Home

25 Feb 2017

HUT BPOM 16 Mengajak Masyarakat Aktif Melalui Call Center 1500533

sumber dari BPOM
Arus perdagangan bebas, berdampak pada mudahnya ekspor impor barang. Hal serupa tentu terjadi pula, pada penjualan produk obat dan makanan. Situasi yang tengah berlangsung, menjadi peluang pasar dalam negeri berdaya saing global. Namun pada sisi lain, menjadi tantangan pengawasan yang tidak kalah rumit.
Gaya hidup masyarakat, sangat mempengaruhi keputusan masyarakat mengonsumsi makanan. Apalagi konsumen sering terkecoh, memilih makanan berdasar citarasa penampilan. Kadang tidak terlalu berpikir panjang, tidak memperhatikan aspek keamanan bagi kesehatan.
Saya anda atau kita semua, mungkin kerap melihat anak anak kita jajan makanan di pinggir jalan. Dari mulut mungil itu, dengan lahap mengunyah makanan ringan. Harga makanan yang tak seberapa, mulut dan tangan mereka menempel serbuk makanan.
Mungkin faktor keterbatasan ekonomi, membuat masyarakat memilih makanan (yang penting) murah. Daripada anak nagis atau rewel dan merengek terus, lebih baik dituruti permintaannya. Atau akibat keterbatasan informasi, sehingga minim pengetahuan tentang makanan sehat.
Semua sebab saling tumpang tindih, menggiring seseorang membuat keputusan. Baru setelah mendengar keracunan makanan, kita bingung bersikap tidak paham mengidentifikasi makanan.
Padahal kalau mau sedikit saja belajar, pengetahuan tentang hidup sehat mudah diakses. Bisa bertanya teman atau kerabat, bisa membaca di media atau portal kesehatan. Kadang kita kurang aktif, kalau semua masih dianggap aman aman saja.
Saya sendiri pernah mendapati, anak membeli makanan ringan di warung. Setelah mencicipi, rasanya sangat gurih membuat giyung (saking gurihnya). Belum lagi warna mencolok, sampai membekas di permukaan lidah.
Sebagai orang tua, sontak melarang meneruskan makan snack tersebut. Mengganti makanan lain, yang diolah oleh istri di rumah.
-0o0-
Wujud peran serta pemerintah, hadir BPOM yang melayani dan melindungi masyarakat melalui pengawasan dalam melayani obat dan makanan dengan full spektrum. Sistem pengawasan yang ada terus dikembangkan, untuk meningkatkan performa pengawasan.
Pengawasan obat dan makanan, bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Tapi juga didukung, dengan peran serta pekaku usaha dan masyarakat. Karena tanpa dukungan semua pihak, BPOM tidak mampu bekerja secara maksimal.
Bagi pelaku usaha, jangan sampai hanya berpikir untung saja. Memproduksi obat dan atau makanan semau sendiri, yang penting murah dan laris tanpa memikirkan resikonya. Pun masyarakat, harus mejadi konsumen cerdas. Melek tentang makanan sehat, agar terhindar dari obat dan makanan yang berisko pada kesehatan.
Upaya dilakukan BPPOM, melakukan kampanye baik melalui media cetak, online dan media social. Tak ketinggalan melibatkan netizen, dibuktikan dengan acara temu Blogger pada 21 february 2017.
Blogger diharap menjadi duta BPPOM di masyarakat, yang akan menyebarkan informasi. Sehingga bisa mengedukasi pembaca blog, sekaligus mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas.
dokpri
Hal paling sederhana, masyarakat paham bagaimana mengambil tindakan. Apa yang harus dilakukan, kemana melapor saat mendapati makanan berbahaya.
Masyarakat bisa menghubungi contact cente BPOM, melaui no 1500533 atau 08121 9999 533. Selain itu bisa melaui medsos, twitter @BPOM_RI dan @HaloBPOM1500533 dan FB Bpom RI.
BPOM adalah lembaga pemerintah non kementrian yang dibentuk untuk melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengawasan obat dan makanan sesuai ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
BPOM berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden dengan koordinasi Mentri Kesehatan. Koordinasi meliputi koordinasi dalam perumusan kebijakan yang berkaitan dengan instansi pemerintah lainnya serta menyelesaikan permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan kebijakan yang dimaksud.
Ruang Call Center BPOM -dokpri
Pengawasan Obat dan Makanan, dilakukan secara rutin dan intensifikasi/ khusus. Hal rutin dan bisa kita saksikan di berita, petugas BPOM melakukan sidak dengan mengambil sampling dan menguji makanan. Sedang pengawasan intensifikasi, kita saksikan sidak dilakukan menjelang hari raya.
BPOM tak segan mengabil tindakan, apabila sebuah produk kedapatan melanggar. Mungkin anda pernah membaca, terdapat daftar obat atau makanan dan merk yang dilarang konsumsi. Hal ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, untuk menghindari dampak fatal pada masa mendatang.

Namun sekali lagi, upaya ini tidak ada artinya tanpa dukungan semua pihak. Masyarakat diharapkan berperan aktif, karena masyarakat adalah object sekaligus subyek. Sesuai slogan BPOM, “Satu Tindakan Untuk Masa Depan, Baca Label Sebelum Membeli”.

2 komentar:

  1. Semoga kehadiran call center halo BPOM bisa meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA