Home

8 Mar 2018

Hari ini Wapres Membuka Secara Resmi "Jakarta Food Security Summit – 4"



suasana JFSS-4 '2018 - dokpri

Jakarta Food Security Summit (JFSS), sudah empat kali diselenggarakan oleh KADIN. Pasti banyak manfaat diperoleh, terbukti JFSS diselenggarakan secara berkelanjutan.

Kegiatan dua tahunan inisiasi KADIN ini, merupakan wadah lintas sektor untuk menyusun langkah terbaik meningkatkan produktivitas pangan Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani melalui praktik pertanian yang baik dan ramah lingkungan.

JFSS-4 2018 bertepatan dengan 50 tahun KADIN, diselenggarakan di JCC Senayan. Pada 8 - 9 Maret 2018, mengetengahkan tema “Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan Melalui Kebijakan dan Kemitraan.”

Pagi itu, saat hendak memasuki arena JFSS-4 2018 relatif cukup ketat. Mayoritas Undangan berbaju batik, antre mengular di depan pintu masuk.
Tas, Handphone dan segala barang bawaan, musti melewati kotak scanner yang diawasi petugas keamanan. Sementara empunya barang, musti berjalan melewati pintu detektor.

Pembukaan JFSS-4 2018 – menurut informasi di undangan --, sedianya akan dibuka oleh Bapak Presiden Joko Widodo.
Mengingat kesibukan Kepala Negara, tugas membuka acara keren ini diwakilkan kepada Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Franky O, Widjaya selaku Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Agribisnis, Pangan dan kehutanan, menyampaikan,“kita coba menyelaraskan upaya lintas pemangku kepentingan dalam meningkatkan produksi, nilai tambah serta daya saing komoditas pangan nasional yang telah dilakukan dalam gelaran (JFSS) sebelumnya, ke skala yang lebih besar dan menyeluruh.”

Sementara Wakil Ketua Umum KADIN bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan, sekaligus Ketua Pelaksana JFSS-4, Juan Permata Adoe menyampaikan, “Pengembangan komoditas pangan diharapkan dapat berlangsung berdasarkan klasterisasi juga zonasi.”

Dalam sambutannya, lebih lanjut Juan P Ado menjelaskan tentang pelaksanaan JFSS-4 2018, dibagi menjadi dua kegiatan.
Seminar dan atau diskusi panel, yang diadakan di Cendrawasih Room. Exibition dan pemaparan kegiatan KADIN sektor pertanian, peternakan, perikanan, diselenggarkan di Asembly Hall

Serangkaian kegiatan JFSS-4 telah disusun, berharap menjadi sarana merajut hubungan kerjasama KADIN dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Di bawah bendera KADIN, semua pihak bisa saling bertukar pikiran demi masa depan perekonomian bangsa yang lebih baik.

Kehadiran Wapres memberi semangat kami dalam bekerja,” tutup Juan P. Ado

Rosan P. Roeslani, Ketua Umum KADIN Indonesia - dokpri
Selanjutnya Rosan P. Roeslani selaku Ketua Umum KADIN Indonesia, menyampaikan dalam sambutannnya. Bahwa JFSS-4 2018, melihat pertanian sebagai sektor paling vital. Tapi dalam pertumbuhannya, hanya 3-4 %  pertumbuhan pertanian dan peternakan.

Pertanian adalah penunjang perekonomian terbesar nomor dua, oleh sebab itu pemberdayaan petani dan pertanian menjadi hal krusial.

Kini ada 24 kemitraan digagas KADIN, sejauh ini melibatkan sekitar 430 ribu petani yang sudah merasakan manfaatnya.
Program kemitraan, juga mengikutsertakan Pengusaha, Perbankan, Asuransi, Koperasi dan tentu para Petani.

Setiap pemangku kepentingan, masing-masing mempunyai peranan sama besarnya. Seperti Pengusaha, bisa melakukan pendampingan kepada para petani.
Perbankan bersedia memberikan bunga ringan (apalagi saat gagal panen), Koperasi memberikan bantuan pengembangan SDM.

Skema closed-loop atau rantai kemitraan terintegrasi, menghubungkan petani, koperasi, perusahaan selaku pembeli yang menyerap komoditas pangan (offtaker).
Sekaligus penjamin pendanaan (avalis) dan perbankan, dapat menjadi salah satu solusi.

Skema ini sudah dipraktikkan pada sektor perkebunan kelapa sawit, para pekebun menggarap lahan bersertifikat dan legal, pekebun bisa mengagunkan untuk menjaring kredit dengan bunga terjangkau.

Pertumbuhan yang diperoleh petani (yang ikut program kemitraan) meningkat antara 12 – 85% dibanding petani yang tidak mengikuti program kemitraan,” ujar Rosan.

Pertumbuhan ini, sebagai indikasi dari kebijakan pemerintah yang lebih memberdayakan produktifitas para petani.
Sehingga tidak hanya mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan, tapi menjadikan Indonesia sebagai lumbung padi dunia.
Wapres Jusuf Kalla- dokpri

Sementara pada kesempatan berikutnya, Wapres Jusuf Kalla memberikan pemaparan, bahwa masalah ketahanan pangan telah menjadi masalah bangsa di dunia. Namun, selalu ada pihak yang pesimis dan pihak yang selalu optimis,

Indonesia musti menjadi pihak yang optimis,” tegas Wapres.

Pikiran penuh optimis, akan merubah tantangan menjadi peluang. Banyak bisa dikerjakan, untuk meningkatkan ketahanan pangan. Bangsa Indonesia, bisa belajar pada negara lain yang telah berhasil.

Pada tahun 2045, penduduk indonesia (diperkirakan) 350 juta. Hal ini, otomatis menyebabkan kebutuhan pangan meningkat.
Peningkatan tantangan juga terus terjadi, selain pertambahan penduduk, ada keterbatasan lahan akibat urbanisasi, perubahan iklim dan sebagainya.

Setiap kebijakan pemerintah, didasarkan pada target pencapaian Jangka Pendek, Jangka menengah dan Jangka Panjang.
Kekawatiran tentang ketahanan pangan, musti dibarengi dengan riset dan pengembangan teknologi pertanian.

Penyediaan infrastruktur sampai daerah pelosok, dimaksudkan untuk mempermudah logistik hasil pertanian.
Sehingga hasil pertanian tidak terkendala distribusi, harga juga tetap bisa dipertahanan pada tataran yang wajar.

Pada ujung sambutan, Wapres secara resmi membuka “Jakarta Food Security Summit ke 4 tahun 2018,” ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional “dong” dari Bengkulu.
Pembukaan JFSS-4 , 8 - 9 Maret 2018 - dokpri
0oo0
JFSS-4 2018, akan focus pada sejumlah hal, antara lain akses terhadap lahan pertanian. Petani diharapkan memiliki akses legal terhadap lahan, sesuai skala ekonomi si petani itu sendiri.

Selain dukungan dana yang berkesinambungan, dijembatani melalui penerapan skema inovasi pembiayaan yang membuka akses bagi petani, peternak, nelayan, guna mendapatkan permodalan yang memadai.
Rumah Kreatif Sinar Mas - dokumentasi pribadi

Saya sempat mampir ke Booth Asuransi Sinarmas, yang telah menjalankan program “Rumah Kreatif Sinar Mas.”

Rumah Kreatif Sinar Mas, melihat potensi dan kualitas poduk dari “Kopi Dolok Sanggul”, “Kopi Luwak” dan “Sumatera Lintong coffe.”
Namun, belum dikemas secara menarik, sehingga kurang bisa “berbicara” di market, apalagi berkompetisi dengan merek Kopi yang sudah terkenal.

Rumah Kreatif Sinar Mas, melakukan pendampingan untuk petani Kopi. Melakukan design ulang kemasan Kopi, sehingga menambah nilai jual dan lebih representative untuk dijadikan souvenir.

Selain itu ada booth dari Indofood, adaro, Wings, Garuda Food, Inaco, Greenfields, Nestle, Sunpride, Asian Agri, Bayer, FKS, BumiFood,TaniFund dan masih banyak booth lainnya.

JFSS -4 , 8-9 Maret 2018 - dokpri
Bagi anda yang berminat hadir di JFSS-4 2018, masih ada satu hari lagi datang ke JCC. Bisa melihat secara langsung, komoditas pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan yang masih sangat bisa dikembangkan.

Indonesia dengan tanahnya yang subur, --saya yakin—dengan kerja keras dan optimis sangat bisa menjadi negara berswasembada pangan.

8 komentar:

  1. wah pameran seru banget nih kelihatannya beruntung sekali bisa ikut dipameran disana bisa sekalian cuci mata biar lebih fresh

    BalasHapus
  2. minggu ini banyak banget ya festifal kuliner, Mpo sampai bingung harus kemana dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yg lokasinya deket bisa sekalian didatangi ya mpok

      Hapus
  3. Event seperti ini bagus. Semoga niatan untuk semakin mensejahterakan petani semakin terwujud :)

    BalasHapus
  4. Program kemitraannya bagus ya. Petani sejahtera, pasti ketahanan pangan selalu terjaga :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA