Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wirausaha. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 November 2017

Siapa Takut, Berwirausaha di Pasar Tasik Thamrin City !



Thamrin City dari Jl KH. Mas Mansyur -dokpri

Saya pernah, mendengar, melihat dan bertanya, kepada anak muda jaman now. Perihal langkah mereka, seusai menempuh pendidikan umum.
Sungguh, berbeda dengan jaman saya – berarti saya sudah tu* ya, hehehe. Generasi masa kini, mulai bergeser dalam pola pikir.
Mereka kurang tertarik, pada pekerjaan sebagai PNS, Pegawai BUMN, atau karyawan kantoran. Anak muda berpendapat, seorang PNS, pegawai BUMN atau karyawan, terikat pada aturan jam kantor. Tiba pukul 08.00 pulang jam 17.00, begitu rutinitas setiap hari.

Jumat, 15 Juli 2016

Memulai Wirausaha, Siapa Takut !

"Kunci Wirausaha itu adalah segera MULAI", kalimat ini pernah diucapkan (alm) Bob Sadino
Saya pribadi sangat terinspirasi, satu kalimat dari pengusaha bergaya nyentrik ini. Keputusan berwirausaha memang bukan hal mudah, tapi kalau tidak dimulai sekarang terus kapan lagi.
Aneka froozen food- jualan di rumah (dokpri)
Saya termasuk nekad, mengambil keputusan resign saat karir di tempat kerja sedang bagus. Tapi bagi saya hidup adalah pilihan, harus berani keluar dari zona nyaman.
Beberapa usaha pernah saya jalani, tak terasa sudah melewati 5 tahun jatuh dan bangun demi kemandirian. Saya meyakini, betapa rejeki terhampar di muka bumi. Masalahnya siapkah kita menjemput, atau justru bermalas-malasan.
Pernah saya menyimak sebuah tausiyah dari ustad Al Habsy, - yang lebih penting tetap kerja bukan sekedar kerja tetap-. Kerja tetap identik bekerja di satu perusahaan, kalau tetap kerja sebanding dengan terus berkarya (biasanya mandiri).
Apalagi Era digital yang tengah terjadi, banjir informasi bisa dinikmati kapanpun dimanapun. Demi mereguk informasi, siapa saja bisa dengan mudah mengakses portal online. Jaringan internet bisa didapat di mana saja termasuk public area, secara praktis dengan biaya terjangkau bahkan free. Jaringan Internet Ultra Cepat sekalipun, bukan lagi hal mustahil untuk dinikmati.
Kondisi ini tentu sangat menguntungkan, bagi pemula untuk mencari referensi usaha. Cukup dari ujung jari, tinggal searching via smartphone. Saya juga menenemukan ide usaha, buah dari membaca berita di satu portal wirausaha.  Dengan rajin update kabar, kita bisa mengetahui trend yang sedang berlangsung. Juga bisa mengetahui kondisi ekonomi, politik atau sosial budaya, semua bisa didapat secara realtime.
O'ya, Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) yang telah resmi berlaku awal tahun 2016. Sejatinya menjadi peluang sekaligus tantangan, selain persaingan antar negara semakin ketat tentu memberi peluang pasar lebih luas. Nah, untuk kabar di seputar Asia tak perlu repot, bisa langsung akses di Channel News Asia lho. Jadi kalau mau menjajaki tahap impor di kawasan Asia, tak lagi kesulitan untuk sekedar mendapat informasi.
-o0o-
Saya pemilik usaha rumahan, yaitu agent dari makanan beku atau froozen food. Saya mengambil dagangan dari pabrik, dijual lagi dengan harga bersaing di pasaran. Jadi kalau anda membutuhkan sosis, nugget, burger, bisa lho order ke saya (hehehe)
-Boleh  Promosi Yak- Makanan beku yang saya jual, dijamin bebas pengawet, bebas MSG dan bebas pewarna buatan. Harganya memang sedikit mahal, di atas produk yang punya nama tapi ber msg. Kalau anda sudah paham tentang cita rasa, dijamin akan mengesampingkan harga. Untuk menghadirkan rasa lezat, produk yang saya jual melalui proses pengasapan (smoke beef). -Agar tak penasaran, cobain deh order hehe-
Jualan froozen food saat Ngabuburit (dokumentasi pribadi)
Selama ini untuk cara jualan, saya menerapkan sistem offline juga mengedepankan sistem online. Untuk offline, saya pasang spanduk dan sebar brosur di komplek tempat kami tinggal. Dampaknya cukup terasa, rumah di kanan dan kiri membeli lauk yang praktis saat membutuhkan. Memanfaatkan moment ngabuburit saat puasa, dengan berjualan di pinggir jalan utama perumahan. Cara ini cukup efektif, menjaring konsumen yang kebanyakan tetangga dan saling kenal.
Untuk penjualan online, bisa memanfaatkan pertemanan di media social. Secara berkala, saya dan Istri pasang profil picture dagangan, di WA, BBM, Facebook, Twitter. Tak lupa promosi dilakukan, agar teman di medsos tahu usaha kami. Menilik dari pengalaman, sistem mouth to mouth antar konsumen adalah cara yang lebih praktis berjualan.
Saya juga pasang strategi promo untuk pelanggan, apabila membeli 15 pax  item tertentu mendapat bonus 1 pax. Untuk pembelian yang dijual lagi atau reseller, tentu dipasang harga berbeda.
Internet berperan sangat besar mendukung usaha saya, berhasil menembus sekat jarak dan waktu. Via jaringan internet pula, saya memiliki langganan di luar kota Jakarta. Komunikasi yang kami lakukan sangat mudah, melalui chatting atau email sampai deal mereka order. Pembayaran juga dilakukan transfer, pelanggan kerap memanfaatkan fasilitas mobile banking.
Hanya dalam hitungan menit, semua proses bisa dijalankan dengan mudah. Kuncinya hanya satu, kita musti pastikan jaringan internet yang dipakai musti bagus.
Pemesanan Via WA (dokumentasi pribadi)
"Uang bukan modal utama, ide dan keberanian lebih penting"Jelas Rhenald kasali
Saya membenarkan quote pakar ekonomi ini, karena punya uang tanpa ide dan keberanian apalah arti. Sementara kalau punya ide dan keberanian, datangnya uang tentu bisa diusahakan. Saya membuktikan sendiri, modal dalam wujud uang untuk usaha ini relatif kecil. Dengan mengandalkan kalimat "Tetap Bekerja", justru membukakan jalan untuk perlahan berkembang.
Saya tak henti menggali potensi diri, mengasah kemampuan menulis agar terus meningkat. Dengan berwirausaha, saya memiliki keleluasaan mengatur waktu. Bisa bergabung dalam banyak kegiatan komunitas blogger, mengatur waktu untuk membaca demi memperkaya diksi.
Termasuk mengikuti aneka writing contest, sebagai cara mengukur sejauh mana tulisan saya mengalami kemajuan.
Keikutsertaan pada blog competition bertopik Entrepreneurship ini, tentu saya memendam harapan besar. Apabila dewi fortuna berpihak pada saya, artikel ini mendapat apresiasi berupa kemenangan.
Ingin saya menambah barang dagangan sejenis (frozen food), tapi dengan varian berbeda. Seperti produk olahan sea food, sebut saja Otak-Otak, Schrimp Roll, Ekado, Ebi Furai dan masih banyak jenis lainnya. Mengingat space freezer di rumah masih banyak celah, sangat bisa diisi dengan dagangan lain agar konsumen banyak pilihan.
Kebisaan menulis akan saya gunakan, untuk mendukung peningkatan usaha yang sudah dijalani. Era digital memudahkan setiap orang, mengembangkan diri dengan membuat blog sendiri. Selain bisa menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, sangat bisa untuk mengenalkan dan mengembangkan usaha.
Untuk memulai usaha memang butuh keberanian, saya sudah menerapkan itu. Namun yang lebih sulit lagi adalah konsisten, bekerja maksimal agar usaha yang dijalani bertahan dan berkembang.

Sampai saat ini saya tetap meyakini, bahwa kalimat "Tetap Bekerja" menjadi kunci pembuka peluang demi peluang. (salam) 

Daftar Blog Saya