Tampilkan posting dengan label kuliner. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label kuliner. Tampilkan semua posting

Senin, 01 Mei 2017

Mesin Dolce Gusto Saatnya Membuat Kopi sekelas Bintang Lima

Mesin Pembuat Kopi yang Kekinian -dokpri
Mobilitas yang tinggi pada kaum urban, tak jarang membuat waktu kerap dihabiskan dengan aneka aktivitas di luar rumah. Tapi untuk urusan ngopi, tak harus selalu repot-repot musti keluar rumah. Satu kenalan merekomendasikan mesin Nescafe Dolce Gusto, kebetulan teman ini sudah punya di rumah.
Setelah senin sampai hari jumat, diisi dengan berbagai urusan pekerjaan. Pada saat weekend tiba, detik demi detik bisa dijadikan saat yang berharga.
‘Quality Time’ penting dan musti diciptakan sendiri, dengan melewatkan bersama orang-orang terkasih di rumah. Meski dengan kegiatan yang sederhana, ternyata waktu yang berkualitas menjadi strategi mujarab untuk mengeratkan kebersamaan. Kegiatan akan semakin seru, apabila kita melakukan hal yang berbeda sekaligus bereksperimen sesuatu yang baru.
Nescafe Dolce Gusto Praktis dan Solutif
Sesuai rekomendasi kenalan, akhirnya saya memboyong mesin NDG Piccolo manual yang cool ke rumah. Mesin pembuat kopi keren ini, membuat kita bisa menyeduh kopi layaknya racikan para barista profesional.
Nescafe Dolce Gusto (NDG)Piccolo Manual, adalah inovasi terbaru NDG sebagai mesin pembuat minuman kopi. Piccolo dalam bahasa Itali berarti kecil artinya dapat dioperasikan dengan bantuan aplikasi, untuk memudahkan pengguna menghasilkan minuman kualitas Cafe.
Membuat kopi memakai Aplikasi, unik bukan?
Saya sudah merasakan sendiri lho, bagaimana keseruan dan kepraktisan membuat Kopi yang canggih ini.
Pertama unduh aplikasi  ‘Dolce Gusto Timer’, via Apps Store dan google play secara free. Aplikasi ini sangat membantu, dalam mengatur komposisi yang pas layaknya barista. Sehingga perpaduan kopi dan susu seimbang, untuk menghadirkan warna yang menarik sekaligus taste yang pas.
Membuat Kopi dengan APlikasi -dokpri
Saya, anda atau siapapun bisa melakukan sendiri, dengan cara yang relatif sederhana bersama NDG Piccolo manual. Tahapannya dijamin simple alias tidak ribet, bisa dipelajari dalam waktu sekitar lima menit.
Isi dulu tangki NDG Piccolo manual, dengan air sebanyak 600 ml ( sekali isi bisa untuk dua cup). Kemudian masukkan Kapsul susu, siapkan timer aplikasi “Dolce Gusto Timer” pencet start dan tekan tuas NDG piccolo manual. Kalau ingin air panas tekan tuas ke kanan, sedang untuk air dingin tekan tuas ke kiri.
Setelah timer menunjukkan angka nol,  rubah tuas ke posisi normal dan masukkan Kapsul Dolce Gusto pilihan (Cappucino, Tea Latte, Cafe Au Lait –  )  . Kemudian stel timer di aplikasi, tarik tuas  seperti langkah pertama (posisi tuas harus sama, menunjuk pada air panas/dingin ). Setelah timer sampai angka nol, kembalikan tuas NDG Piccolo manual ke posisi normal.
-Kapsule ini dibeli di supermarket,  saat ini tersedia dengan 14 rasa pilihan (selengkapnya ada di  SINI )-.
Baru deh, anda bisa nikmati Coffe dengan tampilan warna yang begitu memukau. Mau sedang padat kegiatan atau di tengah macet, niscaya waktu yang tersedia bisa disulap menjadi Quality time bersama orang-orang terkasih.

-o0o-
Kopi Nescafe Susu Siap disajikan -dokpri
Saya menjumpai NDG piccolo manual yang keren ini, pada acara Piccolo Party pada 27 April 2017. Mesin Kopi Dolce Gusto didesign khusus, mengusung warna yang unik yaitu anthracite. Tapi sayangnya NDG piccolo dijual tidak disembarang toko, sehingga terkesan ekslusive dan pemiliknya benar-benar orang yang beruntung.
Undangan datang dengan warna monochrome, yaitu gradasi dari warna hitam menuju putih. Kalau anda membayangkan perubahan warna dari hitam menuju putih, nah warna monochrome identik dengan warna Kopi hitam dan campuran susu putih. Apalagi warna monochrome memang begitu elegan, mewakili pribadi yang establish dalam banyak hal.
Biasanya nih, hanya orang dengan keahlian khusus, bisa menyulap kopi dengan penampilan yang menarik ini. Dengan menggunakan NDG piccolo manual, stigma yang berkembang selama ini bisa terbantahkan.
Saya pribadi sampai tidak percaya, ternyata bisa membuat sendiri Kopi dengan penampilan rupawan. Rasanya tak sabar, pengin membuat lagi dan lagi Kopi khas Caffe di rumah.
Coba bayangkan saja, kalau punya NDG piccolo manual di rumah, lebih bebas membuat kopi kapanpun kita mau. Bisa berkreasi lebih leluasa, memadu padan dan bereksplorasi dengan aneka rasa kopi dan susu.
FYI, produk Dolce Gusto ini biasa dimiliki coffe maker. Karena sangat praktis dan simple, tak membutuhkan waktu lama untuk membuat Kopi.
Membuat Kopi lebih simple -dokpri
Bagi anda yang mulai penasaran dengan NDG Piccolo manual, bisa segera kepoin situs Dolce Gusto. Kalau tak sabar ingin membeli online, bisa via Lazada cukup klik di SINI . Jangan tunda lagi untuk bertransaksi, guna mendapatkan promo dan kejutan menarik seputar mesin Nescafe Dolce Gusto. –salam-

Kamis, 13 April 2017

"Bakso Bom Mas Erwin" Wujud Inovasi Bakso Kekinian

Bakso BOM Mas Erwin Cabang Ciputat- dokpri
Apa yang terbayang di benak anda, saat mendengar kata “BOM”.  Kalau saya pribadi, langsung mengasumsikan adanya sebuah ledakan berasal dari granat. Yang namanya ledakan, ya pasti mengangetkan dong.
Bagaimana dengan Bakso Bom Mas Erwin ?
Pada bulan awal April ini, saya dikejutkan dengan sebuah spanduk yang dipasang di ruko Paris Residence Ciputat. Kebutulan rute setiap mengantar anak sekolah, adalah sepanjang Jl. WR Supratman Kampung Utan Ciputat.
Ketika ada pengumuman “gratis 100 mangkok Bakso Bom Mas Erwin”, sontak mendapat respon luar biasa. Group WA juga menyebar eflyer, berkaitan dengan kabar pembukaan Bakso Bom Mas Erwin Cabang Ciputat.
Kebetulan pada 5 april (saat pembukaan Bakso Bom Mas Erwin Ciputat), saya ada keperluan lain terpaksa tidak bisa ikut meramaikan. Tapi yang namanya rejeki memang tidak kemana, beberapa waktu kemudian “Komunitas Blogger Ibukota” posting pengumuman di Facebook.
Berisi ajakan Food Blogger, mereview Bakso Bom Mas Erwin untuk beberapa cabang. Mulai dari cabang Galaxy Bekasi, Blok M dan Cabang Ciputat. Bak pucuk dicinta ulampun tiba, saya langsung mendaftar untuk cabang Ciputat. Mengambil jadwal hari selasa (11/4’17), bersama dua teman blogger lainnya.  
Lokasi Bakso Bom Mas Erwin Ciputat cukup strategis, sangat mudah dijangkau dengan kendaraan. Dari stasiun Pondok Ranji, bisa dijangkau dengan transportasi online atau angkot.
Mas Yoyok (tengah) bersama blogger -dokpri
Kedatangan kami bertiga disambut Mas Yoyok, memperkenalkan sekilas Bakso Bom Mas Erwin.  Bakso Bom Mas Erwin berpusat di Bekasi, sebagai founder sekaligus owner Bapak Anke Dwi Saputro. Untuk menuntaskan rasa penasaran, saya membaca website tentang Bakso Bom Mas Erwin
Sejarah Bakso Bom Mas Erwin
Pada tahun 1989 Pak Erwin mulai berjualan Mie Ayam, tepatnya di kawasan Perumna 2 Bekasi Selatan. Pak Erwin lelaki kelahiran Wonogiri, kota ini terkenal sebagai kota bakso dan mie ayam.
Sejak awal sudah dirancang, bakso dengan kualitas tinggi bebas borax, formalin dan pengawet. Hal ini menjadi strategi mujarab, Bakso buatan Pak Erwin diserbu Konsumen. Inovasi dilakukan, dengan membuat varian isian dalam bakso seperti daging cincang pedas dan Bakso BOM Keju.
Rupanya inovasi ini semakin mengibarkan usaha Pak Erwin, semakin banyak peminat karena sensai rasa tidak ada di warung bakso lainnya. Pada 2015 membuka cabang kedua di Bekasi Timur, kemudian bekerjasama dengan Sentra Waralaba Indonesia (SWI) pada tahun 2016.
Pak Anke seorang penulis lulusan UGM Jogjakarta, membantu dalam mengembangkan bakso BOM Mas Erwin. Peran beliau sebagai consultan, mampu meningkatkan target penjualan. Pemikiran dan gagasan Pak Anke, dituangkan dalam bentuk buku yang sudah diterbitkan berjudul “The Death of Franchise”.
Kini Bakso Bom Mas Erwin menjadi merk dagang, berkat kejelian insting bisnis sang owner, Bakso Bom Mas Erwin berkembang dengan sistem franchise. Cabang Ciputat yang kami sambangi, menjadi cabang ke 18 Bakso Bom mas Erwin.
Pilihan bakso -dokpri
Semua produksi dilakukan di Pusat Bakso Bom Mas Erwin di Bekasi, kemudian pendistribusian dilakukan setiap hari. Hal ini sebagai upaya, agar bakso yang disantap konsumen dalam kondisi fresh.
Bakso Bom mas Erwin berani memberi jaminan 100% Halal, memiliki komposisi 10 kg daging dicampur dengan 1 kg tepung. Melalui proses yang sehat dan hygenis, bebas dari bahan tidak ramah seperti borax dan formalin.
Seperti kita ketahui semua, betapa borax dan formalin adalah bahan yang berbahaya jika termakan. Bisa menyebabkan mulut, tenggorokan dan perut terasa terbakar. Timbul rasa sakit saat menelan, penyebab mual dan muntah, diare, sakit kepala dan pemicu munculnya kanker.
Sebagai konsumen, kita musti pintar memilih dan memilah asupan. Apa yang kita masukkan tubuh, memiliki dampak terhadap kesehatan dalam jangka panjang.
Akhirnya, saat yang dinanti tiba !
Kami bertiga memesan Bakso Bom Mas Erwin, sepakat memilih jenis yang berbeda agar bisa saling mengambil foto.
Windah Saputro memesan Bom Beranak, Widya Candra pesan Bom Urat dan saya memilih Bom Keju. Total ada enam pilihan varian, selain tiga pilihan kami , ada Bom Pedas, Bom Iga dan Bom Granat.
Tiga Jenis pesanan kami -dokpri
Selain bakso ada juga tiga menu lainnya, yaitu mie ayam/ yamin, Mi ayam/ yamin Granat dan Mie Ayam/ yamin Ceker. Namun untuk awal opening, 3 pilihan mie ayam masih belum tersedia.
Tak sampai lima menit pesanan kami sampai, ujung lidah ini rasanya sudah tak sabar ingin menikmati citarasa Bakso Mas Erwin. Menilik dari penampilan mangkok cukup unik, ada bagian pinggir lebih tinggi sementara bagian lain relatif pendek. Kondisi ini cukup menguntungkan, ujung jari tidak kepanasan saat memegang pinggiran mangkok.
Mencermati Bakso Bom Mas Erwin, terdapat satu bakso paling mendominasi sekaligus BOM nya. Rupanya pikiran kami bertiga sama, Bakso paling besar berhasil menjadi pusat perhatian.
“Nah itu pasti ada anaknya” celetuk kami
Dengan sebuah pisau yang disediakan, kami penasaran dan ingin segera melihat apa yang ada di dalamnya.
Bakso Bom Beranak cukup unik, dalam bakso besar ada lima bakso ukuran kecil di dalamnya. Sementara untuk Bom urat, memiliki campuran urat lebih dominan. Sedang pilihan saya Bom Keju bisa anda tebak, di dalam bakso terdapat campuran Keju berwarna keputihan.
Daftar Menu Bakso BOM Mas Erwin -dokpri
Konsumen bisa menambahkan campuran sesuai selera, baik garam, cuka, sambal atau kecap. Untuk melengkapi bersantap Bakso Bom Mas Erwin, tersedia aneka pilihan minuman.
O’ya ada promo spesial, bagi ibu hamil bisa makan gratis di Bakso Bom Mas Erwin. “Program ini membuat semakin berkah” gumam saya dalam hati.

Untuk harga per prosi Bakso Bom Mas Erwin, berada di kisaran Rp.18.000,- s/d Rp.30.000,-. Anda yang mulai penasaran, yuk segera merapat di bakso Bom Mas Erwin terdekat. –salam sehat-

Selasa, 11 April 2017

Bekatul Cryspy Unjuk Diri di BFF 2017


BBF 2017 di Ecopark Ancol-dokpri
blibli.com Fun Festival (BFF) 2017, baru saja usai digelar di Ecopark Ancol pada 8,9 April 2017. Menjadi ‘showroom’ strategis Industri kreatif dan kekinian, sekaligus sebagai ajang menikmati festival musik dan festival seni.
Sepanjang rangkaian BFF 2017, diselenggarakan workshop karya seniman lokal, games, produk karya anak bangsa sampai kuliner. Panggung besar dan megah di central area, diramaikan penampilan musisi lokal dan international.
Sebagai Blogger saya merasa beruntung, berkesempatan hadir pada hari kedua pagelaran BFF 2017. Cuaca Ancol yang cukup terik tak menyurutkan semangat, mengetahui lebih dekat kegiatan super keren memantik penasaran.
Spanduk dan umbul umbul terlihat semarak, dipasang panitia mulai jelang pintu gerbang utama Ancol. Pengunjung dengan mudah dipandu, sampai lokasi diselenggarakan event akbar BFF 2017.
Setelah menuju ke Ticket Box, saya melakukan proses regristasi dan diberi gelang khusus. Gelang warna biru tua yang melingkar di pergelangan, sebagai alat untuk melewati pintu utama BFF 2017. Sungguh rasanya sudah tidak sabar, ingin segera menjejakkan kaki di arena BFF 2017.
Pada pintu gerbang tampak petugas standby, mempersilakan pengunjung dengan identitas resmi masuk. Kesan yang berhasil saya ditangkap, pengamanan yang dilakukan begitu ketat. Pengunjung tanpa gelang resmi, dijamin tidak bisa melenggang masuk ke arena BFF 2017. 
Booth yang berpartisipasi di BFF 2017-dokpri
Dari pintu utama, saya berjalan sekitar seratus meter ke tempat acara. Benar saja yang ada di benak, brand ternama dan industri kreatif turut meramaikan ajang bergengsi ini. Mulai dari Polytron, BCA, Go-Jek, Maxim, Telkomsel, Celebrity Fitness, Philips, Intel, Susu Milo, POS Indonesia dan masih berjajar brand terkenal lainnya.
Namun ada stand yang berhasil menyita perhatian, adalah brand lokal unik yang dihasilkan oleh anak muda keren. Posisinya tak jauh dari pintu masuk, tepatnya di deretan “The Big Start booth”.
Nampak  booth Wakatobi Eyewear, sedang menggelar program buy 1 get 1. Setiap pembelian satu kacamata Wakatobi, pembeli berhak menyumbangkan satu kacamata pada pihak membutuhkan. Mekanisme penyaluran kacamata, dikoordinasikan oleh Wakatobi Eyewear.
Masih berada di jajaran Big Start booth, terdapat  Savis Tea, Klen and Kind, Olmatix,  Cool Sugar Wax, Amazara, Stereo Dessert, Potme Farm, Leon Papperwork dan banyak industri kreatif lainnya. Jujur ada yang mengusik rasa penasaran, saat melintasi booth Joyciacookies yang memajang biscuit berbahan bekatul. 
Joyciacookies -dokpri
Anda tahu bekatul kan?
Bekatul adalah sisa kulit padi yang terbuang dari proses pemdesan atau pengosongan beras. Kalau di kampung halaman saya di Jawa Timur (atau dimanapun), bekatul biasanya dijadikan makanan ternak.
Bekatul kaya Vitamin B Kompleks (B1, B2, B3, B5, B6 dan B 15), serta tinggi kandungan antioksidan. Manfaat bekatul membantu menurunkan kolesterol jahat, membantu metabolisme lemak, memperlancar proses pencernaan dan masih banyak lainnya.
Anak muda kreatif bernama Yeziel, menghampiri ketika saya menyambangi booth. El sapaan anak kuliahan di Surabaya, menjelaskan singkat tentang rintisan usaha keluarga ini. Kebetulan dari keluarga besar, memiliki usaha mesin pengupas padi (slep). Kemudian setelah memutar ide, ketemu inisiatif membuat Bekatul Crispy.
Joyciacookies berdiri sekitar tiga tahun, memiliki empat pilihan rasa yaitu Natural, Coklat, Reselve dan green tea. Ada produk diberi label Vitjes Koekjes, dengan produksinya Bekatul oatmeal dan Bekatul Crispy.
Semua produk dibuat dari bahan pilihan, non MSG dan non pengawet melalui proses dipanggang. Karena mengusung konsep healthy, untuk gula diganti dengan palm dan mentega diganti butter.Masalah citarasa jangan diragukan lagi, antara renyah, gurih, sedikit manis dan lezat berpadu di lidah. 
El dengan Bekatul Cryspi - dokpri
Saat ini menjadi pemikiran adalah pengemasan, kemasan yang ada membuat biscuit rentan pecah saat pengiriman. Area pemasaran masih di Semarang, sekaligus sebagai pusat produksi. Saat ini menjadi target adalah Jakarta, sehingga terbuka peluang bagi yang bersedia menjadi stockies.
Tak jauh dari booth Joyciacookies, terdapat booth Olmatix dengan inovasi kekinian banget. Temuan tentang pengendalian perlatan eletronik, dengan memanfaatkan signal wifi. Perangkat pengontrol elektronik ini tepat, bagi keluarga sibuk yang jarang di rumah.
Karena bisa memantau lampu rumah, dari kantor atau perjalanan melalui smartphone. Sistem kerjanya cukup simple, tinggal download aplikasinya di smartphone. Kemudian bisa disetting dan dioperasikan.
-o0o-
Sebagai pengunjung sekaligus penikmat, saya merasa ajang sekeren BFF ini musti sering diadakan. Menjadi kesempatan industri kreatif tanah air unjuk diri, agar lebih dikenal dan ter-blow up.
Terus terang, seumur umur saya baru tahu ada biscuit berbahan bekatul. Saya yakin seyakinnya di daerah lain di Indonesia, pasti banyak inovasi makanan lain yang belum terangkat.
Apabila event semacam ini dibuat lebih banyak dan lebih sering, niscaya akan bermunculan anak- anak muda bertalenta lainnya. Pada saat bonus demografi tahun 2025 mendatang, bangsa kita akan menjadi kuat dan kokoh dari sektor ekonomi.

Senin, 10 April 2017

Nongkrong di Hokben dengan Menu dan Suasana Kekinian

Rising Star Hokben- dokpri
Saya yakin, anda pasti tidak asing dengan nama HokBen. Saya kerap mengajak anak dan istri, makan di HokBen Bintaro Plaza pada akhir pekan. Selain dekat dengan rumah, anak anak cukup menggemari menu di HokBen.
Keluarga kecil saya hafal paket di HokBen, seperti Ureshi 1 dan Ureshi 2, Tanoshi, Kidzu Bento 1 sampai 4, Omiyage dan aneka menu lainnya. Penampilan tempat nasi yang unik, persis seperti potongan bambu sangat memikat hati. Dengan tempat nasi tersebut, porsinya cukup mengeyangkan.
Selain makanan menggugah selera, suasana di HokBen menyenangkan dan membuat anak-anak betah. Menawarkan Paket ‘Britday Party’, dengan penawaran fasilitas yang sangat menarik.
Menilik nama HokBen (dulu Hoka Hoka Bento), saya atau mungkin anda beranggapan adalah Restorant asal Jepang.
Ternyata salah kawan’s !
HokBen adalah Restaurant lokal asli Indonesia, berdiri pada tahun 1985 di daerah Kebon Kacang Jakarta Pusat. Memasang logo dua anak yaitu Taro dan Hanako, karena owner HokBen adalah pecinta anak-anak. Taro adalah anak laki laki yang suka berpetualang, sedang Hanako anak perempuan yang suka belajar.
Pada tahun 1990  membuka cabang di Bandung, kemudian untuk wilayah Jawa Barat merambah ke Kota Tasikmalaya dan Cirebon. Tahun tahun 2005 HokBen masuk Surabaya dan Malang,  sampai sekarang di Jawa Timur memiliki 13 outlet.
Tahun 2007 membuka layanan delivery  service, konsumen bisa order melalui telpon ke 1-500-505 (bisa disingkat 1500 SOS),
HokBen terus berinovasi, dengan meluncurkan website pada tahun 2008, untuk pemesanan secara online. Pada tahun yang sama mendapat sertifikat halal dari MUI, setelah melalui proses relatif panjang.
Konon untuk mendapatkan sertifikasi halal, seluruh stake holder atau vendor HokBen harus diaudit. Mulai dari pemasok daging sapi, daging ayam dan semua bahan baku harus diaudit oleh pihak berwenang. Selama ini HokBen selalu mendapat nilai A, artinya mendapat sertifikasi halal untuk kategori terbaik.
Tahun 2010 HokBen masuk Jawa tengah, ada di kota Jogjakarta,  Semarang dan Solo, kemudian ekspansi sampai Bali. HokCafe menjadi inovasi HokBen pada tahun 2012, bisa dijumpai di beberapa outlet seperti Pondok Indah Mall, Plaza Festival dan Karawaci.
Tahu ga kawan’s !
Ternyata pada 2013 melakukan rebranding, dari nama Hoka-Hoka Bento menjadi HokBen. Padahal dari dulu, saya pribadi sudah menyebut dengan sebutan HokBen.
Kami mengucapkan terimakasih kepada customer loyal, yang sering menyebut nama Hoka Hoka Bento dengan Hokben. Akhirnya sepakat dibuat short name “Hokben”, seperti yang sering diucapkan customer ” jelas Ibu Irma Wulansari selaku Communication Division PT Eka Bogainti.
--o0o--
Food Blogger Gathering with HokBen -dokpri
Outlet HokBen Blok M Plaza sabtu pagi terasa beda, Food Blogger berdatangan di Lower Ground. Karena bersamaan dengan jam buka, beberapa outlet terlihat masih bersiap siap.
HokBen sebagai restorant menu khas Jepang, sudah tidak perlu diragukan kualitasnya. Selama ini yang berlangsung, customer datang ke HokBen hanya untuk makan. Masih sangat jarang, customer menjadikan HokBen sebagai tempat nongkrong.
Nongkrong kini menjadi lifestyle kaum millenial, menjadi sarana bersosialisasi atau refreshing. Tak jarang anak anak muda berkumpul, sekedar melepas penat atau berdiskusi di lokasi yang nyaman. Nongkrong akan lebih lengkap, dengan makanan pendukungnya.
HokBen menjawab tren masakini, dengan menghadirkan menu kategori Snack, Dessert dan Drink. Dalam press releasenya Ibu Francisca Lucky, selaku Marketing Communication Group Head PT Eka Bogainti menyampaikan,” HokBen senantiasa mengikuti tren yang berkembang di dalam masyarakat Indonesia saat ini. Hal ini sebagai bentuk komitment HokBen untuk selalu menjadi bagian dari kebutuhan pelanggan dengan menjaga dan meningkatkan kualitas, baik dari produk yang disajikan hingga layanan kami.
Apa saja menu kekinian di HokBen?
Kategori Snack
Sakana Sticks adalah produk olahan ikan tawar yang dibalur dengan tepung khas HokBen. Terdiri dari dua varian, Sakana Sticks Original dan Sakana Sticks dengan taburan Nori/ Seaweed khas Jepang.
Kehadiran Sakana Sticks melengkapi kategori Tokyo Bites, seperti Takoyaki, Tori Popcorn, Shumai Furai & Shumai Steam.
 
Sakana Sticks
Kategori Dessert
Soft Pudding  adalah puding HokBen dengan rasa taro dan mangga bertekstur lembut, sangat cocok untuk menutup santapan di Hokben. Selain sebagai cuci mulut, bisa menjadi teman saat bersantai.
Soft puding ini memperkaya pilihan dessert yang sudah ada, seperti, Es Ogura, Es Sarang Burung, Kakigori, Soft Caramel Pudding dan Chocolate Puding.
Kategori Drinks
Adalah Ocha Lychee Tea, Ocha dengan campuran nata de coco dan buah Lychee. Merupakan pengembangan dari Ocha/ teh hijau, minuman segar favorit customer HokBen. 
Soft Puding dan drinks -dokpri
Tiga jenis menu baru pada tiga kategori, sebagai sebuah refreshment menu HokBen. Selain itu tentu untuk menarik minat kaum millenial, nongkrong atau ngobrol santai di HokBen. Kok saya jadi membayangkan, janjian atau nunggu teman sambil menikmati menu di HokBen.
Memesan Sakana Sticks, baik original atau dengan seaweed digoreng garing. Setiap gigitan terasa ‘taste’ ikan, terdapat unsur rasa sedikit gurih. Sambil ngemil Sakana stiks, memesan Ocha Lychee Tea yang adem dan menyehatkan.
Sedikit demi sedikit Ocha diteguk, menyegarkan tenggorokan yang mulai mengering. Jangan sampai ketinggalan daging buah Lechy, membuat ‘taste’ tea lebih menggoda. Agar lebih lengkap sajian, pusing taro atau manggo menjadi pilihan.
Menelusuri tekstur lembut puding, dijamin membuat lidah serasa bergoyang. Apalagi rasa taro yang unik dan mangga yang pas, bikin ketagihan ingin menikmati lagi dan lagi.
Kami berharap HokBen bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai tempat berkumpul anda bersama orang- orang yang anda sayangi, untuk sekedar nongkrong ataupun ngobrol dan bersantai. Jadi datang ke HokBen tidak selalu hanya untuk makan yang mengeyangkan saja” tutup Francisca.
Kaum Millenial, biasanya selalu identik dengan yang unik dan antimainstrem. So, nongkrong di HokBen pasti asyik dan seru bingits. 
HokBen Blok M Plaza -dokpri

Jumat, 16 Desember 2016

Mengeksplor Kuliner Khas Thailand

Restaurant Khas Thailand di Jakarta -dokpri
Saya termasuk orang yang tidak pemilih, dalam hal konsumsi makanan. Sejak kost pada awal kuliah, makanan warung menjadi menu keseharian. Lidah ini tidak anti terhadap aneka citarasa, semua jenis makanan masuk asal tidak berbahaya saja--hehehe.
Saat bekerja sebagai marketing di sebuah media, saya berkesempatan menikmati menu-menu restoran. Kantor menyediakan budget lunch meeting, untuk menjamu client besar yang akan deal kontrak kerjasama. Sayang banget kalau tidak dimanfaatkan, dana ditarik management kalau tidak habis dipakai.
Alhasil lidah ini mulai kenal, bagaimana rasanya makanan Chinese food, Jappanese food, Italian Food dan lain-lainnya. Namun ada yang membuat perasaan mengganjal, masih pengin menikmati bagaimana lezatnya Tom Yum.
Siapa sih tak kenal Tom Yum, menu Thailand yang sudah populer di seluruh dunia. Hidangan khas yang digemari wisatawan ini, memiliki campuran rasa asam dan pedas. Seperti soup pada umumnya, akan lebih lezat disantap dalam keadaan panas.
Mengamati gambar Tom Yum di majalah, saya terpesona dengan warna kuah yang kuning kemerahan. Bumbu-bumbu diiris ukuran sedang namun menyolok, berhasil menghantar rasa pedas dan asamnya.
Melihat bumbu tom yum, tampak ada serai, cabai, daun jeruk purut, lengkuas, jeruk nipis, kecap ikan dan beberapa bumbu lainnya. saya menarik kesimpulan, selain rasa sedap menyertakan sifat obat dan bahan herbal.
Seperti cabai bisa untuk obat batuk, membantu sistem pernafasan, melancarkan sirkulasi darah dan jantung. Jeruk nipis berfungsi untuk mencegah batuk, flu, bahkan untuk mengobati penyakit kudis.
Tom Yum, makanan popular dari Thailand -dokpri
Sementara untuk bahan utama dipakai udang, kaya akan kandungan kalsium untuk tulang. Nutrisi yang dikandung udang atau seafood pada umumnya, sangat bermanfaat untuk asupan tubuh kita.
Amazing !
Bak dicinta ulampun tiba, doa yang saya munajatkan terkabulkan. Bersama anak dan istri mendapat kesempatan, bersantap siang di Restauran Khas Thailand di Jakarta Selatan. Beberapa menu khas yang akan diorder sudah dihapal, daaan...Tom Yum menjadi makanan paling diincar.
Masuk ke dalam restaurant, saya seperti diajak memasuki suasana khas negeri gajah putih. Pada tembok terdapat mural, bergambar karakter gajah dan gedung pencakar. Bahan dasar papan cukup mendominasi, teraplikasi pada pintu, dinding, meja kursi dan jendela. Semua dilapisi dengan cat tipis, sehingga beberapa bagian papan tampak aslinya.
Tak lama kami dipersilakan duduk, pelayan memberikan daftar menu yang ada di restaurant. Lembar demi lembar menu ditelusuri, memilih menu khas yang belum pernah disantap. Pelayan mencatat apa yang kami sebutkan, dalam hitungan menit satu persatu pesanan datang.
"Silakan Pak" ucap pelayan sambil meletakkan di meja
Satu mangkuk besar berisi Tom Yum, kini ada di meja depan tempat saya duduk. Tak sabar ingin segera mencecap nikmat, menu dengan cita rasa autentic negara asalnya. Penampakkan Tom Yum, persis seperti yang pernah dilihat di foto. Rasanya seperti ingin "balas dendam", perutpun mendadak lapar bahkan sangat lapar.
Serbuuuu..!
Udang dengan ukuran besar mencuat, jamur bulat tak mau kalah merebut perhatian. Bumbu- bumbu diiris memanjang, berpadu dengan kuah yang rasanya asam pedas. Satu persatu bahan utama nangkring sebentar di cekungan sendok, dalam hitungan detik pindah ke mulut. Tak ingin sedikitpun terlewatkan citarasa, demi melepaskan penasaran yang tersimpan lama. Sungguh menggugah selera, sampai-sampai keringat meleleh saat menyantapnya.
"Sruuu....t " kuah terakhir sudah masuk ke mulut.
Mangkok saji yang semula penuh, hanya menyisakan irisan bumbu dan residunya. Puas bisa menyantap Tom Yum, yang diolah chef restaurant khas Thailand.
Phad Thai -dokpri
Phad Thai menjadi pesanan saya berikutnya, penampilannya seperti mie goreng pada umumnya. Mie kuning dengan potongan tahu agak berminyak, bumbunya terasa sangat berani. Pada piring yang sama bersanding, tauge,  plus biji cabe, kacang deplok sedikit kasar dan jeruk nipis.
Sementara istri memesan Ghai Hor Bai Toey, potongan ayam dibungkus daun pandan kemudian dibakar. Saat daging ayam digigit, terasa bumbu meresap dan tekstur daging berubah lembut. Cukup ditekan dengan ujung sendok, daging ayam mudah terurai. Satu porsi berisi tiga potong ayam, cukup untuk sekedar mencoba menu baru.
Pesanan berikutnya Pad Prik Pow Talay, menu dengan irisan seafood dicampur irisan mangga dan irisan bawang bombai. Menu ini langsung menjadi favorit, terlebih ada kuah kental seperti bercampur tepung maizena, menyatu dengan tumisan seafood.
Kuliner Khas Thailand -dokpri
Ghai atau potongan ayam dibakar, di-marinate dengan jeruk nipis. Bumbunya juga sangat berasa, kulit ayampun dengan mudah bisa dikelupas. Rasanya sedikit pedas blackpepper, terasa menempel dilidah setelah selesai menyantap.
Eit's ada snack diberi nama Man Cham, kalau kita di Indonesia meyebutnya dengan singkong kukus.  Daging singkong sangat lembut disiram sauce santan kental, memadukan rasa sedikit asin plus gurih mampir di lidah. Satu piring sajian Man Cham, bisa menjadi menu penutup diakhir hidangan utama.
Green Latte Hot -dokpri
Untuk minuman kami memesan Rayong, minuman dengan buah peach-nya yang segar. Khusus untuk anak memesan Samui, potongan melon dicampur jeruk plus leci ditambah sirup. Green Tea Latte Hot  dipesan istri, yaitu teh hijau dicampur susu sehingga rasa sepat dari teh berkurang. Masih ada satu gelas Krabi kami nikmati, yaitu minuman dingin rasa sereh bercampur hangat rasa jahe.
Rasanya benar-benar puas, menjelejah citarasa menu khas Thailand. Ujung lidah tidak terlalu kaget, meski hampir semua menu diolah dengan bumbu sangat berani.

Saya jadi berandai-andai, suatu saat bisa menikmati semua makanan langsung di Thailand. Semoga saja kesempatan emas menghampiri, sehingga lebih leluasa bereksplorasi kuliner. -salam-

Minggu, 30 Oktober 2016

TOP White Coffe Antara Dunia Mode dan Gaya Hidup

ki-ka : Tan Yen Man, (Maketing Manager TOP White Coffe)- Abimana Aryasatya (Brand Ambassador Top WHite Coffe) Adi Taroe Pratjeka (Coffe Expert) Keysa Moedjenan, (Creative Director Lotuz) -dokpri
Bagi sebagian orang, kopi tidak bisa lepas dalam keseharian. Ada yang merasa kepala pusing, kalau lidah tidak bersentuhan dengan rasa kopi terutama di pagi hari. Ada juga orang selalu setia, menjadikan kopi teman bergadang. Konon kopi bisa menghilangkan kantuk, sekaligus menjadi sahabat yang mengantarkan ide-ide "liar".
Pada acara Jakarta Fashion Week (JFW) 2017 di Senayan City, TOP White Coffe hadir sebagai the official coffe. Saat perjalanan menuju lokasi JFW, saya mencari korelasi Kopi dengan fashion. Bagaimana posisi TOP White Coffe, sehingga menjadi bagian JFW 2017.
Saat acara Talkshow berlangsung, barulah rasa penasaran itu terjawab dengan sendirinya.
Apa hubungan Kopi dan Fashion?
TOP white Coffe mempertegas posisi Kopi, sebagai atribut lifestyle dari kaum urban. Khusus JFW 2017  TOP White Coffe membuat tumbler eksklusif, menemani model dan designer dalam menciptakan maha karya. TOP White Coffe berkolaborasi dengan brand fashion Lotuz, untuk menampilkan peragaan busana di JFW 2017.
Tan Yen Man, selaku Maketing manager TOP White Coffe menyampaikan "TOP Coffe hadir lebih kekinian dan menjawab kebutuhan pasar dengan gaya hidup yang praktis dan semakin modern. Abimana Aryasatya didapuk menjadi brand ambassador untuk mewakili kepribadian TOP White Coffe yang muda, bersemangat dan menginspirasi orang lain."
Perlu diakui, Kopi memang sudah menjadi gaya hidup kaum urban. Rasa dan aroma yang khas, membuat kopi cocok untuk segala suasana.  Kopi tidak lagi hadir dengan air yang panas, kini ada juga Kopi disajikan dengan air dingin.
Berdasarkan data dari LPEM UI tahun 2013, kopi menjadi minuman kedua terbesar dikonsumsi orang Indonesia. Konsumsi kopi domestik mencapai 1 kg/kapita/ tahun, sedang angka peminum kopi mengalami pertummbuhan. Data dari ICO (International Coffe Organisation) menunjukkan, peminum kopi di Indonesia naik > 8% daripada dunia 6%.
"Indikasi ini bisa dilihat, dari tren ngopi di kedai mahal dan menikmati kemudahan kopi di rumah tinggal.  Dulu, Kopi identik dengan minuman orang tua. Sekarang jaman bergeser, Kopi bisa dinikmati anak-anak muda dan remaja. Kopi sebagai minuman yang fun. Bukan lagi minuman orang tua yang serius. Bagi peminum kopi pemula, tersedia pilihan Kopi dicampur gula dan creamer. Rasa kopinya lebih halus dan manus, White Coffe bisa menjadi pilihan " Ucap Adi Taroe Pratjeka selaku Coffe Expert.
Abimana Aryasatya selaku Brand Ambassador mengamini, "Sebagai pekerja kreatif, sering menjadikan kopi sebagai teman berpikir dan memunculkan ide-ide seru. Nyawa seperti belum "ngumpul" kalau belum ngopi".
Mengapa memilih TOP White Coffe?
"Citarasa TOP White Coffe otentik, meski minum berkali-kali nggak bikin perut cranky" sambung Abimana."
Sesi Talkshow TOP White Coffe di Jakarta Fashion Week 2017 -dokpri
O'ya, dalam sepuluh tahun terakhir industri kopi semakin bergairah. Produksi kopi olahan berkembang, menawarkan kopi yang praktis tanpa kehilangan citarasa kopi ali. TOP White Coffe  menghadirkan citarasa khas white coffe sesungguhnya, dengan rasa kopi yang tetap tasteful. Minum kopi lebih aman, tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
Keysa Moedjenan, Creative Director Lotuz, akan menampilkan koleksi Summer 2017 di ajang JFW 2017. Persembahan pada kolaborasi dengan TOP White Coffe, terinspirasi dari budaya Brasil yang festive dan bold.
"Warna-warna rancangan saya ambil dari warna alam kota Bahia Brazil, itu yang akan saya tampilkan pada peragaan busana di JFW 2017. Saya percaya setiap orang memiliki personal style yang otentik. Nah, sifat keotentikan ini yang dikembangkan menjadi karya yang menginspirasi" Ujar Keysa Moedjenan.
Suasana Talkshow TOP White Coffe di JFW 2017 -dokpri
Pada ajang bergengsi ini juga, Kesya merancang busana yang akan diperagakan oleh Abimana Aryasatya. Bagi Kesya yang baru pertama merancang busana pria, menganggap sebagai sebuah tantangan. TOP White Coffe menginspirasi Kesya berani melangkah, mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman.
Terus terang, dari sessi talkshow ini saya terbuka pikiran. Bahwa inspirasi bisa digali kapan saja, apalagi ditemani TOP White Coffe yang menjadi favorit. -salam-

Rabu, 14 September 2016

Kuliner "Ndeso" Tapi Ngangeni


Setelah hampir seperempat abad jauh dari tanah kelahiran, belum penah saya jumpai makanan khas kampung halaman. Kampung terpencil yang asri dan damai, perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Secara teritorial berada di wilayah Kabupaten Magetan, kota ini sempat menanjak nama ketika sosok Dahlan Iskan kala itu menjadi mentri.
Mbah pemilik angkringan - dok group WA
Kuliner ini benar-benar khas, belum saya jumpai meski dimanapun termasuk ibukota Jakarta. Sampai saya menaruh curiga, jangan jangan hanya di Magetan diolah makanan khas ini. Setiap kali bersua kawan lama di medsos, tak ayal kekangenan kampung halaman menyeruak. Saat  membahas tentang kuliner, makanan jenis ini menjadi bahan obrolan.
Satu teman yang masih bermukim di Magetan, berbaik hati pergi ke angkringan membeli seporsi dan difoto. Tak ketinggalan nenek penjualnya, dijadikan obyek bidikan fotografer amatir. Semakin sempurna kekangenan, pada kampung halaman dan makanan masa lalu.
Konon empunya warung satu garis keturunan, resep bumbu rahasia diwariskan secara alami. Saat anak pemilik angkringan menginjak remaja, lazimnya mulai diajak berjualan setiap malam. Sang anak membantu pekerjaan apapun, mulai menggoreng, menyediakan bumbu, menjadi waiters bahkan mencuci gelas dan piring. Nah pada moment panjang inilah, ilmu meramu bumbu ditularkan. Bukankah cara efektif transformasi ilmu, dengan praktek secara langsung.
Seiring perjalanan melihat dan praktek, niscaya mahir menguleg bumbu. Hal ini biasanya dibarengi terbentuk insting, utamnya dalam menakar bumbu. Ketika urusan bumbu yang notabene menjadi ruh masakan dikuasai, pertanda kesiapan sang anak menjadi pemegang tongkat estafet.
Pada tahap ini generasi pendahulu, perlahan bersiap mengambil masa pensiun. Kelanggengan angkringan tak lagi dikawatirkan, mengingat keahlian yang sama sudah dipegang penerusnya.
Adalah tepo tahu, makanan sederhana yang  selalu memantik kekangenan. Setiap kesempatan mudik, makanan murah meriah saya temui usai maghrib. Biasanya dijual diemperan toko yang sudah tutup, tepatnya di seberang lapangan bola atau pasar desa.
Tepo atau istilah populernya lontong, di daerah kami dimasak dengan cara lama menggunakan pawon (tungku). Sejak dulu sampai era kekinian, tampilan tepo begitu konsisten. Berbalut daun pisang, dibentuk seperti piramida bertubuh tambun. Proses masak memakan waktu tak sebentar, tepo "bertapa" dalam kuali gelap berjelaga mulai malam hingga pagi.
Saya pernah melihat Ibu masak tepo, saat anak anaknya pulang kampung. Beras yang sudah dibungkus daun pisang, mulai masuk kuali sekitar jam 20.00 - 21.00 sampai keesokan hari. Pada saat proses memasak tepo, stabilitas api terus dijaga agar tak terlalu kebesaran atau kekecilan. Karena masak dengan tungku, maka sumber panas dari kayu bakar. Nah kayu inilah yang ditarik ulur, sehingga panasnya tetap terjaga. Jangankan saat api masih nyala, pun setelah menjadi bara tingkat panas diperhatikan agar tepo matang maksimal.
Biasanya setelah tepo dinyatakan matang, agar tetap tanak tak segera diangkat dari tempatnya. Kuali dibiarkan nonkrong diatas mulut pawon, sampai bara api padam dengan sendiri. Kalau bara lenyap menjadi abu, barulah tepo siap dientas dari posisi semula. Daun pisang berubah warna hijau matang (seperti bungkus arem arem), rasa tepo menjadi khas karena zat hijau daun (klorofil) menempel di bagian pinggir tepo.
Saat dihidangkan, tepo diiris setengah lingkaran atau persegi empat tak sama sisi. Agar tak terlalu besar, rata-rata ketebalan tepo sekitar 1 - 2 cm. Barulah dicampur seperti serbuk, ditimpa gorengan tahu dan tempe diiris bentuk dadu. Langkah selanjutnya disiram air bawang dan bumbu, kemudian disiram lagi kecap kental manis. Saat kecap berbaur ari bawang, kekentalannya berubah menjadi encer.
Tampilan Tepo Tahu 

Pada bagian penutup, ditaburi bawang goreng, kacang goreng, potongan selada dan tauge. Kalau pengin lebih lengkap lagi, paling atas ditutup dengan telor ceplok (optional). Entahlah kenapa disebut tepo tahu, padahal ada campuran tempe juga. Tahu-tahu saya harus bilang nama itu, karena ibu juga yang memberi informasi.
Masalah harga jangan kawatir, seporsi tepo tahu lengkap tak perlu merogoh kantong terlalu dalam, Satu porsi dibandrol lima atau enam ribu rupiah, kalau tidak pakai telor pasti sedikit dibawah angka tersebut. Harga relatif murah ini cukup konsisten sesuai jaman, dulu tahun 80-an waktu generasi pertama pembuat tepo tahu mematok harga 100 - 200 rupiah. Pada periode 90-an harga berubah sekitar seribu - duaribu rupiah, naik lagi sekitar tiga - empatribu dan update harga sekarang masih tetap digolongkan kategori murah.
Saat ini penjual tepo adalah generasi seusia saya, dulu sang penjual saat SD tiga tingkat di atas saya. Memebli diangkringan tepo tahu, bagi saya adalah nostalgia. Tak hanya menikmati sepiring tepo tahu, tapi berbagi cerita dengan penjualnya.

Mungkin anda juga punyai makanan khas, yang tak didapati di perantauan. Bisa jadi anda bernasib sama, didera perasaan kangen dan terbayang bayang. Dengan kuliner yang kesannya "ndeso", tapi tetap saja ngangeni. 

Kamis, 08 September 2016

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran

Personel JKT 48 sebagai Brand Ambassador A&W Restorant -dokpri
Masih di awal bulan September, A&W Restoran Gerai Cipete terlihat berpenampilan beda. Jurnalist dan blogger tampak datang, menjadi saksi persembahan terbaru. Saya pribadi memang penggemar menu A&W, mulai dari ayam goreng lezat yang beda dengan tempat lainnya, Root Beer dengan rasa sangat khas tak ada di restoran manapun, tentu saja kentang keriting yang Yummy. Masih ada lagi, Burgernya juga tak kalah lezat lho.
Nah, kini ada lagi kejutan baru. A&W menghadirkan menu keren, tentu dengan citarasa internasional dan harga terjangkau. Meskipun A&W sendiri adalah Restoran Khas Amerika, namun tak menutup kemungkinan menghadirkan cita rasa International/ negara lainnya.
Setiap kehadiran menu baru, tak lepas dari komitmen A&W Restoran. Menjadi Restorant cepat saji terpercaya, yang memberi pengalaman tak terlupakan bagi keluarga dan seluruh masyarakat Indonesia pada setiap kunjungan mereka ke Restoran A&W.
Suryo Wiratno, selaku Product Development and Quality Assurance Manager - A&W® Restaurants Indonesia , dalam Pressconf mengatakan "A&W® memberikan variasi menu internasional dengan kualitas terbaik dan tentunya bahan-bahan segar dengan harga yang terjangkau untuk para A&W® lovers di seluruh Indonesia. Di tengah maraknya tren budaya dan masakan Jepang, kali ini, kami ingin mengajak A&W® lovers untuk merasakan sensasi menu khas Jepang yang pastinya menghadirkan kenikmatan tersendiri dan cocok dengan lidah masyarakat Indonesia.”
Suryo Wiratno, selaku Product Development and Quality Assurance Manager - A&W® Restaurants Indonesia -dokpri

O'ya, saat ini sedang marak games Pokemon asal Jepang. Nah untuk makanan, A&W memberi persembahan khas Jepang juga.
Apa Saja Menu Khas Jepang itu ?
Menu citarasa International, dengan sajian Japanese Curry Premium Mixbowls.
Terdiri dari, 3 Pilihan (ayam, udang, ikan)



Japanese Curry Chicken Premium Mixbowl (ayam)








Japanese Curry Prawn Mixbowl (Udang)




Japanese Curry fish Premium Mixbowl (Ikan)








(Ketiga menu istimewa ini berbaur dengan saos kari khas Jepang)
Untuk memperkokoh kekhasan Jepang, tak tanggung-tanggung digandeng JKT 48 sebagai Brand Ambassador. "A&W Indonesia selaras dengan yang dilakukan JKT 48, yaitu selalu ingin memberi persembahan terbaik untuk masyarakat" Jelas Suryo Wiratno,
Apa Istimewanya ?
Sajian menu Khas Jepang ini, mengedepankan olahan Karinya. Haruka, personel JKT 48 yang asli dari Jepang mengaku. Bahwa keluarganya di Jepang punya waktu khusus, seminggu sekali mengolah atau membeli makanan kari.
Haruka yang hadir saat acara launching mengatakan “Saat pertama kali mencoba A&W Japanese Curry Premium MixBowls™, aku langsung merasakan sensasi cita rasa kari khas Jepang yang langsung mengingatkanku dengan kampung halaman. Cita rasanya benar-benar nikmat! Mulai dari aroma, tekstur saus kari, sayuran yang segar hingga gurihnya ayam Apalagi kalau memesan dengan RB, sensasi kenikmatannya akan semakin lengkap.”
Personel JKT 48 lainnya, Nabila juga setuju dengan kelezatan dan variasi menu baru A&W Restorant “Ketiga macam pilihan yang dihadirkan Japanese Curry Premium MixBowls™ yaitu ayam, ikan dan udang sangat cocok di lidah sehingga aku tidak bisa memilih mana yang menjadi favoritku.”
Sementara Melody, selaku personel dan General Manager JKT 48 mengatakan “Selain rasanya nikmat, kemasannya sangat praktis untuk dibawa. Aku tetap bisa menikmatinya kapanpun dan di manapun, misalnya di tengah kesibukan perform. Aku juga bisa dengan mudah dan cepat memesan melalui A&W® Delivery ketika sedang beristirahat di rumah.”
Berapa harga per pax ? Tidak mahal dan pas di kantong
Anda bisa menikmat kelezatan tiga menu baru, hanya dengan harga mulai Rp. 27.500,- (sebelum pajak). Menu ini bisa dibeli secara Ala Carte, atau bisa dengan cara Combo dengan RB (Root Beer). Bisa untuk dine in atau makan di tempat, bisa juga take away / bawa pulang. Atau kalau pengin order via phone, tinggal pencet nomor deliveri 14061 atau awdelivery.co.id untuk layanan delivery service. Untuk kemasan sangat microwaveable, sehingga mudah dihangatkan dalam microwave tanpa membuka kemasan. Tutupnya sangat rapat, tak perlu kawatir kuahnya akan tumpah dan yang pasti kesegarannya terjaga.
Japanese Curry Premium Mixbowls -dokpri

Persembahan demi persembahan baru terus dihadirkan, sejak A&W Restorant buka di Indonesia pada tahun 1985. Berkat komitmen memberi yang terbaik pada konsumen, kini telah beroperasi lebih dari 230 restorant di seluruh Indonesia.
Mengingat sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim, A&W restorant tak menutup mata. A&W® Restaurants Indonesia telah mendapatkan sertifikasi Halal dari LPPOM MUI untuk ketiga kalinya, mempertahankan kepercayaan bagi lebih dari 210 juta konsumen Muslim di Indonesia.

Nah, bagi siapapun tak perlu ragu. Datang dan nikmati menu-menu A&W, untuk merasakan citarasa international tapi pas di lidah orang Indonesia.  -salam-