Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Herbal. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Mei 2017

Blogger’s Visit dan Mengenal Gasol Organik



Dokumentasi Foto : Upiet

Perjalanan dari Jakarta dengan waktu tempuh sekitar empat jam (include macet), akhirnya membawa langkah kaki blogger sampai di desa Gasol Cianjur.
Saya pribadi cukup familiar dengan kota Cianjur, nama kota ini selalu identik dengan tanaman padi. Sebagai konsumen saya kerap membeli beras Cianjur, cukup mudah didapat di warung dekat rumah dengan kualitas pilihan.
Memang banyak jenis beras Cianjur dijual di pasaran, tersedia pilihan kualitas dan jenis yang beraneka ragam. Nah kalau anda cermati, diantara banyak brand terdapat nama “Gasol Organik”.
Perjalanan blogger pada selasa (16/5’17), hendak mengunjungi pabrik pengolahan Gasol Organik. Sekalian blogger’s diajak mampir ke sawah, kebun, kandang kambing sekaligus tempat pembuatan pupuk alami.  
Perjalanan kami menuju lokasi semakin istimewa, karena disertai Pak Flaming Wong selaku owner dari perusahaan Gasol Organik. Tak pelak sepanjang perjalanan, cerita tak pernah berkehabisan mulai dari beras organik atau topik lainnya.
Sehingga mobil terasa riuh rendah dengan canda, namun sesekali hanya terdengar suara mesin, karena blogger’s sudah kelelahan alias ngantuk.
Sekilas Gasol Organik
Ketika mobil mulai masuk daerah Gasol, saya seperti diajak pulang kampung di desa tanah kelahiran. Melihat sekeliling, tampak hamparan sawah yang luas membentang. Pepohonan  tumbuh dengan rimbun dan rindang, berjajar rapi di sepanjang jalan bebatuan.
Merasakan udara  yang masih sangat bersih, hidung ini menghirup dalam-dalam oksigen bebas dari polusi. Penduduk ramah dan bersahaja, menyapa dan berbincang dengan logat bahasa sunda kental.
Suasana semakin menyatu, ketika melihat gabah sedang dijemur di pelataran. Mata ini menjadi terang dan asri, sembari menikmati panganan tradisional gethuk yang disediakan.
Gasol adalah nama sebuah desa di kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, terkenal sebagai salah salah satu sentra produksi beras lokal terbesar di Jawa Barat. Hal ini cukup terkuatkan, ketika melihat struktur dan tekstur tanah plus unsur hara di kawasan Gasol sangat bagus. Kondisi yang menguntungkan petani, mendukung Gasol (atau Cianjur pada umumnya) sebagai penghasil beras kualitas nomor satu.
Pak Flaming (baju hitam) sedang berkisah tentang Gasol Organik -dokpri
Gasol Organik berdiri tahun 2004, diwujudkan dengan pembangunan rumah kayu oleh suami istri yaitu Pak Flaming dan Ibu Ika.
Pasangan suami istri ini memang asli orang Cianjur, bertekad menanam padi secara organik. Gasol Organik sebagai penghasil olahan pertanian, selalu mengedepankan penanaman padi varietas lokal dengan sistem budidaya secara organik.
Saat blogger berkunjung, kami diajak ke kebun di belakang pabrik. Terdapat beraneka macam tanaman buah dan sayuran, tanaman inilah yang menjadi sumber bahan makanan. Kemudian sampah berupa kulit pisang, daun-daun atau sayur yang sudah tidak terpakai dijadikan pupuk.
Selain kebun yang ada didekat pabrik, beberapa lahan sawah juga menjadi milik Gasol Organik. Berbagai varietas pada lokal tampak menuju pra panen, seperti varietas Omyok, Peuteuy, Pandan Wangi dan jenis varietas lainnya.
Gasol Organik melakukan pengadakan pupuk secara mandiri, selain di dekat pabrik ada tempat khusus pembuatan kompos. Kira kira berjarak sekitar satu kilo dari pabrik, Bloger’s melihat lokasi pembuatan pupuk yang berdampingan dengan kandang kambing.
Ternyata dari kotoran kambing inilah, bisa dijadikan campuran bahan pembuatan pupuk kompos. Binantang ternak dipelihara Gasol Organik dengan sistem kemitraan bersama warga sekitar, melalui sistem bagi hasil setelah kambing dijual.
Proses Pembuatan Pupuk
Mula-mula disiapkan cerobong dengan dinding yang sudah diberi lubang, kemudian dimasukkan kayu dari bawah cerobong dan dibakar. Pada lubang bagian atas cerobong ditutup, sehingga asap dan api dari dalam lari ke lubang di dinding cerobong.
Pembuatan pupuk Kompos -dokpri
Sekam yang sudah dikering ditata, membentuk gunungan memenuhi pinggir cerobong. Proses ini memang dengan metode pengasapan, supaya sekam tidak terbakar dan menjadi abu. Setelah sekam berubah warna menjadi hitam, bari dicampur dengan kotoran ternak, ganggang atau rumput dan daun- daunan.
Nah pupuk kompos inilah, nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi. Saya mengangguk paham, sembari meyakini bahwa bahan-bahan ini dijamin alami. Benar-benar tanpa bahan kimia sintetis, seperti yang terdapat dalam pupuk buatan pabrik.
Pengerjaan pengelolaan tanah di gasol Organik, masih mengandalkan alat bajak dengan tenaga kerbau (tradisonal). Konon tanah bajakkan kerbau hasilnya berbeda, dibanding tanah yang diolah dengan alat seperti traktor.
Pemberlakuan rotasi tanaman pada lahan, sawah yang baru panen padi akan diganti dengan tanaman jenis lain. Dengan demikian tanah bisa istirahat, sehingga unsur-unsur yang terkadung dalam tanah tetap terjaga.
Kunjungan bloggers semakin lengkap, ketika masuk ke dalam pabrik pengolahan tepung. Saya sempat kaget dan bingung, ketika masuk lokasi pengolahan musti melalui tahapan yang begitu ketat.
Bloggers diharuskan memakai sepatu khusus, melewati pintu yang dibuka dengan kode tertentu. Kaki musti melewati proses pencucian, dua telapak tangan di sabun dengan cairan khusus.
Mulai dari lantai, dinding sampai langit-langit tampak begitu bersih, benar benar terasa di ruangan yang sangat steril. Masuk ke ruangan steril diharuskan memakai masker, lengkap dengan penutup rambut dan baju layaknya baju operasi.
Setelah menyusuri ruangan demi ruangan, tampak ibu-ibu  sebagai tenaga pegolahan bahan mentah menjadi bahan baku. Dengan seragam khusus, tak ketinggalan memakai masker dan sepatu booth.
Terlihat bekerja dengan tekun di ruang berpendingin, bahkan semua peralatan dalam kondisi super bersih. Terdapat kertas checklist di setiap bagian produksi, setiap pekerjaan harus dijalankan sesuai dengan  SOP (Standar Operational Prosedur)
Dokumentasi foto - Iwan
Setalah masuk ke ruang demi ruang pengolahan, kemudian blogger’s naik tangga ke tempat pengeringan di rumah kaca. Suhu yang semula dingin berubah panas, kami tidak betah berlama-lama di ruang pengeringan ini.
Akhirnya Bloggers berada di tempat paling akhir, melihat tepung Gasol sudah dalam kemasan plastik. Terdapat beberapa box container, berisi aneka macam tepung Gasol Organik yang siap dimasukkan kardus.
Doumentasi Foto -Iwan
Melihat serangkaian proses yang dilakukan, sungguh meyakinkan saya dari awal hingga akhir dikerjakan sangat terjaga.
Mulai dari pengadaan bahan yang berkualitas, dengan menerapkan pola penanaman alami. Sebagai tepung murni, diproduksi tanpa bahan tambahan pangan untuk konsumsi lebih baik dan lebih sehat.
Kini sudah tersedia di pasaran, berbagai jenis tepung MPASI untuk bayi dan bahan olahan makanan keluarga. Terdiri dari Beras Cokelat, Beras Merah, Sorgum, Kacang Hijau dan Kacang Merah. 
Sawah - dokumentasi pribadi
Untuk beras merah dan cokelat, memiliki kelezatan alami, saat dimasak bisa pulen dengan aroma menggugah selera. Sedangkan untuk Sorgum, Kacang hijau dan kacang merah dengan rasa gurih dan manis, melengkapi kenikmatan saat dikonsumsi.
Mengapa Anda Perlu Memilih Tepung Gasol
  1. Benih yang ditanam adala bibit unggul bukan hasil rekayasa
  2. Proses penanaman secara organic di lahan pertanian Cianjur
  3. Lokasi pabrik di sekitar lahan pertanian, jauh dari polusi udara
  4. Tanpa pengawet, perasa, pewarna buatan
  5. Bersertifikat HACCP ( proses produksi memenuhi standart International untuk keamanan pangan ).
Yuk mulai aware terhadap kesehatan, dengan konsumsi bahan makanan organik. Benar kata sebuah pepatah, bahwa mencegah lebih baik dari mengobati. –salam-

Relaksasi Sederhana Tapi Dahsyat Khasiatnya



Herbadrink Saritemulawak -dokpri

Minggu malam, saatnya anak-anak belajar untuk mempersiapkan sekolah esok hari. Si Ayah mengerjakan beberapa tugas di laptop, didampingi minuman hangat Herbadrink SariTemulawak.
Saya yakin, anda pasti kenal temulawak dan tidak sangsi dengan khasiat yang terkandung di dalamnya. Temulawak adalah tumbuhan asli Indonesia, kini  telah tersebar di berbagai kawasan Asia Tenggara bahkan Eropa.
Saya sendiri sudah akrab dengan minuman temulawak sejak kecil, biasa membeli di tukang jamu keliling atau penjual jamu di lapak pinggir jalan. Biasanya saya gunakan sebagai penawar, setelah minum jamu yang rasanya pahit.
Saya masih ingat sosok (alm) mbah Sum, penjual jamu langganan yang dulu sering lewat depan rumah orang tua di kampung. Kerap kali saya menunggu nenek bertubuh kecil ini, untuk membeli jamu dagangannya. Jamu yang saya pilih sangat dihapal mbah Sum, tidak lain tidak bukan adalah jamu temulawak.
Saya gemar jamu temulawak, karena rasanya manis sedikit asam dan segar beraroma herbal. Begitu aroma tersentuh indera penciuman, seperti ada sugesti tentang khasiat yang akan dirasakan tubuh ini.
Setelah berkeluarga, saya menikmati minuman herbal ini saat jelang malam. Menemani anak-anak sedang belajar, sembari selonjoran melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Badan ini terasa begitu nyaman, setelah menikmati hangatnya minuman menyehatkan. 
Bukan sekedar penawar rasa pahit setelah minum jamu, khasiat temulawak ternyata lebih dahsyat dari yang saya kira. Temulawak dapat membantu menurunkan lemak darah, ekstrak temulawak sangat bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol.
Kandungan kurkumin di dalamnya membantu untuk mengurangi rahang sendi, sementara kandungan katagoga dapat membantu kesehatan hati untuk memproduksi empedu dan memberikan rangsangan agar mengosongkan empedu. Selain beberapa manfaat di atas, masih banyak manfaat lain dari Temulawak. ( klik di SINI )
Bicara tentang kesehatan hati, saya punya pengalaman tak terlupakan seumur hidup. Saat itu benar-benar menjadi moment titik balik,  sekaligus dorongan kuat untuk merubah pola hidup dan pola konsumsi makanan.
Tepatnya seusai melakukan medical check up, di sebuah Clinik yang menangani masalah berat badan/ obesitas.
-0o0-
Kamar ukuran 4 x 5 meter tampak begitu bersih, dengan dinding bercat putih terang plus bau khas obat-obatan. Suhu udara dingin yang keluar dari AC terasa menyentuh kulit, namun buliran keringat tetap saja keluar dari pori-pori di dahi.
“silakan”
Ibu dokter dengan ramah mempersilakan saya,  untuk merebahkan diri di ranjang bersprei putih. Bagian bawah kaos yang saya pakai dinaikkan sedikit, memperlihatkan separuh bagian perut buncit ini.
Seperangkat alat  tampak dipersiapkan, melihat sekilas mirip alat USG yang biasa dipakai untuk periksa kandungan ibu hamil. Suasana sudah terlanjur membuat nervous, nyali ini tak ada keberanian bertanya macam-macam.
“pernah lihat alat ini Pak?” Dokter berusaha mencairkan suasana
“Pernah Dok”
“Memang, alat apa ini Pak?” Dokter ingin meyakinkan
“Dulu sering lihat, waktu antar istri periksa kehamilan”
Rasa grogi tidak berhasil saya sembunyikan, percakapan yang dimulai dokter tidak serta merta membuat tenang dan santai.
“Iya benar, ini alat USG”
Jawab dokter masih dengan sikap ramah, sembari mengoleskan gel pada bagian tertentu di perut saya. menyusul ujung alat ditempelkan di atas olesan gel, kemudian digeser-geser sambil pandangannya ke arah tv monitor.
Beberapa kali Dokter merubah posisi ujung alat, sampai menangkap object yang diinginkan dengan baik. Layar monitor dipasang di dinding, memudahkan bola mata ini melihat organ yang ada di dalam perut saya. 
Tak lama nampak dua organ berwarna putih diselimuti warna hitam, dengan latar belakang warna hitam pekat.
“ini hati dan ini ginjal Pak”
Dokter menjelaskan gambar di layar, sambil menunjuk dua organ dimaksud dengan ujung pulpen. Dokter menerangkan bagaimana dua organ bekerja, sesekali menggunakan istilah kedokteran yang membuat kening ini mengeryit.
Sekitar lima menit perut ditempel alat USG, apa yang tampak di monitor telah berpindah ke atas kertas print.
Sesi Konsulitasi dengan dokter -dokpri
Saya bangkit dipersilakan kembali duduk, ke kursi tempat pertama kali masuk ke ruangan ini. Tak lama Dokter baik hati duduk berhadapan, menunjukkan sebuah gambar sambil memberi saran dan masukan.
Sekitar tiga puluh menit di ruang dokter, benak ini sesak dengan informasi bahaya pelemakan hati. Saya yang kala itu sudah masuk kategori obesitas, musti introspeksi dengan sungguh merubah kebiasaan kurang bagus.
Sepanjang perjalanan pulang, tak henti berucap syukur mengetahui hasil USG. Kondisi hati dan ginjal saya masih baik, tampak dari warna homogen pada kedua organ penting tersebut.
bisa diindikasikan terjadi pelemakan hati, kalau organ hati tampak  lebih putih dibanding ginjal” jelas Dokter.
 
Hasil USG -dokri
Sejak saat itu tekad ini membulat, tidak ada toleransi pada ego diri. 
Mengingat pernah Juga punya pengalaman tak enak, menjelang subuh tiba-tiba tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Separuh badan seperti kesemutan, tiba-tiba badan bagian kanan tidak bisa digerakkan.
Seketika perasaan campuk aduk, bibir tak henti melafalkan doa dan dzikir. Saya paksa berjalan hilir mudik, alhamdulillah akhirnya badan terasa enak seperti sedia kala.
Tahukah kawan’s, tingginya kadar lemak yang tertimbun di sel-sel hati, sangat dapat menganggu fungsi hati. Bahaya pelemakan hati  tidak langsung terlihat tahapannya, baru terdeteksi biasanya sudah dalam kondisi terlambat.
DIET”, kata ini menjadi jawaban dari serangkaian pemeriksaan dokter.
Saya perbanyak konsumsi buah dan sayur, mengurangi asupan yang kurang perlu mengganti sumber karbohidrat dari nasi ke umbi-umbian. Minum Herbadrink Sari Temulawak untuk menjaga kesehatan hati, serta tidak lupa rutin berolah raga.
Setelah menjalani diet dengan disiplin, perlahan tapi pasti perubahan itu didapati. Terhitung sepuluh bulan berjalan, saya berhasil memangkas bobot tubuh hingga 12 kg.
before and after -dokpri
“Wah sekarang kurusan dan segar”
Kalimat ini sering saya dengar, terutama dari teman-teman yang lama tak bersua. Pernah ketika ada acara keluarga di Surabaya, nyaris semua saudara berkomentar serupa.
Tak perlu takut datang ke acara makan-makan, karena mindset yang sudah terbentuk otomatis akan bekerja. Mampu memilih asupan yang baik untuk tubuh, demi menjaga kesehatan. Termasuk mengedepankan asupan dari bahan herbal, yang terbukti sangat baik untuk tubuh.
Mengapa bahan Herbal ?
Bumi Indonesia yang subur dan makmur ini, konon bangsa penjajah tertarik menduduki negeri pertiwi karena kekayaan alam berupa rempah-rempah. Temulawak tanaman herbal asli Indonesia, bermanfaat untuk kesehatan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Siapa tak kenal Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza),  adalah tanaman yang tumbuh merambat memiliki manfaat bagi kesehatan. Konimex melakukan penelitian dan pengembangan produk kesehatan, melalui bahan-bahan berbasis bahan alami.
Herbadrink Sari Temulawak
Minuman herbal dibuat berdasarkan resep tradisional Indonesia, diproses melalui teknologi modern tanpa bahan pengawet. Dengan kemasan dalam bentuk sachet, praktis dan siap dikonsumsi setiap saat.
Mengandung ekstrak Curcuma Xanthorrizha Rhizomna 2,2 g, setara dengan 800 mg Rimpang segar Temulawak, gula dan bahan lain hingga 18 gram.
Terdapat juga pilihan bebas gula (sugar free), khusus bagi orang yang menderita diabetes atau menghindari gula
Cara Pembuatannya
Sangat praktis, larutkan satu sachet ke dalam 1 gelas air panas/ dingin (150 ml).
Ini Pengalaman Saya !
Saya suka minum Herbadrink Sari Temulawak hangat, pada saat tidak terlalu sibuk sehingga bisa menikmati. Minum sedikit demi sedikit langsung dari gelasnya, terasa ada sensasi damai yang dihantarkan.
Sebelum diminum, saya dekatkan ujung hidung pada bibir gelas. Membiarkan uap beraroma herbal terhirup hidung, sambil merem menarik nafas dalam-dalam, tahan nafas sebentar kemudian lepaskan dengan perlahan.
Saya ulangi beberapa kali, sejenak pikiran bisa relaks, harum khas herbal bisa digunakan sebagai aromatherapy.
Menikmati minuman berkhasiat, sungguh nikmat sembari berbincang ringan dengan istri bertukar kisah dialami seharian. Mendengar celoteh dan curhatan anak-anak, yang kadang lucu bahkan menggemaskan.
Rasanya beban pikiran bisa lepas, sekaligus membebaskan kelelahan yang melekat di badan. Ah, betapa kenikmatan bisa diciptakan dengan sangat mudah. Melalui hal sederhana di sekitar diri, namun memiliki dampak yang luar biasa.
Kalau saja kebiasaan baik dilakukan secara ajeg, bukan mustahil sehat lahir dan batin akan mampu diraih. Badan segar karena rutin konsumsi minuman berbahan herbal, pikiran dan hati tenang akibat dari manfaat relaksasi. Suasana rumah menjadi hangat, ayah bisa merengkuh seluruh anggota keluarga.
Kesehatan adalah sumber utama bahagia, menjadi aset penting bagi manusia menjalani hidup keseharian. Dengan kesehatan manusia bisa mengekspresikan diri, lebih banyak peluang untuk mewujudkan mimpi.
Alam disediakan Sang Pencipta, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Tinggal bagaimana manusia itu sendiri, memperhatikan asupan tubuh dari bahan- bahan alami.
-0o0-
“Ayah, kakak gosok gigi dulu” Si Sulung mengagetkan saya
Tampak jagoan jelang puber ini, sedang memasukkan peralatan sekolah ke dalam tas.
“Iya, ayah nyusul”
Segelas Herbadrink Sari Temulawak tinggal seteguk habis, tak terasa mengantar detik demi detik menuju malam. Badan saya yang sudah tidak gendut, terasa semakin enteng dan semakin segar saja.
Jam sembilan malam saatnya anak-anak tidur, agar esok tidak kesiangan berangkat ke sekolah. Sembari melangkahkan kaki menyusul sulung, teringat arti dari Surah Ar-Rahman  ayat 55 “Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan ?
-salam-

Daftar Blog Saya