke FnB, tempat orang bisa berkumpul, ngobrol, diskusi, tersedia juga untuk kebutuhan sehari-hari.

Gen Y yang gila teknologi, dihadirkan konsep “Smart Living with Smartphone.” Sangat memungkinkan, saat berada di perjalanan pulang kerja/kuliah, bisa menyalakan AC/ lampu via smartphone.

Proyek LRT City sudah siap dan stasiun LRT beroperasi, waktu tempuh Bekasi ke Jakarta, dibututuhkan sekitar 45 menit—bayangkan, keren kan.

Selain Eastern Green, sudah berjalan proyek  LRT City Gate Away  Park di Jaticempaka Jakarta Timur.
Konsepnya lebih private, dipisahkan mall dan apartmen. Semua kendaraan masuk parkir di area bassement.

Pengembangan berikutnya, TH 27 Office di daerah sekitar Cawang, kemungkinan dimulai pertengahan tahun 2018.
Sementara untuk jalur menuju selatan, di Ciracas ada Urban Signature, selain LRT konsep utama menarget golongan muda.
dokumentasi pribadi
Royal Sentul Park di exit tol Sirkuit Sentul, untuk menyambut LRT Station tahap kedua. Konsepnya  cukup berbeda dan unik, menerapkan konsep Nature and Lesuire.
Harapannya menggabungkan atmosfir Bogor dengan Bandung,  untuk refreshing warga tidak perlu ke Bogor atau Bandung tapi cukup ke Royal Sentul Park.

Adikarya bekerjasama dengan PT KAI dan Perum PPD, mengembangkan hunian berbasis  Kereta Api dan bus.
Oase Park Ciputat terkoneksi dengan terminal Ciputat, sebagai wujud dari kerjasama PT Adikarya bersama PPD. Sementara Cisauk Point, adalah bukti kerjasama dengan KAI.

Apakah Gen Y bisa memiliki?
Kita bisa mulai, dari menghitung berapa ongkos untuk transportasi dan kemacetan. Dengan naik mobil, biaya pertahun sekitar 40 jutaan (belum termasuk waktu dan kesehatan).

Angka tersebut, bisa dikumpulkan untuk membayar Uang Muka. Sementara untuk membayar cicilan, Gen Y bisa menyiasati dengan ikut memasarkan apartemen LRT City.
Pemasaran yang efektif biasanya lewat komunitas, kalau sudah ada satu orang mulai membeli, bisa mengajak teman satu komunitas.

Proyek LRT City yang dipasarkan awal 2017, sekarang mengalami kenaikan 15% --padahal belum ada staisun LRT –. Kalau sudah ada stasiun LRT , demand dan harga akan lebih cepat merangkak naik.

Secara khusus Setia Aji menyampaikan pendapat
“Salah satu kekurangan orang indonesia adalah menunggu, suka menjadi follower. membeli properti setelah kawasan berkembang dan harganya sudah jadi mahal. Padahal bisa membeli lebih awal, dengan memprediksi sebuah kawasan bakal berkembang di masa mendatang.”
dokumentasi pribadi

O’ya selama event ‘Indonesia Properti Expo” di JCC Senayan Hall A, tanggal 3 – 11 Februari 2018. Aneka promosi dipersembahkan LRT City, seperti ; Cukup booking saja  free bayar cicilan 2 bulan, Cicilan sampai 60 kali, beberapa slot pembayaran lebih flat.
Ada hadiah langsung, umrah, jalan jalan ke Eropa voucher belanja, viucher emas, handphone, Spa. Hadiah Grand Prize,”Mitsubishi xpander.”

Hadiah ini tidak seberapa, dibandingan keuntungan tinggal di hunian yang terkoneksi sarana transportasi,” tutup Setia Aji.

6 komentar:

  1. Letaknya strategis semua ya jadi pengen punya.

    BalasHapus
  2. wii, aku ngiler banget nih mas investasi di LRT City..

    BalasHapus
  3. eh aku juga termasuk yang generasi Y belum investasi kayanya nih, beklah kurangi jalan-jalannya, lari ke investasi

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya