Rabu, 25 Februari 2015

Blogger Peduli Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba


Backdroup Panggung (dokpri)

Hari selasa 24 Februari 2015, Badan narkotika nasional (BNN) menggandeng blogger. Dalam rangka menggiatkan penyebaran informasi, Pencegahan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat. Masalah narkoba seperti bola salju, membesar namun menyelinap melalui celah tak terduga. Sulit mengindentifikasi secara kasat mata, karena para pengedar begitu aktif dan masif dalam diam. Masyarakat dari level terkecil musti sadar dan disadarkan, melakukan tindakan preventif berupa pencegahan penyalahgunaan narkoba. Agar anggota keluarga terdekat, tak sampai "terjerembab" dalam lingkaran yang memabukkan.
Prof. Paulina G Padmohoedoyo, MA., MPH selaku konsultan BNN, memaparkan ulasan berupa "Strategi Pencegahan Berbasis Masyarakat".
Rasa miris dan prihatin para orang tua beralasan, terdapat peningkatan penyalahgunaan Narkoba. Dari data BNN dilansir pada 2008 terdapat 1,99%, meroket pada tahun 2013 menjadi 2,56% (sekitar 4 juta lebih). Dengan kebutuhan dan konsumsi narkoba yang relatif tinggi, mengakibatkan peredaran, produksi dan penyelundupan semakin meningkat. Penyalah guna Narkoba yang rawan dijadikan sasaran utama, adalah anak yang memasuki usia remaja. 80% kelompok coba pakai terdapat pada anak usia remaja, mereka menjadi target para pengedar. Semakin bertembah usia kelompok coba pakai, akan ditingkatkan oleh pengedar menjadi pemakai. Setlah berhasil sampai tahap pemakai, pengedar akan menambah dosis menjadi tingkat pecandu.
Prof. Paulina G Padmohoedoyo, MA., MPH

Sebagai elemen masayarakat terkecil, perlu dinamis dan aktif melindungi orang sekitar. Membendung keadaan sedini mungkin, agar tidak terjadi penyalahgunaan Narkoba. Memberi pengertian pada anak atau orang yang kita kenal, agar menghindar atau menunda permulaan penyalahgunaan narkoba.  Kalau sudah kedapatan menjadi pengguna, tak ada salahnya berupaya menghentikan. Atau kalau sudah pecandu per dirangkul jangan sampai ditinggalkan. Untuk menghindari munculnya penyakit atau masalah, menjadi ketergantungan atau adiksi.
Pencegahan berbasis masyarakat, berupa meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat. Berupa pelibatan masyarakat dalam informasi, pendidikan, pengembangan kapasitas atau kemampuan masyarakat. Serta memberi akses dan dukungan, dapat mewujudkan masyarakat bebas Narkoba.
Perlu keterlibatan dan sinergi semua pihak, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.  Mulai dari BNNK (Badan narkotika Kota), Orang tua,  Sekolah/ Kampus, Tempet Kerja, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Kelompok Remaja, LSM, Media. Semua unsur dalam masyarakat, perlu berperan aktif dalam upaya pencegahan ini.
Strategi yang perlu diterapkan secara bertahap adalah, meningkatkan kesadaran, pengetahuan, ketrampilan, dan kemandirian. Ada model pencegahan yang justru menjerumuskan, ketika materi yang digunakan salah. Pendeskripsian tentang efek narkoba, memakai gambar atau suasana dramatis. Kadang justru menimbulkan efek penasaran, bukan rasa enggan dari audience yang menjadi penyimak. Perlunya menggunakan pesan pesan positif, dan ketegasan mengatakan "SAY NO TO DRUG"- "BE SMART DON'T START".  
Bloger Mengisi lembar test (dokpri)

Mengajak melakukan kegiatan kegiatan positif, seperti aktif berkreasi atau berolah raga. Mengadakan Pelatihan ketrampilan hidup, melalui cara berkomunikasi, mengambil keputusan, cara menolak dan mengatasi masalah, dan penghargaan terhadap diri sendiri.
Strategi pencegahan berbasis keluarga, adalah strategi paling mendasar. Peran dua orang tua menjadi sangat vital, dalam memberi pengasuhan pada anak usia di bawah enam tahun. Orang tua musti menerapkan pola asuh yang benar, mendisiplinkan, meningkatkan percaya diri anak dan menghilangkan hambatan komunikasi. Yang jauh lebih penting bagi orang tua, adalah memberi keteladanan, menjadi pendidik yang baik, pengawas dan mitra masyarakat dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
******
DR Antar Merau Tugus Sianturi. AK.MBA

Hadir sebagai pembicara kedua, DR Antar Merau Tugus Sianturi. AK.MBA. Beliau adalah Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN),  memaparkan Strategi Pencegahan narkoba Dalam P4GN tahun 2015.
Arah kebijakan nasional yaitu menjadikan 97,2% penduduk Indonesia imun, terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba melalui partsipasi aktif seluruh masyarakat. Menjadikan 2,8% Penduduk Indonesia (penyalahguna narkoba) secara bertahap mendapat layanan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Melalui rawat inap atau rawat jalan. Serta mencegah kekambuhan dengan program after care (rawat lanjut). Menumpas jaringan sindikat Narkoba hingga ke akarnya, melalui pemutusan jaringan sindikat Narkoba dalam atau luar Negri.
Type pencegahan yang sudah berlangsung selama ini, pencegahan Primer, Sekunder, dan Tertiary.
Pencegehan Primer ; Upaya Pencegahan sejak dini agar orang tidak melakukan tindakan penyalahgunaan narkoba.
Pencegahan Sekunder ; Bagi yang telah memulai, perlunya menginisiasi penyalahgunaan Narkoba, disadarkan agar tidak berkembang menjadi adiksi. Menjalani terapi dan rehabilitasi, diarahkan agar yang bersangkutan melaksanakan pola hidup sehat.
Pencegahan Tertiary; bagi yang sudah pecandu, direhabilitasi agar dapat pulih dari ketergantungan, agar bisa kembali bersosialisasi dengan keluarga dan masyarakat.
UNODC atau Standart International pencegahan Penyalahgunaan narkoba berbasis Ilmu Pengetahuan.  Kajian UNODC menununjukkan bahwa metode pencegahan penyalahgunaan narkoba, yang terbatas pada percobaan berbagai macam leaflet, booklet, buku, poster (yang menyeramkan), dengan konten yang tidak tepat, serta testimoni, untuk mengingatkan dan menyadarkan masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba kurang memberi dampak positif. Bahkan tidak merubah perilaku seseorang.
Perlu intervensi dan kebijakkan serta komponen komponen dan fitur fitur, yang efektif bagi Sitem Pencegahan Nasional (setiap negara) dengan hasil postitif.
Strategi Intervensi dibagai dalam tiga area utama, umur dari target group; tingkat resiko target group; dan penetapan strategi intervensi yang tepat ke target group. Mendukung anak anak dan pemuda selama dalam tahap pengembangan, khususnya pada masa kritis yang membuat mereka rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba. (masa transisi kanak kanak ke remaja)
5 Kelompok Target Intervensi Program Pencegahan Berdasarkan Standart Pencegahan UNDOC, mereka adalah Keluarga termasuk ibu hamil, sekolah, tempat kerja, masyarakat, Sektor kesehatan. Upaya pelibatan masyarakat agar lebih aktif, berperan serta dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba musti lebih digiatkan lagi.
******
Foto Bersama (dokpri)

Blogger menjadi corong penyebar informasi, sudah selayaknya membekali diri. Dengan pengetahuan dan informai yang akurat, sehingga bisa melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Minimal mulai dari orang orang terdekat, merembet kepada lingkungan sekitar.
Hal hal kecil namun dilakukan maksimal dan sepenuh hati, kelak akan tumbuh menjadi tunas yang baik dan membaikkan. Tak ada kata terlambat untuk kebaikan, dan tak ada kata nanti untuk memulainya.

Minggu, 22 Februari 2015

Guava Crystal Persembahan Untuk Camer


Guava Crystal Sunpride (dokpri)
Bagi siapa saja perlu mempersiapkan diri, tampil terbaik terlebih pada kesan pertama. Manusia memang diciptakan berpasangan,  demi keberlangsungan keluarga dan keturunan. Mengesankan diri baik adalah penting, agar orang lain nyaman menerima kehadiran kita. Saya merasakan sendiri bagaimana deg degan, saat pertama berkenalan dengan calon mertua (camer). Beberapa hari sebelum hari H, sudah berpikir apa yang harus dipersiapkan. Bawaanpun menjadi prioritas, agar pantas dan orang tua calon istri terkesan. Browsing artikel pendukung sebagai referensi, bagaimana cara bisa diterima dengan baik camer.
Hari yang dinanti akhirnya tiba, mulai sabtu pagi sudah bersiap diri. Membeli bawaan dipersembahkan pada tuan rumah, tak elok rasanya datang dengan tangan hampa. Setelah berdiskusi dengan calon istri, sepakat segera pergi membeli buah. Selain praktis dan simpel, buah mudah bisa didapat di mana saja. Sengaja memilih buah jambu klutuk atau guava crystal, karena camer ternyata senang buah tersebut. Alasannya juga cukup masuk akal, jambu klutuk mengandung serat, kaya vitamin A untuk kesehatan mata. Calon istri bercerita kebiasaan ibunya, membuat juss atau langsung makan jambu klutuk. Seminggu bisa dua kali belanja di pasar, buah kegemaran untuk stock di rumah.
Karena tak ingin bingung dan salah pilih , sampai di toko buah berketetapan hati tanpa rasa ragu. Memilih buah jambu dengan label sunpride, selain kualitasnya terjamin namanya sudah terkenal. Saya sendiri cukup familiar dengan produk Sunpride, yang berada di bawah bendera PT Sewu Segar Nusantara.
Menurut informasi yang saya dapatkan di website,  Sunpride bekerja sama dengan Universitas Padjajaran dan Asosiasi Logistik Indonesia, mengembangkan sistem rantai pasok sayuran dan buah.  Martin M. Widjaja, Managing Director Sunpride mengatakan, berharap kerjasama yang dilakukan lebih membantu para petani binaan. Sehingga lebih meningkatkan kesejahteraan petani, serta meningkatkan hasil panen. Sehingga  kendala yang dihadapi oleh para petani lokal, yaitu bersaing dengan produk hortikultur impor dapat lebih terbantu dan memiliki hasil panen yang bersaing. (sumber www.sunpride.co.id )
Calon mertua menerima saya dengan tangan terbuka, oleh oleh segera berpindah tangan. Melihat yang saya bawa buah jambu kegemaran, senyum terkembang di bibir tuan rumah. "Wah jambunya segar dan cantik, terima kasih ya Nak", saya mengangguk takzim mengamini. Obrolan dan basi basi berjalan lancar, pertemuan pertama bisa dikategorikan sukses.

Buah Pisang Sunpride (dokpri)


Setelah malam itu saya merasa mendapat tempat, kunjungan berikutnya berjalan lancar. Tak lupa saya sertakan buah tangan, entah pisang, jeruk, salak atau sesekali kue. Setelah mulai akrab dan tak canggung, niat melamar terlontar disambut baik.  
Tak jarang calon mertua mengundang saya, untuk datang saat acara keluarga dilangsungkan. Entah arisan keluarga atau kondangan, ketika sebagian besar saudara berkumpul. Moment istimewa seperti ini menjadi kesempatan emas,  bagi saya  mengenal lebih banyak saudara. 
Pohon Jambu Klutuk (dokpri)

Akhirnya kami menikah dan berumah tangga, dua buah hati hadir menjadi pelipur lara. Sepuluh tahun waktu berlalu dengan cepatnya, ibu mertua masih saja senang buah guava crystal, bahkan menanam pohon jambu di halaman. Saat hari libur  keluarga kami berkunjung, ibu mertua membuat Jus jambu untuk anak anak. Selain kaya manfaat bagi kesehatan, Juss jambu berkhasiat membantu penyembuhan demam berdarah dengue (DBD). Pernah satu cucu yang diluar kota terserang DBD, selain berobat ke Rumah sakit, Ibu mertua membuatkan juss jambu. Terbukti cucu lekas pulih, kembali bermain dan ceria dengan saudara sepupu.
******
Sebagai bangsa yang besar, sudah semestinya menamakan jiwa patriot. Mencintai segenap jiwa terhadap negri sendiri, dengan banyak cara sesuai kemampuan. Yang paling mudah dilakukan siapa saja, adalah mencintai produk dalam Negri. Tentu dengan cara membeli, memakai atau mengkonsumsi semua produk dalam negri.
Gerakan 100 %  Aku Cinta Indonesia (ACI), dari Kementrian Perdagangan RI perlu direspon positif. Gerakan ini untuk menggugah rasa bangga,  terhadap produk Indonesia. Bertujuan meningkatkan pemahaman dan mendorong masyarakat, dalam menghargai, mencintai dan menggunakan produk dan jasa-jasa dalam negeri. Logo dari gerakan ini adalah spirit masyarakat, untuk lebih mencintai brand/produk local. Karena brand/produk tersebut tidak hanya dapat membantu para pelaku bisnis namun dapat meningkatkan perekonomian bangsa agar lebih maju kedepannya. Lebih mandiri, lebih kokoh dibanding brand/produk lain di pasaran. Berawal dengan menggunakan, lalu menjadi peduli, lalu beranjak mencintai, kemudian menjadi pengguna sejati brand/produk lokal. (sumber ; http://www.kemendag.go.id)
Bidang Pengawasan Kemanan Pangan dan Bahan Berbahaya  Badan Pengawas Obat dan Makanan tertanggal 23 januari 2015.Saya pribadi termasuk penikmat dan pecinta buah lokal, sejak masa di kampung halaman hingga kini di tanah rantau. Apalagi baru baru ini beredar kabar, tentang bakteri listeria monocytogenes yang terdapat pada buah impor. Khusus Apel jenis Granny smith dan Gala dalam kemasan Bidart Bros, yang diimpor dari California Amerika Serikat. Masayarakat dilarang mengkonsumsi dua jenis buah, demi kesehatan diri dan anggota keluarga. Keputusan pelarangan tersebut berdasarkan, surat Deputi Bidang Pengawasan Kemanan Pangan dan Bahan Berbahaya  Badan Pengawas Obat dan Makanan tertanggal 23 januari 2015.

Majah Gatra terbit 12- 18 Feb 20015 (dokpri)

Bakteri listeria ini cukup bahaya, terutama pada orang dengan sistem imun rendah. Selain bisa terjangkit meningitis, pada pasien HIV AIDS bisa meninggal. Sedang pada  orang sehat, infeksi listeria dapat menimbulkan gejala ringan. Seperti nyeri otot, demam, mual dan muntah, sampai diare.
Untk amannya tak salah cepat beralih, mengkonsumsi buak buahan lokal. Bagi saya buah lokal telah menjadi bagian dalam kehidupan, beberapa nama buah bahkan memiliki history. Contohnya buah jambu klutuk atau guava crystal, telah membantu saya mengambil hati camer. Saya yakin anda juga memiliki kesukaan terhadap satu buah, atau mungkin memiliki kisah dibalik buah. Alangkah lebih bijak mencintai dan mengkonsumsi buah lokal, secara tidak langsung membantu petani negri sendiri. Kalau bukan kita semua yang peduli, siapa lagi yang membantu saudara kita para petani. (salam)