15 Sep 2022

Kejutan, Ada Film Indonesia Menjadi Wakil Indonesia di Ajang Oscar 2023


Kabar membanggakan datang dari film Ngeri Ngeri Sedap. Film arahan sutradara Bene Dion Rajagukguk terpilih menjadi perwakilan Indonesia ke ajang Piala Oscar 2023 (Academy Awards 95). Film ini mewakili Indonesia, di kategori Best International Feature Film.

Kabar ini disambut suka cita, seluruh tim terlibat ikut bangga. Meski konon, ada rasa tak percaya saat mendengar kabar ini. Sang sutradara sangat kaget namun juga bangga.

Enggak menyangka dan tentunya senang dengan kabar baik ini. Semoga Pak Domu sekeluarga juga

berkesan bagi Oscar,” ungkap Bene.

Dengan terpilihnya Ngeri Ngeri Sedap ke ajang Oscar, otomatis akan menyebarluaskan budaya Batak ke dunia. Dipa Andika, selaku produser juga tak kalah antusias dan ikut senang dengan kabar ini. Di awal pembuatan film Ngeri Ngeri Sedap, ia hanya berharap film ini bisa diterima masyarakat. Namun ternyata, yang dihasilkan jauh melebihi ekspektasinya.

Semoga karya yang kami buat ini bisa membanggakan seluruh masyarakat Indonesia. Dan kami pun mengucapkan terima kasih untuk para pemain, kru, penonton dan semua yang terlibat hingga Film Ngeri Ngeri Sedap bisa melangkah sejauh ini. Horas!” ungkap Dipa Andika. 

Lolosnya film Ngeri Ngeri Sedap ke ajang Oscar, setelah melewati berbagai tahapan yang dilakukan Komite Seleksi Oscar Indonesia 2022. Terpilihnya film ini setelah tujuh dari sembilan anggota Komite memutuskan Ngeri Ngeri Sedap yang akan mewakili Indonesia di Oscar 2023.

Film drama keluarga karya perdana dari rumah produksi Imajinari, bekerja sama dengan Visionari Film Fund. Dibintangi Arswendy Beningswara, Tika Panggabean, Gita Bhebhita, Boris Bokir, Lolox dan Indra Jegel.

Tayang perdana di bioskop pada 2 Juni 2022 lalu, berhasil mengumpulkan 2.8 juta lebih penonton. Mengisahkan Pak Domu (Arswendy Beningswara) dan Mak Domu (Tika Panggabean) yang tinggal bersama Sarma (Gita Bhebhita), ingin sekali tiga anaknya: Domu (Boris Bokir), Gabe (Lolox) dan Sahat (Indra Jegel) yang sudah lama merantau pulang untuk menghadiri acara adat.

Tetapi mereka menolak pulang karena hubungan mereka tidak harmonis dengan Pak Domu. Pak Domu dan Mak Domu akhirnya berpura-pura bertengkar dan ingin bercerai demi mendapatkan perhatian dari anak-anaknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA