Home

15 Okt 2015

Saatnya Tenaga Medis Mengabdi bersama Nusantara Sehat [#SahabatJKN]

Apa Itu Indonesia Sehat (dokpri)

Saat masih kuliah saya pernah menghadiri, acara Malam Sastra di Balai Pemuda Surabaya. Kala itu budayawan Emha Ainun Nadjib, membawakan puisi ciptaannya dipadu musik tradisional.  Gamelan Kiai Kanjeng, menyulap sebuah musikalisi puisi yang sangat menyentuh. Panggung dengan tata cahaya temaram, membuat atmosfir ruangan dan suasana terasa khusyu. Penghayatan Cak Nun sapaan akrab sang budayawan, nyaris tanpa cela membuat pengunjung hanyut.


Puluhan judul puisi terdengarkan, satu diantara menghunjam di benak saya. Puisi berjudul "Jalan Sunyi",  mendadak menjadi puisi favorit hingga kini.
Akhirnya kutempuh jalan yang sunyi
Mendendangkan lagu bisu
sendiri di lubuk hati
Puisi yang kusembunyikan dari kata-kata
Cinta yang tak kan kutemukan bentuknya

Saya menginterpretasikan, bait-bait awal puisi ini semampu saya. Toh puisi membebaskan pendengar, menghayati dengan caranya sendiri alias tidak mengikat. Yang saya cerna dari puisi Cak Nun, adalah seorang yang berani menunaikan tekad dengan mendengarkan bisikan hati.
Kemudian setelah menjalani, ternyata bukan pilihan kebanyakan orang.  Jalan yang sunyi sepi (tak banyak yang memilih), namun sebenarnya menuju kesejatian. Setiap kata hati, senantiasa mengajak empunya kepada kebaikan. Namun nafsu pula membuyarkan, hingga nurani harus bersaing dalam pergulatan panjang.
-o-0-o-
Selasa 13- Oktober -2015
Saya beruntung, bisa begabung di acara Temu Blogger #SahabatJKN. Tema yang diusung, adalah "Nusantara Sehat". Saya sendiri relatif asing dengan tema ini, mungkin mewakili sebagian besar masyarakat. Belum tahu apa itu "Nusantara Sehat", dan bagaimana sistem kegiatan ini.
(Ka-Ki) Kang Maman, Ibu Diah Samiarsih, Eyang Anjari (dokpri)

Ketidaktahuan justru menguatkan tekad, saya menghadiri acara ini demi mendapat pencerahan. Siapa tahu dengan sedikit kebisaan menulis, menjadi sarana berbagi pada orang lain yang belum paham Nusantara Sehat.
Pak Anjari Umarjianto (akrab disapa eyang), menjadi notulen sekaligus moderator. Memandu dua narasumber, ibu Diah Samiarsih (Staf Mentri Kesehatan) dan Kang Maman (penulis dan presenter ternama).
Siang itu secara khusus, diperdengarkan rekaman percakapan by phone. Mbak Putri Indah Nirmala (team Nusantara Sehat) di pelosok daerah Kalimantan Barat, berbincang dengan Pak Anjari Umarjianto.  Sang relawan saat ini, berada di daerah Long Panghangai. Lokasi ini dicapai dengan alat transportasi dan jalan kaki, memakan waktu tempuh 21 jam dari pusat kota.
Foto dipinjam dari @puthe_PINS - team Nusantara Sehat

Foto dipinjam dari @adetje
Terdengar intonasi suara optimis dan tangguh, penuh semangat dalam jiwa pengabdian.  Putri berkisah kegiatannya, melakukan 8 kali puskesmas keliling dalam sebulan. Setiap lokasi ditempuh sekitar 10- 30 menit menggunakan speed boat. Tak tanggung-tanggung, Putri dan team Nusantara Sehat harus berjibaku selama 2 tahun dalam pengabdian.  
Putri adalah satu diantara banyak relawan Nusantara Sehat, mengabdi untuk sesama tanpa pamrih. Sosok Pahlawan Tanpa tanda Jasa, pantas disematkan pada para relawan Nusantara Sehat.
Saya sungguh salut dan sangat kagum, dengan jiwa pengabdian anak-anak muda luar biasa ini.
Blogger #SahabatJKN (dokpri)
Apa Nusantara Sehat ?
Program dari Kemkes, berupa penempatan tenaga kesehatan berbasis team.
Distribusi tenaga kesehatan ini, dilaksanakan Kementrian Kesehatan pada tahun 2012. Rekomendasi kajian menunjukkan, bahwa penempatan tenaga kesehatan untuk daerah tertentu lebih baik jika dilakukan berbasis team.
Kajian tersebut ditindaklanjuti pada tahun 2014, pada 4 puskesmas di 4 kabupatan di 4 propinsi (Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Maluku dan Papua). Program ini terbukti, berhasil meningkatkan kunjungan puskesmas serta Upaya Kesehatan Masyarakat.
Program NusantaraSehat, mengadopsi model Pencerah Nusantara. Merupakan inisiatif  lintas sektoral, prakarsa Kantor Urusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals (KKUP-RI MDGs). Menggabungkan Tenaga Kesehatan, Masyarakat, Sukarelawan, Pemerintah, Swadaya Masyarakat dan Pemuda.
Latar Belakang ;
Angka kematian ibu dan bayi masih tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup masih tergantung pada kualitas pelayanan primer. Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer, mencakup tiga hal: Fisik (pembenahan Infrastruktur), Sarana (Pembenahan Fasilitas) dan Sumber Daya Manusia (penguatan tenaga kesehatan).
Program Nusantara Sehat dirancang, untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Apa Tujuan Nusantara Sehat?
Menguatkan layanan kesehatan primer, melalui peningkatan jumlah sebaran, komposisi dan mutu tenaga kesehatan. Team Nusantara Sehat, terdiri dari Dokter, Bidan, Perawat dan Tenaga Kesehatan lainnya. Program lintas Kemenkes ini tidak focus ada kegiatan kuratif, tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat. Pengamanan dilakukan secara berkala, dari daerah yang paling membutuhkan sesuai Nawa Cita, "Membangun dari Pinggiran".
Apa Targetnya?
Tahun 2015 adalah puskesmas, terutama dengan kriteria sangat terpencil di daerah tertingal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) dan Daerah Bremasalah Kesehatan (DBK) di 44 Kabupaten di Indonesia melibatkan 960 tenaga kesehatan.
Nusantara Sehat (dokpri)
Ibu Diah Samirasih menegaskan, program Nusantara Sehat harus masif digaungkan. Saat ini menggandeng Kemenkominfo, secara berkala akan meluas cakupan dengan pihak yang lebih banyak. Termasuk mengikut sertakan blogger, dalam mengenalkan program pada masyarakat.
Nusantara Sehat baru angkatan pertama, sedang menyusul seleksi kedua. Proses ini akan mengajak tenaga medis, usia dibawah 30 tahun untuk diterjunkan di daerah terpencil. Proses seleksi Nusantara Sehat, berdasarkan resume, tes tertulis dengan esai, wawancara tatap muka, tes psikologi serta Focus Group Discussion (FGD) untuk menilai individu dalam dinamika kelompok.
"Proses ini sangat memungkinkan, tidak ada relawan yang pengin pulang di tengah tugas, atau kangen jalan-jalan ke Plaza Indonesia" jelas Ibu Diah di sambut senyum peserta.
Proses pendaftaran secara online melalui situs Nusantara Sehat.Kemkes.go.id, atau bisa langsung menemui panitia pendaftaran program yang berada di Kemenkes.
Ibu Diah Samiarsih tidak bisa berlam-lama, terpaksa pamit dulu. "ada tugas negara menanti" Ujar Pak Anjari Umarjianto. Namun satu quote penting dari Ibu Diah, garis besarnya "cinta akan terwujud bila dibuktikan, Nusantara Sehat adalah jalan membuktikan cinta pada negara"
Kang Maman hadir sebagai Narsum kedua, membuat suasana bertambah segar. Pria yang kerap muncul di layar kaca mengusulkan, Blogger musti diterjunkan langsung untuk melihat team Nusantara Sehat. Kang Maman yakin, peran serta Blogger bisa merubah paradigma masyarakat. Meskipun  sedikit demi sedikit, namun akumulatif dampaknya.
Usai Ibu Diah pamit, kursi digantikan oleh Ibu Murti Utami. Bu Murti menjawab rasa penasaran blogger, "Mengapa program Nusantara Sehat harus 2 tahun"
Konon ada teori, bahwa untuk mengubah perilaku musti dilakukan upaya minimal 2 tahun.
"Seperti halnya diet, agar berhasil harus dilakukan berkesinambungan selama 2 tahun" tambah Pak Anjari
Pun dengan kemungkinan Cinta Lokasi (Cinlok), hal itu sebenarnya menjadi sisi unik dalam dunia pengabdian. Hal manusiawi itu bisa saja terjadi, sekaligus diluar kuasa manusia. Bu Murti membagi kisah pribadinya,  saat awal karir mengabdi di daerah Lombok. Beliau memakai cincin kawin (padahal belum menikah), sehingga terselamatkan dengan Cinlok dengan warga setempat.
Pak Anjari manambahkan, ada wawancara dengan Putri tapi terpotong tentang kemungkinan cinlok.
"Putri bertekad focus pada tugas, sehingga tidak mungkin terjadi" Ujar Pak Ajari "Tapi tidak tahu prakteknya" disambut GERRRR blogger yang hadir.
Foto Session Blogger #SahabatJKN (dokpri)
Acara Temu Blogger sampai ujung, sekitar 3 jam berjalan tak terasa juga. Bagi saya pribadi membuka wawasan baru,  tentang apa itu program Nusantara Sehat dari Kemenkes
Semoga para relawan Nusantara Sehat, benar-benar memberi sumbasihnya pada negri tercinta. Sekali lagi saya ingin tekankan, merekalah barisan "Pahlawan Tanpa jasa" selanjutnya.
-0o0-
Pada ujung tulisan,  perkenankan saya menuntaskan pusi "Jalan Sunyi" Karya Cak Nun

Kalau memang tak bisa engkau temukan wilayahku
Biarlah aku yang terus berusaha mengetuk pintu rumahmu
Kalau memang tak sedia engkau menatap wajahku
Biarlah para kekasih rahasia Alloh
yang mengusap-usap kepalaku
--- ----
Mungkin engkau memerlukan darahku
Untuk melepas dahagamu
Mungkin engkau butuh kematianku
Untuk menegakkan hidupmu
Ambillah-ambillah akan kumintakan ijin pada Alloh Yang memilikinya
Sebab toh bukan dirimu ini yang kuinginkan dan kurindukan


Perjalanan hidup di alam fana hanya sementara, menebar kemanfaatan adalah fitrah manusia. Pengabdian tanpa pamrih  menjadi jalan sunyi, namun sesungguhnya adalah esensi hidup ini.
Mari para dokter, Perawat, Bidan, Tenaga Gizi, dan tenaga kesehatan lain. Mengetuk hati masing-masing, demi kemanfaatan untuk sesama. Memang jalan itu sunyi, namun akan membawa pada hakiki. (salam)

6 komentar:

  1. Benar benar tugas perjuangan yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat Mbak Maya Siswadi
      terimakasih sudah berkunjung
      salam :)

      Hapus
  2. teruslah semangat bwt PINS (putri Indah Nirmalasari) & team lain dlm tugas yg diemban. jaga kesehatan kluarga dan sahabat sgt merindukan kalian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Erly, trimakasih sdh berkunjung
      salam :)

      Hapus
  3. puisi dengan kata-kata indahnya itu lo mas agung yg bikin klepek-klepek ..,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Puisi Cak Nun Keren-Keren ya Anjar..
      salam :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA