Kisah pulang kampung, bisa menjadi cara ayah membagi
kebahagiaan pada anak istri. Meski dilakukan dengan sederhana, meski diupayakan
ayah dengan terengah-engah. Sangat
mungkin ayah sedang capek dan berat, menghadapi tantangan kehidupan.
Ayah dengan jalan takdir dilaluinya, dituntut mengalah
dan selalu mengalah. Apa yang dikerjakan diputuskan, dampaknya tidak dirasai
sendiri. Ayah musti hati- hati dan berpikir panjang, sebelum memutuskan sesuatu
hal.
Saya pernah di posisi, saat keuangan sedang pas-pasan.
Ada keperluan, mengharuskan pulang kampung bareng anak istri. Di Kampung ada
acara keluarga besar, kami sekalian mampir ke rumah kakak di Surabaya.
Surabaya adalah bagian perjalanan hidup, di awal merantau
selepas SMA. Sembilan tahun tinggal di kota ini, banyak jejak kenangan
tergoreskan. Mulai dari awal mencari pekerjaan, lanjut kuliah sambil kerja,
menjadi orang kantoran akhirnya pindah ke Jakarta.
Kaki ini pernah menjamah, dari ujung ke ujung kota pahlawan. Mulai Pelabuhan Perak sampai Menanggal, dari Manukan Kulon sampai Rungkut, geser ke Keputih Sukolilo, Kenjeran, termasuk kota penyangganya.
Maka kalau ada kesempatan ke Surabaya, saya berusaha napak
tilas sendiri. Mendatangi ke tempat dulu
pernah saya singgahi, mengingat apa saja yang pernah saya kerjakan.
Daerah Semut Baru adalah tempat memoriable, awal kali pertama di Surabaya. Saya numpang di kontrakan kakak, sampai mendapat pekerjaan di restoran cepat saji. Setengah tahun di restoran, pindah bekerja di sekitaran Kembang Jepun.
Saat kuliah sambil kerja ngekost di Wonokromo, pindah
sebentar ke Rungkut jaga wartel. Masih di wartel yang sama, tetapi saya pindah
jaga ke Kedungsari dan Manukan Tengah.
Dan Semolowaru menjadi kost terakhir, sebelum akhirnya pindah Jakarta.
Senang sedih pernah saya lalui di Surabaya, pernah kehilangan motor. Suatu pagi sepulang siaran Radio, dompet dan semua isinya jatuh di daerah Perak. Saya pernah jalan kaki malam hari, sepanjang jalan tidak ada lampu dan seterusnya.
Saya juga pernah memenangi kuis, dengan hadiah lumayan
besar. Pernah dipertemukan orang-orang hebat, setelahnya mendapat job beruntun.
------
Saya ayah, bahagia melihat anak istri sangat menikmati liburannya
di Surabaya. Si kecil yang nyanyi- nyanyi, sambil jalan kaki menyusuri jalan Rajawali.
Kami ke museum Sampoerna, lokasinya agak masuk dari jalan raya.
Selepas dari museum bergeser ke Jembatan Merah, lanjut ke jalan veteran dan anak gadis bersikukuh memilih jalan kaki. Mampir ke penjual Es Cao dan gorengan, yang mangkal di seberang bekas penjara kalisosok.
Menyusuri bangunan lama jaman Belanda, ada sensasi seperti
diajak kembali ke masa kolonial. Bangunan khas dengan tembok tebal dan kokoh,
pernah menahan beberapa tokoh seperti Soekarno, WR Supratman dan Kiai Haji mas
Mansur.
Jarak tempuh sekitar 2 KM-an (Museum Sampoerna- Veteran), terasa seperti dekat kami tidak kecapekan. Beberapa kali berhenti berfoto, termasuk mampir di angkringan nasi goreng pinggir jalan.
Kami liburan dengan sederhana, naik kereta ekonomi (rute
Surabaya - Jakarta), naik bus antar kota, diantar ojek online serta bus kota
berbayar botol bekas.
Makanan kami santap seadanya, di warung pinggir jalan seporsi di kisaran sepuluh ribu. Begitu saja istri dan anak-anak tampak gembira, bahkan sulung sampai nambah.
Yang Mewah Itu Bahagia
Perasaan bungah terpancar, di paras istri dan anak-anak. Membawa
saya pada satu kesimpulan, bahagia itu fleksibel tak terpaku situasi kondisi.
Bahagia, tidak diukur dari hidangan berkelas di tempat prestisius. Tidak musti menumpang moda transportasi first class, dilayani fasilitas bergengsi. Bahagia datangnya sukarela, bersemayam pada hati yang ikhlas.
Bahagia adalah akibat, atas sebab yang datang dari banyak
jalan. Sejatinya bahagia, terlepas dari hitungan-hitungan nominal. Kalau ada kalimat
“Bahagia Itu sederhana”, hal tersebut cerminan penerimaan keadaan dimiliki.
Bagi saya, bahagia adalah situasi perasaan yang mewah. Hati
yang selalu menerima (istilah jawa, terima ing pandum), membuat yang ada di
hadapan mata menjadi berkah. Dan siapapun, berhak atas kemewahan bahagia.
Semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA