Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

K-Link Indonesia Go Online Marketing bersama XL Axiata



MOU Signing Ceremony - dokpri

K-Link Indonesia dan XL Axiata, dua nama perusahaan bonafide dan terkemuka di Indonesia. Saya yakin, masyarakat sudah tidak asing dengan dua perusahaan besar ini.

Bagaimana jadinya, kalau keduanya berkolaborasi dalam satu jalinan kerjasama?
Siang itu, rabu, 14/Feb’18. Blogger’s menjadi saksi, penandatanganan kerjasama antara  XL Axiata dan K-link Indonesia.

Suasana megah dan meriah, memenuhi ruangan lantai 5 di K-link Tower, yang berada di Jl. Gatot Subroto Jakarta Selatan.
Mitra K-LINK dari berbagai lapisan usia, tampak antusiast datang dan memenuhi kursi undangan yang disediakan panitia.

Kerjasama K-Link Indonesia dengan XL Axiata diwujudkan, guna penguatan kapasitas member dalam menjalankan bisnis MLM secara online.

Sabtu, 17 Februari 2018

Guava Crystal Sunpride & Cara Asik Menikmati


Guava Crystal Sunpride teman perjalanan -dokpri
Guava Crystal Sunpride menjadi buah idola saya, dikemas dalam foam dan dilapisi plastik, praktis dibawa kemana-mana dan tidak khawatir kotor.
Buah guava crystal, lumayan sering menghiasi wall media sosial saya. Saya tidak perlu membuktikan di sini, silakan cek hastag Buah Pasti Sunpride di instagram saya  😊   nah jadinya promosi , hehehe

Kalau hendak konsumsi guava crystal, biasanya cukup dilap memakai tisu atau –kalau ada wastafel—bisa dicuci sebelum dimakan. (hanya untuk memastikan kalau bersih, padahal memang sudah bersih)

Buah yang dijuluki super fruit ini, menjadi salah satu group produk PT Sewu Segar Nusantara (SSN) –selain pisang, nanas dan pepaya.

Kamis, 15 Februari 2018

Run To Care "Yogyakarta Semarang 150 KM" SOS Childern's Villages Indonesia 2018.



runtocare.com


Olah raga lari, telah menjadi primadona. Terbukti baru sehari dibuka pendaftaran “Run To Care, “Yogyakarta-Semarang 150 KM”,  SOS Childern’s Villages 2018, telah mencatat sekitar 300 pelari – luar biasa bukan.

"Program Run To Care SOS Childern's Villages 2018, mengajak masyarakat peduli dengan anak-anak yang sedang kesulitan, sehingga mereka mendapatkan kembali kesempatan tumbuh menjadi manusia dengan kemampuan maksimal," Jelas Gregor Hadi Nitihardjo, selaku National SOS Childern's Villages Indonesia, saat "Run To Care Media Launch Event

SOS Childern's Villages Indonesia, berdiri tahun 1972 di Lembang Bandung. Sebagai lembaga non pemerintah yang fokus kepada pengasuhan anak berbasis keluarga, Saat ini sudah berkembang dan tersebar di 9 kota, mulai Banda Aceh sampai NTT.

Jumat, 09 Februari 2018

Menabung Saja Tidak Cukup, Saatnya Gen Y Berinvestasi Properti untuk Masa Depan !



booth LRT City di Indonesia Properti Expo 2018 - dokumnetasi pribadi


Silakan Pak, ini Cisauk Point” sambil  menunjuk ke sebuah Maket” harganya sedang bagus hanya 224 Juta. Project pertama 6 tower terintegrasi dengan Stasiun Cisauk,” jelas Adi, seorang marketing property yang mendekati saya, ketika berada di booth LRT City, pada event Indonesia Properti Expo di JCC.

Saat ini, kerap kita saksikan kemacetan parah di beberapa titik di Ibukota, dampak dari terjadinya penyempitan jalan.
Pernah saya melewati perempatan Mampang arah Kuningan (dan sebaliknya), butuh waktu nyaris dua jam –pada jam kantor--

Proyek-proyek infrastruktur transportasi masal, kini tengah digiatkan oleh pemerintah. Betul sekali, proyek LRT sedang dikerjakan, diperkirakan rampung tahun 2019.

PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, melalui Departemen TOD dan Hotel, mengembangkan kawasan berbasis TOD dengan nama LRT City –apa itu TOD, saya jelaskan nanti.
LRT City, diyakini bisa menjadi solusi mengurai kemacetan, sekaligus sebagai produk investasi yang sangat menjanjikan.

Sabtu, 03 Februari 2018

Serunya Kopdar Fruitaholic dan Kunjungan ke Gudang Buah Sunpride



Kopdar Fruitaholic - dok WAG Fruitaholic

“Fruitaholic, tanggal 27 Januari Kopdar Fruitaholic ya”
Mbak Sherly (admin group) di WAG Fruitaholic, mengirim pesan siang itu. Sontak, kami sambut dengan suka cita.
Mengingat, kami –anggota group Fruitaholic--kopdar terakhir setahun lalu –February 2017--.

“Jangan lupa bawa tas yang gede.”
“Jangan tas, karung aja kali.”kelakar bersahutan.

Sudah menjadi kelaziman, setiap acara Kopdar Fruitaholic. Pada saat pulang, setiap anggota membawa (banyak) buah-buahan.
Apalagi, kopdar tahun 2018 diadakan di gudang Sunpride. Catat ya, di gudang buah Sunpride lho. Namanya gudang buah, pasti menyimpan banyak sekali buah.

Tiga titik kumpul ditetapkan, untuk menjemput fruitaholic yang tersebar di Jabodetabek. Atas kesepakatan bersama, dipilih beberapa stasiun Commuter line sebagai meeting point.
Saya memilih stasiun Rawa Buntu, tergabung dengan Fruitaholic dari Tangsel.

Jumat, 02 Februari 2018

H2 Tepung Kelapa Alternatif Mencegah Penyakit Diabetes



H2 Tepung Kelapa dari Kalbe - dokumentasi pribadi
"Penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup, hanya bisa disembuhkan dengan merubah gaya hidup itu sendiriFX Widiyatmo

Penyakit diabetes, merupakan satu dari empat penyakit pembunuh tertinggi. Kebiasaan orang Indonesia, belum dikatakan makan kalau belum makan nasi tidak bisa dipungkiri.

Kini ada solusinya, dengan menambahkan tepung kelapa 25% pada takaran beras putih saat memasak—47 gram tepung kelapa untuk 185 gram beras. Setara 6-7 sdm tepung kelapa untuk satu cup beras--.
Hal ini dapat membantu menurunkan indeks glikemik (selanjutnya ditulis IG) pada nasi, menjadi IG rendah yaitu 49 (masih dibawah 55).

Dengan mencampurkan H2 Tepung Kelapa saat memasak nasi putih, maka nasi putih akan ramah pada penderita diabetes.

---0O0---
Ibu masuk rumah sakit, kamu buruan pulang.
Pagi itu, saya menerima chatting dari kakak sulung. Ibu kami yang sudah sepuh—jelang 70 tahun-, diopname di RSUD sudah hari ketiga.

Ibu, sakit apa?
Kata dokter, kena diabetes.

Kamis, 25 Januari 2018

Tantangan Mewujudkan Indonesia Emas 2045



ajtual(dot)com


Pernah dengar Stunting ? Ya. Stunting adalah istilah untuk tubuh pendek.
pernah mendengar obesitas ? pasti sudah pernah, obesitas adalah kelebihan berat badan.
Masalah stunting, gizi buruk dan atau obesitas, ternyata tidak hanya terjadi di daerah pelosok di Indonesia –seperti Papua--, bahkan di Jakarta sekalipun juga terjadi.

Apa yang menyebabkan stunting. gizi buruk dan obesitas.
Untuk membahas malah tersebut, bertepatan dengan “Hari Gizi Nasional 2018,” Muslimat NU dan YAICI (Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia), menyelenggarakan diskusi publik.

Acara diselenggarakan di Gedung Utama Kemendikbud, mengambil tema “Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Anak Indonesia Zaman Now- No Malnutrisi, No Obesitas ; sayangi anak dengan makanan gizi seimbang.”

WHO, menetapkan batas toleransi stunting, maksimal 20% dari jumlah keseluruhan balita. Mengacu pada angka prosentase tersebut, WHO mengkategorikan Indonesia sebagai Negara dengan status gizi buruk –sedih ya--.

Sabtu, 13 Januari 2018

Memilih Hidup Sehat itu Tidak Mahal !



Seporsi Nanas Honi Sunpride- dokpri


Tubuh manusia, diciptakan begitu luar biasa. Bisa beradaptasi dengan segala situasi, memiliki sistem imun atau kekebalan. Daya tahan tubuh sangat bisa dijaga, dengan memperhatikan asupan diserap tubuh, juga gaya atau pola hidup yang diterapkan.

Misalnya, mengatur makanan yang dimasukkan dalam lambung. Dengan memilih dan memilah, makanan dan atau minuman yang bermanfaat atau tidak bila dikonsumsi.
Misalnya (lagi), mengatur setiap aktivitas tubuh. Kapan sebaiknya aktif bergerak, dan kapan waktunya beristirahat.

Kalau dua hal (asupan dan aktivitas) tersebut seimbang dan baik, saya yakin bonusnya adalah sehat. Ya, kesehatan adalah dambaan setiap orang.

Kamis, 04 Januari 2018

JKN- KIS Proteksi Kesehatan Bagi Masyarakat Tanpa Kecuali



beritamandiri.com

Sejak mengurangi asupan karbohidrat dan gula, saya mengganti dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat (buah dan sayur). Satu warung gado-gado langganan dekat rumah, milik seorang ibu usia 60 tahunan. Nyaris seminggu tiga kali, saya rutin menyambangi warung sederhana ini.

Sekitar dua minggu warung tutup, membuat saya kerepotan mencari penjual gado-gado lain. Baru minggu ketiga, ibu yang ramah ini tampak berjualan. Saya senang, tidak perlu jauh-jauh membeli gado-gado.

“Nyariin ibuk ya” si ibu menebak isi hati pembelinya
“Emang Ibu pulang kampung”
“Abis opname, dua minggu di rumah sakit.” Tuturnya sambil menyiapkan bahan sambal kacang “Alhamdulillah, ibu pakai BPJS, jadi ga usah mikir buat bayar rumah sakit”

Saya membayangkan, empatbelas hari opname di Rumah Sakit, pasti membutuhkan dana tidak sedikit. Tabungan berjualan gado-gado, bisa-bisa ludes untuk membayar biaya pengobatan.
Namun mendengar cerita, melihat wajah cerah si ibu, setidaknya pengeluaran berobat, sudah ditanggung oleh negara.

Selasa, 26 Desember 2017

Demi Badan Sehat Siapapun Bisa Menjadi Fruitaholic



Foto dari WAG Fruitaholic

Terhitung 18 bulan sudah, saya rajin mengonsumsi buah dan sayuran. Selain konsumsi asupan kaya serat, diimbangi dengan memperbanyak aktivitas fisik.

Berat gak menjalaninya ? Berat pastinya.
Bukankah peperangan paling berat, adalah perang untuk mengalahkan (ego) diri sendiri. Sekuat tenaga, setiap hari saya bertempur dengan keinginan – keinginan “besar” yang sejak lama digemari.

Senin, 18 Desember 2017

Yuk, Konsumsi Buah dengan Benar !


Sunpride

Pernah ga, menikmati soup buah yang segar dalam mangkok saji –biasanya warna bening. Padu padan, terdiri dari daging buah melon, dikerok berbentuk bulat. Kemudian bercampur daging buah pepaya, masih ada lagi daging buah naga dengan bulatan serupa.

Irisan tipis bulat buah pisang, dipadu dengan kerokan buah alpukat berwarna kuning berlapis hijau. Serutan tipis dan memanjang dari kelapa muda, dicampur potongan warna kuning berbentuk dadu dari buah nangka.
Aneka warna- warni menggoda, diatasnya ditambah serutan es batu, diguyur syrup warna merah. Paling atas, ditumpuk butiran lembut bak salju dari es batu serut
Eit’s belum selesai, pucuk butiran lembut es, terdapat lelehan susu kental manis (SKM) warna putih gading. Atau kalau suka cokelat, dipilih SKM warna cokelat.
Sungguh,  menggoda penglihatan, menuntun tangan segera mengambil, menikmati sesendok demi sesendok. Setiap suapan soup buah, citarasanya menempel di lidah dan masuk tenggorokan. Keesokkan hari, pengin beli lagi dan lagi, saking tergiurnya dan cinta dengan soup buah.
Enak sih, tapi sehat ga ya ?
Dulu, saya penggemar berat soup buah. Saking gemarnya, membeli sendiri beberapa jenis buah, disimpan di kulkas. Sewaktu-waktu pengin, tinggal bikin sendiri.
Apalagi kalau bulan Ramadhan tiba, berbuka puasa dengan minuman segar, pasti sangat nikmat. Tiap sore, bisa membeli takjil dan diganti-ganti. Sore ini soup buah,  besok es teller, besoknya es kelapa muda, kemudian kolak, dan seterusnya--perhatikan, semua ada unsur buah.
sumber ; resepsimbok.com
Mendekati lebaran, pipi ini semakin tembem saja. Bobot tubuh bertambah drastis, alhasil angka jarum timbangan, semakin menjauh dari kata ideal.
Lazimnya, segala yang enak, dampaknya tidak selalu enak. Segala yang memanjakan, biasanya berdampak pada celaka.
-0-
Belakangan, saya sedang keranjingan, mengikuti vlog dari presenter senior Dewi Hughes. Beliau, berhasil menurunkan berat badan (saat saya menulis sekarang) sebanyak 80 kg. Padahal, sebelumnya Hughes terkenal tambun, dengan berat mencapai 150 kg.
Rahasia keberhasilan presenter kenamaan ini, satu diantaranya rajin konsumsi real food. Ya. makanan sejati, dan buah masuk dalam kategori real food.
Real Food, adalah makanan yang tumbuh dari bumi, disinari matahari, disirami air dan diolah alam. Buah yang matang di pohon, termasuk makanan sejati, tidak perlu diolah dan diolah lagi.
Manisnya buah pepaya, mangga, melon, nanas, jambu, semangka, jeruk, pisang dan sebagainya dan sebagainya, sebenarnya sudah lebih dari cukup.
Tak perlu, dicampur dengan syrup atau lelehan susu kental manis. Tak perlu diblender, dengan pemanis buatan, yang justru akan merusak rasa manis dari alam.
Dari vlog demi vlog Dewi Hughes yang saya ikuti, salah satu faktor pemicu kegemukan saya, ternyata salah konsumsi buah. Kegemaran saya akan soup buah dan sejenisnya, justru membuat tubuh ini mengembang.
Titik balik itu terjadi, ketika satu malam saya tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Keesokkan hari periksa ke dokter, diagnosa penyakit ini dan itu keluar dari mulut dokter. Sejak saat itu, saya bertekad sekuat tenaga untuk berubah.
-0-
Untung ada Sunpride, brand buah terkemuka, konsisten mempersembahkan buah berkualitas. Kali pertama kenal, selalu saya identikkan dengan buah pisang. 
Dokumentasi Pribadi
Ternyata, Sunpride tidak hanya pisang lho. Ada Guava Crystal, Nanas Honi, Baby Orange, Melon, Pepaya California, Salak, Buah Naga dan sederet nama buah lainnya.
Terhitung, nyaris dua tahun terakhir, saya rajin konsumsi buah Sunpride. Dibarengi, dengan mengurangi konsumsi gula, karbohidrat, tepung, menghindari gorengan dan rutin gerak badan.
Setahun terakhir, saya mulai merasakan ada yang berbeda. Dari sisi penampilan. pipi chubby ini mulai kempes, perut buncitpun semakin rata. Dulu saya sering pusing dan masuk angin, sekarang sangat jarang saya kerokan.
Seiring perubahan gaya hidup, dengan penuh kesadaran saya lebih suka konsumsi buah secara langsung. Artinya, buah tidak perlu lagi, dibuat dalam bentuk soup buah, es teller, juice buah dan makanan sejenisnya.
So, konsumsi buah itu simple, tidak perlu dicampur ini dan itu. Salam Sehat.

Minggu, 17 Desember 2017

Indonesia Siap Menjadi Tuan Rumah Event Olah Raga Tingkat Asian untuk Penyandang Disabilitas



sumber ; indosport.com

Saat melintasi kawasan Senayan, saya (mungkin anda juga) menyaksikan, Gelora Bung Karno (GBK) sedang direnovasi besar-besaran. Rupanya Indonesia, tengah bersiap-siap menjadi tuan rumah Asian Para Games (APG) 2018 –selain Asian Games 2018.
APG 2018, adalah sebuah event olah raga akbar, khusus penyandang disabilitas. Indonesia adalah negara Asia Tenggara pertama, terpilih sebagai penyelenggara.

APG sendiri baru diselenggarakan tiga kali, pertama di China, kedua Korea dan menyusul Indonesia. Sekaligus, sebagai implementasi, Undang-undang Nomor 8 tahun 2016, mengenai Penyandang Disabilitas.

Kamis, 14 Desember 2017

50 Tahun Indomilk Dukung 500 Ribu Anak Indonesia Capai Gemilang



Gemilang Anak Indonesia (Ki-Ka) Novita Anggie, Vanda Ratana, Pasha, Mama Ida, Tara de Thouars - dok Fabulo PR

Saya yakin, masyarakat Indonesia, tidak asing dengan susu Indomilk. Jingle iklan,” Susu Indomilk- Susu untuk Kita Semua,” sudah begitu familiar.
Menandai perjalanan 50 tahun usia PT. Indolakto –salah satu anak perusahaan PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), Indomilk memberi dukungan, kepada sekitar 500 ribu anak Indonesia, melalui Program "Gemilang Anak Indonesia."
Indomilk, juga akan berbagai sarana inspirasi, kepada 50 sekolah nasional, demi mengembangkan potensi anak Indonesia.

Sabtu, 02 Desember 2017

“Women and Diabetes” Tema Hari Diabetes Sedunia 2017



Mentri Kesehatan,  Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M (K), memberi sambutan dalam peringatan hari Diabetes Sedunia 2017 -dokpri

Mengapa “Women and Diabetes”, diangkat menjadi tema, peringatan hari Diabetes Sedunia 2017. Menurut data, saat ini ada 119 juta perempuan dengan diabetes.
Kalau tidak segera diatasi, diprediksi akan terjadi peningkatan, pada tahun 2040, angka perempuan dengan diabetes akan mencapai angka 313 juta.
Pemaparan tersebut, disampaikan dr. Untung Suseno Sutarjo, Sekretaris Jendral Kementrian Kesehatan, pada peringatan hari Diabetes Sedunia, tanggal 29 November 2017, di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta.

Minggu, 26 November 2017

Jangan Ragu Berujar, Buah Pasti Sunpride !



Sunpride -dokpri

Saya yakin, sebagian besar kita yang di kota, gemar mengonsumsi buah. Apalagi, Indonesia negara dengan iklim tropis. Sangat memungkinkan, aneka jenis tanaman dengan mudah tumbuh di bumi pertiwi.
Sampai-sampai, selain ada dua musim, yaitu hujan dan panas. Kita juga mengenal, musim buah-buahan.
Sebut saja, musim rambutan, musim mangga, musim durian, musim duku, musim jeruk dan musim buah-buahan lainnya.
Siapa coba, tidak betah, hidup di negeri yang subur makmur ini. Bahan pangan tersedia, bahkan bisa menanam sendiri di pekarangan.

Selasa, 14 November 2017

Sumbangsih BCA untuk Indonesia Bebas Katarak


tipsdanartikelsehat(dot)com
Mata ibarat jendela dunia, lewat dua bolanya, kita bisa saksikan indahnya semesta. Melalui mata pula, bisa kita reguk samudra pengetahuan.
Apa yang terjadi, kalau benderang cahaya tidak tertangkap mata, kalau semua warna-warni berubah legam. Semua indah sirna, berubah menjadi serba keterbatasan. Indera penglihatan tak ternilai harga, sangat perlu dijaga dan dipelihara.
PT. Bank Central Asia Tbk (BCA), sebagai salah satu bank ternama di Indonesia. Focus pada bisnis perbankan transaksi, menyediakan fasilitas kredit dan solusi keuangan, bagi segmen korporasi, komersial & UKM dan Konsumer.
Sebagai Bank terkemuka, BCA berkomitmen, turut andil dalam mewujudkan ‘Indonesia Bebas Katarak’. Target dicanangkan pemerintah, sebagai pencapaian pada tahun 2020.
Memang bukan tantangan yang ringan, sangat  butuh usaha dan kerja ekstra keras, serta dukungan dari seluruh stakeholders dan masyarakat pada umumnya.
Senin, 13 November 2017, bertempat di lantai 22 Menara BCA, Jakarta Pusat. Dilangsungkan  penyerahan secara simbolis, donasi 1 buah Phacoemulsification Cataract Machine Intuitiv AMO dan 3 set alat pendukung operasi katarak, senilai Rp. 659, 5 Juta.
penyerahan simbolis dari BCA kepada Perdami , Ki-Ka , Bapak Sapto Rachmadi (Senior Vice Presiden CSR BCA,),  Ibu Inge Setiawan ( Executive Vice Presiden CSR BCA,) , Bapak Jahja Setiaatmadja (President Directur BCA, ) ,  Dr. Elvioza SpM (K) ( Ketua SPBK- Perdami), Dr. Rita Polana SpM ( Sekretaris I Perdami DKI Jakarta, ) , Dr. Umar Mardianto (Ketua SPBK- Perdami Pusat).

Penyerahan dilakukan oleh President Directur BCA, Bapak Jahja Setiaatmadja, kepada Ketua Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK- Perdami) Dr. Elvioza SpM (K).
Hadir pada kesempatan yang sama, Executive Vice Presiden CSR BCA, Ibu Inge Setiawan dan Senior Vice Presiden CSR BCA, Bapak Sapto Rachmadi. Tidak ketinggalan, Sekretaris I Perdami DKI Jakarta, Dr. Rita Polana SpM dan Ketua SPBK- Perdami Pusat, Dr. Umar Mardianto.
Dalam Sambutannya, President Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menyampaikan,“ Tahun sebelumnya, BCA menyumbangkan dua buah mikroskop, 13 alat bantu operasi dan  dua alat biometeri. Setiap tahun, nilai bantuan BCA bertambah, dengan mensupport Perdami, dana dari BCA bisa membantu masyarakat membutuhkan.”
President Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja -dokpri
-0-
Dari situs resmi Kementrian Kesehatan, kita bisa menyimak, hasil survey kebutaan di Indonesia – menggunakan metode Rapid Assesment of Avoidabel Blindness (RAAB) di 3 Provinsi (NTB, Jabar, Sulsel) tahun 2013 – 2014 -, bahwa prevelensi kebutaan pada masyarakat usia > 50 tahun, penyebab utamanya adalah Katarak 71%.
Sebagai negara tropis, kita sangat akrab dengan debu. Polusi udara dan terik matahari. Hal ini terjadi, terutama pada saat musim panas tiba.
Katarak tidak terjadi tiba-tiba, ada masa rentang terkait dengan kebiasaan  setiap orang. Kalau mata, kerap tidak memakai pelindung, sangat mungkin terkena paparan sinar matahari atau asap polusi secara langsung.
Apabia terjadi dalam jangka panjang, probabilita terkena penyakit Katarak semakin bertambah. Sangat penting, menjaga mata saat sedang sehat.
Saya teringat, ketika menjadi panitia operasi Katarak di sebuah perusahaan. Para pasien, kebanyakan bapak dan ibu yang sudah sepuh. Saya punya tugas mendata, bisa melihat bola mata pasien, ada selaput tipis berwarna putih.
Bayangkan saja, ketika mata kita terhalang asap warna putih. Object yang semestinya tertangkap, akan terhalang, bahkan bisa tidak tampak sama sekali.
Pasien, tidak bisa langsung berobat. Kebanyakan, berasal dari kalangan ekonomi bawah. Mereka kesulitan secara keuangan, sehingga tidak ada biaya untuk operasi. Beruntung, ada kegiatan operasi katarak gratis. Sehingga keluhan pada mata, bisa segera ditangani.
Diprediksi, sebagian besar kasus buta baru disebabkan katarak. Setiap tahun bertambah, rata rata sebesar 0.1%, dari jumlah total penduduk Indonesia.
Sementara, kemampuan operasi katarak setiap tahun, diperkirakan pada angka 180.000/ tahun. Dengan perhitungan sederhana, kita bisa ketahui, jumlah pertumbuhan orang yang terkena katarak tidak sebanding dengan penanganan.
Kalau angka penanganan tidak bertambah, akan terjadi penumpukkan jumlah orang dengan sakit Katarak. Berarti, musti semakin banyak pihak peduli, mengulurkan bantuan, bagi saudara yang membutuhkan.
Upaya BCA, dalam membantu pemulihan Katarak, patut diapresiasi. Sudah semestinya, diikuti institusi dan atau pihak swasta lainnya.
Kalau banyak pihak turun tangan, bukan mustahil, lebih banyak masyarakat terbantu lepas dari penyakit Katarak. Sehingga target Indonesia bebas Katarak, semoga bisa dciapai bersama pada tahun 2020.

Dr Elviosa -dokpri
Dr Elviosa, dalam kesempatan selanjutnya, menyampaikan, “Secara keahlian, Perdami sudah sangat siap. Masalahnya bukan keahlian saja dibutuhkan,tetapi ketersediaan alat yang nilainya mahal.”
Dr. Elviosa memberi perumpamaan, Perdami ibarat tentara yang sudah siap bertempur. Tetapi ketika sudah berada di medan laga, harus bergantian menggunakan senjata, untuk menyerang musuh (dalam hal ini penyakit katarak).
Ya. Keterbatasan alat, membuat penanganan tidak bisa optimal. Sehingga, jumlah pasien katarak belum tertangani, jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu.
Katarak, tidak seharusnya menyebabkan kebutaan. Asal ditangani secara cepat, jalan satu satunya melalui operasi. Sampaii detik ini, belum ada obat mengatasi katarak, selain dengan jalan operasi.
Dari sisi cost, merawat orang buta, jauh lebih besar biayanya dibanding mengatasi kebutaan. Orang dengan kebutaan, akan terancam berkurang dalam hal produktifitas.
Kondisi ini, pasti mempengaruhi orang di sekitarnya - saudara, pasangan hidup, anak dsb-, terkena dampak tidak produktif.
Mereka –mau tidak mau- musti merawat, sehingga waktu yang seharusnya untuk bekerja, digunakan untuk menemani orang yang sakit.
Coba, kalau setiap kita aware, dengan penderita Katarak. Misalnya dengan berbagi informasi, tentang layanan operasi Katarak berbiaya ringan. Syukur-syukur, ketika ada perusahaan menyelenggarkan operasi Katarak gratis.
Semakin bisa menekan angka kebutaan, otomatis bisa meningkatkan produktifitas. Kalau sudah produktif, berdampak pada meningkatnya kesejahteraan. –salam sehat-

Daftar Blog Saya