Tampilkan postingan dengan label wings. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wings. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2016

Systema; Senyum Dengan Gigi Menawan

Pasta Gigi Systema di Perhelatan JFW 2017 
Saya yakin, siapapun pasti suka melihat orang tersenyum saat dihampiri. Kesan pertama yang terpancar, adalah sikap ramah dan menerima kehadiran kita. Senyum menjadi cara ampuh, untuk mewakili suasana hati. senyum juga cara jitu, menyembunyikan kepiluan yang dialami.
Menurut penelitian di Pusat Medis Universitas Colombia, Amerika Serikat, ternyata senyum dapat merangsang pengeluaran hormon Endhorpin dan Serotonin. Endhorphin adalah pereda rasa sakit secara alami, sedang Serotonin adalah hormon yang mengendalikan mood seseorang.
Betapa senyum bukan sekedar pemanis wajah, tapi memiliki manfaat baik dari sisi fisik, psikis maupun kesehatan tubuh. Yuk, mulai sekarang membiasakan sumeh pada orang lain --- asal jangan senyum sendiri yaaa hehee.
-0o0-
Pagelaran Jakarta Fashion Week 2017, menjadi perhelatan mode terbesar se Asia Tenggara. Pada Main Atrium Senayan City, berdiri panggung megah dan glamour didominasi warna putih tulang. Panggung diisi aneka talkshow keren, tak ketinggalan peragaan busana dari designer ternama.
Media dan blogger hadir pada 26 Oktober 2016, dalam rangkaian talkshow bersama Systema yang bertindak sebagai official oral care brand JFW 2017. Sebagai produk pasta gigi unggulan, Systema ingin mewujudkan senyum indah dengan gigi yang putih, bersih dan sehat.
Hadir sebagai narasumber dalam acara talkshow, Drg. Melissa Adiatman, PHd, Mr. Takuya Fujii selaku perwakilan Lion Corporation Jepang dan Monica Raharja selaku Senior Brand Manager Systema.
Sebagai pasta gigi dan sikat gigi untuk perawatan gigi sensitif, Systema berkolaborasi sekaligus membawa inspirasi bagi designer berbakat Jeffry Tan. Designer muda ternama, siap menghadirkan koleksi terbarunya di Show JFW 2017, Fashion Tent.
Secara khusus, Jeffry Tan mengungkapkan, “Systema menginspirasi rangkaian koleksi saya dengan misi yang sama, yaitu menghadirkan senyuman di bibir setiap orang. Itu saya rasakan sejak pertama kali mendengar, sebuah Brand Oral care dari Jepang ternama mengajak untuk berkolaborasi. Systema and me, creates a smile in every style
Sementara bagi model, senyum yang indah adalah modal utama bagi penampilan sempurna. Senyum yang menawan, tentu didukung sederet gigi putih dibaliknya. Kini sudah tersedia beragam pilihan, cara memutihkan gigi baik dengan produk atau perawatan pemutihan gigi. Yang cukup populer di masyarakat, adalah tooth whitening di dokter atau klinik gigi.
Menanggapi fenomena ini, Drg Melissa sebagai ahli dibidang gigi menyampaikan pada press confrence“ Proses pemutihan gigi seperti bleaching sendiri, pada umumnya memang aman dan wajar dilakukan. Terutama untuk orang dengan profesi yang menuntut penampilan sempurna, seperti model, public figure atau orang yang berkecimpung di dunia entertainment. Namun pemutihan gigi, memang tak lepas dari adanya efek samping, yang paling umum terjadi adalah gigi menjadi sensitif. Karenanya diperlukan perawatan tepat, bisa dilakukan setiap hari untuk mempertahankan gigi yang sudah putih, bersih agar selalu sehat dan tidak mengganggu. Rasa sakit berkelanjutan yang ditimbulkan oleh gigi sensitif, mengakibatkan ketidaknyamanan berinteraksi
Talkshow bersama Systemea di JFW 2017 -dokpri
Lion Corporation sebagai produsen perawatan gigi dan mulut no 1 di Jepang, memiliki sejarah panjang beroperasi di Asia. Bekerjasama dengan Wings Corporation di tahun 1981 bernama Lionindo Jaya. Menghadirkan Pasta Gigi Systema, khusus gigi sensitif memiliki dua varian.
Pasta Gigi Systema Pro Sensitive untuk masalah gigi sensitif pada umumnya, dan Pasta Gigi Systema Sensitive Whitening yang mampu mengurangi noda pada gigi sensitif sehingga tampak lebih cerah dan putih.
Mr. Takuya Fujii selaku International marketing Division of Lion Corporation, Japan, menjelaskan  “Dengan triple impact protection, atau tiga perlindungan dalam sekali sikat Systema Pro Sensitive mampu mengatasi masalah gigi sensitif, yaitu; meredakan rasa ngilu seketika, memberikan perlindungan yang tahan lama dan mencegahnya datang kembali dengan perawatan menyeluruh bukan hanya gigi tapi juga gusi.”
Monica Raharja, menambahkan, “Kami mendukung dan setuju sepenuhnya bahwa senyum itu sangat penting, dan gigi yang putih, bersih dan sehat akan menjadi penunjang utama senyum yang indah, karena itu diharapkan dengan hadirnya Systema Sensitive Whitening dan Systema Pro Sensitive dapat menjadi salah satu “must have item” untuk life style kita saat ini, apapun prosedur pilihan kita untuk memutihkan gigi.”
O'ya, selain Pasta gigi, produk Systema untuk gigi sensitif dilengkapi juga dengan sikat gigi. Systema Sensitive Toothbrush, diciptakan untuk kenyamanan menyikat gigi sekalipun gigi sensitive, sikat gigi Systema dibuat dengan bulu sikat 3S (slim, soft, strong). Khusus sikat gigi sensitive, dibuat dengan dua teknologi yang canggih.
Pertama hadir dengan bulu yang sangat halus di bagian tengah, berfungsi untuk meratakan pasta gigi ke seluruh permukaan gigi. Kedua hadir dengan bulu sangat ramping juga halus di pinggirnya, berfungsi untuk mengangkat plak membandel di celah gigi dan gusi namun tetap lembut di gusi.

Siapapun berhak berpenampilan menarik, namun tentu menerapkan cara yang sehat dan sewajarnya. Gigi putih idaman, bisa anda dapatkan dengan produk pasta gigi dan sikat gigi Systema. -salam-
Systema Pasta Gigi dan Sikat Gigi -dokpri

Rabu, 26 Oktober 2016

Softener So Klin Sahabat Kain

Sesi Talkshow Softener So Klin di Jakarta Fashion Week -dokpri

Apa yang membuat penampilan seseorang menarik ?
Mungkin ada yang menjawab body yang proporsional, terus kebersihan badan, bisa jadi aroma badan, atau pada kepintaran/ intelektual.
Tak ada yang salah dari serangkaian jawaban tersebut, karena setiap orang memiliki padangan beragam. Pilihan setiap orang, bisa dilatarbelakangi banyak hal pada setiap individu. Entah jenjang pendidikan, lingkungan pergaulan, pekerjaan, hoby dan lain sebagainya.
Kalau mau jujur, secara umum kesan pertama yang dilihat dari seseorang adalah penampilan fisik. Yang pasti, kali pertama dilihat rupa atau paras wajah. Kemudian berlanjut, pada bagaimana cara berpakaian atau berpenampilan. Setelah berbincang dan berhadapan dari jarak dekat, barulah pada aroma tubuh atau aroma pakaian menjadi perhatian. Selanjutnya berlanjut pada pembawaan diri, cara bertutur kata, cara bersikap dan selanjutnya dan selanjutnya.
Hal yang lebih dalam dan detil, sifatnya lebih subyetif dan personal. Selanjutnya tergantung pada keputusan individu, akankah dilanjutkan atau dihentikan.
Nah, anda yang punya masalah dengan penampilan, terutama dalam hal pakaian ada solusinya. Bisa dengan parfum disemprotkan pada badan, atau bisa memakai pewangi pakaian. Mengenai pewangi pakaian, saya punya kisah saat menghadiri acara Fashionista di Jakarta Fashion Week di Senayan City.
Anda pastinya sudah kenal, Softener So Klin produk pewangi persembahan Wings.
Softener So Klin Twilight Sensation dari Wings Care, menjadi fficial fabric softener di Jakarta Fashion Week (JFW) 2017. Sebagai pelembut pakaian terkemuka, Softener So Klin memberikan panduan cara yang benar untuk merawat kain melalui fabric clinic di Main Atrium Senayan City.
Nurul Akriliyati, Dosen Bidang Fashion Fabric Binus Northumbria School of Design (BNSD) dan ESMOD Jakarta mengatakan "Diperlukan perlakuan khusus untuk setiap jenis kain yang berbeda, dimulai dari proses pencucian agar kain tidak mudah rusak, tetap lembut dan nyaman dipakai. Perawatan busana tergantung pada jenis serat kain atau fibre yang digunakan."
Jenis fibre sendiri terbagi dua ;
Natural
Serat yang berasal dari alam, seperti serat nabati yang berasal dari tanaman (Kapas, linen, ramie, kapuk, rosela, jute, sisal, manila, coconut, daun atau sisal, sabut).
Serat yang berasal dari hewani, seperti wool, silk atau sutera, cashmere, Ilama, Unta, Alpaca, Vicuna.
Man Made Fibre ;  
Adalah artificial fibre (seperti viscoce atau rayon, tencel, acetate) dan synthetics fibre (seperti polyester atau tetoron, acrylic, nylon atau poliamida).
Dua jenis serat Natural dan Man Made Fibe, umum digunakan pada pakaian dan rancangan desainer busana di Tanah Air.
Perlu pengetahuan lebih, bagaimana mencuci yang benar dan sesuai dengan pemakaian bahan kain pada busana. Busana tidak boleh dicuci menggunakan mesin cuci, namun manual dengan tangan. Penggunaan deterjend tidak dianjurkan, karena mengandung zat senyawa akali yang dapat merusak serat dan warna sutera akan cepat pudar.
(ki-ka) Julie Widyawati, Nurul Akriliyati dan Billy Tjong -dokpri
Julie Widyawati selaku Marketing Manager Softener So Klin mengatakan," Memenuhi kebutuhan tersebut, Softener So Klin menghadirkan prosuk perawatan pakaian yang memenuhi kriteria. Yaitu sebagai pelembut dan pewangi sekaligus, yang friendly dengan kain Sutera. Softener So Klin memiliki wangi dan lembut, dapat meningkatkan mood dan confidence seorang perempuan menjadi lebih baik dan lebih percaya diri untuk menjalani hari-hari".
Perancang busana Billy Tjong, dipilih Softener So Klin untuk bekerjasama. Softener So Klin Twilight Sensation, memiliki kesamaan kepribadian dengan Billy. Yaitu glamor dan paling mengerti kain, serta sangat perfect dalam berkreasi.
"Kemewahan berlian dan wangi bunga yang diaplikasikan paa rancangan busana, memberi kesan glamor. Wangi dan kelembutan bunga diperlihatkan pada siluet gaun feminim, lekuk bunga yang indah memberi kesan seksi, lembut dan wangi. Warna ungu, hitam dan biru saya pilih untuk mempertegas unsur misterius pada rancangan saya. Terimakasih kepada Softener So Klin untuk inspirasinya, saya persiapkan MasterPiece khusus untuk So Klin Twilight Sensation" Jelas Billy Tjong.

Pakaian bisa menjadi representasi diri, sampai ada pepatah jawa "ajining rogo soko busono" (Harga diri badan dari pakaian). Bagi orang awam seperti saya, berpenampilan pantas memang sangat diperlukan. Agar bisa nyaman di lingkungan pergaulan, dan yang pasti bisa diterima orang lain. -salam-

Jumat, 06 Mei 2016

Melangitkan Cita-Cita di Negeri Sampah

Berapa usia ideal anak untuk masuk PAUD ?
Saya yakin jawaban anda sama dengan saya, usia sekitar empat atau lima tahun. Jawaban anda tidak salah, karena pertimbangan usia sekolah memang begitu.
Siang ini Rabu 4/5'16 saya menjumpa anak-anak, berada tak jauh dari TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah Bantar Gebang- Bekasi.
(kiri-kanan) Ahmad, Faqih dan Alif, anak-anak Paud Tunas Mulia Bantar Gebang- Bekasi (dokumentasi pribadi)
Anak-anak ini memakai celana training dan kaos lengan panjang, berwarna merah marun berpadu sleret warna kuning di bagian pinggir.  Pada kaos bagian belakang atas, tertulis "PAUD Tunas Alam" Bantar Gebang Bekasi.
Tiga nama anak saya ketahui setelah berkenalan, mereka adalah Ahmad 6 tahun, Faqih 7 tahun dan Alif 6 tahun. Mereka masih PAUD bukan TK, kalau anak saya atau anda mungkin usai 6/7 sudah TK B atau ada yang kelas satu SD.  Dari tiga anak itu saya ajak bercanda, sembari main tebak-tebakkan membaca. Ahmad usia 6 tahun, lumayan lancar membaca tulisan di atas buku notes saya. Sementara Alif agak terbata-bata, Faqih harus mengeja huruf per huruf dibantu dua temannya.
Bisa jadi anak-anak lain di wilayah ini, masih kesulitan membaca karena tidak memiliki kesempatan belajar.
Nadham Dwi Subekti selaku pendiri sekolah Tunas Mulia, mengakui kepeduliannya berangkat dari rasa keprihatinan. Orang tua di daerah TPA, enggan menyekolahkan anak-anaknya. Kebanyakan anak-anak dari kecil diajak menjadi pemulung, yang nyata-nyata dianggap menghasilkan uang dengan cara instan.
Banyak penemuan barang di TPA oleh pemulung, yang membuat mereka tergiur. Pernah mendapati uang di bundel dibungkus dalam plastik, entah sengaja atau tidak dibuang pemiliknya (bisa jadi uang panas). Atau kalau sedang nasib mujur, menemukan emas dalam bentuk perhiasan.
Namun pada waktu berlainan, ditemukan barang menjijikkan seperti potongan tubuh manusia atau mayat bayi. Selain itu masalah sosial dan kebiasaan juga terjadi, seperti terjadi longsor sampah, larangan sekolah, makanan sampah, pernikahan dini.
Oo0oO
Wings Corporation, perusahaan penghasil produk- produk makanan, minuman, perawatan rumah dan perawaran tubuh, melalui Yayasan Wings Peduli Kasih. Mendukung sepenuhnya upaya Pak Nadham, untuk kehidupan yang lebih baik warga Bantar Gebang melalui jalur pendidikan.
Dalam rangka hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei, Wings Peduli Kasih bersama Econity90 sebuah yayasan sosial anggotanya lulusan Fak Ekonomi UI tahun 90. Secara khusus memberi bantuan, berupa pendirian fasilitas bangunan permanen kelas baru untuk Sekolah Alam Tunas Mulia - Sumur Batu - Bantar Gebang Bekasi.
Pada kesempatan yang sama diluncurkan, buku "Impian dari Negeri Sampah" karya Nadham Surbekti. Dalam buku ini ditulis 43 kisah nyata, kehidupan sehari-hari warga Bantar Gebang dikiaskan dengan "Negeri Sampah". Buku yang akan dijual secara luas ini, royalti sang penulis akan digunakan untuk kegiatan di sekolah Tunas Mulia.
Usai pengguntingan pita, dilanjutkan meninjau kelas baru. (ki-ka) ; Nadham Surbekti, Rahmat Susanta, Hirajati Natawirya, Gabriella da Silva dan Topik Aji Mulya  (dokumentasi pribadi)
Prosesi pengguntingan pita, dilakukan Direksi PT Sayap mas Utama yaitu Hirajati Natawirya, Perwakilan Econity90 Rahmat Susanta dan Nadham Subekti sebagai pendiri sekolah. Turut mendampingi prosesi peresmian, Topik Aji Mulya, selaku Lurah Sumur Batu bantar Gebang dan Gabriella da Silva selaku Public Relation Head PT. Sayap Utama.
Setelah prosesi singkat di depan tangga, kami masuk ke kelas Sekolah Tunas Mulia. Bangunan kelas terdiri dari dua ruang, disekat dengan pintu lipat bercat putih.
Mendadak saya membayangkan Ahmad, Faqih, Alif dan teman-temannya mereguk ilmu di kelas ini. Wajah-wajah polos dan ceria belajar, untuk menuju perubahan masa depan tunas bangsa ini. untuk anak seusia tiga nama yang saya kenal tersebut, smestinya sudah lancar membaca sehingga bisa belajar ilmu lainnya.
Gunungan Sampah tampak begitu keluar dari Kelas (dokumentasi pribadi)
Begitu keluar dari ruang kelas, saya bisa saksikan langsung gunungan sampah tak jauh dari Sekolah Tunas Mulia. Konon sampah inilah, merupakan "sumbangan" dari warga Jakarta. Dalam sehari bisa mencapai empat sampai tujuh ton sampah, dikirim dengan truk besar ke tempat di hadapan saya.
"saya terinspirasi dengan kisah yang ada di buku Pak Nadham, semoga langkah kecil yang dilakukan Wings dapat membantu memotivasi anak-anak Bantar Gebang, khususnya Sekolah Tunas Mulia untuk belajar lebih giat dan kami menghimbau masyarakat lain di luar sana dari perusahaan maupun instansi pendidikan untuk turut serta memberikan sumbangsih dalam bentuk moral dan materi kepada anak sekolah Tunas Mulia demi masa depan generasi penerus bangsa yang lebih baik. Kami juga mengapresiasi para guru, pahlawan tanpa jasa yang telah mengajar anak-anak dengan kasih dan tulus ikhlas" Ujar Aristo Kristandio Representative Yayasan Wings Peduli Kasih
Nadham yang kami temui secara terpisah mengungkapkan, "satu hal penting yang harus ditanamkan pertama kali, adalah keinginan atau cita-cita. Kalau mereka punya mimpi, akan membangkitkan semangat menggapainya".
Akhirnya kami sampai ujung acara, mobil yang mengantar kami ke tempat ini sudah siap membawa kembali ke Jakarta. Semangat Pak Nadham dan anak-anak di Tunas Mulia, mengingatkan saya pada lagu dalam film Laskar Pelangi. "Mimpi Adalah Kunci Untuk Kita Menaklukkan Dunia" (salam) 
Tak Boleh terlewatkan adalah Wefie (gambar dari FB Elisa Koraag)

Jumat, 01 April 2016

WINGS Journalist Award 2016 [Sebuah Catatan]


Blogger mengapit Bpk. Aristo Kristadyo - Group Head of Marketing Beverages Wings Food. (kiri Agung Han- kanan Dewi Sulistyawati) - dok gambar dari Fb Ani Berta
Semua serba tiba-tiba !
Sore itu seorang kawan blogger kirim pesan inbox FB, minta ijin membagikan no WA saya ke agency Wings. Saya meng-iya-kan saja sembari menerka, akan dapat undangan launching produk Wings.
"Mas besok harus datang, acara wings di Plaza Senayan"
Pesan dari nomor tak dikenal masuk via WA, Saya tak kaget pasti ada kaitan dengan ijin dari teman blogger sebelumnya. PIC agency Wings pun, saya sudah bisa membayangkan wajahnya. Kebetulan pernah bersua sekali, waktu acara di Mall daerah Jakarta Barat.

Daftar Blog Saya