29 Agu 2025

Pekuburan Sentosa Pangkalpinang [Tjung Hoa Kung Mu Yen]


Tak dipungkiri, tnis Thionghoa, menjadi bagian dari masyarakat Indonesia. Perbedaan budaya dan keyakinan, bukan halangan berbaur dan menyatu dengan budaya lokal.

Kalau ke Pangkalpinang, tak ada salahnya mampir ke Pekuburan  Cina Sentosa atau atau Tjung Hoa Kung Mu Yen. Kuburan ini dibangun pada tahun 1953, terletak di Jalan Soekarno- Hatta Pangkalpinang. Memiliki luas sekitar lebih dari 19 ha, saat ini terdapat sekitar 12.950 makam.

Saya berkesempatan, mengunjungi area Pekuburan Sentosa. Jangan pikirkan seram atau menakutkan, kuburan sentosa jauh dari image tersebut. 

Penataan yang rapi dan rutin dibersihkan, membuat suasana menakutkan terkikis. Jalanan menuju makam sudah beraspal, jadi kendaraan bisa masuk tanpa parir terlalu jauh. Kantor yayasan Sentosa berada di tengah area, berdampingan dengan Paithin atau tempat berdoa bagi keluarga yang yakin makam leluhurnya ada di pekuburan sentosa namun tidak menemukan fisiknya.

Makam tertua adalah makam keluarga Boen, pernah dipugar pada tahun ke empat pemerintahan Sun Yat Sen sekitar tahun 1915. Makam dibangun dalam bentuk dan arsitektur unik, dihiasi dengan tulisan aksara Cina. Pemilihan tulisan secara tidak langsung, menunjukkan kelas sosial ekonomi jasad yang dimakamkan.

Berlokasi di perbukitan, sebagai wujud pernghargaan dan penghormatan orang Cina terhadap leluhurnya. Lokasi Pekuburan adalah sumbangan marga Boen, bisa dilihat dari tugu pendiri yang dibangun pada 1935. Pekuburan ini didirikan oleh empat orang, Yap Fo Sun tahun 1972, Chin A Heuw tahun 1050, Yap Ten Thiam tahun 1944 dan Lim Sui  Chian (wafat pada masa penjajahan Jepang).

Komplek pemakaman ini terbesar se Asia Tenggara, memiliki arsitektur berbeda di setiap makam. Ada makam yang dibangun dengan batu granit, konon untuk membangun menghabiskan dana ratusan juta. Bahan bangunan berkualitas tinggi sebagai komponennya, bahkan ada batu marmer yang didatangkan khusus dari Itali.

Tak hanya keturunan Thionghoa bisa dimakamkan disini, umat dari agama katholik juga ada. bahkan dari  seluruh makam, terdapat dua makam yang beragama muslim semasa hidupnya. Secara tidak langsung menggambarkan, terjadi toleransi beragama pada masyarakat Pangkalpinang. Pihak pengelola mempersilakan bagi warga disemayamkan di Pekuburan Sentosa, bagi masyarakat yang tidak mampu tidak dipungut biaya

Setiap tahun diadakan tradisi Ceng Ben/ Sembahyang Kubur, lazimnya seluruh keluarga berkumpul. Baik yang ada di perantauan mudik, memberi penghormatan pada puncuk perayaan Ceng Beng pada 5 April.

Karena pekuburan ini ditata rapi, berikut arsitekturnya klasik dan kekinian. Tak heran menjadi tempat favorit, khususnya bagi penggemar fotografi. Sessi pengambilan gambar, dijamin kaya sudut pandang. Apalagi kalau menyertakan model, berdandan lengkap dengan busana Cheonsam (busana tradisional Cina). Tak mustahil hasil jepretan, akan bercerita dan menyatu dengan lokasi Pekuburan Sentosa.

Anda Penasaran?

Kalau ada waktu berlibur, segera jadwalkan mengunjungi Pangkalpinang dan singgah di Pekuburan Sentosa. (salam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA