23 Des 2016

CNI di Era Millenial, Inovasi Tiada Henti

wall geraicni.com -dokpri 
Nama CNI sudah saya kenal sejak lama, sebagai brand Multi Level Marketing (MLM) terkemuka. Ada satu produk yang melekat dibenak saya, yaitu kopi gingseng beraroma mantap. Masih ada lagi yang saya kenal, yaitu produk peralatan kecantikan dan beberapa produk lainnya.
Seorang teman kuliah dulu sempat menjadi agent, kerap mengajak kenalan untuk menghadiri presentasi product. Selalu bersemangat mengajak saya, datang ke acara presentasi produk CNI. Mungkin si teman sekalian ingin mencari down line, yang akan berpengaruh pada prestasi penjualan. Untuk menjaga hubungan pertemanan, biasanya sih saya iya-in dulu. Apakah nanti menjadi down line atau tidak, baru nanti dipikirkan belakangan.
Setelah masa jauh berlalu, terbukti nama CNI tetap berkibar. Perusahaan pioner MLM di Indonesia ini, tak terasa sudah 30 tahun menjadi bagian hidup masyarakat. Bahkan di Indonesia sudah punya pabrik sendiri, tepatnya di daerah Jatake Tangerang.
Gingseng Kopi Kuat produk CNI -dokpri
Era digital sedang berlangsung, nyaris seluruh sendi kehidupan dikepung dengan teknologi. Mulai bangun tidur sampai mau tidur, gadget digenggaman sangat mendominasi
Mau berangkat sekolah atau kerja memesan ojek, cukup melalui aplikasi yang ada di smarphone. Mau pesan makanan atau minuman, belanja kebutuhan sehari-hari, koordinasi sebuah acara, menyelesaikan pekerjaan, memantau perkembangan informasi dan semua kegiatan lainnya, sangat terbantu dengan kehadiran smartphone. Pendek kata, semua yang dibutuhkan dengan mudah diakses via handphone.
Inovasi adalah kata kunci, agar sebuah produk mampu bertahan dan menyesuaikan jaman yang sedang terjadi.
Bisa kita saksikan sendiri, beberapa produk dari brand besar terpaksa gulung tikar. Mulai dari merk handphone, yang dulu sempat dijuluki "handphone sejuta umat". Sampai produk makanan ringan, dulu saat saya masih SD kerap mengonsumsi.
Musababnya hanya satu, karena produk tersebut enggan menyesuaikan kebutuhan konsumen pada masanya. Ketika kita hidup di era handphone berfasilitas touch screen, konsumen pasti enggan menggunakan handphone yang berfasilitas sekedar telepon dan SMS--begitu seterusnya.

Bagaimana CNI?
Mampu bertahan selama tiga dasawarsa, adalah bukti aktual bahwa CNI masih eksis sampai sekarang. CNI  tak hanya di Indonesia, namun juga berjaya di Malaysia, Hongkong, Singapore.
O'ya, anda pernah mendengar Spring Hill? Nama yang ngetop di dunia property, kerap kali appartment atau perumahan terlihat memasang nama ini. Spring Hill salah satu group, dari corporate CNI
Dalam acara "CNI Blogger Gathering" di daerah Kuningan, saya mendapat pencerahan tentang inovasi yang dilakukan CNI.
"CNI tidak menutup mata, terhadap perkembangan digital media, ecommerce dan social media. Untuk mengakomodasi generasi masa kini, CNI hadir melalui www.geraicni.com" Ujar Nico Riansyah, selaku Digital Marketing Specialist CNI.
Dengan hadirnya geraicni(dot)com, konsumen bisa belanja secara online. Tidak perlu mencari upline secara manual, seperti teman kuliah yang memprospek saya dahulu. Namun saat melakukan pembelian via website, akan ada sistem yang otomatis akan memandu.
"Growth ecommerce sangat bagus, seiring dengan penetrasi internet yang merangkak naik. Hal ini menjadi indikasi, bahwa peluang bermain di ecommerce semakin besar. Untuk bermain di era digital, CNI selalu menggali kebutuhan segementasi pasar," Lanjut Nico Riansyah.
Nico Riansyah, selaku Digital Marketing Specialist CNI -dokpri

Wall geraicni.com -dokpri
Generasi milenial atau generasi yang lahir tahun 1995 keatas lebih multitasking, mampu menggerakan banyak hal dalam satu waktu. Generasi Millenial  lebih suka, berkomunikasi via iphone atau Snap Chat dibanding dengan bertatap muka.
Sosial Media atau account digital platfoam, menjadi fasilitas yang sangat membantu, sekaligus menjadi solusi bagi Generasi Milenial. Dari sisi kebiasaan juga sangat berbeda, dibanding generasi yang lahir pada tahun 80-an.
Berikut Karakter Generasi Milenial
1. Sangat percaya dengan sistem belanja online, mereka tidak kawatir membayar diawal saat transaksi online- sementara generasi 80-an, biasanya masih menerapkan sistem COD (cash on delivery)
2. Freak chat, setiap saat berkomunikasi dan memantau chat via smartphone.
3.  Memanfaatkan waktu lebih untuk hal produktif (pekerjaan)
4. Sangat tergantung dengan koneksi internet, jangan heran kalau ke satu tempat yang dicari WIFI (hehehe). Kalau sedang punya uang, mengutamakan membeli kuota daripada membeli makan.
5. Percaya bahwa teknologi bisa memberi solusi/ membantu mempermudah kehidupan
6. Punya semangat entrepreneur/ berwirausaha karena lebih free time-- gaya hidup keren ini.
"Untuk mengimbangi generasi type ini, yang paling dibutuhkan selalu update teknologi. Era milenial diisi oleh generasi, yang berpikir tentang inovasi apa yang bisa memberi solusi untuk banyak orang" Jelas Nico Riansyah.
Menurut google analytic CNI, generasi milenial pada rentang usia 18-24 tahun menjadi konsumen nomor dua. Sebesar 30% melakukan transaksi di geraicni.com, angka ini tentu tidak bisa disepelekan. 
CNI sedang giat mengelola digital asset, mulai dari website, ecommerce, Social Media berada pada satu departmen tersendiri. Design komunikasi CNI tersedia di android, bisa download melalui playstore.
Sistem pembayaran menerapkan payment get away, yaitu dengan menggunakan DOKU. Tradisi lama yaitu penjualan door to door, tidak bisa diterapkan untuk generasi sekarang. Era digital yang sedang berlangsung, sesungguhnya adalah peluang buat semua sektor usaha.
Upaya lain dari CNI
Perbaikan Search Engine Optimization (SEO) terus diupayakan, dengan cara mengunci semua kata kunci yang berkaitan dengan produk CNI. Pembuatan artikel tentang produk CNI agar terus update, dengan menggandeng blogger sebagai pengisi content.
Menyediakan divisi Jaminan Kepuasan Pelanggan, untuk membantu kosumen apabila terjadi masalah dengan produk CNI.
Bagaimana sistem upline dan downline di CNI?
Masih tetap ada, di geraicni.com terdapat fitur afiliasi untuk membuat unit link. Member bisa menyebar link, melalui sosmed dan fasilitas komunikasi digital lainnya.
Untuk kepentingan update produk knowledge, setiap member dikirim CNI News via email dalam bentuk Pdf. Secara jelas dan gamblang, dipaparkan skema perhitungan point atau komisi.
Dengan segala inovasi yang dilakukan, niscaya belanja produk CNI akan lebih praktis dan mudah. Konsumen tidak perlu datang ke stockist secara langsung, untuk sekedar membeli (misalnya) kopi gingseng atau lemon tea.
Up Lemon Tea CNI -dokpri
Sabtu Sore yang cerah..
Anak-anak bermain di halaman, canda ria bersama teman sebaya begitu menyenangkan. Segelas Up Honey Lemon Tea dari CNI, menemani saya membaca di kursi teras.
Up Honey Lemon Tea, minuman serbuk teh instan dengan perpaduan lemon dan madu. Dibuat dari bahan-bahan utama pilihan, kaya vitamin C yang memberikan kenikmatan yang menyegarkan. Dapat disajikan dengan air dingin, untuk meraih kesegaran yang diinginkan.
Belum sampai separuh diminum, dua buah hati berebut meminumnya. Alhasil satu gelas ukuran sedang, cepat habis diminum bertiga--hehehe.
Tiba-tiba saya teringat, teman kuliah yang sering mengajak hadir di acara CNI. Bagaimana kabarnya sekarang, kami lama tak berkabar sejak tinggal di kota berbeda.
Kalau teman kuliah yang dulu masih menjadi agent CNI, pasti tak perlu lagi mengajak ketemuan, untuk hadir mengenal produk CNI. Tapi cukup via WA chat/ snap chat, video call dan tinggal mengirim produk knowledge nya via email.
"semoga teman lama, sehat selalu dan bahagia bersama keluarga" saya hembuskan doa dalam hati. 

Ahh, Lemon tea CNI senja ini, membawa imaginasi pada perpaduan citarasa, nostalgia. dan digital.-salam-  
Poto Session -dok group chat CNI

2 komentar:

  1. Generasi digital nggak takut belanja online, beda dengan generasi sebelumnya. Hmm... lemon tea-nya sepertinya enak... :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya