Home

1 Jun 2017

Memahami Search Content dan Sosial Content Bagi Content Creator



CNI Masih ada -dokpri
Apa CNI masih ada?
Pertanyaan ini mungkin kerap anda didengar, mempertanyakan tentang keberadaan CNI.
Jawabnya adalah “Masih Ada”, sampai saat ini CNI masih eksis. PT. Citra Nusa Insan Cemerlang atau PT. CNI, berdiri di Bandung pada 1 Okober 1986, kalau dihitung tahun ini memasuki usia ke 31 tahun.   
CNI terus hadir dan memasarkan produk berkualitas, menandakan kemantapan sebagai perusahaan yang solid. CNI sudah memiliki 21 kantor cabang lokal, yang tersebar dari  daerah Aceh sampai Papua. Untuk memperluas market secara international, berdirilah CNI Corporation di Malaysia.
CNI melakukan ekspansi ke Philipina, Singapore, Brunei, Malaysia, India, Myanmar, Vietnam, China, Hongkong, Qatar dan Nigeria. Segera akan menyusul negara lainnya, demi perluasan dan penyebaran produk CNI.
O’ya, CNI tidak hanya di busnis MLM saja lho, kini sudah merambah ke bidang property berupa apartment dan perumahan. Untuk mengikuti perkembangan jaman,  dari sisi Digital Marketing terus eksis salah satunya campaign melalui media social.
Untuk semakin memudahkan dan memanjakan user, saat ini sedang dicreate belanja produk CNI melalui aplikasi di smartphone. Wah semakin praktis saja, smoga user semakin loyal dengan layanan yang kekinian ini.
-0o0-
Akhir bulan Mei 2017, CNI mengadakan kelas tentang Optimasi Youtube dengan narsum Yonna Kairupan. Acara yang digelar di Pasar Festival ini, ibarat pepatah “sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.” Pasalnya sembari ngabuburit, blogger  sekaligus mendapatkan pencerahan demi pencerahan.
Niko Riansyah selaku Digital Marketing spesialis PT CNI, pada sesi awal berbagi materi tentang “Search Content” dan “Social Content”.
Apa itu Search Content ?
Adalah strategi, bagaimana agar suatu content bisa terideks di halaman awal google.
Bagaimana Caranya?
Seorang blogger atau content creator pada umumnya, pasti memikirkan content terbaik yang akan dipublish. Dengan harapan bisa nangkring di halaman awal google, bisa viral di sosmed, bisa dilike banyak pembaca hingga mencapai ribuan lead.
Kadang kenyataan berkata lain, setelah semua usaha dilakukan hasil tak sebanding justru didapatkan. Boro-boro mendapat banyak pembaca, content yang sudah dibuat ternyata nongol di halaman kesekian google.  Jumlah lead jauh dari harapan, sama sekali tidak ada yang memviralkan di medsos.
What’s wrong?
Kalau mau dianalisa sebenarnya bukan contentnya yang bermasalah, tapi positioning content yang perlu diperhatikan” ujar Niko Riansyah.
Agar content yang dicreate bertemu dengan orang yang membutuhkan, seorang content creator harus tahu bagaimana sistem kerja mesin pencarian google.
Seorang blogger musti belajar SEO,  pandai memanfaatkan keyword di setiap halaman dan jangan lupa musti sesuai description pencarian. Usahakan setiap halaman artikel ditempel SEO, agar  bisa dengan mudah terdeteksi google.
Niko Riansyah -dokpri
Ada tiga alasan mengapa orang mampir di blog kita

  1. Validasi website yang bagus
  2. Pembaca suka dengan tampilan website kita
  3. Pembaca betah karena informasi yang dicari ada di web tersebut.
Nah kalau sebuah content sudah dicreate sedemikian rupa dengan baik, tugas selanjutnyacontent creator adalah “Sosial Content” Lanjut Niko Riansyah
Apa itu Social Content?
Cara seorang content creator untuk share melalui media social (fb, twiter, IG, Youtube). Proses share ke medsos, menjadi alat untuk menarik orang membaca artikel kita.
Setiap medsos memiliki karakter sendiri-sendiri, kita musti punya strategi untuk menawarkan informasi yang bagus di setiap medsos. Pilihlah judul content  yang menarik disertai visual yang mendukung, buat kalimat atau caption yang memantik perhatian.
Social content yang berhasil biasanya yang menyentuh emosi, buatlah design setiap content yang mobile friendly – mengingat orang lebih suka buka web via smartphone. Content dengan menonjolkan visual yang menarik, lazimnya mampu  menggerakan ujung jari langsung “KLIK.”
Selanjutnya segera buat analisa, agar kita bisa mengetahui, pada halaman mana orang betah dan pada bagian mana orang cepat keluar” tambah Niko Riansyahwebsite basumo(dot)com  bisa membantu kita, untuk mengetahui bagaimana posisi sebuah conten. Apakah banyak diviralkan orang lain, sekaligus sebagai bahan koreksi agar artikel mendapat respon yang menggembirakan.”
Akhirnya saya bisa simpulkan, “Search Cotent” dan “Social Content” memiliki keterkaitan yang erat. Seorang blogger perlu membuat artikel yang ramah SEO, selanjutnya pintar mengemas saat dishare di medsos.
Bagimanapun “Social Content” ibarat pintu pembuka, agar orang tertarik masuk dan membaca content yang sudah kita buat. Agar pembaca lebih betah di artikel kita, isi dari artikel tersebut musti menarik –Content is King.
-0o0-
Tak bisa kita pungkiri, saat ini kita sudah memasuki era Vlogging. Untuk memperkuat pesan dan mendukung isi  sebuah artikel, seorang blogger bisa melengkapi dengan video.
Narasumber Yonna Kauripan,  adalah beauty blogger yang menyadari hal tersebut, kemudian menekuni dan menggarap setiap video secara serius. Sebagai seorang Seleb Sosmed Manager, Yona bergabung dengan komunitas video creator lintas negara.
Yonna kairupan -dokpri
Pemaparan Yonna benar-benar bernas, setiap kalimat yang diucapkan terasa sekali semangat dan beenergi. Bisa jadi tersebab “based on experience”, apa yang dipresentasikan adalah apa yang telah dijalani selama ini.
Mengapa orang enggan membuat Youtube ?
Sudah banyak Youtuber  - Guy’s, di dunia ini 3 s/d 5 milliar orang online lho, jadi  marketnya sangat besar-.
Gak punya uang  - Hallo, kita hanya butuh akun youtube, yang bisa dibuat lewat smartphone-
Gak ada waktu  - Seberapa sibukkah kita, padahal hanya butuh waktu beberapa jam/ minggu, untuk kebutuhan upload video selama satu bulan-
Gak ada koneksi (internet/ orang)Buka mata dan telinga, setiap provider berlomba memberi harga murah/ bahkan kalau mau bisa nebeng wifi gratisan, selanjutnya tinggal koar-koar di sosmed deh-.
Ide diambil  Orang lain - berarti ide kita keren dong, artinya ada marketnya dan yuk cari ide lain-
So, No Excuse and Let’s Action !
Pre-produksi Youtube
1.Tentukan tujuan mengapa kita membuat youtube
2.Pengin impactnya seperti apa
3.Pikirkan benefit
Cari dulu jawaban atas tiga pertanyaan tersebut di atas, agar apa yang kita lakukan memiliki alasan yang kuatnya. Sehingga hasil kerja kita penuh totalitas, meskipun tetap harus ada evaluasi sekaligus bisa belajar dari kesalahan.
START NOW !
Kenali kekuatan sekaligus kelemahan diri, dan pastikan apa benar bahwa yang menjadi kekuatan adalah kekuatan kita, pun yang menjadi kelemahan adalah kelemahan. Terus menggali potensi diri sendiri, cari opini orang kedua yang jujur dan netral untuk menilai.
Mulai focus akan dibawa kemana youtube channel yang dibuat, akan membahas masalah apa sehingga ketemu niche. Misalnya ingin menyajikan ulasan tentang kecantikan, maka ketika ada review tehno bisa dibuat related dengan beauty.
--Cukup simple untuk mengintegrasikan tehno dan beauty, kita  bisa tunjukkan ternyata ada lho kamera merk A  yang membuat tampilan wajah lebih kinclong setekah dimake up dan sebagainya--.
Clarity branding, clear massaging dan clear content, sehingga membuat video yang disajikan lebih terarah.
Cari Alasan Kenapa harus menonton video kita ?
Buatlah review yang berbeda (punya cirikhas), jangan review yang sudah umum – nah ini bisa mengedepankan ciri khas diri sendiri. Misalnya review dengan gaya bicara yang kalem atau blak-blakan, hal ini justru akan membedakan video setiap orang -.
Usahakan stand out – bikin yang out of the box, di luar perkiraan orang dengan ide original-
Channel kita musti ada value – ada value yang didapat orang setelah menonton video kita-
Nah untuk memulai itu semua, stop sekedar analisa dan segera “ACTION”
Musuh utama seseorang adalah analisis dan perfectsionist, hal ini biasanya membuat kita tidak segera memulai dan bertindak” tegas Yonna Kauripan penuh semangat.
Kawan’s, Youtube search adalah search engine nomer dua setelah google, sehingga saat ini mulai bersaing antara artikel dan video di youtube. Alangkah bagus dampaknya, apabila artikel dan video disinergikan.
Konsistensi adalah hal penting, membuat pengelompokkan video yang dibuat. Sebagai contoh seorang beauty vlogger, buat saja video mulai dari cara memakai foundation, kemudian cara memakai eye liner, bagaimana make up saat berbuka puasa, memilih warna lipstik.
Semua musti dilakukan dengan disiplin, jangan seeaknya sendiri dengan mudah mengubah jadwal. Pastikan jadwal rutin upload seminggu sekali, sehingga keberadaan kita tetap eksis. 
Yonna begitu energik -dokpri
Do You Know,
Saat ini Youtube membuat regulasi, bahwa hanya creater content yang rutin membawa orang kembali ke youtube akan dinaikkan ratingnya.
Kalau hanya sekali upload setelah itu lama tidak upload, maka subscriber kita akan berkurang secara bertahap.  So, Youtube akan suggest creator, apabila seorang creator konsisten dan disiplin upload video.
Eit’s satu hal tidak boleh dilupakan, namanya heater tersebar dimana-mana. Come on guy’s, ubah para pembully menjadi motivasi untuk tetap berkreasi.
Yang penting terus sampaikan  pesan, terus share (baca; berisik) di medsos agar orang tahu youtube chennel kita. O’ya, adsense di Youtube jauh lebih cepat dibanding adsense di blog. So, jangan henti belajar.
Setelah tahu niche diri sendiri, segera bergabung dengan komunitas yang sesuai dan menjadi orang pro aktif.
-0o0-
Waaw, bener-bener kelas yang mencerahkan. Sepanjang ngabuburit kemudian berbuka puasa, apa yang gelap di benak menjadi benderang. Ramadan hari ini, tak hanya detok spiritual dan fisik saya dapati. Tapi detok ketidaktahuan dan detok kemalasan, siap menjadi pribadi yang membuka diri, menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang didapatkan. – semoga ilmunya berkah Amin-    

10 komentar:

  1. Alhamdulillah, aku sudah mulai mencoba aktif d yutub nih mas, meskipun baru banget, tapi setidaknya mencoba... Iya gak hehehe

    BalasHapus
  2. Very nice post here thanks for it I always like and search such topics and everything connected to them. Keep update more information..

    Digital Marketing Company in India

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Shalini, thanks so mauch for coming.

      Hapus
  3. SEO-nya yutup 10 menit. Aaakkk.
    Hahahaha
    Bikin video paling banter 3 menit, takenya lama dan berkali2, banyakan nge-blank-nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Musti terus belajar kakak :) saya juga nih

      Hapus
  4. untuk memulai hal yang baru seperti youtuban butuh effort yang besar ya mas. Tapi asal niatnya kuat, pasti bisa.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA