28 Okt 2020

Perhatian Danone SN Indonesia Melalui "WAS" untuk Ibu Kantin yang Terdampak Pandemi

 

Sekira dua atau tiga bulan terakhir, si kakak dan adiknya beberapa kali melontarkan protes.

Tampak mulai bosan belajar di rumah akibat pandemi, lagi lagi dijumpai ayah dan ibunya.

Kami maklum dengan kondisi demikian, bahwa pada titik tertentu kejenuhan anak-anak pasti datang.

Pasalnya tidak bisa bertatap muka dengan guru, tidak bisa bertemu (dan bermain) dengan teman-teman.

Suasana belajar sekolah, tentu jauh berbeda dengan suasana belajar di rumah.

Meskipun proses belajar mengajar tetap berjalan, melalui konsep pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tetap saja, butuh waktu bagi anak-anak untuk beradaptasi.

Apalagi sulung saya, yang mondok di Pesantren sangat kangen belajar secara boarding.

Tetapi tahukah kawan?

Ada lho, yang tak kalah memprihatinkan terdampak akibat pandemi dan PJJ.

Adalah pengelola kantin sekolah.

Bisa dibayangkan, kantin yang biasanya rutin disambangi anak-anak. Mendadak sepi dan jualan si ibu kantin  tidak ada yang membeli.

Bagaimana ada yang membeli, kalau suasana sekolah senyap, tidak ada siswa siswi yang datang saban pagi.

Danone Spesializt Nutrition (SN) Indonesia, melalui Sarihusada telah membina ratusan pengelola kantin di sejumlah Sekolah Dasar di Indonesia.

Kegiatan yang dimulai dari tahun 2011 ini, diberi nama “Warung Anak Sehat” (WAS).

Terhitung 75% dari 350 ibu kantin yang tersentuh program WAS, pada tahun 2018 telah mengalami peningkatan pendapatan sampai 50%  lebih.

Kenaikan pendapatan ini, otomatis memberi manfaat kepada 1.092 anggota keluarganya.

------

Di masa pandemi Danone SN Indonesia mempertajam program WAS, dengan menginisiasi program pengembangan UMKM Perempuan bagi pengelola kantin sehat.

Para ibu pengelola kantin sehat, yang terlatih mengolah homemade food  dengan nutrisi sehat nya, diajak menjajakan jualannya secara door to door maupun online.

Ya, siapapun musti proaktif (termasuk ibu kantin). Melakukan upaya jemput bola, agar konsumen dimudahkan membeli jualan ibu kantin.

Strategi demikian, musti dibarengi dengan perhitungan yang bagus.


Untuk kegiatan tersebut, Danone SN Indonesia membekali ibu kantin dengan pengetahuan dan pelatihan berbisnis dan memasarkan produk secara daring.

Selain itu, telah disiapkan program edukasi pengelola kantin sekolah, salah satunya digitalisasi pengembangan bisnis UMKM digital.

Tak bisa dipungkiri bahwa di era digital teknologi ini, menuntut orang mengikuti agar sanggup bersaing dan tidak terlindas jaman.

Pelatihan pemanfaatan platform digital, memungkinkan Ibu kantin bertumbuh potensi dan jiwa bisnis dalam skala kecil ,meskipun dengan pasar yang terbatas.

 

Melalui program Women Will, tercetus sebuah inisiatif Grow with Google yang berfokus pada program digital untuk pemberdayaan ekonomi wanita di seluruh dunia.

 

Connie Ang, CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia menyampaikan, bahwa para ibu pengelola kantin sehat harus bekerja keras, guna mendorong pemulihan ekonomi keluarga. Untuk itu, Danone SN Indonesia menjaga sarana diskusi dengan ibu pengelola kantin sehat.


Pada bulan Oktober ini, program Danone SN Indonesia telah mendukung bisnis 50 ibu pengelola kantin sehat.

Melihat dampak positif bagi penerima manfaat, program yang sama dilanjutkan pada November.

 

Nuriyani Rahayu, penerima manfaat sekaligus (salah satu) Ibu Kantin Sekolah Generasi Maju di Yogyakarta, merasakan pehatian dan dukungan Danone SN Indonesia.  Bahwa pelatihan mengenai strategi bisnis, pemasaran, hingga pelatihan finansial terbukti membawa manfaat dan melatih skill.

 

Situasi saat ini menuntut kami untuk menjadi semakin kreatif di tengah kompetisi dan jumlah penjualan yang tidak pasti. Di luar tantangan tersebut, kami tetap berkomitmen untuk memprioritaskan kualitas produk yang sehat bagi konsumen daripada hanya kuantitas,” ujar Nuriyani.

 

Dukungan Danone SN Indonesia, tidak hanya berhenti pada diskusi dan pelatihan saja.

Juga diwujudkan dalam bentuk pengadaan dana senilai lebih dari 1 Miliar Rupiah, diperuntukkan  234 perempuan penggiat kantin sekolah.

 

Mereka para ibu penggiat kantin, yang mengalami penurunan omset atau pendapatan.

Para ibu kantin yang tersebar di beberapa kota, seperti Ambon, Bandung, Bogor, dan Yogyakarta.

Upaya sedemikian besar dilakukan Danone SN Indonesia, demi ibu pengelola kantin sehat terus mampu menghadirkan pangan sehat.

Mempersembahkan asupan benuturisi, baik untuk pelanggan, untuk keluarga dan anak-anaknya di rumah.

Kami berharap dukungan ini dapat menjaga semangat para Ibu Pengelola Kantin Sekolah Generasi Maju agar dapat terus berkontribusi bagi pemberdayaan wanita, ekonomi lokal, hingga kesehatan anak-anak di Indonesia,” tutup Connie.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung.
Mohon komentar disampaikan dalam bahasa yang sopan, tanpa menyinggung SARA

Daftar Blog Saya