1 Jun 2024

Layar Komunitas Focus on Sumatra Hadirkan 18 Film Pendek Pilihan dari Sumatra


Kolaborasi  ekosistem perfilman di Indonesia, telah menayangkan film-film dari program “Indonesian Shorts Selection”. Kolaborasi dilanjutkan, dengan program “JAFF Layar Komunitas: Focus on Sumatra” yang mengungsung tema ‘Sajian Sinema Sumatra’.

Merupakan program penayangan 18 film pendek pilihan,  karya sineas atau film Sumatra. Beberapa film yang bisa menjadi pilihan antara lain, Sosak: "Land, Shade, and Sulaiman’s Sleeping Sickness" sutradara Ahmad Syafiq. 

Mengisahkan sebuah rumah di dalam ribuan hektar lahan yang subur, terdapat Maryam (35) berjuang menyembuhkan penyakit tidur anak laki-lakinya yang membahayakan. Sebuah penyakit sekaligus keahlian tingkat tinggi yang diturunkan kepada setiap anak laki-laki, yaitu membakar hutan dalam tidur.

Peristiwa-peristiwa kebakaran terjadi bersamaan dengan gejala penyakit tidur yang makin parah. Maryam pantang menyerah, hingga akhirnya ia diajak oleh Bos kampung menemui Tuan Tanah, satu-satunya orang yang tahu solusi untuk penyakit anaknya.

Seorang Tuan Tanah yang akhirnya ia temui dan berkata bahwa penyakit anaknya tak butuh disembuhkan, melainkan ia butuh terus disalurkan.

Film lainnya yaitu Sembunyikan Gong karya sutradara Rian Apriansyah, menyuguhkan kisah Zahran yang tengah bermain petak umpet bersama temannya.

Di saat bersembunyi, suasana tiba-tiba menjadi hening. Asap memenuhi ruangan dan teman-temannya menghilang. Sosok hitam misterius muncul meneror Zahran dan membawa kabur sesuatu dari rumah tersebut.

Judul lain yang bisa menjadi pilihan menarik yaitu When Delia Lost Her Camelia. Film arahan sutradara Ilham Prajatama ini bercerita tentang adik yang merasa kehilangan sosok kakaknya karena sang kakak telah berkeluarga.

Sutradara Ilham Prajatama pernah terlibat sebagai penulis skenario untuk film debutnya, Tanggai. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan di Musse Indiefest 2019.

Selain film-film tersebut, berikut film lainnya yang bisa ditonton di program “JAFF Layar Komunitas: Focus on Sumatra”:

1. Kwarteleitjes karya sutradara Hafizu Sandro.

2. Taratak Ka Nagari (The Roots of a Nagari) karya sutradara Afif Fahmi dan Dwi Kurnia Sandy.

3. Jamuan Laut (The Blue Ceremony) arahan sutradara Arief Rachman Missuari.

4. Batanghari Tak Pernah Ingkar Janji (Batanghari Never Breaks A Promise) disutradarai oleh Dimas Arisandi.

5. Sang Kolektor Muda disutradarai oleh Muhammad Hendri dan M. Rizky Hardi Wibowo.

6. Pantauan yang disutradarai oleh Dodi Ahmad Fatoni.

7. Serdam disutradarai oleh Dede Safara Wijaya.

8. Ketangen (Bicycle) karya sutradara Silo Sandro.

9. Umah di Hulu disutradarai oleh Ridho Arofa.

10. Suloh arahan sutradara Azhari.

11. Langit Tak Berujung (Endless Sky) karya Vivi Helmalia Putri.

12. Silek Sitaralak (Sitaralak Martial Arts) disutradarai oleh Hery Sasongko.

13. Mendayung Harapan (Rowing Hope) yang digarap oleh Yusril Mahendra.

14. Mencari Syurga (Looking for Heaven) disutradarai oleh Iqbal Nasron.

15. Dedah Salamah karya sutradara Ridho Arofa.

 

Program ini menampilkan beragam karya sinematik dari para sineas berbakat, memberikan kesempatan bagi penonton untuk menikmati sajian film yang kaya akan cerita. Lewat film-film ini juga diharapkan mampu membuat penonton menemukan perspektif baru tentang daerah di Sumatra yang terkenal kaya akan budaya, kemanusiaan, dan kearifannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA