Tampilkan postingan dengan label Buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Guava Crystal Sunpride & Cara Asik Menikmati


Guava Crystal Sunpride teman perjalanan -dokpri
Guava Crystal Sunpride menjadi buah idola saya, dikemas dalam foam dan dilapisi plastik, praktis dibawa kemana-mana dan tidak khawatir kotor.
Buah guava crystal, lumayan sering menghiasi wall media sosial saya. Saya tidak perlu membuktikan di sini, silakan cek hastag Buah Pasti Sunpride di instagram saya  😊   nah jadinya promosi , hehehe

Kalau hendak konsumsi guava crystal, biasanya cukup dilap memakai tisu atau –kalau ada wastafel—bisa dicuci sebelum dimakan. (hanya untuk memastikan kalau bersih, padahal memang sudah bersih)

Buah yang dijuluki super fruit ini, menjadi salah satu group produk PT Sewu Segar Nusantara (SSN) –selain pisang, nanas dan pepaya.

Sabtu, 03 Februari 2018

Serunya Kopdar Fruitaholic dan Kunjungan ke Gudang Buah Sunpride



Kopdar Fruitaholic - dok WAG Fruitaholic

“Fruitaholic, tanggal 27 Januari Kopdar Fruitaholic ya”
Mbak Sherly (admin group) di WAG Fruitaholic, mengirim pesan siang itu. Sontak, kami sambut dengan suka cita.
Mengingat, kami –anggota group Fruitaholic--kopdar terakhir setahun lalu –February 2017--.

“Jangan lupa bawa tas yang gede.”
“Jangan tas, karung aja kali.”kelakar bersahutan.

Sudah menjadi kelaziman, setiap acara Kopdar Fruitaholic. Pada saat pulang, setiap anggota membawa (banyak) buah-buahan.
Apalagi, kopdar tahun 2018 diadakan di gudang Sunpride. Catat ya, di gudang buah Sunpride lho. Namanya gudang buah, pasti menyimpan banyak sekali buah.

Tiga titik kumpul ditetapkan, untuk menjemput fruitaholic yang tersebar di Jabodetabek. Atas kesepakatan bersama, dipilih beberapa stasiun Commuter line sebagai meeting point.
Saya memilih stasiun Rawa Buntu, tergabung dengan Fruitaholic dari Tangsel.

Selasa, 26 Desember 2017

Demi Badan Sehat Siapapun Bisa Menjadi Fruitaholic



Foto dari WAG Fruitaholic

Terhitung 18 bulan sudah, saya rajin mengonsumsi buah dan sayuran. Selain konsumsi asupan kaya serat, diimbangi dengan memperbanyak aktivitas fisik.

Berat gak menjalaninya ? Berat pastinya.
Bukankah peperangan paling berat, adalah perang untuk mengalahkan (ego) diri sendiri. Sekuat tenaga, setiap hari saya bertempur dengan keinginan – keinginan “besar” yang sejak lama digemari.

Senin, 18 Desember 2017

Yuk, Konsumsi Buah dengan Benar !


Sunpride

Pernah ga, menikmati soup buah yang segar dalam mangkok saji –biasanya warna bening. Padu padan, terdiri dari daging buah melon, dikerok berbentuk bulat. Kemudian bercampur daging buah pepaya, masih ada lagi daging buah naga dengan bulatan serupa.

Irisan tipis bulat buah pisang, dipadu dengan kerokan buah alpukat berwarna kuning berlapis hijau. Serutan tipis dan memanjang dari kelapa muda, dicampur potongan warna kuning berbentuk dadu dari buah nangka.
Aneka warna- warni menggoda, diatasnya ditambah serutan es batu, diguyur syrup warna merah. Paling atas, ditumpuk butiran lembut bak salju dari es batu serut
Eit’s belum selesai, pucuk butiran lembut es, terdapat lelehan susu kental manis (SKM) warna putih gading. Atau kalau suka cokelat, dipilih SKM warna cokelat.
Sungguh,  menggoda penglihatan, menuntun tangan segera mengambil, menikmati sesendok demi sesendok. Setiap suapan soup buah, citarasanya menempel di lidah dan masuk tenggorokan. Keesokkan hari, pengin beli lagi dan lagi, saking tergiurnya dan cinta dengan soup buah.
Enak sih, tapi sehat ga ya ?
Dulu, saya penggemar berat soup buah. Saking gemarnya, membeli sendiri beberapa jenis buah, disimpan di kulkas. Sewaktu-waktu pengin, tinggal bikin sendiri.
Apalagi kalau bulan Ramadhan tiba, berbuka puasa dengan minuman segar, pasti sangat nikmat. Tiap sore, bisa membeli takjil dan diganti-ganti. Sore ini soup buah,  besok es teller, besoknya es kelapa muda, kemudian kolak, dan seterusnya--perhatikan, semua ada unsur buah.
sumber ; resepsimbok.com
Mendekati lebaran, pipi ini semakin tembem saja. Bobot tubuh bertambah drastis, alhasil angka jarum timbangan, semakin menjauh dari kata ideal.
Lazimnya, segala yang enak, dampaknya tidak selalu enak. Segala yang memanjakan, biasanya berdampak pada celaka.
-0-
Belakangan, saya sedang keranjingan, mengikuti vlog dari presenter senior Dewi Hughes. Beliau, berhasil menurunkan berat badan (saat saya menulis sekarang) sebanyak 80 kg. Padahal, sebelumnya Hughes terkenal tambun, dengan berat mencapai 150 kg.
Rahasia keberhasilan presenter kenamaan ini, satu diantaranya rajin konsumsi real food. Ya. makanan sejati, dan buah masuk dalam kategori real food.
Real Food, adalah makanan yang tumbuh dari bumi, disinari matahari, disirami air dan diolah alam. Buah yang matang di pohon, termasuk makanan sejati, tidak perlu diolah dan diolah lagi.
Manisnya buah pepaya, mangga, melon, nanas, jambu, semangka, jeruk, pisang dan sebagainya dan sebagainya, sebenarnya sudah lebih dari cukup.
Tak perlu, dicampur dengan syrup atau lelehan susu kental manis. Tak perlu diblender, dengan pemanis buatan, yang justru akan merusak rasa manis dari alam.
Dari vlog demi vlog Dewi Hughes yang saya ikuti, salah satu faktor pemicu kegemukan saya, ternyata salah konsumsi buah. Kegemaran saya akan soup buah dan sejenisnya, justru membuat tubuh ini mengembang.
Titik balik itu terjadi, ketika satu malam saya tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Keesokkan hari periksa ke dokter, diagnosa penyakit ini dan itu keluar dari mulut dokter. Sejak saat itu, saya bertekad sekuat tenaga untuk berubah.
-0-
Untung ada Sunpride, brand buah terkemuka, konsisten mempersembahkan buah berkualitas. Kali pertama kenal, selalu saya identikkan dengan buah pisang. 
Dokumentasi Pribadi
Ternyata, Sunpride tidak hanya pisang lho. Ada Guava Crystal, Nanas Honi, Baby Orange, Melon, Pepaya California, Salak, Buah Naga dan sederet nama buah lainnya.
Terhitung, nyaris dua tahun terakhir, saya rajin konsumsi buah Sunpride. Dibarengi, dengan mengurangi konsumsi gula, karbohidrat, tepung, menghindari gorengan dan rutin gerak badan.
Setahun terakhir, saya mulai merasakan ada yang berbeda. Dari sisi penampilan. pipi chubby ini mulai kempes, perut buncitpun semakin rata. Dulu saya sering pusing dan masuk angin, sekarang sangat jarang saya kerokan.
Seiring perubahan gaya hidup, dengan penuh kesadaran saya lebih suka konsumsi buah secara langsung. Artinya, buah tidak perlu lagi, dibuat dalam bentuk soup buah, es teller, juice buah dan makanan sejenisnya.
So, konsumsi buah itu simple, tidak perlu dicampur ini dan itu. Salam Sehat.

Minggu, 26 November 2017

Jangan Ragu Berujar, Buah Pasti Sunpride !



Sunpride -dokpri

Saya yakin, sebagian besar kita yang di kota, gemar mengonsumsi buah. Apalagi, Indonesia negara dengan iklim tropis. Sangat memungkinkan, aneka jenis tanaman dengan mudah tumbuh di bumi pertiwi.
Sampai-sampai, selain ada dua musim, yaitu hujan dan panas. Kita juga mengenal, musim buah-buahan.
Sebut saja, musim rambutan, musim mangga, musim durian, musim duku, musim jeruk dan musim buah-buahan lainnya.
Siapa coba, tidak betah, hidup di negeri yang subur makmur ini. Bahan pangan tersedia, bahkan bisa menanam sendiri di pekarangan.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Panen Raya GANAS dalam Program ‘Indonesia Berdaya’ Dompet Dhuafa


buah Ganas (Naga dan Nanas) -dokpri

Hamparan lahan seluas 8 hektare di Desa Cingkarong, Kecamatan Cijambe Kab Subang Jawa Barat. Sejauh mata memandang, tumbuh subur pohon buah naga tumpang sari dengan buah nanas dan Pepaya.
Siapa sangka, lahan subur dikelilingi perbukitan hijau memanjakan penglihatan, dulunya adalah lahan mati dan tidak terurus. Dompet Dhuafa menginisiasi, dalam program pemberdayaan dengan mengangkat potensi lokal daerah Subang.
Program Wakaf yang kaya pemberdayaan, baik bagi kemandirian ekonomi dan edukasi dikelola secara baik dan teratur. Wakaf berpotensi mengembangkan pemberdayaan ekonomi secara produktif, satu diantaranya adalah pemberdayaan Dompet Dhuafa melalui program pertanian di Subang.
Berwakaf, bisa dilakukan dengan menyerahkan lahan, pemanfaatannya dengan didirikan pesantren, masjid atau pemakaman di atasnya.
Dalam satu riwayat, wakaf pertama kali dilakukan Umar Bin Khatab berupa lahan subur di wilayah Khaibar. Kala itu Rasulullah tidak langsung menerima, justru menjadikan Umar sebagai pengelola.
Rasulullah berpesan, “ Engkau tahan pokoknya dan ambil hasil di atasnya untuk mereka yang berhak (mawkuf alaihi).”
Indonesia dengan jumlah muslim mayoritas, memiliki potensi wakaf sangat besar. Namun belum dikelola secara optimal, baik itu potensi asset, potensi penduduk, potensi kekayaan sebagai asset sebuah negara. Sehingga ironis, kalau kita mendengar masih ada kelaparan di negeri yang kaya raya ini.
Dompet Dhuafa tergerak melakukan sosialisasi wakaf, memantik penyadartahuan umat muslim tentang wakaf. Betapa besar manfaat wakaf, apabila ditangani secara proffesional dan dirawat sebaik-baiknya.
-0o0-
Agung Kharisma (pegang toak) menjelaskan tentang Panen buah naga dan Nanas- dokpri
Rabu 25 Oktober 2017, jurnalist dan blogger melakukan visit ke Subang Jawa barat, untuk menyaksikan panen raya buah naga dan nanas (Ganas). Melalui program ‘Indonesia Berdaya’ Dompet Dhuafa, berhasil menyulap lahan mati menjadi produtif.
Pada lahan seluas 8 hektare, 5 hektare sudah diolah dengan menanam lima komoditas, yaitu buah naga, pepaya california, nanas, jambu crystal dan pisang.
Kami mengunjungi lahan di Blok F, terdapat 476 tiang naga dan 300 pohon pepaya calina. Dalam satu tiang cor terdapat 4 populasi tanaman naga, satu tiang menghasilkan antara 10 – 15 kg buah naga per musim panen.
Jurnalist dan Blogger mendengar penjelasan -dokpri
Mengapa memakai istilah tiang ?
Dalam sekelompok pohon naga (4 pohon), disatukan dalam satu tiang cor. Semakin tua batang, semakin berhimpitan dengan tiang.
Mulai bunga naga mekar menjelma buah siap petik, membutuhkan waktu selama 33 hari. Saya berangan, ibarat proses metamorfosis dari kepompong menjadi kupu-kupu. Pada buah naga, mula- mula bunga warna kuning, perlahan menjelma menjadi buah naga merah merona yang manis menyehatkan.
Agar pohon buah naga semakin produktif, petani membantu proses perkawinan atau penyerbukan. Proses penyerbukan paling bagus, dilakukan antara pukul 22.00 sampai 05.00. proses ini lazim menghasilkan buah naga, kategori grade A atau B, sehingga petani lebih diuntungkan.
Apa ada penyakit di buah naga?
Penyakit  pada buah Naga adalah steam cancer atau kanker batang, ditandai batang berlubang dan tampak menguning.
Kanker batang, bisa disebabkan hama atau bakteri dibawa alam (angin). Namun hal ini bisa diatasi, dengan memotong batang yang terkena cancer. Langkah ini dilakukan, sebagai antisipasi agar tidak merusak buah naga.
Bagiamana sistem irigasi ?
Seperti pohon kaktus, buah Naga tidak terlalu membutuhkan air. Pengairan hanya dilakukan seminggu sekali, sebagai syarat agar tanah tidak terlalu kering. Ketika musim hujan tiba, dibuat parit sekitar pohon agar tidak terjadi genangan.
Cara menanam pohon naga sangat sederhana, tinggal menancapkan potongan batang pohon buah naga.
Periode panen buah naga, umumnya pada bulan november- april. Setiap satu hektare lahan, bisa menghasilkan panen sebanyak 1.000 ton. Semakin bertambah tahun, produktifitas bbuah naga semakin bagus, puncaknya pada tahun ke 5,7 dan 8. 
Petunjuk Blok -dokpri
Mekanisme tumpang sari ?
Pengaturan tanaman tumpang sari, didasarkan pada kecocokan syarat tumbuh suatu tanaman. Pada prinsipnya, setiap komoditas tidak saling mengganggu. Tumpang sari memiliki jarak tanam 3x3 meter, sedang monokultur 2.5 m x 2.5 m.
Nah, buah Naga dan nanas, adalah tanaman yang tidak saling menganggu. Tapi kalau ditambah komoditas pohon pepaya, hanya sampai pepaya berusia satu tahun.
Semakin tinggi pohon pepaya, berpotensi mengganggu cahaya matahari mengenai buah naga. Setelah satu tahun, sebaiknya pohon pepaya ditebang kemudian ditanam ulang.
Bagaimana pasca panen?
Selain buah naga dan nanas langsung dijual, ada yang dilanjutan menjadi produk olahan lainnya. Indonesia Berdaya bekerjasama dengan Bumdes, menyulap buah nanas menjadi aneka makanan.
Sebut saja, manisan, dodol, sale, ekstrak juice, adalah produk olahan dari lahan Indonesia Berdaya Dompet Dhuafa.
Rumah Pengolahan Nanas - dokpri
-0o0-
Dompet Dhuafa memilik dua organ umum kelembagaan, yaitu Dompet Dhuafa Philantropy dan Dompet Dhuafa Social entreprize.
Dompet Dhuafa Philantropy, mengemban penghimpunan ZIS dan wakaf. Sedangkan Dompet Dhuafa enterprize, sebagai  lini baru penguatan aspek pengembangan usaha.
Rintisan ini dilakukan, agar selain menjadi lembaga philantropi, Dompet Dhuafa menciptakan lembaga usaha, yang memberi kontribusi donasi selain ZIS Waf.
Hal ini sebagai cerminan lembaga pemberdayaan, yaitu memberdayakan masyarakat dalam jangka panjang.
Kebun Naga dan Nanas di Subang, sebagai ikhitiar Dompet Dhuafa di sektor agribisnis berbasis wakaf. Karena dengan wakaf, bisa mempertahankan aset selamanya milik masyarakat. Yaitu masyarakat sebagai wakif, atau orang yang berdonasi wakaf pada Dompet Dhuafa.
Wakaf yang dikelola dengan profesional, mengambil hasil secara berkesinambungan, bisa dikategorikan wakaf produktif. Wakaf produktif inilah, menjadi pondasi kebangkitan ekonomi ummat Islam. 
Foto Session - dok WAG

Kamis, 28 September 2017

Panen Golden Melon SUNPRIDE di Cilegon


Golden Melon menunggu masa panen -dokpri
Tak bisa dipungkiri, SUNPRIDE telah menjadi brand yang identik dengan kualitas. Coba saja anda perhatikan, penampilan aneka buah SUNPRIDE selalu sedap dan enak di pandang mata.
Mulai dari Pisang Cavendish, Highland Banana, Guava Crystal, Nanas Honi, Rock Melon, Golden Melon, Baby Orange dan masih banyak buah lain dengan merek SUNPRIDE. Selain penampilan yang mempesona, dari sisi rasa juga tak bisa diabaikan.
Sebuah quote ‘Hasil Tidak Pernah Mengkhianati Usaha,’ rasanya pas disematkan pada setiap buah SUNPRIDE. 

Senin, 18 September 2017

Mengasah Kreatifitas Bersama Buah



Buah Sunpride

Saya yakin semua sepakat, bahwa konsumsi buah itu menyehatkan. Tapi kenapa, anak anak atau mungkin orang dewasa kurang suka buah. Anak saya di rumah juga sama, ada saja alasan untuk menghindari makan buah. 
Buah dianggap makanan pendamping, kehadirannya difungsikan sebagai pencuci mulut. Kalau mau mencermati saat hajatan atau resepsi, tempat buah kerap ada di ujung meja setelah makanan utama.

Secara psikologis kita dianjurkan, mengambil makan besar dulu menyusul buah. Beberapa acara saya temui, mengganti buah dengan puding atau kue manis.

Kamis, 13 Juli 2017

Memetik Manfaat Buah – Buahan


dokumentasi pribadi

“Alam Semesta Memang dahsyat” bisik benak ini
Siang itu saya menyaksikan sebuah Vlog, tentang manfaat konsumsi aneka buah-buahan bagi kesehatan tubuh kita. Betapa Tanah Air tercinta Indonesia, teramat kaya raya dengan hasil bumi yang berlimpah ruah.
Mulai dari sayuran dan buah buahan, bisa ditanam dan atau beli di mana saja, mulai dari pasar tradisional, tukang buah keliling atau di pinggir jalan, Pasar modern sampai Supermarket. Sistem transaksi yang diberlakukan terbilang unik, bisa tawar menawar demi kesepatan harga atau ada juga yang sudah ada bandrolnya.
Semua bebas memilih, tentu dengan konsekwensi yang mengikutinya. Kalau mau belanja di pasar tradisional, mungkin harus siap dengan yang becek dan senggol senggolan. Kalau mau yang lebih bersih dan berpendingin ruangan, silakan belanja di Pasar Modern atau Supermarket.
Buah Bit dengan kulit berwarna merah, mengandung oksigen yang bagus untuk detoksifikasi liver, ginjal, kanker, usus dengan antioksidan tinggi. Buah Tomat mengandung anti inflmasi, membantu dalam mengatasi bengkak dan atau radang tenggorokan.
Buah Nanas membantu proses penyembuhan, semua yang bersangkutan dengan pernafasan,  seperti hidung mampet,asma dan sebagainya. Air dari buah Timun  mengandung alkaline bagus dikonsumsi penderita tekanan darah tinggi. Jeruk peras (lemon/ nipis) bisa dibuat menjadi infuse water, membantu memperlancar metabolisme tubuh dan menyusutkan berat badan.
Tubuh perlu banyak nutrisi, sehingga perlu asupan yang bervariasi demi pemenuhannya. Buah bisa menjadi asupan paling diprioritaskan, karena bisa dimakan tanpa diolah dan memiliki kandungan yang murni.
Kalau bosan konsumsi buah segar, bisa juga dijuice tanpa campuran gula atau susu kental.  Jadi benar benar juice buah murni, agar kandungan didalamnya tidak bercampur dengan yang lainnya.
-0o0-
Ada satu hal menyadarkan saya, betapa beruntungnya kita tinggal di Tumpah darah tercinta. Sebagai negara tropis Indonesia punya dua musim, selain itu juga memiliki musim buah buahan- bener ga.
Ada musim mangga, musim jambu, musim rambutan, musim durian, musim semangka, musim duku dan musim musim buah lainnya.
Dengan aneka musim yang ada, sangat membantu kita mendapatkan asupan yang sehat. Coba kalau hanya buah itu-itu saja, bisa bisa kita kelebihan satu zat sementara kekurangan zat lainnya. Dengan konsumsi sehat alami, maka sel sel baik dalam tubuh manusia akan terjaga dan terlindungi.
Maka tak ada alasan lagi malas konsumsi buah, kalau yang di konsumsi adalah asupan sehat keuntungan kita sendiri rasakan.

Daftar Blog Saya