Home

8 Nov 2017

Kepedulian Indocement Melalui SMI Demi Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat


Blogger di pelataran wisma Indocement - dok Dede Aryanto
Sepulang dari acara ‘Blogger Visit Plant Indocement,’ saya terngiang sebuah sabda Rasulullah SAW. ‘Sebaik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya’.
Visit ‘Sekolah Magang Indocement’ disingkat SMI, menumbuhkan perasaan haru campur bahagia. Siswa SMI semula minim keahlian, bisa bangkit dan percaya diri dengan senyum mengembang. Harapan bertumbuh di kalbu, laksana benih siap bersemi  kelak akan menuai masa panen.
Anda pasti mengenal nama ‘Semen Tiga Roda’, produk semen terkemuka, diproduksi PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.  
Semen Tiga Roda mengedepankan kualitas terbaik, didukung inovasi berbaur dengan alam, guna memenuhi kebutuhan pembangunan dalam dan luar negeri.


Pabrik pertama Semen Tiga Roda berdiri tahun 1975, terus menambah jumlah pabrik hingga Tigabelas. Sebagian besar pabrik berada di Pulau Jawa, yaitu 10 di Citeureup Bogor, sekaligus sebagai pabrik semen terintregrasi dan terbesar di dunia.
Tiga pabrik Indocement lainnya, masing-masing dua ada di Palimanan Cirebon Jawa Barat, dan satu di Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.
-o-
Hari kalender terakhir bulan Oktober, blogger berkesempatan mengikuti acara ‘Visit Plant PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk’ komplek Pabrik Citeureup.
Meeting point keberangkatan di Loby Wisma Indocement Jakarta, sangat mudah dijangkau dengan transportasi publik. Langit Ibukota sangat bersahabat, lalu lintas menuju lokasi terbilang lancar. Bayangkan, hanya butuh watu tempuh 45 menit saja, bus yang membawa blogger sampai di tempat acara.
Sekolah Magang Indocement (SMI), adalah wujud dari program Corporate Social Responsibility atau CSR dari Semen Tiga Roda, khususnya untuk pilar bidang pendidikan.
Bertujuan memberi pelatihan ketrampilan praktis, bagi masyarakat desa binaan, sehingga berkemampuan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka, baik sebagai UMKM maupun pegawai di beberapa perusahaan.
SMI memfasilitasi masyarakat di desa binaan, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa SMI. Ketika blogger bersua dengan siswa SMI, sebagian besar berasal dari desa binaan.

Program pelatihan SMI mencakup ;
  • Menjahit ; 1.201 siswa
  • Otomotif ; 358 Siswa
  • Mengelas ; 410 Siswa
  • Sekolah Mengemudi ; 119 Siswa
  • Tukang Bangunan ; 163 Siswa
  • Aneka Tehnik ; 770 Siwa (montir, Elektronik listrik)
Dalam acara Blogger Visit SMI, Ibu Dany Handajani, selaku Corporate HR Division Manager, PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk, hadir menyampaikan pemaparan , “ Mulai Sekolah Magang Indocement didirikan, sudah menjaring ratusan orang pada setiap kelas. Kelas menjahit paling banyak dimintai , karena selesai pelatihan langsung mendapatkan pekerjaan, indocement bekerjasama dengan perusahaan garmen, selesai pelatihan langsung siap merekrut siswa SMI.”
Ibu Dany HandajaniCorporate HR Division Manager, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk,
Untuk mendaftar sebagai siswa SMI, tidak ada persyaratan khusus atau terpaku pada kualifikasi pendidikan. Seperti siswa di kelas Garment atau tukang bangunan, mereka kebanyakan lulusan SD atau SMP.
Siswa SMI tidak dipungut bayaran (alias gratis) , bahkan pihak Indocement menyediakan transport, snack dan seragam. Dibimbing tenaga pengajar kredibel dan bersertifikat, di akhir pelatihan, siswa mendapat sertifikat setara Balai Latihan Kerja dari Kemenaker.

Ada testimoni mengharukan, dari Pak Abdul Azis eks siswa SMI. Semula Pak Azis bekerja serabutan sekadarnya, karena minim keahlian diupah rendah.

Setelah  mengikuti pelatihan SMI, kemudian mendapatkan sertifikat dari Indocement, langkah pria bersahaja ini semakin mulus. Sertifikat SMI diakui berbagai pihak, membawanya mendapat job di Perumahan Mutiara Estate Sentul.
Dulu susah dapat kerjaan, setelah ikut SMI ibarat kata, krang kring krang kring terus,” ujarnya sambil senyu dengan air muka bahagia.
Pak Abdul Azis (paling kiri) -dokpri
-0-
Langkah blogger sampai di Basecamp Indocement, lokasi yang biasa digunakan untuk training leadership karyawan baru dan Sekolah Magang Indocement.

Kebetulan kami masuk di kelas tukang bangunan, rupanya siswa bersiap-siap untuk menerima Sertifikat SMI. Pada ruangan inilah, siswa diberi materi pelatihan dasar, konstruksi bangunan, materi menghitung material kebutuhan bangunan.

Masih ada materi lainnya, seperti teori membaca gambar konstruksi, membaca gambar dimensi dan bentuk, kemudian bagaimana mewujudkan dalam aplikasi sesungguhnya.
Sebelum materi ada pre test, untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan siswa. Setelah pemberian materi, ada test lagi apakah ada penambahan pengetahuan. Teori diberikan selama beberapa jam, kemudian praktek lapangan,” jelas Pak Derry, selaku trainer di kelas tukang bangunan SMI.
Ibu Dany Handajani, Corporate HR Division Manager, PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, menyerahkan sertifikat kepada siswa SMI yang sudah lulus -dokpri
Setelah selesai di SMI, siswa bisa langsung mempraktekkan ilmunya di masyarakat. Lepas pelatihan di SMI, setidaknya meningkatkan rasa percaya diri dan personal branding.
-0o0-

Gemari atau Gerakan Masyarakat Mandiri, aktif sejak tahun 2009 di atas lahan seluas 1.200 m2. Seusai dari Basecamp, Blogger melanjutkan perjalanan ke lokasi Gemari, menyaksikan secara langsung beberapa kegiatan produktif.
Gemari bergerak di bidang ;
  • Pelatihan Bengkel Sepeda Motor
  • Inkubator Plasma bengkel Sepeda Motor
  • Pelaihan dan usaha kerajinan tangan (handycraft)
  • Pelatihan dan pengembangan serta usaha ikan hias.
Dari empat bidang usaha tersebut, Gemari mampu meraup omset rata-rata Rp.16 juta per bulan. Melibatkan 3 warga desa mitra Gemari – Desa Lulut, Desa Banjarjati - , serta 1 orang kepala instruktur sertifikasi nasional berasal dari Bogor.
Bengkel Sepeda Motor -dokpri
Blogger menyaksikan, bagaimana kesibukan di bengkel motor. Sebuah inovasi motor ijeksi diterapkan, mengechek mesin dengan dukungan perangkat komputer. Ternyata inovasi ini, bisa membuat pembersihan injeski lebih ekonomis.
Bengkel motor Gemari, telah meraih penghargaan bergengsi. Seperti Juara satu lomba instruktur Otomotif, dalam event  Apresiasi PTK PAUDNI 2014.  Juara satu Instruktur Kursus Otomotif, diadakan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dirjen PAUD, Nonformal dan Informal, Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan PAUD, Nonformal dan Informal.

Beberapa eks montir Bengkel Gemari, kini sudah berani membuka bengkel sendiri di desa asal. Dari Indocement membekali kunci-kunci, beberapa peralatan bisa diganti modifikasi sendiri secara sederhana—wah keren.

Beralih ke bengkel handycraft, tampak tukang sedang mengerjakan miniatur pesawat. Siapa sangka, semua bahan kayu digunakan adalah kayu limbah dari perusahaan sekitar. Sehingga tidak perlu keluar biaya besar, terutama dalam hal pengadaan material dasar handycraft.

Souvenir miniatur pesawat produksi Gemari, dipatok pada kisaran harga 50 ribu sampai 300 ribu. Sementara untuk pemasaran, minitaru pesawat sudah menembus pasar ekspor Abu Dhabi. Dari miniatur pesawat ukuran 3 cm dampai 3 meter, bahkan beberapa waktu lalu, mengerjakan pesanan untuk launching sebuah penerbangan di Swiss.
Pembuatan Handycraft -dokpri

Ikan Hias Sumber Rizky Gemari -dokpri

Satu lagi ada “Budidaya ikan Hias - Sumber Rizky - Gemari”, terdapat 50 aquarium dengan kapasitas 1000 ikan per aquarium. Jenis ikan yang dikembangbiakkan adalah neon tetra, dengan ekspor sampai ke Amerika dan Mexico.

Bibit ikan neon tetra, ada yang dibeli atau diternak. Dalam satu bulan panen, satu setengah bulan habis dijual. Per bulan bisa panen minimal 2000 ekor, ikan dengan ukuran M seharga Rp.300/ ekor.
Ikan neon tirta bukan untuk konsumsi, tapi untuk kosmentik diekspor perbulan bisa dua atau tiga kali diirkirm per bulan minimal dua ribu ekor.
GEMARI- dokpri
 -0-
Sepanjang perjalanan pulang, sudut pandang saya sedikit berubah. Betapa kemanfaatan, bisa dilakukan siapapun dalam skala kecil tentunya. Bagi seorang bloger, menyampaikan kabar baik dan ispiratif, tak ubahnya seperti menebar kemanfaatan.

Apalagi dalam skala raksasa sebuah perusahaan, pastilah kemanfaatan disebar berdampak luar biasa. PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, sebuah korporasi besar yang telah menebarkan kemanfaatan bagi masyarakat sekitarnya.

Kunjungan hari ini, baru satu pilar dari 5 pilar program CSR PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Smoga suatu saat, bisa menyaksikan 4 pilar CSR lainnya. Jujur, saya ikut bahagia, ketika melihat wajah bahagia para siswa SMI.
Pic by Harris Maulana

2 komentar:

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA