Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

30 Okt 2016

TOP White Coffe Antara Dunia Mode dan Gaya Hidup

ki-ka : Tan Yen Man, (Maketing Manager TOP White Coffe)- Abimana Aryasatya (Brand Ambassador Top WHite Coffe) Adi Taroe Pratjeka (Coffe Expert) Keysa Moedjenan, (Creative Director Lotuz) -dokpri
Bagi sebagian orang, kopi tidak bisa lepas dalam keseharian. Ada yang merasa kepala pusing, kalau lidah tidak bersentuhan dengan rasa kopi terutama di pagi hari. Ada juga orang selalu setia, menjadikan kopi teman bergadang. Konon kopi bisa menghilangkan kantuk, sekaligus menjadi sahabat yang mengantarkan ide-ide "liar".
Pada acara Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 di Senayan City, TOP White Coffe hadir sebagai the official coffe. Saat perjalanan menuju lokasi JFW, saya mencari korelasi Kopi dengan fashion. Bagaimana posisi TOP White Coffe, sehingga menjadi bagian JFW 2017.
Saat acara Talkshow berlangsung, barulah rasa penasaran itu terjawab dengan sendirinya.
Apa hubungan Kopi dan Fashion?
TOP white Coffe mempertegas posisi Kopi, sebagai atribut lifestyle dari kaum urban. Khusus JFW 2017  TOP White Coffe membuat tumbler eksklusif, menemani model dan designer dalam menciptakan maha karya. TOP White Coffe berkolaborasi dengan brand fashion Lotuz, untuk menampilkan peragaan busana di JFW 2017.
Tan Yen Man, selaku Maketing manager TOP White Coffe menyampaikan "TOP Coffe hadir lebih kekinian dan menjawab kebutuhan pasar dengan gaya hidup yang praktis dan semakin modern. Abimana Aryasatya didapuk menjadi brand ambassador untuk mewakili kepribadian TOP White Coffe yang muda, bersemangat dan menginspirasi orang lain."
Perlu diakui, Kopi memang sudah menjadi gaya hidup kaum urban. Rasa dan aroma yang khas, membuat kopi cocok untuk segala suasana.  Kopi tidak lagi hadir dengan air yang panas, kini ada juga Kopi disajikan dengan air dingin.
Berdasarkan data dari LPEM UI tahun 2013, kopi menjadi minuman kedua terbesar dikonsumsi orang Indonesia. Konsumsi kopi domestik mencapai 1 kg/kapita/ tahun, sedang angka peminum kopi mengalami pertummbuhan. Data dari ICO (International Coffe Organisation) menunjukkan, peminum kopi di Indonesia naik > 8% daripada dunia 6%.
"Indikasi ini bisa dilihat, dari tren ngopi di kedai mahal dan menikmati kemudahan kopi di rumah tinggal.  Dulu, Kopi identik dengan minuman orang tua. Sekarang jaman bergeser, Kopi bisa dinikmati anak-anak muda dan remaja. Kopi sebagai minuman yang fun. Bukan lagi minuman orang tua yang serius. Bagi peminum kopi pemula, tersedia pilihan Kopi dicampur gula dan creamer. Rasa kopinya lebih halus dan manus, White Coffe bisa menjadi pilihan " Ucap Adi Taroe Pratjeka selaku Coffe Expert.
Abimana Aryasatya selaku Brand Ambassador mengamini, "Sebagai pekerja kreatif, sering menjadikan kopi sebagai teman berpikir dan memunculkan ide-ide seru. Nyawa seperti belum "ngumpul" kalau belum ngopi".
Mengapa memilih TOP White Coffe?
"Citarasa TOP White Coffe otentik, meski minum berkali-kali nggak bikin perut cranky" sambung Abimana."
Sesi Talkshow TOP White Coffe di Jakarta Fashion Week 2017 -dokpri
O'ya, dalam sepuluh tahun terakhir industri kopi semakin bergairah. Produksi kopi olahan berkembang, menawarkan kopi yang praktis tanpa kehilangan citarasa kopi ali. TOP White Coffe  menghadirkan citarasa khas white coffe sesungguhnya, dengan rasa kopi yang tetap tasteful. Minum kopi lebih aman, tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Keysa Moedjenan, Creative Director Lotuz, akan menampilkan koleksi Summer 2017 di ajang JFW 2017. Persembahan pada kolaborasi dengan TOP White Coffe, terinspirasi dari budaya Brasil yang festive dan bold.
"Warna-warna rancangan saya ambil dari warna alam kota Bahia Brazil, itu yang akan saya tampilkan pada peragaan busana di JFW 2017. Saya percaya setiap orang memiliki personal style yang otentik. Nah, sifat keotentikan ini yang dikembangkan menjadi karya yang menginspirasi" Ujar Keysa Moedjenan.
Suasana Talkshow TOP White Coffe di JFW 2017 -dokpri
Pada ajang bergengsi ini juga, Kesya merancang busana yang akan diperagakan oleh Abimana Aryasatya. Bagi Kesya yang baru pertama merancang busana pria, menganggap sebagai sebuah tantangan. TOP White Coffe menginspirasi Kesya berani melangkah, mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman.
Terus terang, dari sessi talkshow ini saya terbuka pikiran. Bahwa inspirasi bisa digali kapan saja, apalagi ditemani TOP White Coffe yang menjadi favorit. -salam-

28 Okt 2016

Menikmati Malam Jakarta dari Ketinggian 433 Kaki

di Puncak Monas -dokpri
Tanpa terasa empat belas tahun sudah, saya merantau di ibukota. Kemudian ber-KTP di daerah penyangga ibukota, pada tahun ketiga setelah sempat menjadi anak kost. Bersua dengan ibunya anak-anak, kini sudah berkeluarga dan menetap di Tangsel.
Masih ingat awal kepindahan, sering kali saya nyasar mencari alamat. Pekerjaan sebagai marketing, menuntut saya mendatangi kantor konsumen setiap hari. Baru pada tahun kedua, saya lumayan hafal peta Jakarta. Tak hanya jalan protokol, jalan alternatif dan jalan tikusnya cukup saya tahu. 

26 Okt 2016

Softener So Klin Sahabat Kain

Sesi Talkshow Softener So Klin di Jakarta Fashion Week -dokpri

Apa yang membuat penampilan seseorang menarik ?
Mungkin ada yang menjawab body yang proporsional, terus kebersihan badan, bisa jadi aroma badan, atau pada kepintaran/ intelektual.
Tak ada yang salah dari serangkaian jawaban tersebut, karena setiap orang memiliki padangan beragam. Pilihan setiap orang, bisa dilatarbelakangi banyak hal pada setiap individu. Entah jenjang pendidikan, lingkungan pergaulan, pekerjaan, hoby dan lain sebagainya.
Kalau mau jujur, secara umum kesan pertama yang dilihat dari seseorang adalah penampilan fisik. Yang pasti, kali pertama dilihat rupa atau paras wajah. Kemudian berlanjut, pada bagaimana cara berpakaian atau berpenampilan. Setelah berbincang dan berhadapan dari jarak dekat, barulah pada aroma tubuh atau aroma pakaian menjadi perhatian. Selanjutnya berlanjut pada pembawaan diri, cara bertutur kata, cara bersikap dan selanjutnya dan selanjutnya.
Hal yang lebih dalam dan detil, sifatnya lebih subyetif dan personal. Selanjutnya tergantung pada keputusan individu, akankah dilanjutkan atau dihentikan.
Nah, anda yang punya masalah dengan penampilan, terutama dalam hal pakaian ada solusinya. Bisa dengan parfum disemprotkan pada badan, atau bisa memakai pewangi pakaian. Mengenai pewangi pakaian, saya punya kisah saat menghadiri acara Fashionista di Jakarta Fashion Week di Senayan City.
Anda pastinya sudah kenal, Softener So Klin produk pewangi persembahan Wings.
Softener So Klin Twilight Sensation dari Wings Care, menjadi fficial fabric softener di Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Sebagai pelembut pakaian terkemuka, Softener So Klin memberikan panduan cara yang benar untuk merawat kain melalui fabric clinic di Main Atrium Senayan City.
Nurul Akriliyati, Dosen Bidang Fashion Fabric Binus Northumbria School of Design (BNSD) dan ESMOD Jakarta mengatakan "Diperlukan perlakuan khusus untuk setiap jenis kain yang berbeda, dimulai dari proses pencucian agar kain tidak mudah rusak, tetap lembut dan nyaman dipakai. Perawatan busana tergantung pada jenis serat kain atau fibre yang digunakan."
Jenis fibre sendiri terbagi dua ;
Natural
Serat yang berasal dari alam, seperti serat nabati yang berasal dari tanaman (Kapas, linen, ramie, kapuk, rosela, jute, sisal, manila, coconut, daun atau sisal, sabut).
Serat yang berasal dari hewani, seperti wool, silk atau sutera, cashmere, Ilama, Unta, Alpaca, Vicuna.
Man Made Fibre ;  
Adalah artificial fibre (seperti viscoce atau rayon, tencel, acetate) dan synthetics fibre (seperti polyester atau tetoron, acrylic, nylon atau poliamida).
Dua jenis serat Natural dan Man Made Fibe, umum digunakan pada pakaian dan rancangan desainer busana di Tanah Air.
Perlu pengetahuan lebih, bagaimana mencuci yang benar dan sesuai dengan pemakaian bahan kain pada busana. Busana tidak boleh dicuci menggunakan mesin cuci, namun manual dengan tangan. Penggunaan deterjend tidak dianjurkan, karena mengandung zat senyawa akali yang dapat merusak serat dan warna sutera akan cepat pudar.
(ki-ka) Julie Widyawati, Nurul Akriliyati dan Billy Tjong -dokpri
Julie Widyawati selaku Marketing Manager Softener So Klin mengatakan," Memenuhi kebutuhan tersebut, Softener So Klin menghadirkan prosuk perawatan pakaian yang memenuhi kriteria. Yaitu sebagai pelembut dan pewangi sekaligus, yang friendly dengan kain Sutera. Softener So Klin memiliki wangi dan lembut, dapat meningkatkan mood dan confidence seorang perempuan menjadi lebih baik dan lebih percaya diri untuk menjalani hari-hari".
Perancang busana Billy Tjong, dipilih Softener So Klin untuk bekerjasama. Softener So Klin Twilight Sensation, memiliki kesamaan kepribadian dengan Billy. Yaitu glamor dan paling mengerti kain, serta sangat perfect dalam berkreasi.
"Kemewahan berlian dan wangi bunga yang diaplikasikan paa rancangan busana, memberi kesan glamor. Wangi dan kelembutan bunga diperlihatkan pada siluet gaun feminim, lekuk bunga yang indah memberi kesan seksi, lembut dan wangi. Warna ungu, hitam dan biru saya pilih untuk mempertegas unsur misterius pada rancangan saya. Terimakasih kepada Softener So Klin untuk inspirasinya, saya persiapkan MasterPiece khusus untuk So Klin Twilight Sensation" Jelas Billy Tjong.

Pakaian bisa menjadi representasi diri, sampai ada pepatah jawa "ajining rogo soko busono" (Harga diri badan dari pakaian). Bagi orang awam seperti saya, berpenampilan pantas memang sangat diperlukan. Agar bisa nyaman di lingkungan pergaulan, dan yang pasti bisa diterima orang lain. -salam-

13 Okt 2016

Dua Serial Komedi Siap Tayang di RTL CBS ENTERTAINMENT

Acara Press Screnning The Odd Couple dan Man With a Plan -dokpri

Anda penggemar serial Friends ?
Pasti sudah kenal dong, dua nama beken "Matt LeBlanc" dan "Matthew Perry". Dua aktor ternama, sama-sama memiliki wajah rupawan dan acting menawan.  Kepiawaiannya berperan tak perlu disangsikan, terutama dalam menghidupkan karakter jenaka. Kalau anda sudah kangen, keduanya akan hadir di layar kaca.
Dalam dua serial berbeda, tetap mengusung genre "Humor Situasi". Meski berada judul, tetap dalam satu kanal yaitu RTL CBS Entertainment.

26 Sep 2016

One Belpark Pusat Gaya Hidup Berkonsep Urban Street Style

One Belpark di Jl. Fatmawati no 1 Jakarta Selatan -dokpri
Weekend adalah saat tepat menghabiskan waktu bersama keluarga, setelah lima hari berjibaku dengan kesibukan pekerjaan. Selain krasan berdiam diri di rumah, tak ada salahnya mencoba jalan-jalan ke pusat perbelanjaan. Mungkin anda mulai bosan, dengan shopping centre yang designya itu-itu saja.
Bangunan bertingkat hingga enam lantai atau lebih, kemudian tertutup oleh dinding dan atap kaca. Lokasinya di pusat kota, sehingga memakan waktu tempuh yang lumayan lama.
Saya rekomendasikan nama "One Belpark", Shopping Centre yang wajib dan kudu anda kunjungi !
Lokasinya  cukup mudah dijangkau, dari perempatan Fatmawati ambil arah Pondok Labu. Kalau anda keluar dari Pintu TOL Fatmawati, hanya berjarak sekitar 1- 2 KM. Bagi anda yang tinggal di Jakarta Selatan, sangat mudah mencapai lokasi ini.
Sabtu (24/9'16) saya berkesempatan, mengunjungi One Belpark yang asri dan luas.
Kesan pertama saya, Unik, Luas dan Lega.
Bagiamana tidak unik, ornamen kayu begitu menonjol memberi kesan organic. Bangunan berdiri di lahan yang luas, membuat perasaan lega karena tidak sering berpapasan dengan tembok.
Komunitas Blogger yang hadir, berkumpul di Sambas Cafe tepatnya di ground floor. O'ya, ada yang unik di Sambas. Cafe ini adalah asli Indonesia,  tempat kumpul dan nongkrong bagi pecinta dan komunitas Motor Gede. Yang ada di One Belpark adalah tempat pertama di Indonesia, belum ada di tempat lain. Ada dua pintu masuk menuju Sambas Cafe, satu dari dalam Mall pintu lainnya dari pelataran One Belpark.
Ternyata pemilihan lokasi ada alasan, karena tersedia lokasi parkir Moge dipelataran. Sehingga owner Moge tak perlu kerepotan, berjalan dari tempat parkir ke cafe cepat dan mudah.
Bapak Shawan Maruli (kiri) menyambut blogger -dokpri
One Belpark Lifestyle Enclove, sebuah pusat gaya hidup dengan konsep urban street style serta pusat pertemuan budaya pop urban. One Belpark didirikan oleh PT. Harmas Jalasveva (HARMAS), sebuah perusahaan pengembang properti swasta nasional. Bapak Shawn Maruli, selaku Wakil Presiden Direktur HARMAS, turut hadir pada acara Blogger Visit One Belpark.
"One Belpark artinya One beautiful Park, kami mengembangkan lingkungan yang sudah padat dengan hunian, padat budaya, dan masyarakat sudah berbaur dengan aneka lifestyle. Visi  One Belpark menciptakan sebuah wadah atau spot culture, ingin membangun sebuah budaya bukan hanya sekedar pusat perbelanjaan. Kami mengerti kebutuhan kaum urban, yaitu suatu tempat yang memungkinkan bebas mengekspresikan diri dan bersosialisasi. One Belpark terinspirasi dari semangat kebebasan anak muda, terlihat dari design arsitektur bangunan serta tenant yang dipilih untuk menyesuaikan dengan gaya hidup anak muda yang berani mengekspresikan diri- seperti slogan One Belpark, Express Yourself!" Ujar Pak Swan pada awal acara
Agar lebih afdol dan merasakan sendiri suasana, blogger diajak berkeliling di area One Belpark.
Persis di sebelah Sambas ada Maishathys, adalah bakery dan distro dari Paris. Seperti halnya Sambas, Maishatys adalah one and only alias satu-satunya di Indonesia hanya ada di One Belpark.
Seperti apa yang saya rasakan pada awal datang, material kayu diterapkan memberi kesan organik dan tidak kaku. One Belpark sendiri memiliki lima lantai, berdiri di atas lahan seluas 24.000 meter persegi. Terdiri 98 ruang usaha, sebagian besar (27%) terisi tenant dari usaha food and beverages.
Blogger Visit One Belpark -dokpri
Street Food Festival -dokpri

Perjalanan Bloggers dimulai, dengan menyusuri Hall yang lapang di Ground Floor. Tepat di sisi kanan, berdiri panggung yang mulai ramai dengan kegiatan. Posisi panggung ini, ada didepan pintu masuk Sambas Cafe.
Sabtu ini, tampak adik-adik dari sekolah dasar  siap dalam acara pentas seni dan budaya. Beberapa anak perempuan berkostum khusus, siap mempersembahkan sebuah tarian. Ada juga anak lelaki, berseragam karate putih dengan sleret hitam. Nanti setelah acara bloggers selesai, saya melihat mereka mendemonstrasikan jurus-jurus bak pendekar tongkat emas #Eh (hehehe).
 O'ya pada lantai ground, ada Starbuck Coffe (siapa ga kenal berarti ga gaul #tutupmuka), Mokka Coffe Cabana, Rejuve, Esquires Coffe, dan Tamoya Udon.  Khusus Tamoya Udon, ternyata hanya ada dua gerai di jakarta (Pluit dan One Belpark). Beda dari udon biasanya, Tamoya Udon tidak ada telor jadi hanya tepung dan air. Hasilnya tentu lebih healthy dijamin enak rasanya, anda akan menikmati  Udon yang original dan autenthic.
Tenant di One Belpark -dokpri

Blogger Visit One Belpark -dokpri 
Sampai saat ini sudah 65% tersewa, beberapa tenant sedang fitgting out. Pada bulan oktober nanti, akan ada 7-8 unit segera dibuka. Saat yang mendongak ke atas, ternyata tidak semua atap tertutup kaca.  Sehingga udara bisa keluar masuk secara langsung, tentunya cahaya alami bebas menerobos mall.
Bagiamana kalau hujan?
Tak perlu kawatir banjir, karena ada saluran khusus air yang dibuat pada lantai. Secara design dan arsitektur juga sudah perhitungkan, tidak akan terjadi tampias. Ada juga lho, orang (termasuk saya sih) suka dengan bau atau aroma air hujan. Apalagi air hujan yang bercampur bau tanah, rasanya nyaman dan membuat tenang gitu.
Bayangkan, saat anda bersantap di satu tenant One Belpark. Pada saat  menikmati menu, tiba-tiba rintik hujan turun. Waaw, makan sambil menikmati rintik hujan. Alamaakk, pasti betah berlama-lama deh.
Beda di Mall yang atapnya tertutup penuh, kadang pengunjung tidak tahu di luar sedang hujan. Pas selesai belanja atau jalan-jalan, tahu-tahu hujan sudah berhenti.
Perjalanan Blogger selanjutnya,  dengan lift menuju second floor. Inilah tempat paling digemari anak-anak, Taraaa kami sampai di "The Amazing City".  Sontak anak-anak berhamburan, naik kuda-kudaan berputar dan bergembira. Anak saya penggemar gambar- gambar Barbie, memilih tidak ikut bergabung bersama teman lainnya. Beberapa permainan, memasang gambar karakter idola dengan warna pink kesukaan anak perempuan.
Masih di lantai dua, bagi pecinta bioskop ada Cinema XXI & The Premiere. Kalau perut mulai lapar, bisa singgah di Eat & Eat.
Blogger berpindah ke lantai satu, ada Bon Chon Cicken, Imperial Kitchen, Yong Tau Fu, Shiny Tea, Delico, Light N Easy. Satu tempat cukup menyita perhatian saya, adalah tempat yang comfort Gramedia Kids. Melihat sembari berjalan di balik kaca bening, tampak aneka kebutuhan anak-anak tersedia. Pintu masuk didesign bak pelangi, warna-warni yang memikat hati anak-anak. Sang petugas sigap, memberi balon untuk anak-anak dari bloggers.
Siapa tak kenal Farmers Market, kalau ga kenal berarti kurang gaul lagi #Eh (hehe). Supermarket ternama ini, sudah buka di lower Ground One Belpark. Masih ada tenant lainnya di lantai yang sama, The Nail Shop, MM Juice, Samsung, Paperclip, Dwidaya Tour, Warung Arisan, Warung Talaga, Bebe Pasta, Itsumo, Bread Talk, Share Tea dan masih banyak lainnya. Segera akan menyusul di lantai yang sama, Zap Clinic, Happy Dental, Zoom &Watch.
Foto Session - dok. Facebook Ani Berta
Tapi ada yang menarik perhatian saya, yaitu Street Food Festival yang menyediakan jajanan pasar. Saya melihat wedang bandrek, selain itu juga makanan tradisional lainnya. Kalau anda kangen dengan Mie Kocok, Singkong garlic, pisang goreng sambal, nah bisa didapatkan di Street Food Festifal.  Satu nama lagi menancap di benak, adalah  Mama Malaka khas negeri Jiran. Restorant dengan design perpaduan mirip Betawi dan malaysia, bisa anda nikmati Mie Siam, Nasi Lemak, dan menu khas lainnya.
Rasanya kalau saya tuliskan apa saja di One Belpark, kemungkinan gak akan ada habisnya. Kunjungan sabtu menjelang siang, terbukti terus saja membayang sampai saya menulis sekarang. Langkah bloggers tiba kembali, ke Ground Floor tempat memulai perjalanan.

Nah, sekarang saatnya anda datang dan rasakan sendiri. Akses menuju One Belpark sangat mudah, dijangkau dengan kendaraan pribadi atau transportasi massal. Alamatnya Jl. RS Fatmawati no 1 Jakarta Selatan, agar lebih jelas search di google maps. -salam-

22 Sep 2016

Sensasi Lari Mundur di Retro RUN

Suasana depan panggung Retro Run -dokpri

Jarum pendek jam belum genap di angka enam, pelataran FX Sudirman sudah tampak ramai. Hiruk pikuk peserta berseragam kuning, melakukan regristasi untuk ikut kegiatan Betadine Retro Run. Saya sengaja berangkat dengan kereta, turun stasiun Plamerah berjalan menuju lokasi. Alasannya cukup simple, sebagai pemanasan sebelum lari mundur sebenarnya.
Pembawa Acara berada di atas panggung, memberi semangat pada peserta yang tak sabar mulai. O'ya acara Retro Run ini lain dari lain, sebagian biaya regristasi didonasikan kepada Yayasan Kanker Indonesia.
Begitu banyak metode pengobatan kanker, antara lain pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Selain itu ada metode perawatan paliatif, merupakan salah satu metode yang bersifat terpadu, aktif dan menyeluruh, yang dilakukan dengan pendekatan multidisiplin, terintegrasi antara dokter, dokter spesialis, perawat, terapis, petugas sosial medis, psikolog, rohaniawan, relawan dan profesional lain yang diperlukan.
Metode paliatif lebih menyasar pada aspek psikologi penderita kanker, bertujuan meningkatkan kualitas hidup penderita kanker dengan menghadirkan rasa tenang dan nyaman tanpa merasa tertekan atas penyakit yang diderita, baik secara fisik (nyeri, mual, muntah) maupun psikis yang berbasis spiritual.
Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp. PD-KHOM selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI), mengungkapkan“Masih banyak masyarakat dan para penderita kanker di Indonesia yang belum mengetahui metode paliatif ini, oleh karena itu YKI merasa turut bertanggungjawab untuk bekerjasama dengan pihak medis dalam mensosialisasikan metode ini”.
Melalui metode paliatif, penderita kanker belajar berdamai dengan penyakitnya, sehingga perlahan-lahan mereka tidak lagi melihat kanker sebagai momok menakutkan yang membuat stress. Perasaan bahagia sangat diperlukan, untuk membantu proses penyembuhan bagi penderita kanker stadium akhir.
Menerapkan metode paliatif, acapkali membuat tingkat harapan hidup mereka lebih panjang dari vonis yang telah dijatuhkan oleh dokter.
Survivor Yayasan Kanker Indonesia -dokpri


*back to retro run.
Sembari  persiapan Retro Run, MC memberi informasi keren tentang manfaat lari mundur.
Ini dia manfaatnya :
  • Meningkatkan focus
  • Mengencangkan otot
  • Lebih bagus untuk latihan kardio
  • Banyak membakar kalori dibanding lari biasa
  • Mencegah terkena cidera

Tapi jangan lupa, sebelum olah raga inti harus tetap ada pemanasan. Tujuannya agar otot tidak kaget, biasanya usai olah raga kram.
Bagi peserta yang tidak kuat, panitia menyediakan mobil terbuka -dokpri

Seperti Retro Run pagi ini, instruktur dari celebrity Fitnes berada di atas panggung. Memandu peserta Retro Run, mengikuti gerakan ringan namun sungguh berasa lentur di otot. Sekitar sepuluh menit, otot kaki, tangan, pinggang, leher dan badan dilemaskan, rasanya tak sabar segera berlari mudur.
Saya bertekad ikut lari dari start sampai finish, apalagi jarak tempuh hanya 3,5 KM. Pada garis start peserta masih bergerombol banyak, langsung berlari sesaat setelah bendera di angkat tanda mulai. Saya dengan tenaga penuh, akhirnya bisa melesat ke bagian tengah
Dari jalan Sudirman tepatnya depan FX, peserta menuju arah semanggi. Kemudian belok kiri masuk pintu masuk Stadion GBK, sampai pada etape pertama diberi tanda spot selfie zona 90's. Pada lokasi ini peserta bisa selfie, sekaligus minum air putih yang disediakan panitia. Saya masih semangat menuju KM2, mencapai panggung zona 80's.
Peseta Retro Run -dokpri

Tempat berputar -dokpri
Lagi-lagi lumayan bisa istirahat sejenak, sekaligus selfie dan minum air putih. Rasanya segelas air putih begitu segar, dahaga di tenggorokan seperti lenyap seketika. O'ya, setiap belokan posisi lari berubah menghadap kedepan. Hal ini cukup membantu, untuk mengatur keseimbangan. Selain itu sangat manjur, mengurangi capek akibat nengok ke belakang.
Lepas dari zona 80's, saya menyusuri sepanjang jalan dekat JCC. Langkah mundur ini sampai juga, pada pintu 5 Gelora Bung Karno.  Keluar pintu yang tak jauh dari Hotel Mulia, peserta belok kiri menuju zona 70's atau menjelang KM3. Tenaga saya mulai menurun, kaos warna kuning di badan basah keringat. Tak jauh dari perempatan menuju Plaza senayan, saya selfie di panggung dan meraih minum air putih.
Selfie di tiga zona Retro Run -dokpri
Panitia tak henti menyemangati, agar peserta bisa selesai di garis finish. Begitu sampai di depan Hotel Century, semangat ini mengganda berbaur kecapekan yang sudah mampir di badan. Toh akhirnya sampai juga, langkah mundur ini berhasil mencapai garis finish.
Panitia menyambut setiap peserta, dengan sebotol air minum Fitoxy dan Pisang Sunpride. Selain itu juga diberi medali, berikut kaos ganti dan handuk kecil.
Sampai di garis finish -dokpri
Yeaayy dapat medali, setelah tiba di garis finish -dokpri
Wajah-wajah capek terlihat, sembari duduk meluruskan kaki usai lari mundur. Badan rasanya melayang, ingin segera istirahat melepaskan lelah.

Mencermati dari paparan manfaat lari mundur, sungguh saya merasakan sendiri. Pada beberapa bagian tubuh, lemak didalamnya seperti dibakar. Pada bagian lumit kaki memang terasa pegal, mungkin akibat menjaga keseimbangan dengan bagian depan kaki. Sementara manfaat melatih focus dan insting, saya praktekkan saat lari tanpa menengok. Keputusan ini membuat saya belajar, selalu memastikan bagian belakang aman.
Acara keren ini terselenggara atas kolaborasi banyak pihak, antara lain, HardRock FM, Trax FM, WRP, Heavenly Blush, Fitoxy, Sunpride sebagai Official Fruits Partner, Celebrity Fitness dan rekan-rekan komunitas dari Rush Runners, Pertemanan Sehat, Bintaro Trojan Runners, Ayolari.in dan Galaxy Running Club.

14 Sep 2016

Kuliner "Ndeso" Tapi Ngangeni


Setelah hampir seperempat abad jauh dari tanah kelahiran, belum penah saya jumpai makanan khas kampung halaman. Kampung terpencil yang asri dan damai, perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Secara teritorial berada di wilayah Kabupaten Magetan, kota ini sempat menanjak nama ketika sosok Dahlan Iskan kala itu menjadi mentri.
Mbah pemilik angkringan - dok group WA
Kuliner ini benar-benar khas, belum saya jumpai meski dimanapun termasuk ibukota Jakarta. Sampai saya menaruh curiga, jangan jangan hanya di Magetan diolah makanan khas ini. Setiap kali bersua kawan lama di medsos, tak ayal kekangenan kampung halaman menyeruak. Saat  membahas tentang kuliner, makanan jenis ini menjadi bahan obrolan.
Satu teman yang masih bermukim di Magetan, berbaik hati pergi ke angkringan membeli seporsi dan difoto. Tak ketinggalan nenek penjualnya, dijadikan obyek bidikan fotografer amatir. Semakin sempurna kekangenan, pada kampung halaman dan makanan masa lalu.
Konon empunya warung satu garis keturunan, resep bumbu rahasia diwariskan secara alami. Saat anak pemilik angkringan menginjak remaja, lazimnya mulai diajak berjualan setiap malam. Sang anak membantu pekerjaan apapun, mulai menggoreng, menyediakan bumbu, menjadi waiters bahkan mencuci gelas dan piring. Nah pada moment panjang inilah, ilmu meramu bumbu ditularkan. Bukankah cara efektif transformasi ilmu, dengan praktek secara langsung.
Seiring perjalanan melihat dan praktek, niscaya mahir menguleg bumbu. Hal ini biasanya dibarengi terbentuk insting, utamnya dalam menakar bumbu. Ketika urusan bumbu yang notabene menjadi ruh masakan dikuasai, pertanda kesiapan sang anak menjadi pemegang tongkat estafet.
Pada tahap ini generasi pendahulu, perlahan bersiap mengambil masa pensiun. Kelanggengan angkringan tak lagi dikawatirkan, mengingat keahlian yang sama sudah dipegang penerusnya.
Adalah tepo tahu, makanan sederhana yang  selalu memantik kekangenan. Setiap kesempatan mudik, makanan murah meriah saya temui usai maghrib. Biasanya dijual diemperan toko yang sudah tutup, tepatnya di seberang lapangan bola atau pasar desa.
Tepo atau istilah populernya lontong, di daerah kami dimasak dengan cara lama menggunakan pawon (tungku). Sejak dulu sampai era kekinian, tampilan tepo begitu konsisten. Berbalut daun pisang, dibentuk seperti piramida bertubuh tambun. Proses masak memakan waktu tak sebentar, tepo "bertapa" dalam kuali gelap berjelaga mulai malam hingga pagi.
Saya pernah melihat Ibu masak tepo, saat anak anaknya pulang kampung. Beras yang sudah dibungkus daun pisang, mulai masuk kuali sekitar jam 20.00 - 21.00 sampai keesokan hari. Pada saat proses memasak tepo, stabilitas api terus dijaga agar tak terlalu kebesaran atau kekecilan. Karena masak dengan tungku, maka sumber panas dari kayu bakar. Nah kayu inilah yang ditarik ulur, sehingga panasnya tetap terjaga. Jangankan saat api masih nyala, pun setelah menjadi bara tingkat panas diperhatikan agar tepo matang maksimal.
Biasanya setelah tepo dinyatakan matang, agar tetap tanak tak segera diangkat dari tempatnya. Kuali dibiarkan nonkrong diatas mulut pawon, sampai bara api padam dengan sendiri. Kalau bara lenyap menjadi abu, barulah tepo siap dientas dari posisi semula. Daun pisang berubah warna hijau matang (seperti bungkus arem arem), rasa tepo menjadi khas karena zat hijau daun (klorofil) menempel di bagian pinggir tepo.
Saat dihidangkan, tepo diiris setengah lingkaran atau persegi empat tak sama sisi. Agar tak terlalu besar, rata-rata ketebalan tepo sekitar 1 - 2 cm. Barulah dicampur seperti serbuk, ditimpa gorengan tahu dan tempe diiris bentuk dadu. Langkah selanjutnya disiram air bawang dan bumbu, kemudian disiram lagi kecap kental manis. Saat kecap berbaur ari bawang, kekentalannya berubah menjadi encer.
Tampilan Tepo Tahu 

Pada bagian penutup, ditaburi bawang goreng, kacang goreng, potongan selada dan tauge. Kalau pengin lebih lengkap lagi, paling atas ditutup dengan telor ceplok (optional). Entahlah kenapa disebut tepo tahu, padahal ada campuran tempe juga. Tahu-tahu saya harus bilang nama itu, karena ibu juga yang memberi informasi.
Masalah harga jangan kawatir, seporsi tepo tahu lengkap tak perlu merogoh kantong terlalu dalam, Satu porsi dibandrol lima atau enam ribu rupiah, kalau tidak pakai telor pasti sedikit dibawah angka tersebut. Harga relatif murah ini cukup konsisten sesuai jaman, dulu tahun 80-an waktu generasi pertama pembuat tepo tahu mematok harga 100 - 200 rupiah. Pada periode 90-an harga berubah sekitar seribu - duaribu rupiah, naik lagi sekitar tiga - empatribu dan update harga sekarang masih tetap digolongkan kategori murah.
Saat ini penjual tepo adalah generasi seusia saya, dulu sang penjual saat SD tiga tingkat di atas saya. Memebli diangkringan tepo tahu, bagi saya adalah nostalgia. Tak hanya menikmati sepiring tepo tahu, tapi berbagi cerita dengan penjualnya.

Mungkin anda juga punyai makanan khas, yang tak didapati di perantauan. Bisa jadi anda bernasib sama, didera perasaan kangen dan terbayang bayang. Dengan kuliner yang kesannya "ndeso", tapi tetap saja ngangeni. 

10 Sep 2016

Bulan Olahraga di Hong Kong

dok. Leo Burnett Indonesia
Hong Kong sebagai pusat makanan dan fashion, selain itu juga tempat menyenangkan bagi penggemar olahraga.  Peristiwa atletik paling manarik dan inovatif, akan digelar bersamaan dengan Bulan Olahraga tahun ini. The Hong Kong Tourism Board (HKTB) mengajak anda, untuk menjadi saksi peristiwa Kelas Dunia ini. 
Bersepeda yang begitu populer di Hong Kong, akan lebih terangkat dengan diadakannya Cyclothon Hong Kong pada 25 September. 
Apa itu Cyclothon?
Adalah acara utama dalam Bulan Olahraga,  dan Hong Kong  akan mempersembahkan secara lebih menarik.  Tahun ini akan digelar pada skala yang lebih besar, rute dibuat lebih panjang dari biasanya. Akan melintasi beberapa lokasi, yang menjadi landmark paling ikonik di Hong Kong.
O'ya Cyclothon tidak sekedar hiburan bagi penggemar bersepeda, tetapi juga untuk keigiatan sosial. Biaya pendaftaran setiap peserta, sebagian akan disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan.
Acara ini tentu akan semakin meriah, karena juga diselenggarakan motorsport internasional pertama di dunia pada 8-9 Oktober di Harbourfront Central. 
Formula E HKT Hong Kong Eprix, adalah seri balap listrik pertama di dunia. Hong Kong Eprix akan melalui dua kilometer sirkuit perkotaan dengan medan lurus panjang, tikungan tajam, dengan pemandangan pelabuhan dan langit Hong Kong. 
Untuk melengkapi lintasan motorsport kelas dunia, sebuah eVillage akan dibangun lengkap dengan fasilitas pertunjukan, zona anak, dan bilik permainan termasuk simulator balap Formula E untuk fans motorsport dan wisatawan.
Acara menarik lainnya sayang dilewatkan, adalah Hong Kong Tennis Open pada 8-16 Oktober. Atlet Olah raga tenis putri bertanding, akan memperebutkan hadiah sebesar USD 250.000.
Cross Harbour Race - dok. Leo Burnett Indonesia
Masih ada lagi Cross Harbour Race,  adalah lomba renang bersejarah yang telah diselenggarakan pada tahun 1906 hingga 1979. Perlombaan ini telah melibatkan 1.000 perenang, menempuuh jarak 1.8km melintasi Victoria Harbour. 
Pada Cross Harbour Race yang akan diselenggarakan pada 16 Oktober, Pengunjung diajak merasakan kembali euforia 35 tahun lalu.  
Hong Kong pusat dari serangkaian acara kelas dunia, hal ini akan menjadikannya sebagai Asia’s World City. Untuk mengetahui informasi lebih detil, silakan berkunnjung ke web DiscoverHongKong.com .

8 Sep 2016

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran

Personel JKT 48 sebagai Brand Ambassador A&W Restorant -dokpri
Masih di awal bulan September, A&W Restoran Gerai Cipete terlihat berpenampilan beda. Jurnalist dan blogger tampak datang, menjadi saksi persembahan terbaru. Saya pribadi memang penggemar menu A&W, mulai dari ayam goreng lezat yang beda dengan tempat lainnya, Root Beer dengan rasa sangat khas tak ada di restoran manapun, tentu saja kentang keriting yang Yummy. Masih ada lagi, Burgernya juga tak kalah lezat lho.

2 Sep 2016

Cheng Beng : Perpaduan Tradisi Mudik dan Magnet Wisata di Pangkalpinang

Pantai Padi ini tak jauh dari Kota Pangkalpinang - dok kelas blogger 
Siapa tak kenal kota Pangkalpinang ?
Saya pribadi mengenal sejak awal tahun 90-an, kebetulan ada saudara jauh dinas di kota ini. Kala itu saya sekedar mengenal nama saja, sembari membayangkan rupa dan bentuk dari cerita saudara. Tak dinyana tersurat takdir jua, menjejakkan kaki bersama teman-teman Kelas Blogger.
Sungguh sebuah kejutan, ketika kesempatan itu datang menghampiri. Saya berkesempatan meliput, ritual tahunan yang bernama Cheng Beng. Saya akan manfaatkan waktu sebaik mungkin, menikmati udara, air dan tanah Pangkalpinang.
Sekilas saya mengamati beberapa arsitektur bangunan, batin ini menyimpulkan ada pengaruh gaya Tiongkok. Setelah membaca beberapa literatur terjawab juga, keberadaan Pangkalpinang tak bisa dipisahkan dari pengaruh kekaisaran Tiongkok di Asia Timur.
Coba saja perhatikan !
Bangunan Klenteng tersebar hampir di seluruh kota, dalam ukuran besar atau kecil sesuai fungsi dan kegunaannya. Pendem China atau makam orang tua Cina, Pemakaman Belanda, bangunan dengan arsitektur Cina, penataan pemukiman yang dipisahkan, banyaknya gang sempit sebagai bukti keterikatan kuat dengan Tiongkok.
Saat kunjungan ke Pangkalpinang, saya sempatkan berjalan menikmati suasana kota. Saya kerap berpapasan dengan wajah oriental, dengan kulit cerah dan bentuk mata sipit. Keberadaan etnis Thionghoa memang tak bisa dipungkiri, sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.
O'ya, Pangkalpinang disebut dalam literatur sekitar abad 17 lho.  Pangkal artinya Pusat Distrik (Distric Capital), sementara Pinang adalah sejenis tumbuhan palm yang multi fungsi banyak tumbuh di Bangka.
Mulanya Pangkalpinang adalah sebuah kampung kecil, berupa pangkalan pengumpulan timah. Daerahnya berawa-rawa, dengan sungai-sungai membelah. Sehingga dapat dilayari kapal dan perahu, perjalanan bisa membawa sampai ke muara.
Tempat Ibadah  ini tak jauh dari pusat kota Pangkalpinang -dokpri
Pangkalpinang Masa Kini.
Saya merasakan denyut kota yang dinamis, perekonomian masyarakat bertumbuh ditunjang letak strategis di lintas International. Berbagai upaya dilakukan Pemerintah daerah, untuk mengangkat nama Pangkalpinang agar lebih dikenal masyarakat luas.
Pariwisata menjadi sektor penting dan seksi, musti mendapat perhatian khusus dari pihak terkait. Endingnya mengerucut pada satu tujuan, yaitu kunjungan wisatawan domestik atau mancanegara. 
Bayangkan kawan's,
setiap pengunjung membutuhkan penginapan, kuliner, souvenir dan masih banyak lainnya. Kebutuhan wisatawan ini adalah potensi, mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Awal April 2016
Kedatangan kami bukan tanpa rencana, Kelas Blogger ingin menyaksikan langsung puncak Cheng Beng. Tradisi  unik sekaligus ritual tahunan, masyarakat Thionghwa khususnya umat Khonghucu. Acara serupa sebenarnya diadakan beberapa daerah, namun lokasi Pekuburan Sentosa yang membuat acara di Pangkalpinang begitu istimewa.
Ritual Cheng Beng atau sembahyang kubur, sebagai perwujudan sikap hormat masyarakat Tionghwa pada leluhur. Mereka yang masih hidup masa sekarang, masih sangat mencintai dan menghormati orang tua, kakek nenek, sampai buyut dan seterusnya.  Sampai sampai terjadi tradisi pulang kampung, layaknya hari besar umat muslim.
Areal Pekuburan Sentosa -dokpri
Seluruh anggota keluarga menyempatkan diri berkumpul, termasuk perantau dari luar kota atau luar negeri.
Sehari sebelumnya acara Puncak, mulai diadakan pembersihan kuburan. Rumput liar sekitar pemakaman dicabut, nisan dinding berbentuk setengah lingkaran setinggi satu meter-an dicat ulang.
Pria usia tigapuluhan saya hampiri, terlihat sedang mengawasi tukang yang sibuk mengecat. Pak Hadi nama lelaki berwajah bersih, sengaja pulang dari perantauan untuk perayaan Cheng Beng.
"Ini bukti penghormatan, rasa cinta dan sayang pada leluhur. Kami membangun makam sesuai kemampuan, sebenarnya memang tak ada pakemnya.Kalau keluarga yang punya duit, bisa saja membangun makam leluhur secara mewah"Jelas Hadi
Tentu tak hanya Pak Hadi, saya melihat banyak keluarga lain datang dengan rombongan. Prosesi yang dilakukan serupa, yaitu membersihkan makam dan mengecat ulang. Setelah makan terlihat cantik, baru diletakkan sesaji  berupa panganan. Tak  lupa ada tempat dupa dan lilin untuk membakar dupa, sebagai sarana mendoakan arwah leluhurnya. Pada ujung pembersihan pemakaman, diberi uang-uangan kertas plastik warna kuning merah.
Eit's tunggu dulu !
Untuk panganan sesaji dan buah-buahan, keluarga selalu memilih kualitas terbaik. Menurut cerita seorang tukang di makam, biasanya harga tak menjadi soal asalkan berkualitas.
Keluarga sedang membersihkan makan -dokpri
Pekuburan Cina Sentosa
Pekuburan Cina Sentosa atau atau Tjung Hoa Kung Mu Yen, dibangun pada tahun 1953. Memiliki luas sekitar lebih dari 19 ha, sampai saat kunjungan saya terdapat sekitar 12.950 makam.
Meski areal pemakaman, jangan bayangkan suasana angker dan seram ya. Kuburan sentosa jauh dari image tersebut, karena tertata rapi dan rutin dibersihkan. Jalanan sudah beraspal halus, kendaraan bisa masuk pekuburan tanpa parkir terlalu jauh.
Makam tertua adalah makam keluarga Boen, pernah dipugar pada tahun ke empat pemerintahan Sun Yat Sen sekitar tahun 1915. Makam dibangun dalam bentuk dan arsitektur unik, dihiasi dengan tulisan aksara Cina. Pemilihan tulisan, secara tidak langsung menunjukkan strata sosial yang dikebumikan.
Lokasi Pekuburan Sentosa berada di perbukitan, wujud penghargaan dan penghormatan orang Cina terhadap leluhurnya. Pekuburan Sentosa sumbangan marga Boen, bisa dilihat dari tugu pendiri dibangun pada 1935. Pekuburan ini didirikan oleh empat orang, Yap Fo Sun tahun 1972, Chin A Heuw tahun 1950, Yap Ten Thiam tahun 1944 dan Lim Sui  Chian (wafat pada masa penjajahan Jepang).
Pekuburan Sentosa di Pangkalpinang -dokpri
Komplek pemakaman ini terbesar se Asia Tenggara, memiliki arsitektur berbeda di setiap makam. Ada makam yang dibangun dengan batu granit, konon pembangunannya menghabiskan dana ratusan juta. Bahan bangunan berkualitas tinggi sebagai komponen,  batu marmer yang terpasang didatangkan khusus dari Itali.
Ada Tapinya !
Tak hanya keturunan Thionghwa boleh dimakamkan disini, buktinya saya menemui kuburan Katholik. Selain itu terdapat dua makam muslim, berada diantara ribuan makam yang ada. Hal ini menggambarkan, toleransi beragama masyarakat sedang berlangsung.
Tampak nisan salib diPekuburan Sentosa -dokpri
Puncak Cheng Beng - Senin 4 April 2016
Pagi belum begitu sempurna, jetlag akibat perbedaan waktu Jakarta- Pangkalpinang belum juga lenyap. Langit pangkalpinang masihlah gelap, jarum pendek jam menunjuk angka 01.30 dini hari.
"Yuk kita berkemas" ajak seorang teman blogger
Dengan mata setengah terpejam, saya memaksakan diri mandi air hangat. Shower di kamar mandi penginapan cukup manjur, mengurangi rasa pegal dan penat di badan. Peralatan "tempur" berupa Kamera, Tripod, Action Cam, Recording dan segala macam sudah disiapkan.
Mobil yang mengantar kami sudah siap, driver tak kalah sigap ikut menginap di tempat yang sama. Sesuai jadwal di rundown, acara dimulai pukul 03.00 waktu setempat. Untung dari tempat menginap menuju Pekuburan, hanya perlu 20 menit waktu tempuh.
Mengingat ini pengalaman perdana, kami datang lebih cepat mengantisipasi parkiran penuh. Satu hal lagi, kami tak ingin kehilangan moment puncak Cheng Beng.
Saat roda empat tiba di gerbang tempat tujuan, suasana masih gelap dan lengang. Mobil pengantar leluasa masuk, melintasi jalanan yang membelah areal pemakaman. Meski di luar masih sepi, ternyata di pusat perayaan mulai ada kesibukan. Paithin, adalah central perayaan Cheng Beng setiap tahun.
Lokasi perayaan Cheng Beng -dokpri
Paithin atau tempat sembahyang, tempat mengirim doa bagi leluhur yang yakin makamnya ada di Pekuburan Sentosa namun tidak menemukan fisiknya.
Saya menyaksikan aneka persembahan tertata rapi, berada di areal Paithin. Sesajian buah-buahan (Sam Kuo), dibentuk menyerupai gunungan. Satu macam buah dibentuk  satu gunungan, ada buah jeruk, apel, pear dan nanas.  Selain itu ada juga bentuk gunungan dari panganan, seperti kue bolu kukus, apem, kue ketan (wajik), bika ambon, kue cucur dan macam kue lainnya.
Ada juga lho dua binantang, yaitu Kambing dan Babi siap panggang. Kedua binatang ini disembelih, dibersihkan bulunya dan ditusuk dengan kayu.
Satu sudut di pelataran Paithin, menjadi tempat berdoa umat khonghucu yang datang. Membawa beberapa dupa dengan ujung dibakar, pangkal dupa digenggam dan diletakkan di dekat jidat. Sekitar 5 menit berdoa di satu titik, kemudian meletakkan satu dupa dan berpindah ke titik berikutnya. Saya tak begitu heran, kalau aroma dupa terasa memenuhi udara.
Cheng Beng sendiri artinya bersih/ terang, terbersit harap arwah leluhur ada di tempat terang. Bisa jadi prosesi meletakkan satu batang dupa, simbol agar terang itu sampai alam baqa.
Panggung berdiri di sisi kanan pelataran, diisi dengan hiburan musik Tanjidor. Alat musik tradisional ini, kerap saya lihat pada acara kesenian Betawi. Bapak- bapak usia lima puluhan ke atas, sebagai pemain musik khas ini. Pengunjung ada yang naik panggung, menyanyi lagu berbahasa Mandarin. Terus terang saya masih asing judul lagunya, tapi mendengar nada dan lirik lumayan sedikit familiar. Lagu Mandarin memang mendominasi, namun ada beberapa lagu lama diperdengarkan seperti "Kolam Susu" milik Koes plus.
Pelepasan Lampion saat Cheng Beng -dokpri

Aneka Sesajian di siapkan di Paithin -dokpri
Langit Pekuburan Sentosa masih gelap, meski tak selegam sebelumnya. Sekitar pukul 04.00 waktu setempat, dilakukan pelepasan lampion. Lampion disediakan oleh panitia,  siapapun dipersilakan menerbangkan ke udara.
Caranya cukup mudah, satu teman memegang plastik bagian atas. Satu orang lainnya membakar gabus, pastikan mengeluarkan asap agar lampion bisa terbang. Bagi orang Thionghwa, pelepasan lampion tidak sekedar pelepasan saja. Tapi saat lampion hendak terbang, ada doa dan harapan dipanjatkan.
Di ufuk sang surya merekah, 
Bapak Muhammad Irwansyah, Walikota Pangkalpinang tampak datang, disusul Bapak Rustam Efendi Gubernur Bangka Belitung. Dua petinggi duduk sebentar, kemudian berkeliling di sekitar Pekuburan Sentosa. Tak lupa menyapa keluarga yang usai sembahyang, sembari berbincang sebentar. Moment berharga bagi keluarga leluhur, dimanfaatkan untuk berfoto bersama dengan Walikota dan Gubernur.
Walikota Pangkalpinang Muhammad Irwansyah beserta Gubernur Bangka Belitung Rustam Efendi, menghampiri keluarga yang selesai berdoa di makam leluhurnya -dokpri
Sesaat dikerumuni juru warta, secara khusus Pak Gubernur memberi pernyataan pers.
"Besar harapan tradisi tahunan Cheng Beng, bisa menjadi magnet wisata di Pangkalpinang. Seperti tradisi Cap Go Meh,  yang sudah melekat di daerah Kalimantan" Jelas Pak Gubernur.
Saya pribadi merasakan, tradisi Cheng Beng memiliki keunikan yang mengagumkan. Selain sekedar adat istiadat, sebagai cara mengeratkan tali kekerabatan. Tradisi mudik yang terjadi saat Cheng Beng, berpadu dengan daya tarik wisata religi. Ketika keduanya menyatu, maka jumlah orang yang ada di Pangkalpinang saat Cheng Beng meningkat. Akibatnya percepatan perputaran roda ekonomi terjadi, masyarakat sekitar juga yang merasakan dampak positifnya.


Semoga ada kesempatan lagi ke Pangkalpinang, ingin menikmati panorama dan lokasi wisata lainnya. -salam-