26 Des 2017

Demi Badan Sehat Siapapun Bisa Menjadi Fruitaholic



Foto dari WAG Fruitaholic

Terhitung 18 bulan sudah, saya rajin mengonsumsi buah dan sayuran. Selain konsumsi asupan kaya serat, diimbangi dengan memperbanyak aktivitas fisik.

Berat gak menjalaninya ? Berat pastinya.
Bukankah peperangan paling berat, adalah perang untuk mengalahkan (ego) diri sendiri. Sekuat tenaga, setiap hari saya bertempur dengan keinginan – keinginan “besar” yang sejak lama digemari.



Dulu, saya terbiasa makan gorengan. Hampir setiap pagi dan sore, empat atau lima gorengan tandas.
Tak lengkap rasanya, nonton teve atau baca buku, tanpa bersanding bakwan, tahu isi, tempe tepung dan semacamnya.

Minuman kesukaan saya, adalah teh manis hangat, sesekali kopi susu. Paling suka es kelapa muda plus syrup vanilanya, atau kadang semangkok es campur atau bubur kacang ijo plus santan dan lelehan susu kental manis diatasnya.

Sementara untuk camilan, favorit saya adalah kacang telor, rengginang, jenang dodol, tape ketan. Untuk kategori cake, saya suka brownis rasa cokelat atau banana cake—yummy semua.

Setelah memutuskan diet,  setengah mati saya merubah kebiasaan. Apakah saya “putus cinta” dengan semua makanan tersebut? Seratus persen putus sih tidak, tapi sudah berkurang relatif banyak.

Dalam rentang waktu seminggu, (bisa-bisa) saya hanya sekali dua kali makan gorengan. Itupun hanya satu dua potekan, sekedar untuk menghilangkan rasa kepingin. Setelah gorengan dikunyah, terbersit penyesalan—lebay ya, tapi segera ditebus dengan olah raga.

Kalau minuman manis dari gula, nyaris 90 persen berhasil saya hindari. Menyiasatinya, mengganti rasa manis gula dengan manis alami –dari buah.  
Misalnya minum kelapa muda tanpa syrup, toh air dari kelapa muda sudah manis alami.

Bagaimana dengan camilan, saya menggantinya dengan makanan yang diolah dengan cara selain digoreng.
Seperti ubi, singkong atau jagung  yang diolah dengan cara rebus, selain itu ada dimsum, somay yang diungkep.

Atau kalau mau variasi, makan olahan dengan cara panggang, bakar atau oven, sangrai begitu seterusnya, asal jangan digoreng dengan minyak.

Buah dan sayur, sudah pasti rajin dikonsumsi. Apalagi, buah dan sayur sangat mudah ditemui dan dibeli.
Sunpride brand buah berkualitas, bisa menjadi pilihan, dari sisi harga juga relatif terjangkau.

Awal mula makan sayur dan buah, memang kepala agak pusing dan kliyengan. Tapi kalau sudah terbiasa, lama-lama kliyengan dan atau pusing hilang dengan sendirinya.

Kuncinya hanya satu, konsisten dan komit dengan pilihan yang telah diambil. Apalagi memilih hidup sehat, keuntungan didapat untuk dirasakan sendiri.
dokumentasi pribadi


Bagaimana dampak merubah pola makan dan gaya hidup?
Perubahan drastis saya rasakan. Dari penampilan, dapat terlihat dari perut bagian depan. Dulu, kalau memakai kaos, sering diledek, “Tas Pinggangnya dilepas dulu,” hehehe
Sekarang, tidak ada yang meledek seperti itu. Beberapa saudara atau teman sempat pangling, minta tips memangkas lemak terutama di bagian perut.

Badan terasa lebih segar, tidak gampang capek dan tidak mudah masuk angin. Biasanya, saya kalau kecapekan, merembetnya jadi masuk angin.
Dulu dua tiga minggu sekali kerokan, kini kebiasaan itu sudah lumayan berubah.

Siapapun, sangat bisa menjadi fruitaholic lho.
Syaratnya sangat mudah, cukup rajin mengonsumsi buah setiap hari. Tak ada cara lain membuktikan tulisan saya di atas, kecuali dengan mempraktekkannya.
#BuahPastiSunpride 
dokumentasi WAG fruitaholic

2 komentar:

  1. Kegemaran makan dodol, minum teh manis, es kelapa dgn syrup vanilla mirip sekali dgn kegemaranku juga. Saya pun sadar ternyata kurang makan buah, pdhl cemilan dodol bisa saja diganti dgn makan pisang yg manis itu ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, konsumsi realfood lebih sehat ya kak

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA