24 Jul 2016

Nusantara Sehat Upaya Pemerataan Hak Kesehatan

Diskusi Terbuka Team NS bersama Mentri Kesehatan (dokpri)
Pada bulan april 2016 saya beruntung, berkesempatan mengunjungi team Nusantara Sehat (NS) di Batam. Bukan Batam kotanya lho, tapi di pulau Penawar Rindu, Belakang Padang Batam. Kami harus menyebarangi selat, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Menjumpai team NS kali pertama, saya melihat wajah muda optimis. Mereka adalah anak-anak muda, rela berbakti pada negri di daerah perbatasan dengan negara Singapore. Meski berada di daerah yang sangat butuh penyesuaian, tak tampak raut muka menyerah
Coba saja bayangkan, air bersih sebagai kebutuhan utama sangat sulit didapatkan. Saat saya buang air kecil, air yang dipakai membersihkan diri adalah air payau karena dekat laut. Masyarakat tak segan menggunakan air tadah hujan untuk masak, padahal rentan dipenuhi jentik pada bak penampungnya.
Saya yang hanya setengah hari di daerah tersebut, merasakan betapa susahnya hidup bersih dan sehat. Bagaimana dengan adik-adik team NS, mereka harus bertahan sampai dua tahun lamanya.
Team Nusantara Sehat, adalah wujud kehadiran negara, ada di tengah masyarakat yang berada di daerah pelosok, pinggiran dan perbatasan. Sebagai upaya pembangunan nasional, untuk tercapai kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk. Dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat, bukan hal mustahil kesehatan optimal akan dicapai.
Dengan bergabung dalam team NS, mereka akan praktik secara konkret di lapangan. Setiap daerah idealnya terdapat 9 orang dalam team NS, terdiri dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, analis laboratorium, tenaga gizi dan tenaga kefarmasian. Saat saya di Pulau Penawar Rindu, masih terdiri dari lima orang. Artinya program NS, masih banyak membutuhkan tenaga kesehatan. Yuk, tenaga muda kesehatan indonesia bergabung dalam NS.
Ketika saya melihat sendiri team NS di Batam, yang dibutuhkan lebih dari sekedar ilmu kesehatan saja. Selain sekadar skill di bidang kesehatan, mereka butuh jiwa pengabdian dan patriotisme yang tinggi. Terutama bagi anak muda yang biasa hidup di kota besar, butuh nyali yang besar untuk menaklukkan egoisme. Maka dalam pelatihan pra penempatan, adik-adik team NS dibekali materi bela negara.
Kehadiran saya pada acara Diskusi Terbuka bersama NS, mendapat tambahan informasi penting. Seorang dokter di Nusantara Sehat, bisa mendapat insentif Rp 11,2 juta/ bulan.  Mungkin angka ini cukup fantastis, apabila di perbandingkan dengan UMR Jakarta sebesar Rp. 3.100.000.
Eits, tapi jangan panas dulu.
Saya pernah menuliskan kisah team NS di Lowe Hitam Papua, betapa berat menempuh antar desa di daerah hutan (klik SINI). Pernah juga saya menulis team NS di Bove Digul, hidup di daerah minim listrik (klik SINI). Kalau anda membaca kisah yang saya tuturkan ulang, saya yakin angka Rp 11,2 juta/bulan terasa tidak ada apa-apanya. Tak perlu mendangkalkan pikiran, melihat satu permasalahan berhenti pada hitungan angka.
-0o0-
Team Nusantara Sehat di Pulau Penawar Rindu- Belakang Padang Batam (dokpri)

Meski perjuangan luar biasa dilalui, tapi saya yakin team NS akan menjadi pribadi luar biasa pula.
Pasca bergabung menjadi team NS, pasti peluang akan terbuka di banyak tempat. Kalau berminat menjadi PNS tidak masalah, tetapi harus melewati mekanisme yang ditetapkan Kemenkes. Atau kalau mau berkarir (misal) di Rumah Sakit Swasta, tentu bukan hal baru apalagi sudah berpengalaman.
Saya punya pandangan
Team NS dengan bekal pengalaman, pasti banyak pihak membutuhkan dan menerima dengan tangan terbuka. Team NS sudah terbentuk mentalnya, mereka bukan lagi pribadi manja dan banyak menuntut.  Team NS terbukti berjiwa handal, niscaya sanggup dan terbiasa menaklukkan tantangan.
Bagi anda tenaga kesehatan dan calon Team NS, musti memanfaatkan kesempatan luar biasa ini. Usia muda adalah kesempatan emas, karena waktu tidak akan bisa diulang lagi.


Tak perlu bimbang dan ragu, segera cari informasi pendaftaran team NS. (salam)

Rutin Olah Raga tapi Berat Badan Tidak Turun


koleksi pribadi

Acara Healthy takshow liputan 6 dan lightHOUSE Indonesia, memberi manfaat sekaligus membuka wawasan baru bagi saya. Pembicara ketiga atau terakhir adalah dr. Sophia Hage, SpKO, dokter spesialis olah raga dari lightHOUSE Indonesia. Beliau memberi pemaparan bertema Sedentary, setelah pemateri sebelumnya yaitu dr. Grace Judio  dan Psikolog Tara de Thouars, B.A, M.Psi. (lihat tautan di akhir artikel)

Perhatikan Signal Perut untuk Tanda Lapar


lightMEAL Persembahan lightHOUSE Indonesia - dokumentasi pribadi
Saya masih ingat, waktu awal bekerja dan punya penghasilan sendiri. Kebiasaan makan saya berubah drastis, baik waktu makan atau porsi makannya. Selain makan besar seperti biasa, masih ditambah lagi makan sampingan alias ngemil.