Home

4 Sep 2022

Serunya Berbincang Konten di Danone Community Engagement Day 2022

 

Saya sangat sepakat, bahwa agar bisa survive kita musti beradaptasi dengan perkembangan jaman. Di era sekarang sedang ngetrend konten video, maka kita musti menyesuaikan diri. Saya merasa beruntung, menjadi bagian dari peserta Danone Blogger Academy batch 1. Berkesempatan mengikuti aneka kegiatan, termasuk di Danone Community Engagement Day 2022.

Kegiatan kali ini mengetengahkan judul “KIAT (Kelas Intensif Membuat Konten), dengan narsum Content Creator; Gerald Vincent. Selain itu juga membahas isu keberlanjutan lingkungan & masyarakat, dengan narsum Budi Rahardjo, Agriculture Manager Danone Indonesia, dan Annie Wahyuni, Downstream Packaging Manager Danone Indonesia.

Dalam press realese, Arif Mujahidin - Corporate Communications Director Danone Indonesia menyampaikan, bahwa Danone Indonesia memiliki komitmen ganda dalam menjalankan bisnis yang sejalan dengan kemajuan lingkungan dan sosial. Memiliki fokus yang sejalan dengan implementasi target Sustainable Development Goals (SDGs) dan target pemerintah dalam aspek keberlanjutan.

Kami berupaya untuk mengedukasi masyarakat melalui pesan dan konten yang membahas mengenai keberlanjutan lingkungan dan sosial melalui para konten kreator,” ujar Arif

Ya, tidak bisa kita dipungkiri bersama. Perkembangan dunia digital, telah melahirkan talent-talent konten kreator. Keberadaan mereka cukup berperan, menjangkau publik secara luas melalui konten- konten menarik, kreatif dan relevan.

Meriahnya KIAT 2022 sudah saya rasakan, ketika koordinasi melalui WA Group. Melalui flyer yang dibagikan, serta antusiast calon peserta di group. Menurut rundown, acara ini diawali pembahasan program sustainability Danone Indonesia, dilanjutkan perkenalan program Circular Packaging beserta tips penerapan hidup berkelanjutan.

Nah, sesi kedua menjadi sesi yang ditunggu-tunggu. Yaitu “cara membuat konten edukasi yang bertutur dan strategi untuk mendapatkan engagement yang baik dalam media sosial”, oleh Gerald Vincent.

----

Kawan, kalau kita telaah dan pikir lebih dalam. Bahwa bumi yang kita tempati ini, hanya satu-satunya. Sementara usia bumi semakin menua, populasi makhluk hidup di dalamnya terus bertambah.

Maka tak mengherankan, kalau harga tanah setiap tahun selalu naik. Karena kebutuhan hunian terus dan selalu ada, sementara lahannya tidak bertambah. E’tapi kita sedang tidak membahas property yak—hehehe.

Sebagai perusahaan global yang focus pada makanan dan minuman, Danone memiliki misi One Planet One Health. Dan untuk menjalankan misi tersebut, Danone menjalankan 4 pilar, yaitu, Climate, water, circulat packaging, dan agriculture.Narsum Budi Rahardjo, selaku Agriculture Manager Danone Indonesia, kali ini akan membahas pilar agriculture.

Ya, terkait dengan populasi dunia yang terus bertambah, tantangan saat ini semakin besar. Musti mengupayakan dan berinovasi, guna meningkatkan produksi pertanian secara berkelanjutan.

Keberlanjutan tidak bisa terjadi, tanpa dilakukan faktor pendukungnya. Misalnya dengan memperbaiki rantai pasokan global, mengurangi kehilangan dan pemborosan pangan. Ada satu hal yang tak kalah penting, adalah memastikan pendistribusian makanan tepat sasaran. Sehingga akses makanan bergizi mudah, dan terbuka bagi yang menderita kelaparan dan atau kekurangan makanan bergizi.

Sementara fakta di lapangan soal lahan pertanian, 30% diantaranya telah rusak; 80% deforestasi pertanian, memanfaatkan 70% air tawar ; mengemisi 24% GRK, dan 65% sumber energi manusia berasal dari jagung, padi dan gandum.

Gerakan regenerativ agriculture sangat dibutuhkan, sebagai gerakan paradigma pertanian dan praktek bertani berorientasi sustainable. Pertanian berkelanjutan adalah, pertanian yang bertransformasi dan menjaga food sistem dengan baik.


Masih menurut Budi, ada prinsip-prinsip regenerative agriculture, yaitu :

  • Minim olah lahan ; tanah diolah seperlunya, di spot tertentu, sehingga microorganisme tanah tidak terlepas.
  • Konservasi tanah ; teras sering, stirp plamting, rorak, organic mulch, dsb
  • Melindungi air ; kawasan pertanian adalah kawasan resapan air, maka perlu efisiensi air.
  • Meningkatkan biodervisitas ; pemberdayaan beragam tanaman di satu kawasan pertanian.
  • Keterpaduan pertanian dan peternakan ; untuk memperbaiki ekosistem dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ternak.

-----

Narsum kedua Annie Wahyuni, menyampaikan, bahwa untuk menjaga kesehatan masyarakat, dibutuhkan fokus dari segala aspek. Tidak hanya bahan pangan, namun aspek kemasan ramah lingkungan dan aman bagi konsumen, perlu diperhatikan.

Kemasan berfungsi melindungi manfaat gizi dan kualitas produk, sehingga memungkinkan untuk disimpan, diangkut, digunakan dengan aman.

Danone bekerja untuk mendukung pergeseran sistemik dari linear ke ekonomi sirkular untuk kemasannya. Danone juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menciptakan ekonomi sirkular melalui gerakan #BijakBerplastik yang dijalankan sejak 2018.” Jelas Annie

Merujuk data BPS 2018, masyarakat paling tidak peduli dengan pengelolaan sampah. Danone menerapkan ekonomi sirkular, melalui gerakan #BijakBerplastik. Program ini terbukti efektif, mengumpulkan sampah lebih banyak, dan kemasan bisa digunakan ulang, didaur ulang, dijadikan kompos, dan meningkatkan konten daur ulang hingga 50%.

Gerakan #BijakBerplastik dibarengi dengan, botol aqua labael baru terbuat dari plastik daur ulang yang dapat didaur ulang.  Mengurangi kemasan plastik, membuat kemasan botol daur ulang, menghilangkan plastik sealed di tutup botol, dan aktivitas media.

Serunya Berbincang Konten di Danone Community Engagement Day 2022

Dan puncak keseruan ada di narsum Gerald Vincent, mengajak peserta meningkatkan kemampuan membuat konten edukatif yang menarik dan disukai oleh banyak orang di digital.

Menurut Gerald, konten yang baik dan digemari masyarakat adalah konten yang memiliki nilai di kalangan audiens. Nilai tersebut bisa dibentuk seorang konten kreator, dengan memerhatikan beberapa aspek.

Aspek paling utama, adalah memerhatikan layak atau tidaknya sebuah konten dibagikan. Kemudian antusiasme si konten kreator, menyampaikan pesan dalam konten tersebut. Satu hal tak kalah penting, apakah konten kreator tersbeut menyukai materi atau topik yang dibagikan.

Termasuk isu seputar keberlanjutan lingkungan dan masyarakat, musti dikemas dengan ringan dan menarik. Selain memiliki nilai tinggi untuk dibagikan, tentu bisa mengedukasi masyarakat.

Gerald menekankan pentingnya tujuan membuat konten, adalah agar ada value yang didapatkan penikmat konten. Dengan mencari angle yang relate, membuat hal yang mengasah kepedulian, menghibur dan dikuasai.

Saya meyakini bahwa jejak digital tak akan terhapus, maka kalau konten yang kita publish adalah konten yang bermanfaat, impact yang ditimbulkan akan berkelanjutan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA