Home

25 Apr 2016

Anak Muda Keren itu Adalah Team Nusantara Sehat


Menyebarang dari dermaga pinggiran Batam, menuju Pulau Penawar Rindu Kec. Belakang Padang (dokpri)
Perjalanan menuju Pulau Penawar Rindu - Belakang Padang- Batam, menjadi agenda team Kemenkes, Journalist dan Blogger pada 22 April '16. Menuju lokasi memang tak terlalu lama, hanya butuh waktu tempuh sekitar 15 menit membelah laut. Namun bagi yang tak terbiasa seperti saya, cukup pusing "digoyang" gelombang air laut pelan sebelum pompong berjalan dan melaju kencang. Untung tak sampai lima menit mesin pompong ditarik petugas, membawa kami menjauh dari dermaga keberangkatan.

 
Pulau  Penawar Rindu berada di kecamatan Belakang Padang, Belakang Padang juga menjadi kecamatan untuk pulau-pulau kecil sekitar Batam.  Mencakup sekitar 108 pulau, terdiri dari 43 pulau berpenghuni dan sisanya tidak berpenghuni. Kecamatan ini berbatasan dengan Singapura, artinya daerah ini adalah perbatasan negara.
gerakan kamera selalu kami imbangi dengan berpose, edisinya blogger radar kamera (hehehe)- dok. gorup WA
Pantas saja saat sholat jumat hendak dilaksanakan, Takmir masjid naik ke atas mimbar membaca pengumuman. Pendapatan kotak amal jumat terdiri dari 3 mata uang, yaitu dalam bentuk Rupiah, Dollar Singapore dan Ringgit Malaysia. Penduduk di daerah ini sebagian besar pendatang, dari beberapa daerah di sekitar Indonesia. Saya sempat mencuri dengar obrolan warga sekitar, logat dan kosa kata melayu masih begitu kental.
Jembatan apung menuju Pulau Penawar Rindu Belakang padang Batam (dokumentasi pribadi)
Air bersih termasuk masalah yang krusial, apalagi saat musim kering tiba. Kembali ke pengumuman takmir masjid, terbacakan ada anggaran untuk membeli 9 ton air untuk bersuci sebelum sholat lima waktu. Air begitu dihemat, sampai-sampai aliran kran distel kecil agar air tak banyak terbuang. Secara psikologis saya tak berlama-lama wudhu, kawatir air mendadak habis sebelum sampai membasuh dua kaki. Namun lagi-lagi masalah sikap dan kebiasaan tetap utama, ada saja orang yang sengaja (entah lupa) tak menutup kran usai wudhu (hadeuh).
00o00
Kedatangan rombongan Kemenkes, Jurnalist dan Bloggers disambut hangat oleh Team Nusantara Sehat (NS). Berada di sebuah aula persis sebelah Puskesmas, acara penyambutan diselenggarakan sederhana namun tetap meriah.
Wajah-wajah penuh semangat terpancar dari lima anak mudah Team NS. Dua lelaki bernama Jemris Mikael Atadena (Ahli Gizi), Pijar Leindar Ramadhana (Kesehatan Lingkungan), kemudian ada Paras Mita Sari (Farmasi), Sri Purnamawati (Bidan) dan Yulianti Nataya Rame Kana (Kesehatan Masyarakat).  Inilah anak muda yang saya interpretasikan dalam artikel "Merantau dalam Pengabdian itu Keren", kini kesampaian juga saya berjumpa (istilah kekiniannya Kopdar). Takjub saya benar-benar tak berkesudahan, melihat senyum dan aura antusias team NS.
Yulianti Nataya Rame Kana (Kesehatan Masyarakat) ; Paras Mita Sari (Farmasi) ; Jemris Mikael Atadena (Ahli Gizi); Diah Satyani Saminarsih, M .Sc, ( Staf Khusus Mentri Kesehatan Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs) , Pijar Leindar Ramadhana (Kesehatan Lingkungan), , Sri Purnamawati (Bidan)  - dokumentasi pribadi
Nusantara Sehat adalah program Kemenkes, mengajak generasi muda berperan serta dalam pembangunan penguatan kesehatan di daerah terpencil. Program lintas Kemenkes tidak focus pada kegiatan kuratif, tetapi juga promotif dan preventif untuk mengamankan kesehatan masyarakat. Pengamanan dilakukan secara berkala, dari daerah yang paling membutuhkan sesuai Nawa Cita yaitu membangun dari pinggiran. Sementara penempatan NS, diprioritaskan untuk daerah Perbatasan, Pinggiran dan Kepulauan.  
Jumlah team NS adalah antara 5 (lima) sampai 9 (sembilan) orang, terdiri dari tenaga kesehatan yaitu dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli laboratorium medis, tenaga gizi dan tenaga kefarmasian.  Sedang di Pulau Belakang Padang team NS terdiri lima orang, namun semangatnya sangat tergambar dari wajahnya. Sekali lagi sungguh saya melihat senyum tulus dan pengabdian, lahir dari sanubari terdalam.
Satu lagu membuat hati saya benar-benar luruh, ketika alunan vokal penyanyi Rita Effendi memperdengarkan lagu "Tanah Airku".  Mereka anak-anak muda team NS, telah menjalankan isi syair dari lagu tersebut.
Tanah air ku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari dari kalbu
Tanah ku yang kucuntai, engkau kuhargai.
(saya termasuk baper-an, dada ini benar terasa bergemuruh. Saya janji , diujung artikel ada tautkan videonya)
Ibu Diah Satyani Saminarsih, M .Sc, selaku Staf Khusus Mentri Kesehatan Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs mengungkapkan "Terhadap masyarakat di daerah Perbatasan, Pinggiran dan Kepulauan, ada kewajiban Negara hadir. NS adalah representasi dari Negara, jadi kami titip kepada bapak dan ibu di Belakang Padang, mohon NS diingatkan kalau ada yang kurang berkenan. Selain itu pembangunan kesehatan tidak dalam arti sehat fisik, tetapi lebih pada membentuk pola pikir  dan kebiasaan hidup sehat". (kok saya jadi ingat tentang kran air bersih yang (sengaja) tidak ditutup) 
Drg. Oscar Primadi, selaku drg. Oscar Primadi MPH, ( Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI ) menerima cinderamata dari Kepala Puskesmas Belakang Padang Batam (dokumentasi pribadi)
Pada kesempatan lain saya sempat berbincang dengan Jemris, anak muda asli Nusa Tenggara Timur berkisah strateginya menghadapi pola pikir masyarakat terutama ibu-ibu. Memang tak mudah merubah mindset seorang ibu, yang cenderung memberi asupan makanan yang disukai anaknya (meski makanan tidak sehat). Jemris akhirnya memutar akal, dengan cara mendatangi anak-anak. Pada sang anak dikemukakan, tentang makanan yang dimakan tidak ada gizinya sehingga perlu diganti susu.
Upaya Jemris tak sia-sia, akhirnya anak-anak memilih susu daripada mengonsumsi makanan ringan yang mengandung msg. Alhasil ibunya menuruti kemauan sang anak, mau tak mau makanan ringan mengandung msg tak lagi dikonsumsi.
Drg. Oscar Primadi, selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementrian Kesehatan RI juga hadir. Menegaskan bahwa NS berbasis team, sebagai modal penguatan pembangunan kesehatan. Namun tak bisa penguatan pembangunan kesehatan berdiri sendiri, sehingga perlu didukung oleh seluruh unsur masyarakat. Kehadiran Jurnalist dan Bloggers menyambangi NS sangat penting, untuk penyebaran informasi kesehatan dan yang telah dilakukan NS.
Team Nusantara Sehat !
Inilah anak-anak muda yang keren, jujur saya musti sampaikan ini berulang-ulang. Pengabdian mereka pada negara saat ini tengah dibuktikan, semoga kekuatan mental dan kesehatan selalu menyertai mereka (amin). Pijar Leindar Ramadhana mewakili empat orang temannya, menyampaikan pemaparan yang terjadi di lapangan.
Berdasarkan analisa masalah, Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih sangat memprihatinkan. Sebagian besar masyarakat membangun rumah diatas laut, sehingga mereka tidak memiliki septic  tank. Akibatnya saat buang air besar, langsung jatuh ke dalam laut (jangan dibayangkan ya).
Minimnya air bersih, sebagian besar memanfaatkan air tadah hujan. Menampung air hujan di ember atau tong dalam keadaan terbuka, akibatnya jentik nyamuk Aedes Aegypti bertelur dan berkembang biak. Kebiasaan tidak sehat Inilah, menjadi muasal dari penyebaran penyakit demam berdarah. Selain itu masalah sampah dan gizi, menjadi perhatian khusus team NS.
Suasana di sekitar pasar, Pulau Penawar Rindu Belakang Padang Batam (dokpri)

Pangkalan Ojek tak jauh dari pasar dan masjid, Pulau Penawar Rindu Belakang Padang Batam (dokpri)
Saya melihat dan membuktikan sendiri, kebiasaan membuang sampah di pinggiran laut masih terjadi. Saat kami melewati jembatan setelah beranjak dari pompong, tampak jelas sampah berada di dasar pinggiran laut. Mulai dari sampah plastik, bangkai pesawat telepon, kaleng, dan aneka barang tidak dipakai, berserakan di dasar laut bagian pinggir.
Upaya untuk merubah kebiasaan masyarakat, agar beralih pada PHBS ;
  • Penyuluhan PHBS di Sekolah Dasar. (ini juga yang dilakukan Jemris)
  • Merencanakan pembentukan keluarga siaga, sebagai langkah mewujudkan kecamatan Belakang padang yang sehat.
  • Berupaya mewujudkan  Jamban Pesisir di Belakang Padang.
Masalah Gizi
  • Membagikan PMT ke rumah rumah yang memiliki anak gizi kurang.
  • Melakukan penyuluhan pada sekolah di Belakang padang, tentang kebutuhan gizi remaja dan cegah anemia dengan tablet Fe.
Blogger berada di depan Puskesmas Pulau Penawar Rindu Belakang Padang Batam (dokpri)

Mobil puskesmas keliling yang siap beroperasi (dokpri)
Narkoba dan Pergaulan Bebas
  • Penyuluhan pada sekolah tentang dampak Narkoba dan pergaulan bebas
  • Melakukan pendekatan pada siswa.
Tentang point narkoba dan pergaulan bebas saya teringat, bahwa HIV Aids di Batam ditemukan di Belakang padang pada 1992.  Melihat grafik jumlah yang terjangkit HIV Aids, trendnya mengalami kenaikan. Ada apa ini, semoga upaya NS bisa menekan atau menurunkan grafik ODHA.
Waktu menunjukkan pukul 11.30 waktu setempat, terdengar pengajian tanda sholat jumat segera dilaksanakan. Kami kaum lelaki wajib menjalankan sholat jumat, sebagai bukti mengikuti perintah sang Khalik.
Usai sholat jumat kami langsung menuju pompong, melanjutkan agenda hari kedua di kota Batam. Sempat juga diwarnai insiden lagi, sepatu teman jurnalist lenyap akhirnya empunya berganti sandal jepit. Satu lagi tripod milik rekan blogger ketinggalan, baru ingat setelah bus menjauh dari dermaga tempat keberangkatan tadi pagi. (salam).

32 komentar:

  1. Mantap mas, tim nusantara sehat memang hebat dan kompak

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kang Fauzi sudah berkunjung
      salam sehat dan semangat amin

      Hapus
  2. Waahh udah launching aja nih tulisannya, tunggu ya punyaku lagi on progress.

    BalasHapus
    Balasan
    1. siapp, jgn lupa tag saya yak kalau share
      salam sehat dan semangat

      Hapus
  3. Waah senangnya bs jalan2 dan banyak mendapat manfaat serta pengalaman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih kunjungannya mbak Ida
      salam sehat dan semangat

      Hapus
  4. Aaah kok sama ttg bikin Dada bergemuruhb :D aku sih di tambah lelehan air mata hihihi melow abiss lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga, bola mata basah tapi gak ditulis hehhee
      salam sehat dan semangat

      Hapus
  5. Salut banget deh mas sama Tim Nusantara Sehat.
    Dengan keterbatasan yang ada di daerah Belakang Padang, tapi tetap semangat dalam menjalankan tugasnya.

    Salam Indonesia Sehat!

    BalasHapus
  6. Terimakasih sudah membantu share kak.. salam Nusantara Sehat

    Saya penempatan Papua
    Perbatasan RI - Papua Nugini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nesya Ardella salam kenal
      kalian hebat dan keren
      smoga langkah kaki ini diringankan bisa bersua dengan kalian (amin)
      salam Nusantara sehat

      Hapus
  7. Keren coba kalau saya ikut,bisa sekalian bernostalgia saya dulu di Muka Kuning Mas Agung. Saat akan ke Barelang lewat kan? Itu ada bunga Sakura sayang nya lg gak berkembang ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Ria :)
      salam sehat dan semangat amin

      Hapus
  8. Lagu tanah air ini..seminggu sekali kami nyanyikan dulu sewaktu kuliah. Tiap dengar lagu ini jadi ingat masa masa menimba ilmu dulu. Meski kami sudah mencar kemana mana..merasa dipersatukan dengan lagu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. lagu ini sangat mengena mbak
      sala sehat dan semangat

      Hapus
  9. David Alexander4/26/2016 2:06 PM

    Wah keren sekali mas ternyata tim NS dan tenaga medis lain di Belakang Padang. Kebetulan saya mhs Farmasi dan akan KKN di sana bln Juli-Agustus ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah selamat bertugas mas David
      salam sehat dan semangat amin

      Hapus
  10. wah asik yah bisa berkunjung ke sana, melihat semangat para NS. Kalau mas sendiri sebagai blogger hanya mengunjungi yah ? bukan sebagai tim NS juga ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kami mengunjungi team NS
      dan menceritakan kepada masyarakat mbak
      salam sehat dan semangat
      amin

      Hapus
  11. Tim Nusantara Sehat bikiiin akuuuh yang makin muda beraaasaaa digampaarr.
    disaat temen temen pemuda sedang berjuang untuk Indonesia Sehat di pulau - pulau terluar di Indonesia, aku malah sibuuuk dengan duniaku sendiri T_T (baca : konser Raisa) :p .

    two thumbs up buat rekan rekan nuantara sehtaa. Bangga deh bisa mengunjungi mereekaaa disanaa ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadwal konser musti diatur lagi kayanya
      :)

      Hapus
  12. aaaah keren mas agung bisa ikutan nusantara sehat, selamat yaaa

    BalasHapus
  13. Balasan
    1. trimakasih mbak Atanasia
      salam sehat dan semangat amin

      Hapus
  14. Masih anak muda nih, hehehe.
    Keren lah blogger udah diakui dan diajak kerja sama oleh Kemenkes.
    Btw nama pulaunya lucu ya, Penawar Rindu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, saya juga kaget waktu denger namanya Pulau Penawar Rindu hehee

      Hapus
  15. senangnya bisa berbagi dengan penduduk pulau penawar rindu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. matursuwun mbak Diah
      salam sehat dan semangat amin

      Hapus
    2. Sukses ya god bless us

      Hapus
    3. terimakasih
      salam sehat dan semangat

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA