9 Jan 2019

Sikap Konsisten Memang Tidak Mudah, Namun Bukan Berarti Tidak Bisa


sumber ; arifkancil.com


Sewaktu masih SD di tanah kelahiran, saya punya tukang pecel Madiun langganan. Seorang ibu paruh baya berbadan sedang, biasa memakai kain panjang dengan kebaya kembang-kembang.
Setiap pagi, si ibu rutin menggelar dagangan di samping pos kamling, dari senin sampai minggu, artinya tidak mengenal hari libur.

Setelah tamat sekolah menengah atas dan merantau, sesekali pulang kampung saya masih menjumpai penjual nasi pecel.
Sampai terdengar kabar meninggalnya ibu penjual, setiap mudik saya melihat samping pos kamling tidak ada lagi yang berjualan.

7 Jan 2019

Memberi ‘Nilai’ di Setiap Jerih Payah

Illlustrasi -dokumen pribadi

Anda pasti sudah hafal, bagaimana suasana pagi di Ibukota pada hari kerja. Sebagian besar warga tumpah, bergegas menuju tempat aktivitas masing-masing.
Suasana pagi yang sama dapat kita jumpa, di kota-kota lain bahkan sampai pelosok kampung terpencil sekalipun.

Saya ingat satu puisi “Sang Nabi” karya Kahlil Gibran, mengatakan bahwa kerja adalah cinta yang mengejawantah.
Dengan bekerja, manusia menyesuaikan dan menyatukan diri dengan pergerakan alam semesta, dari perputaran menyebabkan bumi  memiliki energi.

5 Jan 2019

Berkaryalah dan Genggamlah Ilmunya

Ibu penabuh gamelan yang setia dengan profesinya - dokpri

Setiap kita setiap hari, menjalani waktu beriring urusan demi urusan. Mulai dari urusan sepele hingga sangat penting, mulai yang remeh temeh sampai yang cukup serius.
Masing-masing kita menjalani hidup dan mengatasi permasalahan, sesuai takaran yang ada dalam setiap diri.

Ya, setiap kita memiliki kapasitas, bebas memilih cara hidup dengan polanya. Dan lazimnya akan selaras, dengan kadar pemikiran yang dimiliki.
Pada titik ini, kualitas seseorang akan terdeteksi baik secara langsung maupun tidak langsung, dan akan tampak saat menyelesaikan masalah dihadapi.

3 Jan 2019

Ternyata Keajaiban Bisa dijemput

Illustrasi-dokpri
Saya ingat dua tahun silam, ketika bulan Januari masih hitungan hari. Berkesempatan mengunjungi sebuah yayasan, yang membantu anak-anak penderita kanker dari keluarga prasejahtera.
Anak-anak dalam masa pengobatan kanker (rata-rata selama dua tahun), dipersilakan tinggal bersama pendamping (biasanya ibunya) di rumah singgah.

Lokasi yayasan di daerah Percetakan Negara - Jakarta Timur, dengan pertimbangan dekat RSCM – kalau sewaktu waktu penderita butuh penanganan medis tidak terkendala jarak.
Fasilitas disediakan terbilang cukup lengkap, seperti makan tiga kali sehari, tempat tidur, ruang bermain, tempat belajar, alat peraga pelajaran dan sebagainya.