Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 November 2017

Sumbangsih BCA untuk Indonesia Bebas Katarak


tipsdanartikelsehat(dot)com
Mata ibarat jendela dunia, lewat dua bolanya, kita bisa saksikan indahnya semesta. Melalui mata pula, bisa kita reguk samudra pengetahuan.
Apa yang terjadi, kalau benderang cahaya tidak tertangkap mata, kalau semua warna-warni berubah legam. Semua indah sirna, berubah menjadi serba keterbatasan. Indera penglihatan tak ternilai harga, sangat perlu dijaga dan dipelihara.
PT. Bank Central Asia Tbk (BCA), sebagai salah satu bank ternama di Indonesia. Focus pada bisnis perbankan transaksi, menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan, bagi segmen korporasi, komersial & UKM dan Konsumer.
Sebagai Bank terkemuka, BCA berkomitmen, turut andil dalam mewujudkan ‘Indonesia Bebas Katarak’. Target dicanangkan pemerintah, sebagai pencapaian pada tahun 2020.
Memang bukan tantangan yang ringan, sangat  butuh usaha dan kerja ekstra keras, serta dukungan dari seluruh stakeholders dan masyarakat pada umumnya.
Senin, 13 November 2017, bertempat di lantai 22 Menara BCA, Jakarta Pusat. Dilangsungkan  penyerahan secara simbolis, donasi 1 buah Phacoemulsification Cataract Machine Intuitiv AMO dan 3 set alat pendukung operasi katarak, senilai Rp. 659, 5 Juta.
penyerahan simbolis dari BCA kepada Perdami , Ki-Ka , Bapak Sapto Rachmadi (Senior Vice Presiden CSR BCA,),  Ibu Inge Setiawan ( Executive Vice Presiden CSR BCA,) , Bapak Jahja Setiaatmadja (President Directur BCA, ) ,  Dr. Elvioza SpM (K) ( Ketua SPBK- Perdami), Dr. Rita Polana SpM ( Sekretaris I Perdami DKI Jakarta, ) , Dr. Umar Mardianto (Ketua SPBK- Perdami Pusat).

Penyerahan dilakukan oleh President Directur BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, kepada Ketua Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK- Perdami) Dr. Elvioza SpM (K).
Hadir pada kesempatan yang sama, Executive Vice Presiden CSR BCA, Ibu Inge Setiawan dan Senior Vice Presiden CSR BCA, Bapak Sapto Rachmadi. Tidak ketinggalan, Sekretaris I Perdami DKI Jakarta, Dr. Rita Polana SpM dan Ketua SPBK- Perdami Pusat, Dr. Umar Mardianto.
Dalam Sambutannya, President Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menyampaikan,“ Tahun sebelumnya, BCA menyumbangkan dua buah mikroskop, 13 alat bantu operasi dan  dua alat biometeri. Setiap tahun, nilai bantuan BCA bertambah, dengan mensupport Perdami, dana dari BCA bisa membantu masyarakat membutuhkan.”
President Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja -dokpri
-0-
Dari situs resmi Kementrian Kesehatan, kita bisa menyimak, hasil survey kebutaan di Indonesia – menggunakan metode Rapid Assesment of Avoidabel Blindness (RAAB) di 3 Provinsi (NTB, Jabar, Sulsel) tahun 2013 – 2014 -, bahwa prevelensi kebutaan pada masyarakat usia > 50 tahun, penyebab utamanya adalah Katarak 71%.
Sebagai negara tropis, kita sangat akrab dengan debu. Polusi udara dan terik matahari. Hal ini terjadi, terutama pada saat musim panas tiba.
Katarak tidak terjadi tiba-tiba, ada masa rentang terkait dengan kebiasaan  setiap orang. Kalau mata, kerap tidak memakai pelindung, sangat mungkin terkena paparan sinar matahari atau asap polusi secara langsung.
Apabia terjadi dalam jangka panjang, probabilita terkena penyakit Katarak semakin bertambah. Sangat penting, menjaga mata saat sedang sehat.
Saya teringat, ketika menjadi panitia operasi Katarak di sebuah perusahaan. Para pasien, kebanyakan bapak dan ibu yang sudah sepuh. Saya punya tugas mendata, bisa melihat bola mata pasien, ada selaput tipis berwarna putih.
Bayangkan saja, ketika mata kita terhalang asap warna putih. Object yang semestinya tertangkap, akan terhalang, bahkan bisa tidak tampak sama sekali.
Pasien, tidak bisa langsung berobat. Kebanyakan, berasal dari kalangan ekonomi bawah. Mereka kesulitan secara keuangan, sehingga tidak ada biaya untuk operasi. Beruntung, ada kegiatan operasi katarak gratis. Sehingga keluhan pada mata, bisa segera ditangani.
Diprediksi, sebagian besar kasus buta baru disebabkan katarak. Setiap tahun bertambah, rata rata sebesar 0.1%, dari jumlah total penduduk Indonesia.
Sementara, kemampuan operasi katarak setiap tahun, diperkirakan pada angka 180.000/ tahun. Dengan perhitungan sederhana, kita bisa ketahui, jumlah pertumbuhan orang yang terkena katarak tidak sebanding dengan penanganan.
Kalau angka penanganan tidak bertambah, akan terjadi penumpukkan jumlah orang dengan sakit Katarak. Berarti, musti semakin banyak pihak peduli, mengulurkan bantuan, bagi saudara yang membutuhkan.
Upaya BCA, dalam membantu pemulihan Katarak, patut diapresiasi. Sudah semestinya, diikuti institusi dan atau pihak swasta lainnya.
Kalau banyak pihak turun tangan, bukan mustahil, lebih banyak masyarakat terbantu lepas dari penyakit Katarak. Sehingga target Indonesia bebas Katarak, semoga bisa dciapai bersama pada tahun 2020.

Dr Elviosa -dokpri
Dr Elviosa, dalam kesempatan selanjutnya, menyampaikan, “Secara keahlian, Perdami sudah sangat siap. Masalahnya bukan keahlian saja dibutuhkan,tetapi ketersediaan alat yang nilainya mahal.”
Dr. Elviosa memberi perumpamaan, Perdami ibarat tentara yang sudah siap bertempur. Tetapi ketika sudah berada di medan laga, harus bergantian menggunakan senjata, untuk menyerang musuh (dalam hal ini penyakit katarak).
Ya. Keterbatasan alat, membuat penanganan tidak bisa optimal. Sehingga, jumlah pasien katarak belum tertangani, jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu.
Katarak, tidak seharusnya menyebabkan kebutaan. Asal ditangani secara cepat, jalan satu satunya melalui operasi. Sampaii detik ini, belum ada obat mengatasi katarak, selain dengan jalan operasi.
Dari sisi cost, merawat orang buta, jauh lebih besar biayanya dibanding mengatasi kebutaan. Orang dengan kebutaan, akan terancam berkurang dalam hal produktifitas.
Kondisi ini, pasti mempengaruhi orang di sekitarnya - saudara, pasangan hidup, anak dsb-, terkena dampak tidak produktif.
Mereka –mau tidak mau- musti merawat, sehingga waktu yang seharusnya untuk bekerja, digunakan untuk menemani orang yang sakit.
Coba, kalau setiap kita aware, dengan penderita Katarak. Misalnya dengan berbagi informasi, tentang layanan operasi Katarak berbiaya ringan. Syukur-syukur, ketika ada perusahaan menyelenggarkan operasi Katarak gratis.
Semakin bisa menekan angka kebutaan, otomatis bisa meningkatkan produktifitas. Kalau sudah produktif, berdampak pada meningkatnya kesejahteraan. –salam sehat-

Senin, 13 November 2017

60 Tahun Astra, 60 Runners Tempuh 60 KM



Runners 4th Astra Runners- dokpri

Seputaran Astra biz BSD City, pada akhir pekan ini mendadak membiru. Dua ribu runners berbaju seragam, sudah bersiap sedari pukul 5 pagi. Gelaran Astra Runners, tahun ini masuk perhelatan ke empat.
Karyawan Astra Group berbaur, diantaranya dari Astra Motor, Auto 2000, Denso, AHM, Asuransi Astra, Isuzu, Toyota, Daihatsu, United Traktor dan lain sebagainya.
Bloggers, larut dalam kemeriahan event Astra Runners. Ikut berpeluh keringat, ketika mengkuti gerakan instruktur zumba. Minggu pagi yang sempura, penuh semangat untuk hidup sehat.
Tak ada wajah tak gembira, beberapa karyawan tampak, membawa serta buah hati. Dengan baju senada, bertulis Astra Runners, We Run We Care We Share.
Ya. Acara inti segera dimulai. Lagu Mars Astra dan Bagimu Negeri berkumandang, begitu membangkitkan optimis dan patriotisme.
Usai lagu penuh semangat, runners dikejutkan, dengan kedatangan 60 karyawan Astra. Mereka berhasil,  menempuh 60 KM, menaklukkan rute dari Astra Sunter menuju Astra BSD City.
Kedatangan runners 60 K, disambut Direktur Astra International, Bapak Suparno Djasmin bersama jajaran petinggi lainnya.

Start Runners 6 K -dokpri

Runner 4th Astra Runners- dokpri
Kemudian, Pak Suparno Djasmin, berkenan berdiri di panggung, persis di sisi kiri garis start. Dengan bendera motif kotak putih hitam di tangan, bersiap melepas pelari kategori 6K.
60 tahun astra  menginspirasi, bersamaan dengan anniversary ke 4 Astra Runners. Kemeriahan begitu terasa, runners berlari dengan gembira.  Selain kategori 6K, ada juga kategori santai yaitu fun walk 3 K. Nah, karyawan yang membawa serta buah hati, kebanyakan turut andil dalam kategori ini.
Dokumentasi Pribadi

Dokumentasi Pribadi

Dokumetasi Pribadi

Dokumetasi Pribadi

dokumentasi pribadi

Dokumentasi Pribadi
Tak mengherankan, ada runner yang menggendong balita, ada juga yang mendorong kereta bayi. Bahkan ada satu ayah, membawa serta dua anak kesayangan, satu anak duduk dipundak, satu lagi digendong – luar biasa.
Tak sampai satu jam, runners merapat ke panggung utama. Podium Announcement, menyatakan, pemenang 6K Female, C-1087 (Esti dari Astra Graphia), C-0646 (Dian dari Denso), C- 0235 (Resa Novita dari Toyota). 
Dokumentasi Pribadi

Dokumentasi Pribadi

Dokumentasi Pribadi

Pemenang 6 K Male, C 0238 (Subhan dari Denso),  C- 0154 (Kafein dari Denso), C-0237 (Kamarudin dari Denso) Masing masing pemenang, mendapat hadiah uang tunai dan marchandise.
Pemotongan kue ulang tahun, menandai perayaan 4 tahun Astra Runners, dilanjutkan dengan penyerahan santunan, kepada 4 Yayasan dengan total 60 juta. Acara inti, ditutup dengan peluncuran logo baru Astra Runners.
Runners Kategori 6 K-dokpri

Finish 60 K-dokpri
Sementara jajaran Dreksi Astra meninggalkan lokasi, acara dilanjutkam dengan games dan hiburan.
O’ya, untuk Astra Runners tahun berikutnya, ditargetkan diikuti 3.000 runners. We Run, We Care, We Share.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Kampanye “Eye Comfort’ dari Philips Lighting Mengajak Lebih Peduli dengan Mata


ntionalgheographic.co.id

Sebuah temuan menyatakan, dewasa ini di seluruh dunia kurang memperhatikan mata. Terbukti, dengan tingginya penderita miopoa atau rabun jauh. Hal ini sejalan dengan perkiraan WHO, bahwa satu dari dua orang akan menderita rabun jauh pada tahun 2050.
Waduh begitu berat kerja mata kita, apalagi bagi blogger yang kerjanya di depan layar. Belum lagi, kita dituntut banyak membaca untuk menambah referensi.
Sebagai manusia modern, kita lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. Sambil melihat layar smartphone, komputer, televisi rata-rata 5 jam sehari.
Ayo ngaku, apa yang dicari ketika bangun tidur, bisa jadi langsung meraih handphone. Masih dengan menggunakan lampu tidur, smartphone langsung berada pada posisi on. Alhasil cahaya smartphone terpapar, otomatis mengenai kornea mata kita. Kalau lebiasaan ini dilakukan setiap bangun tidur, betapa berat kerja mata – sambil nunjuk diri sendiri.
Dari penelitian dengan sample delapan ribu orang dewasa di sebelas negara, Tiongkok, Republik Ceko, Perancis, Jerman, Indonesia, Polandia, Spanyol, Swedia, Thailand, Turki dan Amerika Serikat. Menunjukkan rata-rata enam jam sehari berada di depan layar, hanya 42% menggunakan pencahayaan lebih lembut untuk mata.
Menyangkut pencahayaan dan kenyamanan mata, orang tidak bertindak berdasarkan keyakinan. Dari 74% responden, setuju kualitas pencahayaan berdampak pada penglihatan. Namun hanya 28%, akan memilih bohlam yang lebih nyaman bagi mereka.
Philips Lighting, pemimpin dunia di bidang pencahayaan, menyediakan solusi untuk meningkatkan kualitas hidup. Satu diantaranya, mempersembahkan bohlam LED berkualitas tinggi dan nyaman di mata. Melalui kampanye Eye Comfort, Philips melakukan penelitian global tentang cara menjaga mata. 
Kampanye 'Eye Comfort' dari Philips (ki-ka) moderator, Rowena Lee (GM adan VP Bussines LED Lamps, Global Bussines Group LED, Philips Lighting, dr Gitalisa Andayani, Sp. M (K), Humas Persatuan ZDokter Mata Indonesia, Teuku Rinaldi , Lighting designer and Consultan - dokpri

Bagaimana cara menjaga mata?
Aktivitas di luar rumah ;
Kecenderungan aktivitas di dalam rumah, selain belajar, menonton televisi atau bermain games baik dengan smartphone maupun komputer. Kita para orang tua mengajak anak-anak, meluangkan waktu beraktivitas di luar rumah.
Hal ini dilakukan, untuk membantu melepas beban berat mata, selain itu bagi anak-anak dapat membantu perkembangan mata mereka.
Cahaya yang tepat ;
Saat menghabiskan waktu di dalam ruangan, baik di sekolah, kantor, rumah atau dalam ruang lainnya. Hal penting diperhatikan, sebaiknya menggunakan lampu berkualitas dan nyaman. Philips Lighting, telah mengembangkan LED tidak berkedip, sehingga lebih nyaman untuk mata.
Philips LED, menyediakan pilihan pencahayaan tepat untuk Mata ;
Philips Mini LEDBulbs
Philips Entry LEDBulbs
Philips LEDTube
Philips LED Down Light
Philips LED Batten
Beberapa Tips berikut membantu untuk mata nyaman

  • Kurangi ‘Screen Time’, kalau terpaksa lama di depan layar, gunakan tetes pelumas mata. Setelah memberi tetesan pada mata, tutup mata selama 20 detik, kemudian beri waktu selama 20 menit untu mata beristirahat.
  • Kenakan kacamata hitam saat di bawah sinar matahari, pilih kacamata dengan perlindungan UV 100%.
  • Hindari merokok karena sifat asap beracun bagi mata
  • Jaga pola makan dengan diet seimbang, perbanyak konsumsi sayur dan buah segar, lemak baik serta biji-bijian.
  • Berolah raga secara teratur untuk mempertahankan IMT sehat, sekaligus menolong melawan penyaikt kardiovaskular dan diabetes.
  • Rutin check up kepada dokter spesialis mata
  • Tidur lebih kurang 7 – 9 jam sehari
  • Menjaga kebersihan badan dan cuci tangan, hati hati jika ingin menggosok atau menyentuh mata, demi menghindari resiko infeksi.
  • Gunakan lampu berkualitas baik
  • Berlatih yoga mata sederhana namun sangat efektif.
khasanahquran.com


Pengin tahu yoga mata, yuk ikuti di bawah ini ;
Duduk dalam posisi santai sambil sediakan media baca
Lihat dan focus pada satu huruf dalam jarak baca
Tutup salah satu mata (bisa kanan bisa kiri) dengan telapak tangan, tapi biarkan posisi mata (yang ditutup telapak) dalam kondisi terbuka.
Pilih satu huruf dan telusuri huruf tersebut selama 3 detik
Lihat ke depan, cari benda atau huruf dengan jarak 6 meter
Telusuri bentuknya selama 2 - 3 detik (tanpa menyipitkan mata)
Ulangi langkah 4 – 6 selama 3 – 5 menit
Ganti dengan mata satunya lagi, ulangi langkah 4 – 6 selama 3 – 5 menit.
Mata ibarat jendela dunia, dari mata kita bisa melihat keindahan alam semesta. Melalui mata juga, kita bisa menyerap ilmu pengetahuan. Sudah semestinya, kita memelihara karunia Sang Maha Pencipta yaitu Mata. Tentu dengan merawat dengan sebaiknya, serta menggunakan sebaik-baiknya pula. – salam sehat-