Kamis, 06 Desember 2018

Mengenal Apa itu Fintech


event Blogger X Fintech Day - dokpri

Kehadiran teknologi memang tidak bisa disangkalkan, membawa dampak (nyaris) pada seluruh sendi kehidupan.
Mulai dari bergesernya cara belanja, kemudian pola interaksi dan komunikasi, memilih hiburan, transportasi dan lain sebagainya.

Tapi belakangan ada satu yang sempat heboh, bahkan terjadi silang pendapat, yaitu dengan hadirnya Fintech (Financial Technology).
Jujur, saya pribadi, belum terlalu paham mengenai Fintech.  Sampai saya hadir di event “Blogger X Finctech Day”, yang diadakan di kawasan BSD, membuka pengetahuan baru tentang Fintech.


Sunu Widyatmoko, Wakil Ketua APFI & CEO Dompet Kilat, dalam sambutannya dihadapan blogger menyampaikan, Fintech hadir, untuk memperkuat institusi keuangan. Esensi fintech adalah platform, jadi tidak head to head dengan Perbankan atau lembaga keuangan lainnya.

Fintech, adalah platform yang mempertemukan pemilik uang, dengan orang yang membutuhkan uang secara langsung.
Keputusan terjadi atau tidak pemberian pinjaman, adalah kesepakatan kedua belah pihak. Sementara Platform menjembatani keduanya, termasuk membantu dalam penagihan.

Fintech ibarat biro jodoh,” jelas Sunu.

Fintech membantu, untuk melakukan verifikasi sekaligus memberi informasi selengkap mungkin, tentang performa calon peminjam dana.
Verifikasi meliputi, prediksi atas kemampuan peminjam untuk mengembalikan pinjaman, melalui metode skoring berdasarkan track record digital.

Apa maksud track record digital ?” tanya seorang Blogger.

Contoh paling simple, dari kebiasaan pengisian pulsa nomor handphone. apakah memakai pra bayar atau pasca bayar, besaran pemakaian pulsa bulanan, intensitas pemakaian transaksi digital, bisa menjadi cerminan dari orang tersebut.
Orang dengan rekam jejak digital keuangan yang baik, (meski belum memiliki dokumen persyaratan) akan mendapat kemudahan peminjaman keuangan melalui Fintech.
Sunu Widyatmoko, Wakil Ketua APFI & CEO Dompet Kilat- dokpri

Fintech, menyasar market yang selama ini belum atau tidak terjangkau optimal oleh institusi keuangan konvensional, dengan tiga kategori produk : Kredit Produktif, Produk Syariah dan Multiguna).

Sepanjang sembilan bulan (Januari – September 2018) kinerja Fintech, mengalami pertumbuhan hingga 440% dengan total dana 11,8 Trilliun.
Dari sisi total debitur, jumlah mencapai 2,6 juta orang, sedangkan jumlah pemberi pinjaman di angka 130 orang ( asumsinya 1 orang memberi pinjaman kepada 20 orang).

Indonesia dengan 60 juta populasi orang dewasa, mereka memiliki handphone tetapi belum memiliki akses perbankan.
Menjadi pasar yang cukup besar, untuk kemungkinan bertumbuhnya Fintech menjadi lebih berkembang dan berkembang lagi.

Beberapa produk fintech ada yang mengkhususkan, pada unit market mahasiswa, ada yang khusus DP rumah, menyasar nelayan, ada yang khusus petani rumput laut dan seterusnya.
Kehadiran fintech, dapat memberikan kesempatan masyarakat, mengembangkan usaha dalam rangka meningkatkan kualitas hidup melalui digital ekonomi.

Tantangan terbesar fintech saat ini, adalah literasi keuangan, karena banyak calon peminjan belum terlalu aware dengan komunikasi elettronik.
Hal ini bisa menjadi celah, satu orang bisa meminjam melalui beberapa platform fintech, seharusnya satu orang yang sudah pinjam dana, belum bisa pinjam sebelum menyelesaikan kewajiban.

Edukasi fintech juga menjadi tantangan, agar masyarakat mengenali, mana fintech yang legal mana yang illegal. OJK telah merilis daftar perusahaan fintech, yang bisa dijadikan acuan atau rujukan masyarakat.

Support pemerintah sangat diperlukan, salah satunya dimudahkan akses fintech terhadap dukcapil seperti lembaga keuangan konvensional pada umumnya.

***
Sepanjang acara Blogger X Fintech Day berlangsung, saya melihat aneka booth yang menyambut blogger menuntaskan penasaran.

Seperti UangMe,  produknya menjanjikan kemudahan proses pengajuan, melindungi privasi, dengan metode pembayaran mudah dan tersedia customer service 7 x 24 jam.
Sementara bagi pemberi pinjaman melalui UangMe, berlaku ketentuan tanpa minimum deposit dengan minimum pendanaan Rp.100ribu.
UangMe -dokpri

Bagi masyarakat yang butuh modal untuk online merchant, bisa mencari tahu pada produk “Taralite”, menyediakan pinjaman online dengan mudah, cepat tanpa ribet.
Taralite menyediakan layanan, dengan proses pencarian 3 - 5 hari, dengan bunga terjangkau (0,99%) dan mengcover seluruh daerah di Indonesia.

Sedangkan Aktivaku, produk fintech yang mengkhususkan diri berkaitan dengan property, yaitu mempertemukan pemilik property (pribadi maupun entitas) yang membutuhkan dana di luar sistem perbankan.
taralite -dokpri

Melalui Aktivaku, pemilik property bisa mengajukan pinjaman dengan proses cepat dengan bunga terjangkau.
Setiap orang bisa berinvestasi dengan aman, mendapat fasilitas pendanaan untuk pembelian property yang sesuai keinginan.

Masih ada beberapa booth lain, yang memiliki aturan main masing-masing, dengan unit market yang lebih spesifik.

Memang, kita tidak bisa menutup mata pada perkembangan teknologi, agar kita tidak ketinggalan jaman yang terus menderap dengan perkasanya. Termasuk dengan Fintech, yang kehadirannya (mau tidak mau) related dengan tehnologi itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya