Tampilkan postingan dengan label Fruit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fruit. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Desember 2017

Yuk, Konsumsi Buah dengan Benar !


Sunpride

Pernah ga, menikmati soup buah yang segar dalam mangkok saji –biasanya warna bening. Padu padan, terdiri dari daging buah melon, dikerok berbentuk bulat. Kemudian bercampur daging buah pepaya, masih ada lagi daging buah naga dengan bulatan serupa.

Irisan tipis bulat buah pisang, dipadu dengan kerokan buah alpukat berwarna kuning berlapis hijau. Serutan tipis dan memanjang dari kelapa muda, dicampur potongan warna kuning berbentuk dadu dari buah nangka.
Aneka warna- warni menggoda, diatasnya ditambah serutan es batu, diguyur syrup warna merah. Paling atas, ditumpuk butiran lembut bak salju dari es batu serut
Eit’s belum selesai, pucuk butiran lembut es, terdapat lelehan susu kental manis (SKM) warna putih gading. Atau kalau suka cokelat, dipilih SKM warna cokelat.
Sungguh,  menggoda penglihatan, menuntun tangan segera mengambil, menikmati sesendok demi sesendok. Setiap suapan soup buah, citarasanya menempel di lidah dan masuk tenggorokan. Keesokkan hari, pengin beli lagi dan lagi, saking tergiurnya dan cinta dengan soup buah.
Enak sih, tapi sehat ga ya ?
Dulu, saya penggemar berat soup buah. Saking gemarnya, membeli sendiri beberapa jenis buah, disimpan di kulkas. Sewaktu-waktu pengin, tinggal bikin sendiri.
Apalagi kalau bulan Ramadhan tiba, berbuka puasa dengan minuman segar, pasti sangat nikmat. Tiap sore, bisa membeli takjil dan diganti-ganti. Sore ini soup buah,  besok es teller, besoknya es kelapa muda, kemudian kolak, dan seterusnya--perhatikan, semua ada unsur buah.
sumber ; resepsimbok.com
Mendekati lebaran, pipi ini semakin tembem saja. Bobot tubuh bertambah drastis, alhasil angka jarum timbangan, semakin menjauh dari kata ideal.
Lazimnya, segala yang enak, dampaknya tidak selalu enak. Segala yang memanjakan, biasanya berdampak pada celaka.
-0-
Belakangan, saya sedang keranjingan, mengikuti vlog dari presenter senior Dewi Hughes. Beliau, berhasil menurunkan berat badan (saat saya menulis sekarang) sebanyak 80 kg. Padahal, sebelumnya Hughes terkenal tambun, dengan berat mencapai 150 kg.
Rahasia keberhasilan presenter kenamaan ini, satu diantaranya rajin konsumsi real food. Ya. makanan sejati, dan buah masuk dalam kategori real food.
Real Food, adalah makanan yang tumbuh dari bumi, disinari matahari, disirami air dan diolah alam. Buah yang matang di pohon, termasuk makanan sejati, tidak perlu diolah dan diolah lagi.
Manisnya buah pepaya, mangga, melon, nanas, jambu, semangka, jeruk, pisang dan sebagainya dan sebagainya, sebenarnya sudah lebih dari cukup.
Tak perlu, dicampur dengan syrup atau lelehan susu kental manis. Tak perlu diblender, dengan pemanis buatan, yang justru akan merusak rasa manis dari alam.
Dari vlog demi vlog Dewi Hughes yang saya ikuti, salah satu faktor pemicu kegemukan saya, ternyata salah konsumsi buah. Kegemaran saya akan soup buah dan sejenisnya, justru membuat tubuh ini mengembang.
Titik balik itu terjadi, ketika satu malam saya tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Keesokkan hari periksa ke dokter, diagnosa penyakit ini dan itu keluar dari mulut dokter. Sejak saat itu, saya bertekad sekuat tenaga untuk berubah.
-0-
Untung ada Sunpride, brand buah terkemuka, konsisten mempersembahkan buah berkualitas. Kali pertama kenal, selalu saya identikkan dengan buah pisang. 
Dokumentasi Pribadi
Ternyata, Sunpride tidak hanya pisang lho. Ada Guava Crystal, Nanas Honi, Baby Orange, Melon, Pepaya California, Salak, Buah Naga dan sederet nama buah lainnya.
Terhitung, nyaris dua tahun terakhir, saya rajin konsumsi buah Sunpride. Dibarengi, dengan mengurangi konsumsi gula, karbohidrat, tepung, menghindari gorengan dan rutin gerak badan.
Setahun terakhir, saya mulai merasakan ada yang berbeda. Dari sisi penampilan. pipi chubby ini mulai kempes, perut buncitpun semakin rata. Dulu saya sering pusing dan masuk angin, sekarang sangat jarang saya kerokan.
Seiring perubahan gaya hidup, dengan penuh kesadaran saya lebih suka konsumsi buah secara langsung. Artinya, buah tidak perlu lagi, dibuat dalam bentuk soup buah, es teller, juice buah dan makanan sejenisnya.
So, konsumsi buah itu simple, tidak perlu dicampur ini dan itu. Salam Sehat.

Minggu, 26 November 2017

Jangan Ragu Berujar, Buah Pasti Sunpride !



Sunpride -dokpri

Saya yakin, sebagian besar kita yang di kota, gemar mengonsumsi buah. Apalagi, Indonesia negara dengan iklim tropis. Sangat memungkinkan, aneka jenis tanaman dengan mudah tumbuh di bumi pertiwi.
Sampai-sampai, selain ada dua musim, yaitu hujan dan panas. Kita juga mengenal, musim buah-buahan.
Sebut saja, musim rambutan, musim mangga, musim durian, musim duku, musim jeruk dan musim buah-buahan lainnya.
Siapa coba, tidak betah, hidup di negeri yang subur makmur ini. Bahan pangan tersedia, bahkan bisa menanam sendiri di pekarangan.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Panen Raya GANAS dalam Program ‘Indonesia Berdaya’ Dompet Dhuafa


buah Ganas (Naga dan Nanas) -dokpri

Hamparan lahan seluas 8 hektare di Desa Cingkarong, Kecamatan Cijambe Kab Subang Jawa Barat. Sejauh mata memandang, tumbuh subur pohon buah naga tumpang sari dengan buah nanas dan Pepaya.
Siapa sangka, lahan subur dikelilingi perbukitan hijau memanjakan penglihatan, dulunya adalah lahan mati dan tidak terurus. Dompet Dhuafa menginisiasi, dalam program pemberdayaan dengan mengangkat potensi lokal daerah Subang.
Program Wakaf yang kaya pemberdayaan, baik bagi kemandirian ekonomi dan edukasi dikelola secara baik dan teratur. Wakaf berpotensi mengembangkan pemberdayaan ekonomi secara produktif, satu diantaranya adalah pemberdayaan Dompet Dhuafa melalui program pertanian di Subang.
Berwakaf, bisa dilakukan dengan menyerahkan lahan, pemanfaatannya dengan didirikan pesantren, masjid atau pemakaman di atasnya.
Dalam satu riwayat, wakaf pertama kali dilakukan Umar Bin Khatab berupa lahan subur di wilayah Khaibar. Kala itu Rasulullah tidak langsung menerima, justru menjadikan Umar sebagai pengelola.
Rasulullah berpesan, “ Engkau tahan pokoknya dan ambil hasil di atasnya untuk mereka yang berhak (mawkuf alaihi).”
Indonesia dengan jumlah muslim mayoritas, memiliki potensi wakaf sangat besar. Namun belum dikelola secara optimal, baik itu potensi asset, potensi penduduk, potensi kekayaan sebagai asset sebuah negara. Sehingga ironis, kalau kita mendengar masih ada kelaparan di negeri yang kaya raya ini.
Dompet Dhuafa tergerak melakukan sosialisasi wakaf, memantik penyadartahuan umat muslim tentang wakaf. Betapa besar manfaat wakaf, apabila ditangani secara proffesional dan dirawat sebaik-baiknya.
-0o0-
Agung Kharisma (pegang toak) menjelaskan tentang Panen buah naga dan Nanas- dokpri
Rabu 25 Oktober 2017, jurnalist dan blogger melakukan visit ke Subang Jawa barat, untuk menyaksikan panen raya buah naga dan nanas (Ganas). Melalui program ‘Indonesia Berdaya’ Dompet Dhuafa, berhasil menyulap lahan mati menjadi produtif.
Pada lahan seluas 8 hektare, 5 hektare sudah diolah dengan menanam lima komoditas, yaitu buah naga, pepaya california, nanas, jambu crystal dan pisang.
Kami mengunjungi lahan di Blok F, terdapat 476 tiang naga dan 300 pohon pepaya calina. Dalam satu tiang cor terdapat 4 populasi tanaman naga, satu tiang menghasilkan antara 10 – 15 kg buah naga per musim panen.
Jurnalist dan Blogger mendengar penjelasan -dokpri
Mengapa memakai istilah tiang ?
Dalam sekelompok pohon naga (4 pohon), disatukan dalam satu tiang cor. Semakin tua batang, semakin berhimpitan dengan tiang.
Mulai bunga naga mekar menjelma buah siap petik, membutuhkan waktu selama 33 hari. Saya berangan, ibarat proses metamorfosis dari kepompong menjadi kupu-kupu. Pada buah naga, mula- mula bunga warna kuning, perlahan menjelma menjadi buah naga merah merona yang manis menyehatkan.
Agar pohon buah naga semakin produktif, petani membantu proses perkawinan atau penyerbukan. Proses penyerbukan paling bagus, dilakukan antara pukul 22.00 sampai 05.00. proses ini lazim menghasilkan buah naga, kategori grade A atau B, sehingga petani lebih diuntungkan.
Apa ada penyakit di buah naga?
Penyakit  pada buah Naga adalah steam cancer atau kanker batang, ditandai batang berlubang dan tampak menguning.
Kanker batang, bisa disebabkan hama atau bakteri dibawa alam (angin). Namun hal ini bisa diatasi, dengan memotong batang yang terkena cancer. Langkah ini dilakukan, sebagai antisipasi agar tidak merusak buah naga.
Bagiamana sistem irigasi ?
Seperti pohon kaktus, buah Naga tidak terlalu membutuhkan air. Pengairan hanya dilakukan seminggu sekali, sebagai syarat agar tanah tidak terlalu kering. Ketika musim hujan tiba, dibuat parit sekitar pohon agar tidak terjadi genangan.
Cara menanam pohon naga sangat sederhana, tinggal menancapkan potongan batang pohon buah naga.
Periode panen buah naga, umumnya pada bulan november- april. Setiap satu hektare lahan, bisa menghasilkan panen sebanyak 1.000 ton. Semakin bertambah tahun, produktifitas bbuah naga semakin bagus, puncaknya pada tahun ke 5,7 dan 8. 
Petunjuk Blok -dokpri
Mekanisme tumpang sari ?
Pengaturan tanaman tumpang sari, didasarkan pada kecocokan syarat tumbuh suatu tanaman. Pada prinsipnya, setiap komoditas tidak saling mengganggu. Tumpang sari memiliki jarak tanam 3x3 meter, sedang monokultur 2.5 m x 2.5 m.
Nah, buah Naga dan nanas, adalah tanaman yang tidak saling menganggu. Tapi kalau ditambah komoditas pohon pepaya, hanya sampai pepaya berusia satu tahun.
Semakin tinggi pohon pepaya, berpotensi mengganggu cahaya matahari mengenai buah naga. Setelah satu tahun, sebaiknya pohon pepaya ditebang kemudian ditanam ulang.
Bagaimana pasca panen?
Selain buah naga dan nanas langsung dijual, ada yang dilanjutan menjadi produk olahan lainnya. Indonesia Berdaya bekerjasama dengan Bumdes, menyulap buah nanas menjadi aneka makanan.
Sebut saja, manisan, dodol, sale, ekstrak juice, adalah produk olahan dari lahan Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa.
Rumah Pengolahan Nanas - dokpri
-0o0-
Dompet Dhuafa memilik dua organ umum kelembagaan, yaitu Dompet Dhuafa Philantropy dan Dompet Dhuafa Social entreprize.
Dompet Dhuafa Philantropy, mengemban penghimpunan ZIS dan wakaf. Sedangkan Dompet Dhuafa enterprize, sebagai  lini baru penguatan aspek pengembangan usaha.
Rintisan ini dilakukan, agar selain menjadi lembaga philantropi, Dompet Dhuafa menciptakan lembaga usaha, yang memberi kontribusi donasi selain ZIS Waf.
Hal ini sebagai cerminan lembaga pemberdayaan, yaitu memberdayakan masyarakat dalam jangka panjang.
Kebun Naga dan Nanas di Subang, sebagai ikhitiar Dompet Dhuafa di sektor agribisnis berbasis wakaf. Karena dengan wakaf, bisa mempertahankan aset selamanya milik masyarakat. Yaitu masyarakat sebagai wakif, atau orang yang berdonasi wakaf pada Dompet Dhuafa.
Wakaf yang dikelola dengan profesional, mengambil hasil secara berkesinambungan, bisa dikategorikan wakaf produktif. Wakaf produktif inilah, menjadi pondasi kebangkitan ekonomi ummat Islam. 
Foto Session - dok WAG

Kamis, 28 September 2017

Panen Golden Melon SUNPRIDE di Cilegon


Golden Melon menunggu masa panen -dokpri
Tak bisa dipungkiri, SUNPRIDE telah menjadi brand yang identik dengan kualitas. Coba saja anda perhatikan, penampilan aneka buah SUNPRIDE selalu sedap dan enak di pandang mata.
Mulai dari Pisang Cavendish, Highland Banana, Guava Crystal, Nanas Honi, Rock Melon, Golden Melon, Baby Orange dan masih banyak buah lain dengan merek SUNPRIDE. Selain penampilan yang mempesona, dari sisi rasa juga tak bisa diabaikan.
Sebuah quote ‘Hasil Tidak Pernah Mengkhianati Usaha,’ rasanya pas disematkan pada setiap buah SUNPRIDE. 

Sabtu, 24 Juni 2017

Konsumsi Buah Selama Ramadan



Persediaan buah selama Ramadan -dokpri

Tanpa terasa bulan Ramadan sudah di ujung, bagaimana puasa anda masing-masing. Apakah sudah ada yang batal (entah karena sakit atau sebab lain), atau  justru ada peningkatan di banding tahun sebelumnya.
Kalau saya, sampai hari ke 29 insyaallah puasa lancar tanpa hambatan berarti. Rasa lapar dan haus cukup bisa diatasi,  kalau dari sisi ibadah ritual mungkin musti terus diperbaiki. Tak henti belajar ikhlas dan berserah diri, terus berproses menjadi yang lebih baik.
Saya yakin setiap orang punya pengalaman rohani selama Ramadan, akan menarik kalau diceritakan satu persatu.
Terkait asupan dalam tubuh, pasti terjadi perubahan pola makan dan minum. Biasanya puasa bisa dijadikan sarana diet, sehingga selain sehat jiwa sehat raga bisa diperoleh—karena detoxifikasi.
Pada awal datangnya bulan Ramadan, saya bertekad akan memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Semnetara sumber karbohidrat juga diganti, asupan gula benar-benar dibatasi atau  diminimalisir.
Alhasil pada saat  buka puasa , saya memilih konsumsi buah dan atau kurma diimbangi minum air putih. Kalaupun ada pilihan minuman teh, saya selingin dengan minum teh tawar hangat. Kemudian berhenti berbuka melaksanakan sholat magrib, setelah lambung beradaptasi baru makan ubi atau singkong rebus plus sayuran.
Pun saat makan sahur, saya tetap memilih konsumsi buah dan perbanyak minum air putih. Pada saat sahur bergantian sedia singkong atau ubi rebus, sebagai asupan yang mengandung karbohidrat kompleks.
Bagaimana hasilnya?
Terhitung sejak awal Ramadan saya berusaha disiplin, akhirnya bobot badan perlahan mulai ideal. Dengan tinggi badan saya 177 cm, pada saat terakhir menimbang berat ini mencapai 76 kg.
- (“Indeks Massa Tubuh” (IMT). berat tubuh (dalam kg) dibagi tinggi tubuh dalam meter kuadrat. 76/ (1.77 x 1.77) = 24.5 ( berat badan sehat adalah berkisar 18.5 – 24.9 ) -
Buah adalah asupan kaya serat, juga sebagai sumber vitamin dan mineral. Konon serat  yang terkandung pada buah-buahan, berfungsi sebagai penunda datangnya rasa lapar. Buah-buahan juga mengandung magnesium dan potasium, zat yang membantu tubuh memproduksi energi untuk beraktivitas.
Buah pisang cocok untuk sahur karena kaya akan serat, mengandung sekitar 105 kalori sebagian besar terdiri dari air  dan karbohidrat. Melon dan semangka sangat cocok untuk berbuka, kandungan air dalam dua buah tersebut bisa mengganti cairan tubuh yang hilang selama berpuasa.
Menurut Jansen Ongko, Msc, RD  selaku Nutrisionis mengatakan dalam acara bersama Sunpride di Surabaya “Meskipun puasa mengakibatkan perubahan pola makan, bukan berarti puasa sama dengan mengurangi asupan gizi harian. Idealnya laki-laki membutuhkan 1800 - 2500 kalori pehari, sedangkan perempuan 1500 - 2000 kalori setiap harinya. Oleh karena itu, meski berpuasa tetap disarankan mengonsumsi buah dan sayur 3 - 5 porsi setiap hari.
Indonesia  yang kaya akan buah buahan, selain pisang, melon dan semangka yang saya sebutkan di atas, selama puasa bisa mengonsumsi apel, pir, buah naga, dan buah lainnya yang kaya kandungan akan air.
O’ya meskipun berusaha disiplin, saya tetap saja sesekali “terpaksa” konsumsi nasi. Biasanya kalau makanan anak bungsu tidak habis, maka tugas si ayah mendapat jatah menghabiskan.

Kamis, 08 Juni 2017

Berbuka Puasa dengan Melon



Golden Melon Sunpride -dokpri
Tanpa terasa bulan puasa sudah masuk paruh kedua, adalah sepuluh hari kedua Ramadan sebagai masa memperoleh maghfirah/ pengampunan. Selain ibadah yang lebih ditingkatkan, gaya hidup sehat dan bersahaja perlu diperhatikan.
Gaya hidup sehat diterapkan dengan cara memilih asupan yang baik, satu diantaranya  rutin mengkonsumsi buah.
Tapi jangan lupa, pilih konsumsi buah lokal ya. Buah lokal tersedia di banyak tempat, mulai dari pasar tradisional sampai pasar modern.
Dengan konsumsi buah lokal, sebagai wujud cinta tanah air. Dengan belanja hasil panen petani buah Indonesia, berarti membantu kesejahteraan saudara sebangsa.
-0o0-
Buah melon saya kenal awal th 90-an, buah yang saat itu masih baru termasuk primadona. Kala itu melon termasuk buah mahal, perlu perawatan ekstra hati hati. Mulai dari awal penanaman, masuk masa tanam sampai buah siap panen dilakukan sangat teliti.
Seiring perkembangan masa, tehnologi membuat melon bisa dibudidayakan lebih sederhana. Buah Melon termasuk dalam suku labu-labuan, dagingnya berwarna putih sampai merah tergantung kultivarnya. Memiliki tekstur daging buah yang lunak, sehingga terasa empuk saat digigit.
Buah melon label Sunpride sering kita dapati, tersedia jenis Rock Melon, Honey Melon dan Golden Melon. Kalau saya suka Golden Melon, biasanya lebih manis dan renyah di lidah.
Golden Melon memiliki kandungan manfaat.

  • Vitamin C manjur untuk mengobati sariawan, menghaluskan kulit dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Antioksidan sebagai penangkal serangan radikal bebas penyebab kanker dan penyakit jantung.
  • Melancarkan BAB sekaligus mengatasi masalah pencernaan,
  • Menurunkan resiko stroke, mencegah penggumpalan darah  sekaligus melancarkan aliran darah.
  • Menurunkan resiko penyakit ginjal, menyembuhkan penyakit eksim
  • Rasanya yang segar membantu menyembuhkan penyakit panas dalam.
Cara  saji juga cukup praktis, setelah dicuci dibelah menjadi empat atau enam bagian. Kemudian dibuang kulitnya langsung makan, atau dijadikan campuran sup buah.
**O**
Melon selain cocok untuk berbuka, bisa lho dijadikan snacking setelah taraweh. Keren kan ngemil buah, kebiasaan sehat yang cukup anti mainstream dibanding ngemil gorengan. Buah melon aman dikonsumsi malam hari, tak perlu kawatir badan menjadi melar.
Kalau ternyata masih ada sisa, melon bisa disimpan di kotak makan dan ditutup rapat untuk makan sahur. Bayangkan genap sebulan ngemil gorengan diganti buah, cukup membantu membuang lemak berlebihan di tubuh. –yuk dicoba- 

Daftar Blog Saya