Home

1 Okt 2023

Merekahkan Senyum dan Harapan bagi Anak Sumbing di Aceh

Semasa kecil, saya punya tetangga dengan bibir sumbing. Beliau cukup percaya diri, berbaur, bergaul, dan bersikap sewajarnya. Beruntung tidak ada warga yang julid, sehingga pemilik bibir sumbing tidak merasa dikucilkan.

Tetapi saya yakin, masih banyak orang sumbing yang minder. Karena kurangnya support system, dari orang-orang terdekat di lingkungan sekitar. Akhirnya mereka memilih menutup diri, tidak ingin bergaul dengan orang lain.

Adalah Rahmad Maulizar, pemuda kelahiran tahun 1993 di Meulaboh Banda Aceh. Seorang pekerja sosial, yang giat menerbarkan senyum dan harapan untuk orang dengan sumbing. Rahmad menyediakan diri mendampingi, penderita bibir sumbing dan langit-langit mulut.

Dalam kehidupan di keseharian, Rahmad sudah sangat akrab dengan masyarakat miskin. Nyaris sebagian besar waktunya, untuk menggeluti dunia sosial dan filantrophy. Kegiatan yang notabene, menuntutnya berinteraksi dengan warga memiliki keterbatasan finansial. 

Aksi sosial Rahmad makin solid dan kukuh, ketika mendapatkan dukungan penuh sang istri. Rahmad semakin bersemangat, bergabung  Smile Train Indonesia (area Aceh) sebagai relawan bibir sumbing. O’ya, Smile Train adalah badan amal internasional, memberikan operasi gratis untuk perbaikan sumbing.

Di Aceh sendiri, Smile Train Indonesia bekerjasama dengan RS Malahayati Banda Aceh. Tercatat sudah lebih dari 3.200 pasien bibir sumbing dan langit-langit mulut, ditangani hingga pertengahan tahun 2019.

Rata-rata 40 pasien setiap bulannya, dioperasi dokter ahli bedah plastik, Dr. M Jailani, SpBP-RE (K) . Dokter yang telah menjadi mitra Smile Train Indonesia, untuk Provinsi Aceh.

Merekahkan Senyum dan Harapan bagi Anak Sumbing di Aceh


Rahmad Maulizar sendiri, selama 18 tahun juga menjadi penderita bibir sumbing. Beruntung pada tahun 2011, bisa menjalani operasi  gratis dan berhasil. Sejak saat itu senyum sempurna dimiliki Rahmat, rasa percaya diri mulai bangkit.  Bermula dari senyuman itu, harapan baru tumbuh termasuk menemukan pasangan hidup.

Sempat merasakan tidak enaknya menyandang bibir sumbing, Rahmad bertekad ingin membagikan senyum kepada lebih banyak penderita bibir sumbing. Caranya dengan bergabung sebagai relawan Smile Train, guna merangkul saudara senasib sepenanggungan. 

Upaya Rahmad tidak tanggung-tanggung, rela berkeliling hingga penjuru desa di Provinsi Aceh. Tujuannya satu, yaitu mengajak pasien sumbing didampingi keluarga. Untuk datang ke rumah sakit, untuk mendapatkan pelayanan operasi bibir sumbing gratis.

Bagi Rahmad, senyum sangatlah berarti bagi penderita sumbing dan langit-langit mulut. Karena bibir penderita sumbing  cukup kesulitan, mengekspresikan rasa bahagia di wajahnya. Dan tidak jarang, mereka mengalami perudungan.

Padahal penderita bibir sumbing, sangat bisa diobati dengan operasi plastik. Namun lagi-lagi keterbatasan finansial, menjadi sebab tidak punya akses mendapat tindakan operasi. Sebagai eks penderita sumbing, Ramhad terketuk hati untuk bergerak.

----

Smile Train, ibarat sebagai penerang harapan Rahmad dan penderita bibir sumbing di Aceh. Rahmad berusaha keras, merangkul semua penderita bibir sumbing. Secara berkala turun hingga pedalaman, guna mendata sebanyak mungkin penderita bibir sumbing dan langit-langit mulut.

Bersama Smile Train, Rahmad telah menjelajahi semua Kabupaten/ Kota di Aceh. Dengan cepat menindaklanjuti, setiap ada informasi keberadaan penderita bibir sumbing dan langit-langit mulut. Agara penderita bibir sumbing bisa lekas ditangani, sehingga mempercepat merekahnya senyum kebahagiaan.

Penderita bibir sumbing yang berhasil menjalani operasi, ibarat mendapatkan energi baru. Mereka tampil lebih percaya diri, bergaul berbaur di tengah masyarakat. Kesehatan mental mereka akan terselamatkan, memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Dan tak ada hal yang lebih membahagiakan Rahmad, selain melihat anak-anak atau penderita bibir sumbing, tersenyum lepas dan menjalani kehidupan penuh percaya diri.

Kita tidak akan berhenti, dan terus menjelajahi belahan Aceh hanya demi membantu anak-anak Aceh khususnya mereka yang terlahir dengan kondisi bibir sumbing melalui operasi,” ujar Rahmad penuh semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA