Home

11 Sep 2015

Perjalanan Dilmah "Real High Tea Challenge" [Dalam Rangkuman]


Dilmah RHTC (dokpri)

Bergabung di komunitas Indonesian Food Blogger, menjadi muasal pertemuan dengan Dilmah. Melalui mas Arie yang memasang pengumuman di group, tanpa menunda waktu segera menyatakan ikut. Saya sendiri masih meraba-raba, ketika mendengar "Real High Tea Challenge Cafes Restaurants Indonesia" (RHTC). Bayangan langsung tertuju, pada acara televisi tentang kompetisi cheff.
Jumat 21/8'15
Segenap pertanyaan mendapat jawaban, ketika hadir pada "Media Gathering & Tehnical Briefing". Bertempat di A.D.A Building lantai dua,  blogger mendapat penjelasan dari Pak Daniel. Mewakili PT David Roy Indonesia (Dilmah Indonesia), beliau terkesan akrab dan dekat. Prasangka saya terbukti benar, saat mengikuti visit bersama team Dilmah.


Sepekan setelah acara sebuah surat tiba di rumah, berisi Dilmah Previllage Card khusus blogger lengkap dengan ketentuan. "Kartu Sakti" bisa menjadi senjata, ketika mengunjungi Cafe, Bistro atau Resto peserta RHTC.
Sementara Dilmah memiliki jadwal kompetisi, memberi kebebasan media dan blogger ikut serta bersama team. Kesempatan langka tidak saya sia-siakan, ikut bergabung selama 2 dari 3 jadwal yang discedule.
Senin 31/8'15
Jadwal hari pertama penyelenggaraan RHTC, jam 08.00 sudah standby di kantor Dilmah Indonesia. Bersama rekan blogger lain terdapat nama Bang Tigor, Imawan, Dita, menunggu jadwal berangkat. Sementara dari Journalist juga tampak, dari sebuah group televisi dan wartawan portal.
Hari pertama terjadwal 4 lokasi, namun saya hanya ikut 3 lokasi. Perjalanan sangat lancar, dipandu petugas dari kepolisian. "Kalau gak ikut Dilmah, gak bakalan dikawal polisi" celetuk teman Blogger.
Perjalanan dari daerah Blok M- Jaksel, menuju Pantai Indah kapuk (PIK) Jakarta Utara. Memakan waktu tempuh relatif cepat, tak sampai empat puluh menit. Uncle Tjhin menjadi tujuan pertama, saya manfaatkan untuk mengamati seluruh rangkaian kegiatan. Termasuk menyimak detil dan cara panel juri, memberi penilaian pada peserta RHTC.
Berlanjut menuju kawasan Tanjung Duren, tujuan kedua yaitu Balleiys & Chloe. Semua proses tak terlalu beda dari yang pertama, saya mulai mengetahui ritme RHTC.
Hari beranjak senja menuju lokasi ketiga, De Mingle berada di daerah Kebon Jeruk Jakarta Barat. Saya hanya berhenti pada tiga tempat, bersama Imawan berhenti di pintu Tol Kebon Jeruk. Berdua kami menyusuri jalan, mencari Halte Busway terdekat. Tak jauh dari tempat berhenti, kami sampai di Halte Busway Jalan Panjang Kebon Jeruk.  
Visit Bersama Team Dilmah (dokpri)

Activity RHTC (dokpri)

Rabu 2/9'15
Pada hari kedua saya terpaksa tidak bergabung, kemudian kembali hadir pada hari ketiga. Lokasi Cafe/ Resto tidak terlalu jauh dari kantor Dilmah Indonesia, yaitu dua tempat berada di Jakarta Pusat.
Kami sampai di Immigrant di Plaza Indonesia (PI) pukul 10.00, saya sudah mulai kenal dengan team Dilmah pun journalist. Suasana mulai akrab, celoteh dan canda mengiringi perjalanan hari ketiga. Rekan Blogger ada Bang Tigor, menyusul Dita, Mbak Atika dan Mbak Maya ketiganya bertemu di Immigrant PI.
Menjelang jam makan siang berpindah tempat, ke Oasis di jalan Cikini Jakarta Pusat. Saya memilih makan siang di perjalanan, sembari ngobrol bersama teman satu mobil. Secara keseluruhan saya sudah hapal, tahapan kegiatan Real High Tea Challenge.
Hari Rabu menjadi jadwal terakhir RHTC di Jakarta, kemudian akan berpindah ke Bandung. Total saya sudah mengikuti 5 tempat di Jakarta, yaitu Uncle Tjhin, Balley's & Chloe, De Mingle, Immigrant dan Oasis. PR saya masih ada 5 peserta RHTC, musti dikunjungi satu persatu.
Sore itu ditutup dengan berpoto bersama, di pelataran Oasis Restaurant Cikini. Untuk rangkaian RHTC di Bandung, saya memilih tidak ikut karena ada kegiatan lain.
-0-o-0-
Kami blogger membuat group WA, untuk memudahkan koordinasi visit. Selama kunjungan bersama Dilmah, tidak semua blogger bisa ikut serta. Pun saya sempat absen hari kedua, dan terlewat ketika kunjungan ke BSD. Tapi karena saya kerepotan menyesuaikan jadwal, terpaksa saya melakukan visit sendiri. Masa berlaku Previllage card selama 2 minggu, musti efektif digunakan mengingat saya ada jadwal keluar kota.
Sebagai wiraswasta saya flexible mengatur waktu, pertimbangan agar semua kegiatan bisa berjalan adalah prioritas.
Jumat 4/9'15
Blue jasmine di Taman Puring- Mayestik, sebagai kunjungan sendiri yang perdana. Saya diterima dengan baik oleh Pak Tony, beliau management Blue Jasmine. Saya bisa banyak bertanya, tentang menu RHTC dan tentang Cafe/ Resto secara terinci.
Sekitar satu jam di Blue jasmini saya pamitan, berpindah pada tujuan berikutnya Bits & Bobs. Pak Rizki dan Cheff Chairul menyambut saya, dengan ramah duduk semeja sembari saya menikmati menu RHTC. Metode yang saya terapkan hampir sama dengan sebelumnya, bertanya seputar menu dan konsep Resto.
Selasa 8/9'15
Hari ini ada keperluan di daerah Kemang, maka saya jadwalkan mengunjungi Vin+ dan Huize Van Wely. Sesuai koordinasi WA dengan Mas Junjung, saya datang usai duhur di Vin+. Menikmati menu RHTC, sementara mas Jeje dari Vin+ melayani pengunjung. Tak sampai satu jam saya berada di Vin+, mendapat kabar dari Mas Junjung kalau Huize Van Welly belum confirm.
Mengingat lokasi dua tempat yang berdekatan, saya inisiatif datang langsung ke Huize Van Wely. Hanya ingin menggali informasi tentang Resto, sekaligus tahu menu khusus RHTC sebagai bahan tulisan. Saya pikir point penting ada pada informasi itu, sementara untuk food testing bisa ditunda sementara.
Bu Ani dari Huize Van Welly menyerahkan sebuah kartu nama, untuk membuat janji dengan orang yang tepat. Setalah koordinasi dengan mas Junjung, juga WA dengan ibu Patricia Brand Manager Huize Van Wely. Tersepakati janjian untuk kembali datang, pada kamis atau dua hari mendatang.
Rabu 9/9'15
Perjalanan dalam rangkaian RHTC berlanjut, hari ini menuju Mio Caro Cafe & Sandwich. Yang berada di kawasan Serpong, sekitar enam puluh menit dari tempat tinggal saya. Sekaligus menjadi lokasi ke sembilan, dari sepuluh peserta Real high Tea Challenge Jakarta.
Saya disuguhi menu 2 pairing dan semangkok salad,  yang menjadi sajian untuk event RHTC. Mas Rizki dan mas Aris dengan ramah menjelaskan, apa yang saya tanyakan tentang cafe dan menu.
Kamis 10/9'15
Lokasi ke sepuluh sekaligus yang terakhir visit prioritas, peserta Real High Tea Challenge Jakarta. Setelah selasa sempat gagal, saya berhasil membuat janji tentu juga confirm team Dilmah.
"Mas Junjung mhn discedulekan ke Huize Van Welly, saya mhn ijin langsung WA ke Bu Patrcia" pesan terkirim melalui WA.
Maka pada kamis 10 September disepakati, saya datang ke Huize Van Welly Kemang. Pak Cien beliau Brand Manager menyambut kedatangan saya, dengan hangat dan ramah menemani selama kunjungan.
Saya terkesan dengan Hamburg Steak Pairing English Breakfast tea, Chocolate eclair Pairing Cinnamon Leaves With Ceylon Cinnamon, dan Apricot Mousse. Perlakuan dari pak Cien membuat kunjungan begitu mengesankan, meninggalkan citra baik di hati.
Visit Destination (dokpri)
 -o-0-o-
Perjalanan Dilmah "Real Hight Tea Challenge", memberikan pengalaman baru. Saya pribadi lebih tahu tentang teh, serta belajar tentang filosofi di balik seduhan teh. Membuka pandangan tentang Teh, tidak sekedar untuk diminum tapi sebagai bahan cake bahkan makanan.
Event ini saya pikir memiliki tujuan positif, demi menumbuhkan budaya baru Afternoon Tea Jakarta/ Bandung. Selain itu membuka paradigma bahwa teh tidak hanya untuk Breakfast Tea, tetapi bisa dikreasikan pada cake atau makanan lain. 

2 komentar:

  1. wah saya pencinta teh nih mas agung, seru ya ikutan perjalanan ini

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA