Tampilkan posting dengan label media. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label media. Tampilkan semua posting

Minggu, 02 April 2017

Tips Membeli Mobil Bekas #mobil123

Ki- ka ;   Joe Dische (Chief Finance Officer dari PT iCar Asia), Hendrik Wiradjaja, Deputy Marketing Director dari PT. Hyundai Mobil Indonesia, Halomoan Fischer Lumbantoruan, Chief Operational Officer dari  Mobil 88,  ammish Stone (Chief Executive Officer dari PT iCar Asia)

Pasar mobil bekas tidak ada matinya, karena kebutuhan akan kendaraan juga tak ada habisnya. Sebagian besar orang memilih keputusan, membeli mobil bekas dengan aneka pertimbangan. Meski begitu harus mempertimbangkan, kelebihan dan kekurangan sebelum membeli mobil bekas.
Saya masih ingat, saat berniat membeli mobil pada enam tahun lalu. Bersama istri berunding, membeli mobil baru atau bekas. Karena baru pertama hendak memiliki mobil, kami putuskan membeli mobil second.
Pertimbangan terbetik saat itu, saya belum lancar stir mobil dan menghemat dana. Dengan membeli mobil bekas, dana di tabungan masih bisa disimpan. Kebetulan kami beli dari saudara ipar, jadi lebih mudah kalau ada masalah dengan roda empat.
Sungguh, keputusan saat itu berdasarkan isnting dan feeling saja. Tak ada pertimbangan lain, mengingat saya dan istri awam. Setelah tahun demi tahun berjalan, tindakan yang kami lakukan ternyata tidak salah. Pencerahan saya dapati, saat mengikuti acara Blogger Gathering mobil 123 Portal Otomotif no 1.
Pak Haloman Fischer Lumbantoluan, selaku Direktur Perseroan mobil 88 memberi pemaparan dalam acara Blogger Gathering.
Mobil 88 berdiri pada tahun 1988, merupakan bagian dari Astra Group yang kita kenal sebagai perusahaan besar dibidang otomotive. Mobil 88 melayani customer di 21 cabang, tersebar di 9 kota besar di suluruh Indonesia. Terbanyak ada di Jakarta 10 cabang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Pakembang, Pekanbaru, Denpasar dan Balikpapan.
Mengapa mobil bekas?
Ada 3 alasan utama mengapa konsumen membeli mobil bekas

  1. Harganya lebih murah ; bisa mendapat mobil dengan fitur yang sama dengan harga lebih murah.
  2. Kendaraan bisa langsung pakai ; Kalau sudah cocok dan dibeli cash , kendaraan bisa langsung pakai. Hal ini tidak bisa pada mobil baru, karena musti menunggu proses pengurusan dokumen.
  3. Tingkat depresiasi rendah ; Penyusutan harga mobil dari tahun ke tahun semakin kecil. Misalnya pada tahun pertama pembelian turun 20 juta, maka pada tahun berikutnya harga turun lebih kecil. Tingkat depresiasi ini biasanya dimanfaatkan, sehingga penjual tidak terlalu menanggung rugi.
Namun membeli mobil bekas ada resiko.

  1. Sudah dipakai orang sebelumnya ; akibat pemakaian tersebut ada resiko yang timbul. Misalnya dari pemilik sebelumnya, ternyata mobil bermasalah dengan hukum pemilik ( seperti kriminal, penyucian uang) maka mobil bisa disita pihak berwenang.
  2. Kerugian Material ; Pada saat membeli mobil bekas dengan harga normal, tetapi ternyata mobil pernah (misal) tabrakan atau eks terkena banjir. Kejadian seperti tersebut, membuat struktur mobil berubah, harga bisa jatuh sampai 60%.
  3. Ancaman Keselamatan, mobil yang trekena struktur kehilangan kenyamanan, biasanya keseimbangannya tidak stabil,
  4. Balik Nama Terblokir,  Apabila tersangkut kasus kriminal, akan bermasalah saat balik nama. Misalnya, tanpa diketahui mobil yang dibeli ternyata mobil curian.
Sampai hari ini pasaran mobil bekas masih besar, tetap harus dijaga dan berhati hati sehingga benefit didapat dan resiko dihindari” Pesan Haloman.
Hendrik Wiradjaya (duduk) dan Haloman -dokpri
Hadir sebagai pembicara kedua, Bapak Hendrik Wiradjaya selaku Deputy Marketing Director PT. Hyundai Mobil Indonesia.
Saya yakin anda pasti mengenal  nama Hyundai, perusahaan otomotive ternama. Autosafe Hyundai Used Car, berada dbawah naungan PT. Hyundai Motor Indonesia. Memberi kenyamanan konsumen yang membutuhkan mobil second.
Jaminan beli kembali mobil Hyundai selama tiga tahun, terhitung sejak tanggal terjadi pembelian. Patokannya adalah waktu dan batasan kilometer, tinggal melihat mana yang dicapai lebih dulu.
Autosave memberi kepercayaan dan rasa aman pada pelanggan, yang akan resale value used car Hyundai. Hal ini dilakukan Hyundai, demi meningkatkan credit value bagi brand Hyundai. Selain itu mendukung penjualan kendaraan baru, sebagai sebuah akseletrasi marketing.
Sebagai price setter untuk harga pasar mobil bekas Hyundai, serta menjadi pilihan alternatif konsumen yang menginginkan used car Hyundai.
Pasar mobil bekas yang kian marak, tak bisa dipungkiri ada “permainan” oknum. Konsumen teruatama yang awam, bisa menjadi “sasaran” orang yang tidak bertanggung jawab. Membayar uang lebih, dengan benefit yang sangat timpang.
Autosafe Hyundai Used Car, mempersembahkan program “Buy Back Guarante Hyundai”. Program yang mampu mengontrol harga jual beli, sehingga market tidak semena menentukan harga. Endingnya customer tidak dirugikan, medapat harga yang pantas dengan mobil yang sesuai.
Buy Back Guarantee dijalankan sejak 2005, dengan mengkategorikan beberapa type. Manfaat bagi calon pembeli, bisa memprediksi value mobil bekas pada tahun pertam kedua dan seterusnya.
Bagi anda yang hendak membeli mobil bekas, ada baiknya mempraktekkan tips yang dipaparkan narsum. Kalau tidak mau ambil resiko, sebaiknya membeli di tempat yang sudah terpercaya.-salam-
Blogger Gathering mobil123 -dokpri

Sabtu, 08 Oktober 2016

Think Fresh, Mantra Meyakinkan Diri Dari Danny Oei Wirianto

Danny Oei Wirianto  - dok penyelenggara
Bagi saya pribadi, nama Danny Oei Wirianto sudah tidak begitu asing. Sosok di balik suksesnya komunitas terbesar Kaskus, selain itu beliau berperan dalam pengembangan belasan perusahaan digital. Sebut saja Semut Api Colony, Klix Digital, MediaXasia, MerahPutih Inc., Mindtalk, Bolabob, DailySocial, Infokost.net, KrazyMarket, Kincir, Lintas.me, OneBit, semua nama yang saya sebutkan di bawah bendera Merah Cipta Media Group (MCM). 
Melalui beragam upaya dan kerja keras, apa yang disentuh tangan dingin Danny seolah berubah menjadi emas. Perjalanan untuk menjadi "seseorang" bukan hal yang mudah, ada proses luar biasa dibaliknya. Pun Danny melalui kawah candradimuka, membuatnya bisa sekokoh karang.
"Tahun pertama membangun bisnis, saya tidur di kantor" Ujar Danny saat acara Launching buku Think Fresh di Kinokinuya Plaza Senayan pada kamis 29/9'16.
Apapun Yang Instan Itu Tidak Baik (inspirasi satu - Buku Think Fresh - hal. 152 )
Lihat saja, bahkan mi instan tidak diproses secara instan. Begitu pula kesuksesan, tidak mungkin diraih secara instan. Untuk sukses, seorang akan melalui masa-masa sulit yang penuh kerja keras dan pengorbanan. Banyak yang tidak melihat bahwa keberhasilan dia adalah berkat adanya persiapan, kerja keras, dan belajar dari kegagalan.

Cuplikan satu paragraf dari buku Think Fresh ini, bukan sekedar omong kosong atau sekedar teori belaka. Kalimat ini terasa dalam, karena ditulis/ dikisahkan oleh orang yang mengalaminya sendiri,
Danny menuntut ilmu di Kendall College of Art and Design, Michigan, Amerika Serikat. Untuk membantu memenuhi kebutuhan selama kuliah, mengambil pekerjaan sampingan sebagai Office Boy.
Bayangkan kawan, menjadi office boy, saya yakin tak semua orang sanggup melakoni. Apalagi bagi seorang berpendidikan, pasti ada pergolakan ego. Mungkin masih ada sebagian orang menganggap, OB jenis pekerjaan dalam kasta tak diperhitungkan. Tapi siapa nyana, Danny Oei Wirianto dengan gagah menjadikan batu pijakan. Kelak lelaki rendah hati ini, bisa membuktikan bahwa seorang office boy pun bisa sukses.
Danny Oei Wirianto  - dok penyelenggara

Hidup itu seperti bola tennis, kata salah seorang rekan kerja saya, David Wayne Ika (inspirasi dua- buku Think Fresh hal. 38 )
Jika dijatuhkan ke sofa yang empuk, bola tennis tidak akan melambung tinggi. Tetapi jika dijatuhkan ke tanah yang keras, dia akan melambung tinggi. Hidup kita pun demikian, akan melambung tinggi atau rendah mengikuti lingkungan yang kita pilih untuk kita tempati. Keberhasilan kita juga tergantung pada kekuatan tekad serta usaha keras kita untuk mencapai hasil yang kita inginkan.


SURROUND YOURSELF WITH POSITIVE PEOPLE

Danny melentingkan dirinya, melalui tempaan hidup satu diantaranya pilihan sebagai office boy. Ketekunan bekerja dan belajar, menjadikannya mahasiswa yang cerdas. Akhirnya banyak teman kampus yang ingin belajar darinya, Danny memutuskan berhenti sebagai office boy. Kemudian Danny mendapat penghasilan lebih, melalui pekerjaan yang baru sebagai pengajar.
Lihatlah hukum bola tenis sedang terjadi, Danny membenturkan diri pada kerasnya hidup. Bola itupun mengikuti sunatullah (hukum alam), melompat tinggi bahkan bisa lebih tinggi lagi.

Inovasi, tidak hanya perlu dilakukan oleh perusahaan untuk menciptakan produk yang bisa menjawab kebutuhan orang banyak. Sebagai individu, kita pun perlu ber- INOVASI. (Inspirasi tiga - buku Think Fresh hal. 57)
Kita perlu sadar bahwa kemampuan untuk ber-INOVASI bukanlah hal yang kita bawa sejak lahir. Kemampuan itu tercipta dari kemauan kita mencari tahu.

Setelah lulus dan kembali ke Indonesia, Danny mengirim lamaran pekerjaan ke berbagai perusahaan. Kala itu lamaran masih difotocopy, sehingga kalkulasi biaya  cetak portfolio lumayan besar. Pada tahun 1997, Indonesia baru beradaptasi dengan internet (btw saya masih ingat, dulu menjamur kursus komputer)
Nah, Danny putar otak menyiasati kondisi. Akhirnya menyajikan sesuatu yang beda, yaitu membuat portfolio dalam bentuk softcopy. Sehingga bisa lebih efisien, tak makan banyak budget untuk membuat lamaran.

Launching Buku Think Fresh, di Kinokinuya Plaza Senayan (ki-ka ; Rene H, Danny Oei. W, Giring G -dokpri
Beruntung saya bisa hadir, di acara peluncuran Buku Think Fresh. Saat mengisi buku tamu di meja regristasi, disodori air mineral bertutup orange dengan tempelan Think Fresh. Dominasi warna orange terus berlanjut, mulai dari backdroup, ornamen di atas panggung, sampai pernik- pernik di meja narasumber.
Kehadiran Rene Suhandono sebagai pemandu acara, sungguh membuat acara hidup. Selain Danny Oei Wirianto sebagai penulis, hadir Giring Ganesha penyanyi sekaligus sahabat Danny.
Sepanjang acara launching buku, sejak mulai sampai penutup hanya satu kata dapat saya simpulkan "FRESH".
Seolah tak sabar, saya membaca buku yang sudah ditandatangani sang penulis. Lembar demi lembar saya buka, membaca kata demi kata seperti sebuah rangkuman perjalanan penulisnya.
Think Fresh, menurut saya bukan sekedar kumpulan kalimat motivasi/ mantra. Namun kalimat yang diolah, buah dari sebuah perjuangan panjang yang telah dilalui. Kalimat per kalimat terasa dalam, sungguh itu benar saya rasakan sendiri.
Saya jadi ingat sebuah tausiyah dari ustad ternama, "Apa yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati." itulah perumpamaan, yang bisa saya gambarkan dengan buku bercover orange ini.
Ilustrasi dan warna yang diterapkan setiap halaman lain dari yang lain, sehingga mata ini tidak cepat lelah saat membaca. Bayangkan saja, halaman per halaman dibuat berwarna-warni (tidak monoton). Misalnya ada satu lembar, didesign dasar hitam dengan tulisan putih. Lembar berikutnya, dasar merah dengan tulisan putih, begitu seterusnya. Tulisan tidak hanya dituang dalam halaman biasa, tapi dibingkai dengan bulat, kotak, disertai ilustrasi pendukung yang begitu menarik.
Pemilihan front huruf juga beda-beda, menyesuaikan tema yang sedang dibahas.  Ukuran huruf juga tak seragam, bisa jadi, satu halaman isinya hanya satu kalimat terdiri empat kata. Saya berhasil dibuat penasaran, kira-kira apa yang akan terjadi di halaman berikutnya.
Tak perlu waktu panjang membaca, karena kalimatnya ringkas dan mengena di hati.
Dengan ukuran yang mungil, buku ini praktis dibawa kemana-mana. Readable pokoknya, baik sambil nunggu di halte, naik commuter line sambil berdiri juga oke. 
Buku Think Fresh - dokpri

Saya sengaja mencuplik, hanya tiga kalimat inspirasi pada Buku Think Fresh. Padahal masih banyak kalimat lain, bertebaran di 177 halaman di buku ketjeh ini.
Sungguh, menurut saya buku ini terlihat dipersiapkan dengan sangat teliti dan detil. Sampai-sampai mengajak pembaca berpartisipasi, memberi tanda sticker apabila menemukan 5 kejanggalan. Buku Think Fresh seolah representasi perjalanan hidup Danny Oei, berproses menjadi pribadi yang luar biasa.
Kiprahnya dibidang advertising yang digeluti, telah membawanya meraih beragam penghargaan. Prestasi terbaru diukir dibidang bisnis dan investasi, yaitu Top 3 Best Mentors of Founder Institute in Asia (2013)
Jadi kalau anda ingin merasakan sensasi lain membaca buku, beli deh Think Fresh. Saya menjamin anda merasa beruntung, membeli sekaligus mengoleksinya. 
"Royalti dari buku Think Fresh, akan digunakan untuk mewujudkan mimpi anak negeri"Ujar Danny saat acara (keren kan).
So jangan lama-lama, segera ke toko buku. Jangan sampai kehabisan, ntar nyesel lho ! -salam Think Fresh-

Minggu, 02 Oktober 2016

Kunci Itu Ada Dalam Diri Sendiri #ThinkFresh

Buku Think Fresh, Karya Danny Oei Wiranto -dokpri
Anda harus percaya ! *MaksaNih
Bahwa setiap manusia diciptakan special, makanya setiap pribadi adalah one and only in the world. Tuhan menciptakan setiap manusia, tentu tidak sembarangan atau sekadarnya. Sudah dirancang sedemikian rupa, sehingga hanya satu versi untuk satu orang.
Jadi deal ya, tak ada yang menyamai diri anda apalagi mengcopy paste.
So, kenapa anda harus minder, galau, rendah diri, merasa paling hina, nista. Padahal pribadi yang seperti anda, dijamin tidak ada lainnya atawa hanya satu-satunya di dunia. Sehingga anda bisa menjamin, tak ada yang bisa menyamai segala tindak tanduk anda.
Begini maksudnya, dijelaskan dengan contoh saja ya !
Boleh saja semua orang bisa masak sate, tapi sate yang dengan cita rasa khas anda, ya cuma satu. Boleh orang lain pintar meramu bumbu sate, tapi dijamin rasanya berbeda dengan bumbu sate buatan anda.
Siapa yang bisa mengukur, insting anda dalam menakar bumbu sate. Siapa yang bisa menjiplak intuisi anda, dalam memadupadankan bumbu sate versi anda. Jawabnya, tidak ada.
Nah, masih ada PR selanjutnya !
Anda harus berpikir, bagaimana agar sate dagangan anda diterima khalayak luas. Apalagi anda sudah punya modal, versi satu- satunya di jagat dunia ini.
Buatlah sate yang berbeda, agar asap sate, aroma sate, pedas dan ulegan kacang pada bumbu sate, gurihnya irisan goreng bawang, meresap di hati calon konsumen anda.
Carilah cara, bagaimana agar olahan daging bisa empuk, sampai-sampai pembeli tak kesulitan menguyah. Pilihlah arang yang bagus, sehingga tak menempel di daging saat digunakan untuk memanggang.
Buatlah cara tepat untuk promosi, agar orang tergelitik membeli sate anda. Pilihlah lokasi yang tak sulit dicari, sehingga mudah dijangkau pembeli. Berkreasilah dalam melayani, sehingga pembeli terkesan.   Begitu seterusnya, dan begitu seterusnya.
Mengutip kalimat (alm) Gus Dur, "Orang yang sudah berusaha keras itu, sunnahnya ya berhasil. Kalau masih belum berhasil, tandanya musti berusaha lebih keras lagi"
Kalimat atau mantra inilah, yang membekas di hati saya. Meski saya dengar pada awal tahun 2000-an, saya pegang sampai sekarang.
-o0o-
Btw, tulisan ini arahnya kemana yak ?
Begini, saya tuh abis baca buku keren berjudul "Think Fresh" karya Danny Oei Wirianto. Sayang donk, kalau buku ini saya baca sendiri. Maka saya sangat recommended, bagi kalian yang ingin belajar meyakinkan diri.
Karena tanpa disadari, kadang kita terbelengu dengan pemikiran orang sekitar.*ekspresisedih.  Danny Oei, selaku penulis sih bilangnya gini.
"Kita sering kan dicie-cie in temen" ujarnya saat launching buku Think Fresh.
Mau naksir cewek, dicomment "Cie, dapat gebetan nih ye". Meraih prestasi kerja, dicomment "Cie yang karyawan berprestasi datang". Bisa beli kendaraan baru, dicomment "Cie, mobil/motor baru nih"
Sebel ga sih *NadaSedihManja
Kalimat "Cie- Cie, kadang bisa membuat orang minder lho. Yang tadinya naksir, kalau mau ketemu gacoan jadi ngumpet dan gak pede. Yang meraih prestasi, kalimat tadi bikin nyegir dan ciut hati. Yang punya kendaraan baru, besoknya males dipakai.
Danny Oei Wirianto , saat launching buku Think Fresh di Kinokinuya Plaza Senayan (29/9'16) - dokpri

Siapa yang bisa merubah keadaan ?
Jawabnya bukan teman apalagi lawan, tapi diri-sendiri. Yup, DIRI SENDIRI *SengajadiCAPSLOK
Kita harus punya inisiatif, bagaimana mengatasi saat "dicie-cie in orang. Balas saja kalimat cie-cie tadi, dengan "Iya Donk" masak kalian gak pengin. Dengan -jawaban yang bertanya- seperti itu, saya kira seperti bumerang bagi si penanya. *KalauDiaNgerasa *KalauEnggakCuekinAja
Ada beberapa kalimat dari buku Think Fresh, yang menghunjam di kalbu saya *DalamBangetKalimatnya
A. Bahwa untuk mencapai keberhasilan, seseorang harus melalui berbagai kegagalan dan masa-masa sulit yang penuh kerja keras serta pengorbanan (hal 14)
-Sungguh saya pernah mengalami, saat menjadi marketing iklan. Bertubi-tubi penolakan demi penolakan saya rasakan, tapi rasa gentar tak boleh hadir. Sampai akhirnya ketemu pintu pembuka, ada client yang cocok dengan media saya. Tanpa dinyana hubungan berkesinambungan, menjadi pemasang iklan tetap selama beberapa tahun-.
B. Rasa ingin tahu akan mendorong kita, mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan membuat kita berani melakukan hal-hal yang baru (hal 30).
- Saat saya ingin memberi surprise, maka saya belajar menulis pada teman wartawan. Pada satu masa tertentu, saya "hadiahi" pemasang iklan dengan advetorial yang saya tulis sendiri. Tentu mereka senang, kerjasamapun berkelanjutan. Bahkan pernah, sstt, saya diajak bisnis di luar iklan- *BiarGaKedengarBos
C. Ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan, secara alamiah otak kita akan mengumpulkan pikiran-pikiran positif dan negatif (hal 68).
- Pernah kan, menemui temen kantor yang nyebelin. Suka meremehkan orang lain, pintar mencari muka di hadapan boss. Saya pernah dijatuhkan, tapi saya tak mau ambil pusing. Saya timbang dan timbang, sikap yang harus ditunjukkan. Akhirnya yang penting bekerja dan bekerja, dan "hasil tak pernah mengkhianati usaha".
Mantra-mantra keren di buku Think Fresh -dokpri
Eit's, sudah itu saja dulu !
Jujur sebenarnya masih banyak mantra Danny Oei, tapi kalau ditulis semua gak habis-habis.
Dari pada penasaran, segera baca buku Think Fresh sendiri. Kan sudah dibilang, penghayatan setiap orang berbeda. Seperti kalimat di paragraf awal, saya diciptakan satu-satunya, pun anda diciptakan satu-satunya di bumi ini. Pasti banyak mantra favorit, yang pas dengan sikap yang anda pernah lakukan *DanTidakSayaKetahui.
Yang pasti kalau anda baca buku ini, smoga mengalami apa yang saya rasakan. Merasa menjadi orang ketjeh, tergerak melakukan perubahan dalam diri sendiri. *SuerIniMustiAndaBuktikan *BeliYaJanganPinjam
-0o0-
Launching Buku "Think Fresh" -dokpri

Danny Oei mengakui, umurnya sudah sama dengan ukuran sepatunya *BerartiKitaSeumuran. Terkait dengan mantra di buku Think Fresh, saya juga memiliki kisah yang relevan *BacaSampaiTuntasYa.
Ayah saya seorang guru SD, ibu memiliki warung di pasar kampung. Sebagai bungsu dari enam anak, saya melihat sendiri perjuangan orang tua. Tumbuh rasa kasihan, melihat ibu hutang sana-sini untuk memenuhi kebutuhan.
Sayapun menjadi anak penurut, hampir tak pernah berbuat ulah di rumah atau sekolah. Alhasil lancar-lancar saja dalam studi, bahkan bisa dibilang lumayan berprestasi. Sejak SD saya kerap, mewakili sekolah lomba mengarang. Saat SMA bergabung di teater, sempat maju lomba tingkat provinsi.
Melihat kesulitan orang tua, usai SMA saya memutuskan bekerja sambil kuliah di Surabaya. Meringankan beban orang tua, bagi saya adalah prestasi saat itu.
Sering melihat teman kampus nongkrong, pergi ke mall atau bioskop. Teman kost dapat kiriman dari orang tua, berupa transfer jatah uang bulanan. Mereka tak repot cuci baju dan setrika, karena memakai jasa tukang cuci atau laundry,
Sungguh, hati ini sedih sesedih-sedihnya. Kenapa saya tidak seperti itu, tapi tak tahu harus protes pada siapa. Sebagai anak yang tidak suka berontak, pelarian saya cukup jitu. Sering baca agenda kota di koran, mendatangi acara yang tertulis di kolom tersebut.
Saya akrab dengan seminar, sarasehan, pentas seni, pengajian akbar dan acara sejenisnya *AcaraGratisanPastinya. Beberapa nama beken saya jumpa, mulai dari ekonom, budayawan, sastrawan, politikus, seniman, artis hadir di forum-forum penuh inspirasi.
Sepeda kumbang tunggangan saya, seolah hapal seluk beluk jalanan kota Pahlawan. Meringankan kaki melangkah, menimba dan memuaskan dahaga ilmu. Dari manusia-manusia luar biasa inilah, saya serap banyak hal termasuk ilmunya. Satu kalimat yang mak "JLEB", adalah mantra dari (alm) Gus Dur di atas.
Rasa manis itu akhirnya terasa juga, saat hari kelulusan tiba. Keesokan hari usai wisuda, teman peraih nilai bagus bingung melamar pekerjaan. Sementara saya tidak mengalami, karena sudah bekerja dari awal kuliah. Secara mental saya lebih dulu terbentuk, dibanding teman yang kuliah tanpa bekerja.
Mantra-mantra di buku Think Fresh, sebagian saya alami dan rasakan. Sehingga tak jarang saya manggut-manggut, meresapi kalimat Danny Oei yang memang benar adanya.

Ki- Ka ; Rene Suhardono, Danny Oei Wirianto, Giring -dokpri

Eit's, ternyata hey ternyata *dibacaSambilNyanyiAlaRhoma.
Fase perjuangan juga dialami, oleh orang sebeken dan sekeren Giring Nidji. Pelantun lagu Laskar Pelangi ini, hadir di acara launching buku Think Fresh bersama Rene Suhardono sebagai pemandu acara
"Dulu tiga tahun memulai karir kerjanya latihan dan latihan ngeband aja" kisahnya.
Berbagai cara dilakukan, agar bisa menjaga semangat bermusik. Pernah tampil di acara sunatan massal, mengambil job di acara kawinan. Buah dari sikap "ndablek" berlatih (persistance), akhirnya mengantarkan nama Nidji menjadi band papan atas. Berkat kedisiplinan dan tak menyusahkan pengundang, Giring dan Band Nidji bertahan hingga sekarang.
"Pokoknya kalau ngundang, kami cuma pengin disediain cokelat dan buah" ujarnya.
Sementara saya pernah baca, ada artis yang minta fasilitas wah kalau diundang. Tapi namanya hanya bertahan sebentar, selanjutnya pudar bahkan hilang.
"Pada tahun kedua atau ketiga, biasanya akan mengalami penurunan" ucap Danny Oei "Tapi kalau kita tetap bertahan dan yakin, niscaya akan kembali naik kelas menggapai keberhasilan" tambahnya.
Sungguh, saya tak pernah mengukur keberhasilan dari sekedar kepemilikan bendawi *SemogaSepakat. Namun bagaimana dampak keberhasilan, bagi orang terdekat, lebih luas pada orang lain adalah parameternya.
Saya pernah terapkan pada diri sendiri, ketika penjualan iklan mulai lancar. Orang tua yang masih tinggal di kampung, saya ajak naik pesawat. Setelah ayahanda meninggal, kebetulan ada rejeki memberangkatkan ibu ke tanah suci. *InibukanPamerYa,Please
Keberhasilan seolah terasa sejati, saat di bandara melihat wajah sumringah ayah dan ibu terpancar. Wajah yang sama saya jumpa, ketika ibu mencoba baju ihramnya.
"Matur Suwun, ya Le" ucap ayah dan ibu menahan parau
Dua penggal kalimat singkat ini, tak sangka menjebol pertahanan. Air bening tak kuasa terbendung, mengalir dari sudut pelupuk mata.
Ibu saya (kanan) sedang di pelataran masjid Nabawi -dokpri
Bisa jadi anda melebihi kisah saya, atau mungkin belum berkesempatan melakukan hal yang mirip-mirip. Tapi yakinlah, kalau anda yakin pasti bisa.
Pada ujung tulisan, saya ingin mencuplik satu matra lagi di buku Think Fresh.
Banyak orang mengatakan "THINK OUTSIDE OF THE BOX." Pada kenyataannya tidak ada kotak dalam hidup kita. Jadi, kenapa kita harus membatasi diri dengan kotak?
Kotak itu sebenarnya adalah lingkungan kita. Jadi, lebih baik jika mengatakan "THINK OUTSIDE OF OUR ENVIROMENT." Kalimat "think outside of the box" hanyalah istilah yang menyatakan dan mendorong kita untuk berpikir di luar apa yang selama ini dan setiap hari kita pikirkan. Dengan kata lain, BERIMAJINASILAH !

Yup, berimajinasi adalah awal dari sebuah kenyataan. Jadi mulai lakukan sekarang, segera beli dan baca buku "Think Fresh". *TetepPromosi - salam sukses- 

Sabtu, 09 Januari 2016

Membingkai Satu Dasawarsa Perjalanan [Sebuah Resensi Buku]


Dokumen Pribadi
Sepuluh tahun bukan masa yang sebentar, namun juga tak lama kalau sudah terlewatkan. Sekian waktu yang berjalan, akan meninggalkan sekian banyak kenangan. Peristiwa yang terlampui, apalagi jika diwarnai sebuah pencapaian tak ada salahnya disebarkan. Siapa tahu, kelak menginspirasi bagi penerus sekaligus pelecut semangat.
Maka tak berlebihan sebuah pepatah, "Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama (baca karya/tulisan)".
Tanpa terasa satu dasawarsa, Pusat Komunikasi Publik (Puskom Publik) kementrian Kesehatan menorehkan pengalaman berarti. Sekaligus menandakan, sebuah kehidupan yang sehat, aktif, positif, terbuka dan beretika di lingkungan kementrian kesehatan dan para stakehoder-nya. Sebagai torehan agar tak lekang masa, sebuah buku dipersembahkan untuk masyarakat.
Prasasti Puskom Publik - Satu Dasawarsa Puskom Publik Berkarya Untuk Indonesia Sehat-. Adalah judul buku, dengan cover warna tanah. Menilik dari tampilan kulit luar, sebagai pembaca saya menangkap kesan kuat sebuah  prasasti adiluhung penebar inspirasi.
"Tantangan PR Kementrian/ Lembaga di masa depan adalah trust. Karena pemerintah yang sering diberitakan korupsi dan citra PNS yang buruk. Jadi Positioning kami (Puskom Publik) sebagai jembatan komunikasi. Bukan sekedar membangun reputasi tapi juga menyadarkan publik apa yang kita lakukan" Murti Utami - Pada Sekapur Sirih hal Vii.
Memang bukan perkara semudah membalikkan telapak tangan, merubah image masyarakat tentang PNS. Namun juga bukan hal yang mustahil, apabila terus diupayakan.
Acara Bedah Buku Prasasti Puskom Publik (dokpri)
Tanda Tangan; Murti Utami (berdiri) Dyah Hasto Palupi (duduk)
Buku setebal 161 halaman ini, terbagi dalam tiga bagian.  Bagian ke satu, mengangkat sub tema "Merintis Jalan Melintas Sejarah" terdiri dari 3 bab. Kemudian bagian dua dengan sub tema "Tonggak- Tonggak Prasasti",  terdiri dari lima bab. Pada bagian ketiga dengan topic "Tiga Srikandri Merangkai Prestasi", memiliki tiga judul.
Tiga bab pada bagian kesatu, memiliki sub judul, "Lari Cepat Kilometer Pertama", "Membentuk Value Mendongkrak Kinerja", "Terbang Tinggi Menggapai Harapan". Menjabarkan tentang persoalan 4 tahun pertama, sejak dibentuk Puskom Publik. Kemudian semangat bekerja tanpa pamrih, dedikasi tinggi, dan berkomitmen melayani. Juga bagaimana Puskom Publik menjaga momentum, agar makna pelayanan dapat ditransformasikan. Pada bab ketiga di bagian kesatu, adalah 5 tahun setelah melewati learning by doing. Puskom Publik mengangkasa, dengan berbagai prestasi dan idealisme yang selalu digenggam.
Menyusul Bagian Dua yaitu "Tonggak- Tonggak Prasasti", merangkum sub judul, "Memeluk Media Konvensional Hingga Digital", "Mantra Sehat dari Balik Layar, "Mediakom Info Sehat Untuk Semua", "Komitmen Layanan Informasi Publik, "Menakar Kinerja Puskom Publik". Menyusuri halaman demi halaman bagian kedua, sebagai pembaca saya seperti diajak mendaki tangga demi tangga. Action demi action dari Puskom Publik Kemenkes, nyata tergambar dengan menggandeng media, membentuk komunitas Sahabat JKN, membuat program talkshow televisi, dan membuat majalah MediaKom.
Capaian demi capaian akhirnya tergapai, dengan paparan hasil survey kepuasan masyarakat. Pada halaman 111 sampai 124 pembaca akan tercerahkan, betapa upaya yang sungguh-sungguh tanpa kenal putus asa akan membuahkan hasil.
Pada bagian ketiga "Tiga Srikandi Merangkai Prestasi", memiliki sub judul "Lily S Sulistyowati : Kelembutan Sang Pemberani", "Tritarayati : satu Tahun Menjaga Momentum", "Murti Utami : Dongkrak Kinerja dengan Menggelorakan Budaya Bersih".
Mengangkat tiga sosok, di balik prestasi Puskom Publik Kementrian Kesehatan. Lily S Sulistyowati, beliau Kepala Pusat Pusat komunikasi Publik Kementrian Kesehatan 2005-2009. Mengaku sempat memiliki perasaan gamang, saat menerima tantangan yang diberikan. Namun keyakinan yang kuatlah, melibas rasa ragu diganti dengan kerja keras. Serta optmis dengan prinsip, setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya.
Kemudian srikandi kedua adalah Tirtarayati, sebagai Kepala Puskom Publik  penerus Lily. Meski tak lama (satu tahun), Tirtarayati mengantarkan Puskom Publik semakin eksis. Perempuan yang akrab disapa Tari, menginisiasi pembentukan Pusat Tanggap Respon Cepat (PTRC) Kemenkes sekarang berganti Hallo Kemkes. Menjadi akses langsung masyarakat, yang membutuhkan informasi dan menyampaikan keluhan melalui nomor hotline.
Tokoh Srikandi ketiga adalah Murti Utami, sebagai kepala Puskom Publik Kemenkes sejak 2011. Ami demikian panggilan akrabnya, berhasil menjadikan Puskom Publik sebagai institusi bersih terpercaya yang memiliki banyak prestasi dan puluhan penghargaan. Pada masa kepemimpinan Ami, Puskom Publik semakin cemerlang hingga keluar. Berhasil mengangkat awarness, pejabat- pejabat kemenkes ke hadapan publik. Melalui talkshow di layar kaca yang semakin intensif, masyarakat menjadi paham siapa orang yang memiliki kompetensi mengambil kebijakan sebuah problem kesehatan nasional.
Buku "Prasasti Puskom Publik", adalah sebuah prasasti bukan nisan. Sebagai momentum, untuk menceritakan perjalanan sebuah perjuangan. Di tulis bersama-sama oleh 7 penulis, dieditori Dyah Hasto Palupi.
"Pada Akhirnya, kami percaya bahwa apa yang kami suguhkan di sini bukan puncak pencapaian Puskom Publik. Bagi kami, pencapaian ini bukan terminal terakhir. Ke depan, masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Masih banyak medan yang belum kami tempuh. Semoga dari sepenggal perjalanan yang tersaji dalam buku ini dapat menjadi penguat memori tentang kehidupan menjalankan komunikasi." (Sekapur Sirih -Murti Utami- hlmVii) - salam