Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Januari 2018

Memilih Hidup Sehat itu Tidak Mahal !


Seporsi Nanas Honi Sunpride- dokpri


Tubuh manusia, diciptakan begitu luar biasa. Bisa beradaptasi dengan segala situasi, memiliki sistem imun atau kekebalan. Daya tahan tubuh sangat bisa dijaga, dengan memperhatikan asupan diserap tubuh, juga gaya atau pola hidup yang diterapkan.

Misalnya, mengatur makanan yang dimasukkan dalam lambung. Dengan memilih dan memilah, makanan dan atau minuman yang bermanfaat atau tidak bila dikonsumsi.
Misalnya (lagi), mengatur setiap aktivitas tubuh. Kapan sebaiknya aktif bergerak, dan kapan waktunya beristirahat.

Kalau dua hal (asupan dan aktivitas) tersebut seimbang dan baik, saya yakin bonusnya adalah sehat. Ya, kesehatan adalah dambaan setiap orang.

Kamis, 04 Januari 2018

JKN- KIS Proteksi Kesehatan Bagi Masyarakat Tanpa Kecuali



beritamandiri.com

Sejak mengurangi asupan karbohidrat dan gula, saya mengganti dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat (buah dan sayur). Satu warung gado-gado langganan dekat rumah, milik seorang ibu usia 60 tahunan. Nyaris seminggu tiga kali, saya rutin menyambangi warung sederhana ini.

Sekitar dua minggu warung tutup, membuat saya kerepotan mencari penjual gado-gado lain. Baru minggu ketiga, ibu yang ramah ini tampak berjualan. Saya senang, tidak perlu jauh-jauh membeli gado-gado.

“Nyariin ibuk ya” si ibu menebak isi hati pembelinya
“Emang Ibu pulang kampung”
“Abis opname, dua minggu di rumah sakit.” Tuturnya sambil menyiapkan bahan sambal kacang “Alhamdulillah, ibu pakai BPJS, jadi ga usah mikir buat bayar rumah sakit”

Saya membayangkan, empatbelas hari opname di Rumah Sakit, pasti membutuhkan dana tidak sedikit. Tabungan berjualan gado-gado, bisa-bisa ludes untuk membayar biaya pengobatan.
Namun mendengar cerita, melihat wajah cerah si ibu, setidaknya pengeluaran berobat, sudah ditanggung oleh negara.

Selasa, 26 Desember 2017

Demi Badan Sehat Siapapun Bisa Menjadi Fruitaholic



Foto dari WAG Fruitaholic

Terhitung 18 bulan sudah, saya rajin mengonsumsi buah dan sayuran. Selain konsumsi asupan kaya serat, diimbangi dengan memperbanyak aktivitas fisik.

Berat gak menjalaninya ? Berat pastinya.
Bukankah peperangan paling berat, adalah perang untuk mengalahkan (ego) diri sendiri. Sekuat tenaga, setiap hari saya bertempur dengan keinginan – keinginan “besar” yang sejak lama digemari.

Senin, 18 Desember 2017

Yuk, Konsumsi Buah dengan Benar !


Sunpride

Pernah ga, menikmati soup buah yang segar dalam mangkok saji –biasanya warna bening. Padu padan, terdiri dari daging buah melon, dikerok berbentuk bulat. Kemudian bercampur daging buah pepaya, masih ada lagi daging buah naga dengan bulatan serupa.

Irisan tipis bulat buah pisang, dipadu dengan kerokan buah alpukat berwarna kuning berlapis hijau. Serutan tipis dan memanjang dari kelapa muda, dicampur potongan warna kuning berbentuk dadu dari buah nangka.
Aneka warna- warni menggoda, diatasnya ditambah serutan es batu, diguyur syrup warna merah. Paling atas, ditumpuk butiran lembut bak salju dari es batu serut
Eit’s belum selesai, pucuk butiran lembut es, terdapat lelehan susu kental manis (SKM) warna putih gading. Atau kalau suka cokelat, dipilih SKM warna cokelat.
Sungguh,  menggoda penglihatan, menuntun tangan segera mengambil, menikmati sesendok demi sesendok. Setiap suapan soup buah, citarasanya menempel di lidah dan masuk tenggorokan. Keesokkan hari, pengin beli lagi dan lagi, saking tergiurnya dan cinta dengan soup buah.
Enak sih, tapi sehat ga ya ?
Dulu, saya penggemar berat soup buah. Saking gemarnya, membeli sendiri beberapa jenis buah, disimpan di kulkas. Sewaktu-waktu pengin, tinggal bikin sendiri.
Apalagi kalau bulan Ramadhan tiba, berbuka puasa dengan minuman segar, pasti sangat nikmat. Tiap sore, bisa membeli takjil dan diganti-ganti. Sore ini soup buah,  besok es teller, besoknya es kelapa muda, kemudian kolak, dan seterusnya--perhatikan, semua ada unsur buah.
sumber ; resepsimbok.com
Mendekati lebaran, pipi ini semakin tembem saja. Bobot tubuh bertambah drastis, alhasil angka jarum timbangan, semakin menjauh dari kata ideal.
Lazimnya, segala yang enak, dampaknya tidak selalu enak. Segala yang memanjakan, biasanya berdampak pada celaka.
-0-
Belakangan, saya sedang keranjingan, mengikuti vlog dari presenter senior Dewi Hughes. Beliau, berhasil menurunkan berat badan (saat saya menulis sekarang) sebanyak 80 kg. Padahal, sebelumnya Hughes terkenal tambun, dengan berat mencapai 150 kg.
Rahasia keberhasilan presenter kenamaan ini, satu diantaranya rajin konsumsi real food. Ya. makanan sejati, dan buah masuk dalam kategori real food.
Real Food, adalah makanan yang tumbuh dari bumi, disinari matahari, disirami air dan diolah alam. Buah yang matang di pohon, termasuk makanan sejati, tidak perlu diolah dan diolah lagi.
Manisnya buah pepaya, mangga, melon, nanas, jambu, semangka, jeruk, pisang dan sebagainya dan sebagainya, sebenarnya sudah lebih dari cukup.
Tak perlu, dicampur dengan syrup atau lelehan susu kental manis. Tak perlu diblender, dengan pemanis buatan, yang justru akan merusak rasa manis dari alam.
Dari vlog demi vlog Dewi Hughes yang saya ikuti, salah satu faktor pemicu kegemukan saya, ternyata salah konsumsi buah. Kegemaran saya akan soup buah dan sejenisnya, justru membuat tubuh ini mengembang.
Titik balik itu terjadi, ketika satu malam saya tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Keesokkan hari periksa ke dokter, diagnosa penyakit ini dan itu keluar dari mulut dokter. Sejak saat itu, saya bertekad sekuat tenaga untuk berubah.
-0-
Untung ada Sunpride, brand buah terkemuka, konsisten mempersembahkan buah berkualitas. Kali pertama kenal, selalu saya identikkan dengan buah pisang. 
Dokumentasi Pribadi
Ternyata, Sunpride tidak hanya pisang lho. Ada Guava Crystal, Nanas Honi, Baby Orange, Melon, Pepaya California, Salak, Buah Naga dan sederet nama buah lainnya.
Terhitung, nyaris dua tahun terakhir, saya rajin konsumsi buah Sunpride. Dibarengi, dengan mengurangi konsumsi gula, karbohidrat, tepung, menghindari gorengan dan rutin gerak badan.
Setahun terakhir, saya mulai merasakan ada yang berbeda. Dari sisi penampilan. pipi chubby ini mulai kempes, perut buncitpun semakin rata. Dulu saya sering pusing dan masuk angin, sekarang sangat jarang saya kerokan.
Seiring perubahan gaya hidup, dengan penuh kesadaran saya lebih suka konsumsi buah secara langsung. Artinya, buah tidak perlu lagi, dibuat dalam bentuk soup buah, es teller, juice buah dan makanan sejenisnya.
So, konsumsi buah itu simple, tidak perlu dicampur ini dan itu. Salam Sehat.

Minggu, 17 Desember 2017

Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Event Olah Raga Tingkat Asian untuk Penyandang Disabilitas



sumber ; indosport.com

Saat melintasi kawasan Senayan, saya (mungkin anda juga) menyaksikan, Gelora Bung Karno (GBK) sedang direnovasi besar-besaran. Rupanya Indonesia, tengah bersiap-siap menjadi tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018 –selain Asian Games 2018.
APG 2018, adalah sebuah event olah raga akbar, khusus penyandang disabilitas. Indonesia adalah negara Asia Tenggara pertama, terpilih sebagai penyelenggara.

APG sendiri baru diselenggarakan tiga kali, pertama di China, kedua Korea dan menyusul Indonesia. Sekaligus, sebagai implementasi, Undang-undang Nomor 8 tahun 2016, mengenai Penyandang Disabilitas.
Sebagai tuan rumah, Indonesia siap kedatangan tamu, sekitar 3000 atlet penyandang disabilitas dan offisial dari 43 negara di Asia, anggota dari Asian Paralympic Committee.
Event akbar,  yang akan menyedot perhatian ini, mempertandingkan 18 cabang olah raga, dengan 582 nomor pertandingan. Seluruh cabang olah raga yang dipertandingan, akan dilagakan selama delapan hari, pada 6 – 13 Oktober tahun 2018.
Sebagaimana Asian Games 2018, APG 2018 juga tengah melakukan serangkaian persiapan. Yang sudah jelas terlihat, adalah pembangunan sarana prasarana di GBK –seperti yang kerap kita saksikan bersama, 
sumber youtube.com

Beberapa tahapan, saat ini juga sedang dilakukan, diantaranya adalah pra-sosialisasi APG 2018. Jurnalist dan Blogger, turut diundang dalam rangka pra- Sosialisasi APG 2018, oleh Indonesia 2018 Asian Para Games Organizing Committe (INAPGOC).
Saya beruntung, bisa hadir pada Jumat (15/12’17) di Summarecon Mall Serpong (SMS), berkesempatan mengenal apa itu APG 2018.
Tampak sebuah booth, berdiri di public area SMS, tak jauh dari pintu masuk Mall—paling kiri. Pada sisi kanan booth, terpasang standing banner, bergambar logo serta informasi perihal APG 2018.Tak ketinggalan, ada maskot burung dengan bulu putih paruh warna kuning –nanti dijelaskan di belakang.
Kegiatan pra-sosialisasi dengan format serupa, dijalankan di 20 titik di 15 - 16 kota besar di Indonesia. Yaitu Medan, Palembang, Batam, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Solo, Surabaya, Bali, Makasar, Samarinda, Ambon.
Andre Budiarjo, Ketua Penyelenggara APG 2018 -dokpri
Pada hari ini, secara serempak pra-sosialisasi di 4 kota, salah satunya di Tangerang” ujar Andre Budiarjo, selaku Ketua Penyelenggara APG 2018.
Menyusul, pada 18-19 Desember, pra-sosialisasi di 5 wilayah Jakarta. Kemudian pada 23- 24 Desember, akan ada workshop fotografi dan pameran di museum Seni Rupa dan Keramik di Kota tua. Tidak tanggung-tanggung, untuk workshop fotografi, menghadirkan narasumber Darwis Triadi dan Arbein Rambey.
Pra-sosialisasi terus digencarkan INAPGOC, sampai tahap sosialisasi jelang penyelenggaraan APG 2018.

Dengan harapan, masyarakat mulai mengetahui apa itu APG 2018. Kemudian masyarakat mengapresiasi, tertarik datang dan menyaksikan langsung atau tidak langsung APG 2018.
Terus terang, saya pribadi (sebelumnya) kurang tahu menahu APG. Dengan pra-sosialisasi semacam ini, menjadi sarana perkenalan sekaligus sebagai fungsi edukasi.
O’ya, masyarakat bisa terlibat lebih jauh sebagai volunteer APG. Kebutuhan volunteer cukup banyak, sekitar  delapan ribu. Cara mendaftar, silakan klik web http://2018apg.id/volunteer/  

Slogan APG 2018, adalah ‘The inspiring Spirit and Energy of Asia’ APG 2018. Membawa empat misi, yaitu determination, courage, equality and inspiration. Empat misi ini , sangat diharapkan dapat memperkenalkan tekad kuat dan kepercayaan diri para atlet, dalam menghadapi tantangan, baik fisik maupun mental.

Sekaligus mempromosikan kesetaraan dalam kehidupan, bahwa atlet penyandang disabilitas pun, berhak diberi ruang untuk unjuk prestasi.
Saya pastikan, atlet  APG 2018 yang berprestasi, akan mendapat reward dari Kemenpora,” tegas Andre Budiarjo
Slogan APG 2018, diperkuat dengan kehadiran maskot bernama Momo (Motivation and Mobility). Maskot yang terinspirasi dari hewan Elang Bondol. Elang Bandol sendiri, konon juga menjadi simbol masyarakat Jakarta yaitu di daerah Condet.
APG 2018, diharapkan meninggalkan, jejak fisik maupun non fisik.  Secara fisik, berupa fasilitas olahraga di Indonesia –dimulai dari GBK, didesign memenuhi syarat penyandang disabilitas. Hal ini penting, guna memberi kesempatan lebih luas, bagi siapapun bisa memanfaatkan sarana olah raga.
Saya membayangkan, saudara kita penyandang disabilitas, yang atlet lari memakai kursi roda. Pasti membutuhkan, lintasan yang lebih lebar, bisa bertanding sekaligus aman -- meminimalisir terjadi benturan.
Foto Session bersama Jurnalist -dokpri
Selain itu sarana olah raga lain, bagi atlet penyandang disabilitas, pada cabang olah raga sepak bola, senam, atletik dan sebagainya, pasti membutuhkan venue khusus. Belum lagi sarana prasana seperti elevator, ruang ganti, toilet, tentu membutuhkan ruang lebih lega menyesuaikan kebutuhan.
Demi kesiapan teknis dan non teknis, INAPGOC mendapat kunjungan perwakilan beberapa federasi international olah raga. Pada 6 – 8 Desember 2017,  INAPGOC telah menginformasikan perkembangan tentang persiapan APG 2018.
Saya semakin tidak sabar, ingin menjadi bagian APG 2018. Sebagai saksi sejarah,  lahirnya atlet penyandang disabilitas Indonesia berprestasi.  

Kamis, 14 Desember 2017

50 Tahun Indomilk Dukung 500 Ribu Anak Indonesia Capai Gemilang


Gemilang Anak Indonesia (Ki-Ka) Novita Anggie, Vanda Ratana, Pasha, Mama Ida, Tara de Thouars - dok Fabulo PR

Saya yakin, masyarakat Indonesia, tidak asing dengan susu Indomilk. Jingle iklan,” Susu Indomilk- Susu untuk Kita Semua,” sudah begitu familiar.
Menandai perjalanan 50 tahun usia PT. Indolakto –salah satu anak perusahaan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Indomilk memberi dukungan, kepada sekitar 500 ribu anak Indonesia, melalui Program "Gemilang Anak Indonesia."
Indomilk, juga akan berbagai sarana inspirasi, kepada 50 sekolah nasional, demi mengembangkan potensi anak Indonesia.
Masih ada lagi lho, Indomilk akan berkunjung ke lebih dari 1.500 sekolah, di kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang dan Denpasar. Hal ini sebagai upaya, menanamkan nilai- nilai gemilang dan memberikan edukasi nutrisi kepada anak usia 6 – 12 tahun.
Langkah keren ini, sudah sepatutnya diapresiasi dan didukung oleh seluruh stakeholder. Mengingat, anak-anak adalah tunas bangsa. Pada saatnya kelak, anak-anak pula memegang tongkap estafet perjalanan bangsa.
Apa saja, sarana inspiratif dari Indomilk.
Sarana ruang baca, guna menambah pengetahuan, mengasah kreativitas serta membangun rasa empati kepada sesama. 
Seperti kita ketahui, buku adalah jendela ilmu, menjadi muasal pembentukan pribadi. Dengan terbukanya wawasan, anak-anak diharapkan, lebih peduli kepada lingkungan sekitarnya. Sehingga, anak-anak bisa berbuat sesuatu dari lingkungan terkecil.
Indomilk, juga merenovasi sarana olah raga, guna memotivasi anak agar selalu aktif serta membangun rasa percaya diri, sportivitas, kemampuan bekerjasama dan leadership skill yang dibutuhkan di masa depan.
Sehat badan sangat penting, karena tubuh adalah “kendaraan” manusia, agar bisa beraktivitas dan mewujudkan mimpi.
Masih ada lagi, Indomilk memberikan sarana Bahasa Inggris, agar anak-anak lebih siap menghadapi kompetisi global.
Bahasa Inggris, sebagai bahasa international, kini telah digunakan oleh lebih dari 105 negara di dunia. Dengan menguasai bahasa Inggris, sangat memungkinkan menjalin networking dalam skala dunia.
Vanda Ratana selaku General Manager Marketing Indomilk Susu Cair PT Indolakto, dalam kesempatan jumpa pers, menjelaskan, “Indomilk ingin menginspirasi setiap anak Indonesia untuk mempunyai nilai-nilai gemilang untuk selalu bersemangat, berani mencoba dan pantang menyerah dalam menggapai cita-cita.”
Mau bukti ?
Indomilk, menghadirkan kisah inspirasi gemilang anak Indonesia, yang ingin mencapai cita-cita. Adalah Pasha, seorang pesenam usia 11 tahun, berhasil meraih medali emas di kompetisi senam International di Filipina.
Pasha dan Mama Ida - dok Fabulo PR
Pencapaian Pasha, diraih setelah kekalahannya dalam sebuah kompetisi senam. Kala itu, teman-teman satu club pulang dengan meraih medali, sementara pasha pulang dengan tangan hampa.
Siapa sangka, peristiwa pilu justru menjadi pelecut, lebih giat berlatih dan berlatih. Bagi Pasha, kalah bukan berarti menyerah, tapi petanda musti bangkit dan giat berlatih.
Mama Ida –ibu dari Pasha, sangat berperan dalam mendukung kesuksesan Pasha. Ibu paruh baya ini, selalu mengantar saat Pasha latihan. Tak lupa, memberi asupan bergizi termasuk selalu menyediakan susu Indomilk, agar anaknya sehat.
Bicara mengenai kesehatan, Tara de Thouars, seorang psikolog ternama berpendapat. Bahwa anak sehat, bisa dilihat dari dua sudut pandang, yaitu sehat secara fisik dan juga sehat secara emosional. Setiap anak itu unik, karena memiliki minat dan kemampuan yang berbeda.
Spektrum kemampuan yang luas tersebut, sepatutnya dieksplorasi, selagi mereka cepat menyerap informasi” tegas Tara.
Nah, peran orang tua penting – seperti sudah dilakukan mama Ida, mendukung anak agar memiliki keberanian mencoba hal baru.
Indomilk cukup tanggap, dengan mengadakan pembangunan sarana prasana penunjang, untuk melahirkan anak-anak gemilang Indonesia. Sehingga, lebih banyak anak, semakin berani bermimpi, sekaligus meraih cita-cita sesuai potensi setiap anak.
Bagi anda para orang tua, yang ingin mendukung ‘Gemilang Anak Indonesia. Silakan berbagi cerita di website www.indomilk.com/gemilang .

Sabtu, 02 Desember 2017

“Women and Diabetes” Tema Hari Diabetes Sedunia 2017


Mentri Kesehatan,  Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M (K), memberi sambutan dalam peringatan hari Diabetes Sedunia 2017 -dokpri

Mengapa “Women and Diabetes”, diangkat menjadi tema, peringatan hari Diabetes Sedunia 2017. Menurut data, saat ini ada 119 juta perempuan dengan diabetes.
Kalau tidak segera diatasi, diprediksi akan terjadi peningkatan, pada tahun 2040, angka perempuan dengan diabetes akan mencapai angka 313 juta.
Pemaparan tersebut, disampaikan dr. Untung Suseno Sutarjo, Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan, pada peringatan hari Diabetes Sedunia, tanggal 29 November 2017, di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta.
Saya sendiri baru tercerahkan, ternyata, ada hari Diabetes Sedunia. Meski sempat bertanya-tanya, mengapa penyakit kok diperingati.
Jawaban itu saya dapati, dari pernyataan Bapak Sesjend Kemenkes. Peringatan hari Diabetes Dunia, sebagai upaya, agar masyarakat dunia khususnya Indonesia, semakin peduli dan menjaga kesehatan.
Apalagi, Indonesia menjadi merupakan negara epidemi diabetes. Berdasarkan data graik DM, pada tahun 2017 mulai terjadi pelambatan.
Pelambatan DM, terjadi berkat upaya pemerintah seiring dengan tingkat kesadaran masyarakat. Kemenkes, menginisiasi program Germas, Cerdik dan program Lainnya. Semoga saja, pelambatan DM bisa berkelanjutan, hingga zero increase.
Booth Posbindu -dokpri
Kemenkes, telah membentuk 13.500 Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Hal ini dilakukan, demi mempermudah akses warga, melakukan deteksi dini penyakit DM.
Nah, Aksi CERDIK digaungkan, dengan cara sangat simple, berikut apa itu CERDIK.
Cek Kesehatan ;
Perlu kita, melakukan chek kesehatan secara teratur. Sebagai upaya, guna mengendalikan berat badan, agar tetap ideal dan tidak beresiko mudah sakit.
Enyahkan asap rokok ;
Jelas dong, merokok sangat merugikan kesehatan. Tak hanya perokok aktif lho, perokok pasif – yang menghisap asap- juga terdampak kesehatannya.
Rajin Melakukan Aktivitas Fisik ;  
Ternyata, aktivitas fisik min 30 menit sehari, besar manfaatnya dan bisa dilakukan kapapun. Misalnya, berjalan kaki, untuk naik turun tangga, membersihkan rumah, berjalan kaki untuk pergi ke satu tempat – dengan jarak terukur, dst.
Diet Seimbang ;
Seimbang dalam mengonsumsi makanan, tentu dengan kandungan gizi seimbang pula. Perhatikan asupan buah dan sayur, minimal 5 porsi per hari. Indonesia, termasuk rendah, konsumsi buah dan sayur, padahal tanah kita subur, semua tanaman bisa tumbuh.
Jangan lupa menekan konsumsi gula, maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari. Gula, sangat mudah ditemui di aneka jenis makanan. Mulai dari aneka cake, aneka minuman buah dengan pemanis, desert dan lain sebagainya. So, hati-hati konsumsi gula, pemicu utama DM.
Istirahat Cukup ;
Kita semua pasti paham, sistem imunitas tubuh, dipengaruhi oleh pola tidur yang cukup. Sesibuk apapun bekerja, jangan sampai lupa tidur atau istirahat.
Kelola Stress ;
kita tidak bisa menghindari stress, namanya manusia hidup, pasti punya masalah. Namun, sedapat mungkin mengelolanya, sehingga stress tidak berkepanjangan.
-0-
Simposium "Hari Diabetes Sedunia 2017" dokpri
Perkembangan tehnologi, ditandai dengan berlangsungnya era digital. Kehadiran Tehnologi, sangat mempermudah manusia modern. Pada satu sisi, kemyamanan membuat kita mager (malas gerak).
Dalam sambutan Mentri Kesehatan,  Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M (K), pada peringatan hari Diabetes Sedunia. 
Mengajak masyarakat, untuk rajin beraktivitas fisik, serta memperhatikan asupan serat, melalui buah dan sayuran.
Masyarakat, musti menyadari, bahwa DM adalah ibu dari segala penyakit. Perempuan dengan diabetes, akan memberi dampak pada angka kematian ibu saat melahirkan, berpengaruh pada balita tentunya.
Menkes menekankan, upaya promotif dan preventif, dengan melakukan penguatan layanan kesehatan primer.
Walapaun sedang dilakukan upaya penguatan, masyarakat tetap harus pro aktif. Dengan mendorong, aktif berobat ke layanan kesehatan primer saat sakit.
Coba saja, kalau komponen sederhana dalam CERDIK, mulai dilakukan setiap individu dalam masyarakat. Sangat mungkin, kita bisa turut mengantisipasi, tidak terjangkit penyakit DM.
O'ya, ada tips sederhana, bagaimana kita menjaga bobot tubuh, sekaligus meminimalisir DM. Yuk, sama-sama ukur lingkar pinggang. Pinggan, dengan ukuran empat jengkal tangan, artinya termasuk berat badan ideal. - Salam Sehat- 

Daftar Blog Saya