Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keuangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Agustus 2017

FWD Life HACKATHON 2017 Resmi diluncurkan


Launching FWD Life HACKATHON 2017 -dokpri

Tak bisa dipungkiri, sebagian masyarakat masih menganggap Asuransi sebagai instrument keuangan yang rumit dengan proses berbelit. Kondisi ini menjadi alasan kuat, mengapa penetrasi Asuransi di negara kita masih relatif rendah. Market Asuransi di Indonesia hanya sekitar 2.7%, sementara negara tetangga Singapore dan Malaysia sudah pada angka 5%.
Melihat keadaan tengah berlangsung, FWD Life tidak mau tinggal diam dan menyerah. Sebagai  pioner Asuransi jiwa berbasis digital, FWD Life ingin merubah pandangan negatif masyarakat dalam berasuransi.
Pada tahun ini FWD Life menggelar event  HACKATHON 2017,  dengan menggandeng partner Founder Institute.
Apa FWD HACKATHON 2017 ?
Adalah sebuah acara kolaborasi pengembangan proyek perangkat lunak, biasanya orang orang yang terlibat adalah pelaku industri kreatif.
Ibu Poppy Safitri  selaku Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, dalam sambutannya mengatakan, “HACKATHON 2017 merupakan acara menarik, karena dibuat dari sesuatu yang berbeda. Asuransi biasanya dipakai oleh orang tua, melalui event ini Asuransi diperkenalkan kepada anak muda.”
Apapun yang bertujuan demi pengembagan industri kreatif, akan didukung semua deputi di Badan Ekonomi Kreatif. Selama ini transaksi asuransi identik dengan manual, kini sudah ditemukan cara lebih kekinian yaitu memakai aplikasi.
Smartphone sangat mampu untuk memperpendek waktu proses Asuransi, makin dibutuhkan di dunia modern. Kita musti meningkatkan kepedulian, agar anak muda sadar berasuransi,” imbuh Poppy Safitri.
-0o0-
Pada kesempatan yang sama, Bapak Rudi Hamdani  selaku Vice President Director FWD Life, menyampaikan dalam sambutannya, “ HACKATON biasanya diadakan bank atau perusahaan telekomunikasi, tahun ini adalah tahun pertama perusahaan Asuransi yaitu FWD Life melakukan kegiatan HACKATON 2017”.
Tujuan kegiatan HACKATON 2017 sejalan dengan visi FWD Life, ingin merubah cara pandang baru masyarakat tentang asuransi. Dengan tenologi yang semakin maju, FWD Life berusaha membuat pembelian asuransi menjadi mudah dan aman. Termasuk proses berinteraksi dengan nasabah, sekaligus pemegang polish dalam mengajukan claim.
Mengapa Indonesia termasuk kecil dalam penetrasi Asuransi ?
Hal ini terkendala wilayah yang kepulauan dengan penduduk yang menyebar.
Terobosan FWD Life terbilang kekinian, yaitu bagaimana agar asuransi bisa diperoleh dengan mudah dimanapun dan kapapnpun. Dengan kemudahan yang diciptakan oleh perusahaan Asuransi, niscaya penetrasi akan lebih cepat seeperti diinginkan OJK.
FWD Life sendiri sudah mennggunakan tablet untuk operasional termasuk presentasi, hal ini telah memotong proses pembelian Asuransi dari 16 step menjadi 6 step. Dalam berinteraksi dengan pemegang polish lebih simple, tak perlu mengisi lembaran kertas form tapi cukup masuk ke website FWD Life dan mengisi form yang diperlukan.
Claim asuransi yang biasanya memakan waktu lama telah dipangkas, hanya dengan pengajuan foto lewat Watsup. Kalau proses claim memenuhi persyaratan, bisa langsung disetujui dan claim cair dalam hitungan jam.
Pun dalam memilih agent asuransi, nasabah bisa menunjuk agen yang sesuai passion dan profil yang diinginkan melalui fitur Click To Meet. Nasabah bisa menentukan waktu ketemuan, memilih Exccelso terdekat dengan kediaman nasabah.
Nah, HACKATHON sebagai cara mengajak kaum milenial, untuk menciptakan inovasi untuk lebih memudahkan nasabah berasuransi. Bagaimana tehnologi bisa membantu masyarakat, sehingga kesadaran berasuransi meningkat.
-0o0-
Ki-Ka : Andy Zain, Ridu Hamdani, Poppy Safitri -dokpri

Bapak Andi Zain sebagai Direktur Of Founder Institute, selaku partner FWD Life dalam event HACKATHON 2017 sebagai narasumber selanjutnya menyampaikan, “saat ini start up sudah banyak, tapi yang berhasil hanya sedikit dan banyak yang berdarah-darah. HACKATHON mengajak  anak muda, meningkatkan rasio keberhasilan sebuah start up menjadi lebih besar.”
Perlu 4 Hal sebelum membuat start up
Ide ; ide anak muda musti diuji, kalau ide tidak menjadi sesuatu tidak ada gunanya
Team ;  Perlu team atau kelompok, untuk mewujudkan ide menjadi nyata
Produk ;  Team yang bekerjasama, akan menyulap menjadi sebuah produk
Traction ; Produk yang bagus memungkinkan terjadi traction, sehingga bisa survive.
Fouder of Institute Indonesia berdiri sejak 6 tahun silam, telah melahirkan puluhan ribu Start Up dan 80% diantaranya survive. Padahal yang lazim terjadi, start up yang berdiri 80% gagal dan hanya 20% yang survive.
Mengapa Founder  of Institue bisa berhasil ?
Percaya ; Kalau anak anak muda cerdas dipertemukan, makan akan menghasilkan sesuatu yang bagus.
Belajar Bersama ; Selama masa 4 bulan belajar bersama,  akan mengajarkan peserta melakukan langkah demi langkah menuju keberhasilan
Network luar biasa ; Founder of Institute memiliki jaringan, mulai dari pelaku start up  yang sudah berhasil dan mentor lokal yang teruji,
Pendanaan ; Founder of Institue memiliki investor dan terhubung dengan angel investor
Kapan HACKATON 2017 dimulai ?
Pendaftaran peserta dimulai 4 agustus – 11 September 2017, melalui microsite yang disediakan oleh FWD Life.
Kemudian akan disusul kegiatan roadshow di Jakarta, Surabaya dan Bandung, berisi informasi tentang asuransi.
Akan dibentuk team masing masing 6 orang, bekerjasama untuk menciptakan ide dan kreatifitas. Kemudian akan diikutkan dalam program akeselerator, nantinya pemenang akan dikirim ke Silicon value.
Dari pada saya berpanjang kata, yuk segera merapat ke microsite HACKATON 2017

Sabtu, 22 Juli 2017

Inovasi Click To Meet dari FWD Life


dokumentasi dari OJK

Apa yang terlintas di pikiran, ketika mendengar kata Asuransi ?
Kebanyakan diantara kita, bisa jadi mempunyai anggapan yang sama, lebih dulu under estimate atau berasumsi kurang menyenangkan.
Saya punya pengalaman kurang mengenakan, ketika suatu siang disapa teman lama di sebuah Supermarket. Teman kantor lama yang dulu kurang dekat, berubah sikap sok akrab dan bercerita ketika masih di kantor yang sama.
Setelah basa basi bercerita kabar beberapa nama teman, kami saling bertanya kerja di mana dan bertukar kartu nama. Saya melihat logo perusahaan asuransi di kanan atas kartu nama, ujung ujungnya si teman minta ketemu di lain kesempatan.
“Tapi aku sudah punya asuransi” jurus ngeles saya pasang
“Eh, aku ga nawarin asuransi kok, yang penting kita ngobrol saja” tangkisnya
-Batin saya mulai nyeletuk, ngapain juga minta waktu ketemuan kalau sekedar ngobrol. Bukannya sekarang sudah ketemu dan ngobrol, sebagai teman kurang akrab mau membahas apalagi-
Karena teman yang agent asuransi ini ngotot, saya terpaksa menyanggupi meskipun setengah hati. Anggukan ringan saya tunjukkan, saat agen asuransi ini menentukan tempat dan waktu, tak lebih sebagai cara saya agar teman lama segera berlalu dari hadapan.
“Oke, sampai ketemu Kamis depan di kantormu ya” ujar teman
Kami berjabat tangan kemudian berpisah, jujur saja sontak perasaan ini menjadi lapang dan lega. Bisa melenggangkan kaki, setelah beberapa waktu tertahan dengan obrolan kurang menarik.
Sehari dua hari sebelum janjian masuk pesan, nomor teman ini mengirim reminder kepada saya. Saya bertambah sebal, ingin cepat cepat menyelesaikan urusan dengan agent Asuransi. Saya sudah siapkan jawaban pada akhir pertemuan, kalimat telak namun sopan “maaf, saya tidak tertarik.”
-0o0-
Blogger Gathering FWD Life -dokpri
Stigma yang berlangsung dan terjadi, perlahan bias dengan pencerahan yang baru saya dapatkan. Bertempat di daerah Kebayoran Baru Jakarta Selatan, saya menghadiri acara Blogger Gathering bersama FWD Life.
PT. FWD Life Indonesia adalah perusahaan asuransi jiwa patungan, bagian dari FWD Group. Produk ditawarkan adalah produk asuransi dikaitkan dengan investasi, asuransi berjangka individu dan kumpulan, asuransi kecelakaan diri dan kumpulan, asuransi kesehatan kumpulan melalui jalur distribusi yang didukung teknologi terintegrasi termasuk keagenan, bancassurance, e-commerce dan korporasi.
FWD Life beroperasi pada tahun 2014, menjadi bagian terdepan dalam memanfaatkan digital dengan sales paperless platfoam. Mendigitalkan proses berasuransi mulai dari illutrasi, proses pembelian sampai polis terbit melalui penggunaan tablet dan payment gateaway.
Pada tahun 2016 FWD Life meluncurkan digital agency, merupakan inovasi yang mendukung agen dalam melakukan seluruh proses bisnis mulai dari penjualan, rekruitment agen sampai dengan training.
Suasana gathering siang itu tampak millenial, staf FWD Life yang hadir berpakaian smart casual. Kami para blogger memakai tema “touch of orange”, sehingga menyatu dengan warna backgorund di booth dan banner acara.
“Hmmm, seger seperti jeruk melihat warna orange di mana mana” MC Tyas berhasil menghidupkan acara dengan jenaka.
Keseruan awal yang dihadirkan pembawa acara, ternyata menular pada narasumber yang menyambung ada sesi berikutnya. Sandhi Prajudi selaku Head of Excellence FWD Life, tampak fresh penampilannya dengan setelan celana jeans dan jaket sport.
Sandhi memberikan ulasan awal, bahwa market asuransi di Indonesia sekitar 2.8%. Artinya peluang asuransi masih terbuka sangat besar, masih ada ceruk pasar 97% belum tergarap dengan maskimal. Pandangan masyarakat tentang asuransi perlu digeser, diantaranya menyesuaikan cara millenial seperti jaman yang tengah berlangsung.
Sandhi Prajudi, Head of Excellence FWD Life -dokpri
FWD Life meluncurkan Clik To Meet, sebuah inovasi yang hadir melaui wesite WWW.FWD.CO.ID. Melalui inovasi Click To Meet, nasabah diberi keleluasaan memilih agen FWD Life yang sesuai dengan preferensi passion, kepribadian maupun profilnya.
Tidak hanya sekedar memilih agen, nasabah bisa menentukan waktu dan tempat janjian yaitu cafe excelso terdekat.
Kami sangat memahami persepsi yang berkembang di masyarakat Indonesia tentang agen Asuransi. Berbekal pengalaman tersebut FWD Life memperkenalkan fitur baru yang lebih baik dalam berinteraksi dengan agen FWD Life bagi nasabah. Click To Meet sebagai salah satu bentuk nyata dari komitment perusahaan, untuk memberikan kesempatan bagi nasabah untuk memegang kendali dalam memilih agen asuransi” Jelas Sandi Prajudi.
Pada acara Blogger Gathering, kami diajak menyaksikan cara membuat janji dengan agen FWD. Cukup dengan membuka website FWD.CO.ID, calon nasabah bisa mencari fitur Click To Meet. Kemudian menentukan lokasi janjian, sekaligus memilih agen yang diinginkan berdasarkan passion dan karakter yang diinginkan. Berikutnya muncul nama sekaligus foto agen, tinggal calon nasabah klik agen yang diinginkan.
Acara semakin lengkap dengan kehadiran dua best agent FWD Life, Ester Way Oktaviani dan Kwan Yoe San berbagi pengalaman. Tentang suka duka menjadi agen FWD Life, sekaligus berbagi kiat agar bisa mencapai target ditetapkan perusahaan.
Ka-Ki ; Kwan Yoe San, Ester Way Oktaviani, Sandhi Prajudi -dokpri
Dalam keseruan acara gathering, tiba-tiba saya seperti memutar balik jarum jam. Kembali pada peristiwa masa lalu, saat pertemuan dengan teman lama yang agen asuransi. Sepertinya teman ini memang memperhatikan satu persatu pengunjung, soalnya begitu saya selesai dari kasir langsung dihampiri.
Kebayang gak keselnya, tangan sedang penuh tentengan belanjaan dan buru buru, malah  diajak ngobrol dan membuat janjian. Menurut saya sih, cara ini tidak cukup elegan untuk menjaring calon nasabah.
Dengan fitur Click To Meet di FWD Life, secara psikologis nasabah memang menyiapkan diri untuk bertemu agen.
“FWD Life akan terus berupaya untuk menciptakan inovasi inovasi baru, untuk mengubah cara pandang masyrakat tentang asuransi. Diharapkan langkah nyata perusahaan ini pada akhirnya akan memberikan kontribusi peningkatan literasi dan inklusi keuangan sehingga dapat meninglatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia” Punkas Sandhi
Kalau boleh sedikit berbagi saran, tugas FWD Life selanjutnya adalah mengedukasi sekaligus meningkatkan awarnes market tentang asuransi. Ketika kesadaran berasuransi sudah bagus, niscaya layanan Click To Meet akan mendongkrak terjualnya polis asuransi. –salam sukses-