20 Okt 2015

Kisah Inspiratif Persembahan Celestial Movies [Review Little Big Master]


Adegan Film Little Big Master *
Persembahan  terbaru dari Celestial Movies, pada bulan Oktober Minggu terakhir. Sebuah film drama Hong Kong terlaris tahun ini, berjudul Little Big Master. Film ini diputar merupakan rangkaian "I LOVE HK MOVIES ", tayang setiap Minggu malam pukul 20.00.  I LOVE HK MOVIES menjadi perayaan bagi para Bintang Film Hong Kong terbesar, dan Film Blockbuster terbesar. Spesial " Little Big Master" diangkat dari kisah nyata sangat menyentuh, sekaligus dijamin menginspirasi penonton.
Seorang pendidik bernama Liu Wai-hung (diperankan Miriam Yeung), rela meninggalkan karir di sekolah ternama. Hanya karena dirinya memberi nilai,  kepada siswa sesuai kemampuan menerima pelajaran. Hung tak gentar  saat "dipaksa" pihak sekolah, merubah nilai karena siswa tersebut adalah anak donatur tetap sekolah. Maka tak ada pilihan lain, kecuali mengundurkan diri demi mempertahankan pendiriannya. Sang suami bernama Doong (diperankan Louis Koo), seorang perancang musium mendukung istrinya resign dari sekolah. Keputusan pensiun di usia muda, membuat pasangan suami istri merencanakan keliling dunia,
Lui Wang-hung (dperankan Miriam Yeung) Doong (diperankan Louis Koo) *
Saat sedang di tempat fitness, Hung melihat berita di televisi tentang sekolah TK desa yang akan ditutup. Iklan recruitmen  sekolah yang disebarkan, untuk posisi kepala sekolah sekaligus pengawas tak menarik minat.  Hingga Hung tersentuh hatinya, bersedia mengisi lowongan meski dengan gaji rendah (4.500 HK Dollar). Doong mengijinkan istrinya, mengajar selama beberapa bulan sampai habis semester dan sekolah tutup. Artinya rencana keduanya untuk keliling dunia, tidak akan tertunda apalagi gagal.
Pertama kali mengunjungi sekolah, Hung sempat ditolak murid karena dianggap orang asing. Namun dengan telaten Hung mengambil hati anak-anak, hingga akhirnya diterima dengan baik. Lima murid TK dari keluarga ekonomi berkekurangan, mereka adalah Ho Siu suet (diperankan Ho Yun-ying Winnie), Tam Mei Chu chu (diperankan Keira Wang), Lo Ka Ka (diperankan Fu Shun-ying) dua bersaudara Kitty Fatimah & Jennie Fatimah (diperankan Zaya Fatima & Khan Nayab)
Awal keberadaan Hung dicibir penduduk sekitar sekolah, dianggap ingin menjadi pahlawan kesiangan. Bahkan ada kelompok orang tua di desa, membuat taruhan berapa lama Hung dan sekolah sanggup bertahan. Dalam menjalankan kegiatan sekolah, banyak rintangan dihadapi Hung. Mulai dari mengatasi masalah dengan murid-muridnya, bahkan Hung terpaksa ikut campur urusan orang tua murid. Tak mengherankan Hung semakin memahami, bahkan problem keseharian dihadapi setiap siswa dan keluarganya.
Seperti Siu suet tinggal bersama ayahnya yang sakit-sakitan, terpaksa gadis kecil ini mengerjakan pekerjaan rumah. Ka ka tidak mau masuk sekolah, menengahi ayah ibunya yang kerap bertengkar. Kakak beradik Kitty dan Jennie, tidak masuk karena ibunya tidak bisa membayar bus sekolah. Sang ayah yang bekerja di rumah makan, tidak mementingkan pendidikan untuk anak perempuan. 
Adegan Little Big Master *

Adegan Little Big Master *
Hung berupaya maksimal, ikut turun tangan membantu murid-muridnya. Sedemikian semangatnya, hingga tak memperhatikan kesehatannya. Sering Doong mengingatkan istirnya, untuk tak lupa minum obat.
Waktu terus berjalan dalam hitungan dua minggu sekolah akan tutup, Hung bertekad mempertahankan demi masa depan murid-muridnya. Selebaran penerimaan murid dibagikan, demi mendapat murid baru. Upacara penerimaan muridpun disiapkan, lima gadis belia dilatih untuk beraksi di panggung. Selebaran akhirnya sampai ditangan Doong, suami berhati baik masih menahan marah. Hung berusaha meluluhkan, dengan pertimbangan masa depan anak-anak.
Hari penerimaan murid baru tiba, murid-murid, orang tua dan Hung siap disekolah. Namun tak satupun calon siswa datang, kegagalan ada di depan mata. Akhirnya pertahanan Hung runtuh, pendidik  yang gigih ini pingsan harus dibawa ke rumah sakit. Penyakit tumor yang dulu diderita, meski sudah diangkat tenyata tumbuh lagi.
Bagaimana akhir TK desa ini, akankah jadi tutup atau mampu bertahan?
Pembaca bisa mengikuti pada 25 Oktober jam 20.00 wib, film "Little Big Master" di Celestial Movies.
Adegan Little Big Master *

Adegan Little Big Master *
-0-o-0-
CELESTIAL MOVIES ; adalah saluran televisi berbayar, yang memutar film mandarin dan Asia selama 24 jam dengan jangkauan terluas seluruh dunia. Untuk Indonesia bisa disaksikan, melalui Indovision (CH.20) K-Vision (CH.47) matrixTV (CH.9), Nexmedia (CH.508), OkeVision (CH.19), OrangeTV (CH.162), Skynindo (CH.19), Transvision (CH.112), TopTV (CH.20), Topass TV (CH.691) dan YesTV (CH.108)
Film luar biasa ini, dibintangi Miriam Yeung yang mengawali debut sebagai penyanyi pada 1990-an. Popularitas Yeung semakin menanjak, saat menjajal kemampuannya di dunia akting. Louis Koo sebagai aktor idola pria populer, mempersembahkan akting prima sebagai suami Hung. Kemudian cerita semakin sempurna, dengan kehadiran lima murid yang manis-manis. Konon untuk peran sebagai lima murid cantik, mereka musti mengikuti casting terbuka dan menyisihkan 400 peserta.
Bertindak sebgai sutradara, Adrian Kwan yang  dikenal sebagai "Sutradara Injil". Adrian Kwan sempat menimba ilmu di Kanada, berhasil menyulap film "Little Big master" menjadi sangat menyentuh. Saya bisa menjamin, penonton akan berulang mengusap air mata. Duduk di kursi Produser adalah Benny Chan, mendapat julukan ikon sesungguhnya dalam film aksi terbaru di film Hong Kong. Sementara naskah ditulis, Adrian Kwan (sekaligus sutradara) & Hannah Cheung. Hannah adalah penasehat psikologi senior, berpengalaman dalam konselling mampun konselling klinis.
Adegan Little Big Master *
Kehadiran film "Little Big Master", akan menjadi tontonan alternatif yang menarik. Kehidupan yang serba keras dan kompetitif, membutuhkan penyeimbang agar hati kita tetap lembut. Kisah-kisah menyentuh kalbu seperti film ini, niscaya akan menjaga sisi kemanusiaan kita tetap terpelihara.

Ada satu bagian menarik saya tarik, dari transkip wawancara dengan sang bintang utama. Buah dari film ini, Miriam Yeung terpengaruh sebuah sikap "Perlu menjaga keseimbangan antara menginginkan yang terbaik, dan memberikan sesuai untuk anak-anak". (salam)
*) ; dokumentasi foto dari email Agrakom Para Relatika

2 komentar:

  1. Nice review Mas :) Masih terharu kalau ingat filmnya hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mbak Lia, berkenan berkunjung
      salam sukses :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya