26 Mei 2017

Lengkapi Puasa Anda dengan Konsumsi Buah



Fruitaholic siap menunaikan ibadah puasa -dok group fruitakolic

Bulan puasa ada di depan mata, suka cita sudah seharusnya menyertai setiap kita umat muslim.  Bagaimana tidak bahagia,  moment  Ramadhan menjadi saat tepat untuk detoksifikasi jiwa dan raga. Kalau proses detox atau pembuangan racun dalam tubuh berhasil, hasilnya adalah orang tersebut akan sehat lahir dan batin--subhanalloh.
Beberapa waktu lalu saya mendapat pencerahan dari sebuah talkshow, perihal indikasi keberhasilan puasa dilihat secara fisik lho. Satu diantaranya, pada ujung Ramadhan bobot tubuh kita akan lebih ideal. Yang badannya terlalu kurus akan naik, pun yang kegendutan lemaknya akan menurun.
Puasa memberi kesempatan pada saluran pencernaan beristirahat, sehingga terjadi proses regenerasi saluran cerna saat mengurangi beban kerjanya.
Nah, narasumber talkshow yang seorang nutrisionis menyarankan perbanyak konsumsi buah dan sayur.  Ternyata buah dan sayur menjadi komponen penting, bisa dijadikan asupan selama berbuka dan sahur.  Tanpa asupan gizi yang seimbang selama puasa, maka efek samping seperti lemas, hipoglisemia akan dirasakan.
So, jangan lewatkan konsumsi buah dan sayur saat berbuka dan sahur. Hal ini berdampak bagus pada pencernaan, menjaga kadar glukosa darah lebih stabil sehingga membantu rasa kenyang lebih lama.
Sudah bukan rahasia lagi, buah dan sayur kaya akan serat mengandung aneka vitamin dan mineral. Manfaat buah dan sayur dapat membantu dalam penyerapan nutrisi oleh tubuh, guna mengganti zat-zat yang hilang selama puasa di siang hari.
Khusus kandungan serat dalam buah rata-rata dua sampai enam gram, jumlah yang cukup tinggi ini membantu menstabilkan kadar gula dalam tubuh. Serat juga sangat bagus untuk pencernaan, melancarkan saat buang air besar (BAB) untuk membantu proses detoksifikasi. Kandungan vitamin C dalam buah, dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Tapi jangan sampai salah pilih, sebaiknya kalau hendak memilih buah olahan sebaiknya diperhatikan dengan cermat.  Misalnya buah pisang yang diolah menjadi kolak, biasanya terdapat campuran gula dan santan. Kalau memilih konsumsi pisang goreng, pasti mau tidak mau buah pisang diolah dengan minyak.
Masih ada lagi lho, kerap ditemui soup buah atau juice saat ngabuburit. Sebaiknya pastikan tidak dicampur gula, yang  justru membuat kandungan dalam buah menjadi kalah.
Sudah smestinya buah menjalankan fungsi asupan dengan baik, membuat tubuh menjadi lebih segar dan tidak menambah jumlah lemak jahat dalam tubuh. Sebaiknya konsumsi buah dalam keadaan real fruit, masih dalam bentuk asal tanpa diolah ulang seperti digoreng atau dicampur gula.
Atau kalau maunya buah diolah dulu, sebaiknya pilih yang aman seperti direbus misalnya  pisang rebus atau pisang panggang. Kalaupun mau buah yang dijuice, sebaiknya jangan buah saja tanpa ditambah gula apapun bentuknya (padat/cair).
Buah Sunpride -dokpri
Anda pasti tidak asing dengan brand Sunpride, brand yang selalu menyediakan buah dengan kualitas terbaik untuk konsumennya. Mulai dari proses pembibitan, penanaman hingga masa panen benar-benar dijaga mutunya. Sehingga tak mengherankan, buah Sunpride memiliki penampilan yang cantik dan mendapat tempat di hati konsumen.
Buah Sunpride  sangat bisa sebagai teman saat puasa, menjadi asupan ketika tiba waktu berbuka dan sahur. Menurut USDA Nutrient, beberapa buah bisa menjadi pilihan saat puasa karena kandungan dari buah tersebut.
Untuk buah dengan kandungan vitamin C,  bisa dipilih seperti Pepaya, jeruk, nanas honi, mangga. Sementara untuk buah dengan kandungan serat, bisa didapatkan pada buah pisang, apel, pear, jeruk. Adapun buah dengan indeks glikemik rendah, bisa diperolah dari buah mangga, pisang, pepaya, nanas. Nah, aneka daftar buah tersebut terdapat dalam daftar brand Sunpride.
-Pada kesempatan lain, saya berharap bisa membuat artikel khusus yang mengulas manfaat setiap buah-.
Wah, saya semakin tidak sabar menunggu hari pertama puasa. Insyaalah dengan bekal pencerahan pra Ramadhan, semakin nikmat beribadah dan semakin sehat di badan-amin.

25 Mei 2017

Menjalankan Ibadah Puasa dengan Nyaman Bersama Philips



Peralatan dari Philips -dokpri

Sebentar lagi bulan Ramadan tiba, sudah semestinya setiap umat muslim berbahagia. Pahala kebaikan dilipatgandakan, bahkan sampai tidurpun dihitung sebagai amalan.
Biasanya nih kebiasaan di rumah saya mulai berubah, terutama kesibukan istri dan atau para ibu pada umumnya.  Jam bersibuk sibuk di dapur bergeser, tidak lagi pagi atau siang masak seperti hari-hari biasanya.
Istri mulai masak menu berbuka selesai sholat ashar, kemudian bangun pada dini hari untuk mempersiapkan makan sahur.

23 Mei 2017

Keseruan Fine-dining Fancy Feast Bersama Best Friend



Asyiknya bermain bersama kucing -dokpri

Kucing telah menjadi hewan peliharaan favorit, hal ini tampak dari tren meningkatnya kebutuhan masyarakat akan makanan kucing. Binatang berkaki empat ini tak hanya sebagai peliharaan, diyakini mampu menghadirkan kebahagiaan bagi ownernya.
Tak mengherankan, pada event- event tertentu saya melihat kucing dengan penampilan super keren. Bulunya terlihat sangat bersih dan terawat, dengan tatapan mata berkilat tanda sehat. Memakai baju khusus dengan motif lucu,  plus aksesoris yang mempercantik penampilan.

22 Mei 2017

Keberlanjutan Tehnologi Sawit Harus Mempertimbangkan Sektor lain


Kelapa Sawit - dok foto daririau(dot)com

Masalah sawit seolah tak ada habisnya, tak beda dengan masalah tanaman pertanian lainnya. Semua solusi memang tidak bisa berdiri sendiri, musti didukung dan dilengkapi oleh sektor lainnya.
Science memegang perananan penting, karena science sebagai peluang membuka banyak pada kemajuan. Namun science tidak ada guna, kalau tidak diaplikasikan dan tidak dimassalkan. Hukum alam telah berlaku, bahwa ilmu  yang sudah diaplikasikan musti disebarkan dan dikolaborasikan.
Pada era digital, suka tidak suka semua sektor harus ditransformasi dalam bentuk digital. Hasilnya akan terlihat berpengaruh pada semangat, untuk terus maju dalam dunia industri.
Industri sawit dituntut musti menyesuaikan trend digital, misalnya untuk percepatan pengiriman dan  atau produksi minyak.  Pemanfaatan tehnologi sangat bisa digunakan,  seperti untuk mengetahui jadwal kapal yang akan mengangkut hasil panen.
Semakin science dipercaya dan terbukti, maka terus akan digunakan dan dimassalkan. Semangat kolaborasi perlu ditingkatkan, musti ada credit value melalui “Open Sceince”, “Open Inovation” dan  Inovation Networks”.
Apa itu Open Science ?
Research yang diperbarui dengan cara efektif, efisien secara digital, tidak akan cukup kalau hanya mengandalkan tenaga ahli internal. Musti ada ahli berkompeten dari luar (eksternal), agar terjadi open mind dengan pembanding dari pakar lain.
Open science  akan efisien hasilnya, dapat memungkinkan terjadi inside off dan outside in.  Tehnologi digital akan memudahkan searching, dengan keyword tertentu bisa digunakan untuk proses sharing
Sumber foto ; poskotanews(dot)com
 Apa itu Open Inovation ?
Peralatan elektronik berbasis tekhnologi, seperti kulkas, TV, AC, Mesin Cuci dan sebagainya,  sangat cepat menyesuaikan dunia digital. Negara di Uni Eropa sudah lama gencar melakukan inovation, demi mempermudah kehidupan sehari-hari.
Seorang Sosiolog mengatakan, ketika invention digunakan dan diadpopsi saja, hanya akan menjadi inovasi. Sementara pandangan seorang ekonom, inovasi akan lebih berdampak jika sudah dikomersialkan. Formula matematika sederhana seorang ekonom, inovasi adalah hasil dari invention kali komersialisasi.
Bagaimanapun juga invention tanpa komersialisai tidak ada artinya, sehingga sentuhan teknologi inovasi dan dimassalkan musti dilakukan.
Apa itu Inovation network ?
Sebuah industri harus berada dalam sebuah ekosistem centris (cross organisation inovation), sejatinya inovasi bukan tanggung jawab individu peneliti tapi menjadi tanggung jawab negara.
Inovasi musti diberi insentive atau kemudahan, saat ini pemerintah sudah mengadakan Deputi Menristek bidang penguatan inovasi.
Inovasi yang terjadi dengan network, dapat dilihat contohnya dari peraih nobel bidang kimia.  Peraih nobel ini  terdiri dari tiga orang dari tiga negara berbeda, mereka berkolaborasi dalam inovation betwork. Bersama  melakukan open science, akhirnya menemukan open inovasi di bidang industri.
Rantai dalam bidang sawit bisa mengadopsi hal ini, berkolabori demi percepatan industri sawit.  Masyarakat kelapa sawit indonesia musti terus digiatkan,  melalui organisasi yang sudah ada namun jangan sampai terjebak dalam close sistem.
-0o0-
Bapak Haryono selaku Ketua Komisi Teknis Pangan dan Pertanian Dewan Riset Nasional dalam seminar yang diadakan media perkebunan - dokpri
Kalau berbicara produktifitas sawit, musti diperhitungkan dan dilihat juga realitanya. Harus dicermati antara pemgadaan benih dan dihitung hasilnya, mengingat praktek di lapangan lazimnya sangat tidak efisien.
Tindakan preventif harus dilakukan, agar sawit bisa berkelanjutan selaras dengan teknologi yang bekelanjutan juga.
Sustainbility harus  terjadi di semua sektor, lazimnya justru banyak terjadi di luar laboratorium. Peneliti musti membuka diri terhadap research yang berkompeten, sekaligus menjalankan inside out dan outside in dengan baik.
Jangan lupa, industri Sawit harus memperhatikan ketersediaan air termasuk dampaknya terhadap lingkungan. Jangan hanya mengandalkan musim hujan saja, harus ada  effort untuk tehnologi pengelolaan air.
Penyediaan air berkelanjutan sangat penting bagi sawit yang berkelanjutan, jumlah hutan sebagai konservasi harus dihitung dengan cermat. Pertambahan unit pangan plus penambahan jumlah energi, otomatis  musti menambah jumlah ketersediaan air.
Bagaimana bisa mencapai keamanan pangan energi dan air ?
Keamanan pangan keamanan energi dan hutan, semua berkaitan dengan ketersediaan air yang musti diperhatikan. Pada level nasional musti ada open inovation dan new colaboration yang efektif. Ketika bicara suistanbility, maka musti dibicarakan juga keberlanjutan pada sektor yang lain.