Home

5 Jun 2015

Merangkum Rekam Medis dengan MedicTrust


Ibu Catrine (kiri) Co.Founder MedicTrust (dokpri)
Kesehatan adalah harta paling berharga, yang memungkinkan seseorang bebas berkreasi. Modal paling utama setiap manusia untuk menjalankan aktivitas, tak lain dan tak bukan adalah kesehatan. Kerap terdengar kisah orang yang sakit, menghabiskan harta demi mendapatkan kesehatan. Bagi orang yang awam terhadap ilmu kesehatan, minimal musti mengetahui bagaimana memperlakukan tubuh sendiri. Paling tidak  menyimpan riwayat kesehatan, agar sewaktu waktu bisa dipantau, terlebih saat dokter ingin mendiagnosa.
Sebut saja ibu Sally berkisah"saya kalau menyimpan x-ray atau catatan dokter di bawah kasur, suatu ketika genting bocor dan kasur basah jadi barang dibawahnya rusak".
Kisah keseharian tersebut mungkin bisa dialami siapa saja, betapa tempat yang dianggap aman ternyata tidak aman. Cerita lain dialami ibu Melia, kesulitan menemukan catatan dari dokter. Karena lupa menyimpan kertas kecil tersebut, setelah dibongkar kesana kemari berada di lemari paling atas.
Saya pribadi kadang kurang teliti dan tak mau ambil pusing, sering membuang kertas kecil yang dianggap tidak terpakai. Keluar dari ruang periksa dokter, mendapat catatan atau kertas resep dan ke apotek. Menganggap semuanya sudah selesai, sehingga kertas resep dibuang dan catatan diselip- selip. Baru ketika membutuhkan lagi pada hari berikutnya, kebingungan untuk mendapatkan lagi.
****
Sessi tanya jawab bersama blogger (dokpri)
Kita yang sudah hidup di era serba digital, semestinya memanfaatkan gadget untuk memudahkan hidup. Ada baiknya hasil test laboratorium, rekam test darah, jadwal vaksinasi anak, catatan kesehatan dan lain sebagainya dirangkum dalam satu aplikasi.
Pada selasa sore 3 - june'15 blogger diundang secara khusus,  menghadiri acara bersama MedicTrust. MedicTrust penyedia online platfoam manajemen kesehatan, memungkinkan setiap orang merekam riwayat kesehatan sendiri. perangkat ini dirancang secara praktis, sehingga mengiringi keseharian seseorang dalam bergaya hidup sehat.
Kisah dua ibu muda yang kesulitan menyimpan, atau mencari catatan kesehatan tak perlu terjadi. Jalan keluarnya kini bisa didapatkan, dengan cara yang praktis dan sederhana. Langkah pertama diambil mendownload aplikasi Medictrust, melalui APP Store dan Google Play secara gratis. Kemudian cukup memfoto catatan dokter atau x-ray, dan mengungggah hasil gambar ke aplikasi Medictrust. Beberapa keuntungan menggunakan Medictrust bisa didapatkan, yaitu pencarian data menjadi lebih mudah. Bahkan kalaupun smartphone hilang, aplikasi bisa dibuka melalui laptop atau desktop.
Bagi pengguna aplikasi ini syaratnya mudah, pastikan gambar yang diupload jelas. Artinya keterangan yang tertera pada catatan, bisa terbaca sehingga memudahkan untuk didata. Satu hal perlu diperhatikan, saat mengambil gambar jangan sampai ada bagian terpotong.
Ibu Catrine selaku Co Fouder mengungkapkan, MedicTrust dapat menghindari salah diagnosa dokter. karena pengoperasiannya menggunakan tehnologi (smartphone), maka bisa dibawa kemanapun. Selain itu seiring dengan gaya kaum urban yang sibuk dan praktis, tak perlu pulang hanya untuk sekedar mengambil catatan dokter atau x-ray.
Pak David dari MedicTrust (dokpri)
Untuk tahap awal target dari medicTrust, adalah  pasangan keluarga muda di sekitar Jakarta Selatan. Namun sebenarnya bisa diterapkan dimana saja, karena pengoperasiannya berbasis internet. Selama di wilayah tersebut ada jaringan internet, bisa dipastikan dapat menggunakan aplikasi ini.
Perangkat Medictrust juga membantu dokter, untuk melihat kondisi dan riwayat kesehatan pasien. Apalagi kalau kita berpindah kota tempat tinggal, otomatis berpindah rumah sakit dan dokter yang berbeda. Riwayat kesehatan ini sangat membantu, memastikan diagnosa dan pengobatan secara efisien dan akurat. Bagi pengguna aplikasi Medictrust yang aktif, akan diapresiasi dengan VIP Account. Satu account di MedicTrust, bisa dimanfaatan untuk 5 anggota keluarga.
Kunci kesehatan ternyata ada ditangan sendiri, dengan cara menjaga kesehatan sebaiknya. Pola hidup dan pola pikir yang terjaga, dan memanfaatkan gaya hidup demi kesehatan. Saatnya smartphone berfungsi sebagi penunjang kesehatan, menjadi alat rekam medis kondisi diri sendiri dan keluarga. (salam)  

4 komentar:

  1. Waaa keren..
    ini gimana cara jadi membernya, mas agung?
    bisa daftar gratis gitu aja atau gmn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. gratis mbak Nisa, cukup download aplikasinya
      pemakaian mirip seperti medsos, cukup upload gambar ttg data kesehatan
      salam :)

      Hapus
  2. Hidup di era digital ini semuanya serba dimudahkan yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat Mbak Maya, kita musti memanfaatkan tekhnologi untuk mempermudah hidup
      salam :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA