31 Des 2016

Inspirasi 60 Tahun Astra "Satu Indonesia"

dokumentasi- twitter @satu_indonesia 
Akhir pekan minggu ketiga bulan Desember, Bloggers menghadiri undangan Astra 60 - Satu Indonesia. Acara yang diselenggarakan di daerah Jakarta Selatan ini, menjadi kesempatan mengenal lebih dekat tentang Astra.
Sampai saat ini Astra memiliki tujuh lini bisnis, yaitu di bidang otomotif, Jasa Keuangan, Alat berta dan Pertambangan, Agribisnis, Infrasturstuk dan logistic, Teknologi informasi dan Properti.  Dalam perjalanan panjang telah ditempuh Astra, tanpa terasa 20 Februari 2017 mencapai usia 60 tahun.
Bapak Yulian Warman selaku Senior General Manager Head of Public Relation Division Corporrate Communication Astra International, hadir sebagai narasumber pertama.  Dalam pemaparan beliau disampaikan, "Bagi Astra enam dekade tumbuh dan berkembang, Astra mengoptimalkan kekuatan yang ada ada tujuh lini bisnis. Per september Astra mempunyai 202 company, disupport oleh 213 ribu-an karyawan dari aceh sampai papua".
Namun selain menjalankan bisnis, Astra mengemban sebuah filosofi "Sejahtera bersama Bangsa". Filosofi ini semakin memompa semangat astra, ingin berperan sebagai perusahaan yang menjadi asset bangsa.
Hal ini bisa dilihat dari kontribusi sosial yang dilakukan, sampai saat ini ada 9 yayasan sosial Astra. Yayasan inilah menjalankan fungsi Astra, untuk menegakkan pilar dalam bidang Pendidikan, Kesehatan, Pengembangan UKM, Lingkungan dan Teknologi.
Yayasan Sosial Astra, pertama kali lahir tahun 1972 dan dikelola secara profesional. Sampai dibuatkan secara khusus divisi CSR, digawangi 31 SDM kompeten menggodok program yang digerakkan oleh seluruh group.
Seperti Yayasan Dharma Bakti Astra, mulai tahun 1980 telah membina lebih 10 ribu UKM. Sampai sekarang Astra memegang komitmen dan kepedulian, dengan melahirkan program sosial "Satu Indonesia" atau Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia.
Satu Indonesia adalah payung semua aktivitas Astra, mulai dari portfolio bisnis sampai public contribution. Satu Indonesia sebagai program, untuk pemuda-pemudi di indonesia, dengan batasan usia maksimal 35 tahun. Anak-anak muda yang komit dibidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, UKM, teknologi.
"Satu Indonesia mengundang semua pihak, termasuk blogger wartawan fotografer. Memberi karya yang menginspirasi, memberi masukan yang komprehensif baik untuk astra ataupun untuk indonesia kedepan," Jelas Pak Yulian Warman.
 
Ki-ka : Wicaksono/ Ndoro Kakung, Maharani, Yulian Rahman, Arbein Rambey -dokpri
Gaharu Mutiara Terpendam ditemukan
Setelah pemaparan dari Astra, acara semakin hangat dengan kehadiran Maharani. Sosok pemuda inspiratif, penerima Apresiasi Satu Indonesia Awards tahun 2014 untuk kategori lingkungan.
Maharani telah memulai kegiatannya sejak tahun 2009, mengajak masyarakat melestarikan lingkungan sekitar. Pulau Lombok di ujung NTB, memiliki sekitar 82% lahan kering setengah kritis. Kalau tidak diselamatkan dari sekarang, akan menjadi beban berat generasi masa mendatang.
"Ajakan sekedar menanam pohon tidak efektif, kalau perut masih merasa lapar. Sehingga harus dipikirkan lebih jauh, bagaiman memilih tanaman yang bisa berdampak terhadap lingkungan sekaligus bernilai ekonomi tinggi," Ujar Maharani.
Maka muncullah ide mengangkat tanaman lokal bernilai ekonomi tinggi, namun saat itu belum banyak diketahui. Adalah tanaman Gaharu, pohon yang tumbuh bagaikan mutiara. Keberadaannya musti digaungkan ke seluruh penjuru, karena pohon mahal ini bukan sembarang pohon.
Gaharu membutuhkan ratusan tahun masa tanam, kalau dipanen bisa mencapai harga 1 Miliar per kg. Tanaman ini biasanya tumbuh di hutan, mulai tahun 2000 dicarikan teknologi mempercepat penanaman gaharu.
Tak patah semangat, Maharani berusaha mengajak dan memprovokasi masyarakat. Melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat, yaitu melalui Pondok Pesantren. Kendala mulai dihadapi, terutama dalam mengatasi stigma masyarakat.
Sebagian besar penduduk menganggap, bahwa Gaharu adalah sejenis tanaman dengan kekuatan mistis. Bisa karena khasiatnya, atau bisa karena pohon jenis ini bisa bertahan sampai ratusan tahun.
Kenapa Gaharu bisa mahal?
Dari pohon istimewa ini, bisa dijadikan bahan dasar parfum, minyak wangi, kosmetik dan obat-obatan.
Upaya yang dilakukan dengan sungguh, akhirnya sapai pada tahap ditemukan teknologi. Pohon Gaharu bisa dibudidayakan, sekaligus direkayasa untuk percepatan masa panen dalam jangka 4 tahun.
Dengan budidaya dan teknologi tanam, berdampak harga gaharu tak semahal pohon tumbuh secara alami. Harga perkilo  Gaharu mencapai 10 juta/kilo, untuk satu pohon menghasilkan 4-5 kilo (kalkulasi pendapatan 40 s/d 50 juta).
Saat ini Maharani giat memberikan penyuluhan , mulai dari pembudidayaan, pemanenan sampai pemasaran.
Petani di Pulau Lombok, jarang yang memiliki lahan luas. Maharani melakukan ujicoba, dengan menanam di depan rumah atau pekarangan. Sekarang total anggota sekitar 200 orang, menanami lahan kritis sekitar 1000 hektare. Bahkan mulai melakukan ekspansi ke beberapa provinsi, sampai papua, Batan bahkan sampai negara Timor Leste. Dinas Kehutanan Timor Leste, secara khusus mengundang Maharani berbagi ilmu.
Sungguh, saya kagum dengan kontribusi anak muda bernama Maharani.

Penggiat Medsos dan Prediksi Tahun 2017
Kalau anda mengaku blogger, pasti tidak asing dengan nama ndoro kakung. Pria pemilik nama asli Wicaksono ini, pernah mengadakan acara pesta blogger pada 2007.
Definisi blogger mulai baur dengan penggiat sosmed, saya atau anda mungkin sering share artikel di Sosmed. Bahkan tak jarang, blogger berperan sebagai buzzer untuk sebuah product atau campain satu kegiatan. Melihat fenomena yang terjadi, menurut Ndoro Kakung blogger bisa dikategorikan sebagi "content creator".
Prediksi sosmed di tahun 2017, semua platfoam sosmed akan berbaur. Keunikan masing-masing hampir sama, seperti Snapchat hampir sama dengan Watsup. Facebook tetap paling popular, dengan pengguna sekitar 76 juta. Instagram (IG) mulai dilirik, saat ini 54% pengguna internet punya akun IG. Sedangkan youtube mulai disusul sosmed lain, seperti Facebook dan IG punya fasilitas video.
Berbaurnya fungsi beberapa medsos, memungkinkan pengguna bereksplorasi. Bisa membandingkan satu medsos dengan lainnya, sekaligus saling ditautkan.
Bagaimana secara khusus Perkembangan Facebook tahun 2017 ?
Facebook semakin menjadi marketplace, apalagi FB telah mengakuisisi tiga perusahaan untuk memperkuat content.
Marketer makin membutuhkan content video, mesin pencarian semakin melebar. IG semakin memberdayakan voice, sehingga sangat bermanfaat bagi brand. Kalau punya akun bisnis, bisa diukur seberapa sukses sebuah postingan. Bagi kegiatan advertising, dijamin tidak memnganggu kenyamanan audience, karena sangat diakomodir teknologi.
 
Suasana acara Blogger Gathering "Satu Indonesia"-dokpri 
Kamera Sekedar Alat
Satu nama yang satu tunggu di acara ini, adalah fotografer ternama Arbain Rambey. Seorang Fotografer yang belajar secara otodidak, namun kini sebagai pengajar di sejumlah Perguruan Tinggi.
"Percayalah semua orang bisa motret, tapi skill foto tidak semua orang punya. Seperti semua orang punya tangan, tapi tidak semua orang memiliki keahlian sebagai pemijat" Jelas Arbein di awal presentasi.
Perkembangan dunia fotografi saat ini begitu booming, siapapun bisa memiliki camera baik dari handphone atau kamera kusus. Bahkan untuk foto-foto bagus, tidak harus dilahirkan dari jepretan kamera profesional.
Bulan Jaunuari 2015, Newyork Time menggunakan foto sebagai headline dari IG. Harian Kompas memakai headline, dari foto yang diambil dengan kamera Blackberry. Bahkan Arbein Rambey pernah dikontrack perusahaan HP kelas menengah, untuk membuat buku fotografi. Gambar yang ditampilkan di buku tersebut, hasil jepretan dari kamera handphone pengguna jasa Arbein Rambey.
Menurut Om Arbein, ada tiga hal yang mempengaruhi sebuah foto
  • Kategori seni ; tergantung nama yang ada dibalik karya foto, sehingga ukurannya dan nilainya sangat subyektif. Misalnya hasil jepretan seorang selebrity, meski gambarnya biasa saja namun bisa dihargai sangat mahal.
  • Langka ; moment yang hanya ditemui oleh orang tertentu, misalnya foto gerhana matahari. Sudut pengambilan gambar dan momentnya, hanya berlaku sekali dan tidak terulang.
  • Nyentrik/ menarik ; idenya tidak semua orang punya.

Kalau pengin memiliki banyak ide foto, sebaiknya banyak mencari referensi dari foto orang lain. Dalam fotografi tidak perlu setting yang susah, bisa memanfaatkan setting auto di kamera tersebut.
"Yang tidak bisa di auto, adalah moment dan angel. Fotografi adalah masalah menangkap moment, bukan masalah mahal tidaknya kamera," Jelas Om Arbein
Bagi anda yang suka memotret pemandangan, sebaiknya dilakukan sebelum jam 7 pagi.hasil foto pemandangan kurang maksimal, kalau dilakukan di atas jam 7.
"Bagus dan tidaknya foto pemandangan, hanya masalah waktu pemotretan. Ingat kalau piknik jangan utamakan selfie, utamakan foto pemandangan,"Pesan Om Arbein.
Hasil  pemotretan tidak bisa dibedakan, baik dari kamera handphone atau kamera profesional. Yang penting sebuah foto memenuhi tiga unsur, yaitu cahaya cukup, statis (foto tidak bergerak) dan bisa dicetak paling besar 40 x 60.
Inspirasi 60 Tahun Astra -dokpri
"Inspiratif", satu kata yang mewakili acara blogger bersama Astra malam ini. Bahwa semua bidang kehidupan, bisa menjadi sarana berbagi kemanfaatan bagi sesama. Maharani seorang penggiat lingkungan, Ndoro Kakung Penggiat medsos dan Om Arbein dengan hasil fotografi yang luar biasa. Telah memberi pencerahan, utamanya bagi saya pribadi selaku blogger.

Sepulang dari acara Astra "Satu Indonesia", saya termotivasi untuk berbagi inspirasi melalui tulisan.- salam-

29 Des 2016

Harmoisasi Fesyen dan Honda New Beat Pop esp

Acara Blogger Bicara with detik dan Honda Beat Pop esp -dokpri
Meskipun bermotor, bisa juga lho tetap tampil fashionable. Apalagi bagi kaum urban, yang padat aktivitas dan janji musti ditunaikan. Naik motor cukup praktis, selain menyiasati kemacetan lalu lintas yang pasti juga hemat.
Nah agar tetap berpenampilan keren, saya mendapati pencerahan dari acara "Blogger Bicara" with New Beat POP esp. Acara yang digelar detik dan Honda Beat ini, mengulas cara berkendara tapi tetap berpenampilan keren.
Dinda Puspitasari seorang fashion blogger, berbagi tips ;

  1. Pakai jacket berbahan parasit namun collouring, pemilihan bahan parasit sangat membantu pengendara menahan badan tidak terkena hujan.
  2. Gunakan sepatu yang nyaman, saat bermotor hindari high heels.
  3. Nah untuk baju, bisa disiasati dengan pemilihan warna, jenis bahan serta model baju - warna hitam, cokelat adalah warna aman.
Wereen Lee, sebagai fashion blogger sekaligus narsum kedua membagi pendapat

  1. Jangan lupa, siapin sepatu ganti (kalau ada acara formal menggunakan hells)
  2. Baju bisa dipakai dari pagi sampai malam, pilih model perpaduan semi formal dan formal. Baju yang sopan dan pantas dipakai segala suasana, kombinasikan dengan lengan panjang, kemeja atau blazzer.
  3. Accesoris pendukung, baju akan terlihat berbeda kalau di padupadan dengan accesoris senada.
  4. Penampilan akan lebih keren, kalau dikombinasi dengan make up (sesuaikan lipstik dengan baju)
Padupadan warna dalam berkendara, tidak harus semua warna sama. Mulai dari helm, baju atau jacket sampai  warna motor tidak harus seragam. Bisa dimainkan siluet body, misalnya dengan memakai celana yang in trend padukan dengan bommber jacket yang wardrobable.-salam-
Fashionshow -dokpri

23 Des 2016

CNI di Era Millenial, Inovasi Tiada Henti

wall geraicni.com -dokpri 
Nama CNI sudah saya kenal sejak lama, sebagai brand Multi Level Marketing (MLM) terkemuka. Ada satu produk yang melekat dibenak saya, yaitu kopi gingseng beraroma mantap. Masih ada lagi yang saya kenal, yaitu produk peralatan kecantikan dan beberapa produk lainnya.
Seorang teman kuliah dulu sempat menjadi agent, kerap mengajak kenalan untuk menghadiri presentasi product. Selalu bersemangat mengajak saya, datang ke acara presentasi produk CNI. Mungkin si teman sekalian ingin mencari down line, yang akan berpengaruh pada prestasi penjualan. Untuk menjaga hubungan pertemanan, biasanya sih saya iya-in dulu. Apakah nanti menjadi down line atau tidak, baru nanti dipikirkan belakangan.

16 Des 2016

Mengeksplor Kuliner Khas Thailand

Restaurant Khas Thailand di Jakarta -dokpri
Saya termasuk orang yang tidak pemilih, dalam hal konsumsi makanan. Sejak kost pada awal kuliah, makanan warung menjadi menu keseharian. Lidah ini tidak anti terhadap aneka citarasa, semua jenis makanan masuk asal tidak berbahaya saja--hehehe.
Saat bekerja sebagai marketing di sebuah media, saya berkesempatan menikmati menu-menu restoran. Kantor menyediakan budget lunch meeting, untuk menjamu client besar yang akan deal kontrak kerjasama. Sayang banget kalau tidak dimanfaatkan, dana ditarik management kalau tidak habis dipakai.
Alhasil lidah ini mulai kenal, bagaimana rasanya makanan Chinese food, Jappanese food, Italian Food dan lain-lainnya. Namun ada yang membuat perasaan mengganjal, masih pengin menikmati bagaimana lezatnya Tom Yum.
Siapa sih tak kenal Tom Yum, menu Thailand yang sudah populer di seluruh dunia. Hidangan khas yang digemari wisatawan ini, memiliki campuran rasa asam dan pedas. Seperti soup pada umumnya, akan lebih lezat disantap dalam keadaan panas.
Mengamati gambar Tom Yum di majalah, saya terpesona dengan warna kuah yang kuning kemerahan. Bumbu-bumbu diiris ukuran sedang namun menyolok, berhasil menghantar rasa pedas dan asamnya.
Melihat bumbu tom yum, tampak ada serai, cabai, daun jeruk purut, lengkuas, jeruk nipis, kecap ikan dan beberapa bumbu lainnya. saya menarik kesimpulan, selain rasa sedap menyertakan sifat obat dan bahan herbal.
Seperti cabai bisa untuk obat batuk, membantu sistem pernafasan, melancarkan sirkulasi darah dan jantung. Jeruk nipis berfungsi untuk mencegah batuk, flu, bahkan untuk mengobati penyakit kudis.
Tom Yum, makanan popular dari Thailand -dokpri
Sementara untuk bahan utama dipakai udang, kaya akan kandungan kalsium untuk tulang. Nutrisi yang dikandung udang atau seafood pada umumnya, sangat bermanfaat untuk asupan tubuh kita.
Amazing !
Bak dicinta ulampun tiba, doa yang saya munajatkan terkabulkan. Bersama anak dan istri mendapat kesempatan, bersantap siang di Restauran Khas Thailand di Jakarta Selatan. Beberapa menu khas yang akan diorder sudah dihapal, daaan...Tom Yum menjadi makanan paling diincar.
Masuk ke dalam restaurant, saya seperti diajak memasuki suasana khas negeri gajah putih. Pada tembok terdapat mural, bergambar karakter gajah dan gedung pencakar. Bahan dasar papan cukup mendominasi, teraplikasi pada pintu, dinding, meja kursi dan jendela. Semua dilapisi dengan cat tipis, sehingga beberapa bagian papan tampak aslinya.
Tak lama kami dipersilakan duduk, pelayan memberikan daftar menu yang ada di restaurant. Lembar demi lembar menu ditelusuri, memilih menu khas yang belum pernah disantap. Pelayan mencatat apa yang kami sebutkan, dalam hitungan menit satu persatu pesanan datang.
"Silakan Pak" ucap pelayan sambil meletakkan di meja
Satu mangkuk besar berisi Tom Yum, kini ada di meja depan tempat saya duduk. Tak sabar ingin segera mencecap nikmat, menu dengan cita rasa autentic negara asalnya. Penampakkan Tom Yum, persis seperti yang pernah dilihat di foto. Rasanya seperti ingin "balas dendam", perutpun mendadak lapar bahkan sangat lapar.
Serbuuuu..!
Udang dengan ukuran besar mencuat, jamur bulat tak mau kalah merebut perhatian. Bumbu- bumbu diiris memanjang, berpadu dengan kuah yang rasanya asam pedas. Satu persatu bahan utama nangkring sebentar di cekungan sendok, dalam hitungan detik pindah ke mulut. Tak ingin sedikitpun terlewatkan citarasa, demi melepaskan penasaran yang tersimpan lama. Sungguh menggugah selera, sampai-sampai keringat meleleh saat menyantapnya.
"Sruuu....t " kuah terakhir sudah masuk ke mulut.
Mangkok saji yang semula penuh, hanya menyisakan irisan bumbu dan residunya. Puas bisa menyantap Tom Yum, yang diolah chef restaurant khas Thailand.
Phad Thai -dokpri
Phad Thai menjadi pesanan saya berikutnya, penampilannya seperti mie goreng pada umumnya. Mie kuning dengan potongan tahu agak berminyak, bumbunya terasa sangat berani. Pada piring yang sama bersanding, tauge,  plus biji cabe, kacang deplok sedikit kasar dan jeruk nipis.
Sementara istri memesan Ghai Hor Bai Toey, potongan ayam dibungkus daun pandan kemudian dibakar. Saat daging ayam digigit, terasa bumbu meresap dan tekstur daging berubah lembut. Cukup ditekan dengan ujung sendok, daging ayam mudah terurai. Satu porsi berisi tiga potong ayam, cukup untuk sekedar mencoba menu baru.
Pesanan berikutnya Pad Prik Pow Talay, menu dengan irisan seafood dicampur irisan mangga dan irisan bawang bombai. Menu ini langsung menjadi favorit, terlebih ada kuah kental seperti bercampur tepung maizena, menyatu dengan tumisan seafood.
Kuliner Khas Thailand -dokpri
Ghai atau potongan ayam dibakar, di-marinate dengan jeruk nipis. Bumbunya juga sangat berasa, kulit ayampun dengan mudah bisa dikelupas. Rasanya sedikit pedas blackpepper, terasa menempel dilidah setelah selesai menyantap.
Eit's ada snack diberi nama Man Cham, kalau kita di Indonesia meyebutnya dengan singkong kukus.  Daging singkong sangat lembut disiram sauce santan kental, memadukan rasa sedikit asin plus gurih mampir di lidah. Satu piring sajian Man Cham, bisa menjadi menu penutup diakhir hidangan utama.
Green Latte Hot -dokpri
Untuk minuman kami memesan Rayong, minuman dengan buah peach-nya yang segar. Khusus untuk anak memesan Samui, potongan melon dicampur jeruk plus leci ditambah sirup. Green Tea Latte Hot  dipesan istri, yaitu teh hijau dicampur susu sehingga rasa sepat dari teh berkurang. Masih ada satu gelas Krabi kami nikmati, yaitu minuman dingin rasa sereh bercampur hangat rasa jahe.
Rasanya benar-benar puas, menjelejah citarasa menu khas Thailand. Ujung lidah tidak terlalu kaget, meski hampir semua menu diolah dengan bumbu sangat berani.

Saya jadi berandai-andai, suatu saat bisa menikmati semua makanan langsung di Thailand. Semoga saja kesempatan emas menghampiri, sehingga lebih leluasa bereksplorasi kuliner. -salam-