Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 September 2017

Blogger Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)



Blogger Kesehatan saat melakukan KunLapTik di Sidorejo Kidul Salatiga - dok WA Group
Kesehatan menjadi harta paling mahal bagi kita semua, saking mahalnya sampai tidak terbeli oleh apapun. Orang rela menjual semua kepemilikan, demi mendapatkan badan sehat dan segar bugar.
Kemenkes sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan, selalu berupaya memberi pelayanan terbaik dalam pembangunan kesehatan. Termasuk menggagas program yang mudah diingat dan mudah diaplikasikan, sehingga setiap individu dalam masyarakat semakin aware terhadap kesehatan.
Anda mungkin tak asing dengan program CERDIK, terdiri dari (C)ek kondisi kesehatan secara berkala, (E)nyahkan asap rokok, (R)ajin aktifitas fisik, (D)iet sehat dengan kalori seimbang, (I)stirahat yang cukup dan terakhir (K)endalikan Stress.
Menjaga kesehatan jauh lebih penting, dibarengi dengan upaya preventif sehingga kesehatan meningkat. Permasalahan kesehatan yang timbul saat ini, dipengaruhi oleh perilaku dan atau gaya hidup tidak sehat.
Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, adalah sebuah gerakan solutif dari Kemenkes.
Apa itu GERMAS ?
Germas atau Gerakan Masyarakat Sehat adalah tindakan sistematis dan terencana dilakukan bersama sama oleh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan beperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.  
(Sesuai dengan instruksi presiden nomor 1 tahun 2017)
Apa Tujuan GERMAS ?
Agar masyarakat berperilaku hidup sehat, sehingga berdampak pada kesehatan badan dan terjaga. dengan badan sehat maka kita menjadi produktif, sehingga biaya berobat bisa ditekan.
Apa Saja Bentuk kegiatan GERMAS ?
  • Melakukan aktivitas fisik
  • Mengonsumsi sayur dan buah
  • Memeriksa kesehatan secara rutin
  • Tidak merokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Membersihkan lingkungan
  • Membersihkan jamban
Kemenkes mulai focus pada tiga hal, yaitu pada ajakan melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah dan memeriksa kesehatan secara berkala.
Sedang untuk empat hal GERMAS selanjutnya, membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Semua Kementrian ikut terlibat dan mendukung GERMAS, bahkan melibatkan peran serta seluruh lapisan masyarakat.
Gerakan Masyarakat Sehat, sejatinya sangat sederhana bisa dilakukan siapa saja, kapan saja dan dimana saja.
Contohnya, membiasakan bepergian dengan kendaraan umum. Coba kalau kita mau naik transportasi publik, bisa jalan cepat atau naik turun tangga sehingga tubuh menjadi sehat. Setiap gerakan tubuh yang melibatkan otot rangka, otomatis akan mengakibatkan pengeluaran energi.
Pola makan tidak usah ikut trend makan junk food, cukup konsumsi sayur buah-buahan. Jangan salah lho, buah dan sayur bisa ditanam dan dipetik  di pekarangan. Dengan memanfaatkan lahan yang ada di rumah, kita bisa konsumsi makanan real food.
So, segera konsumsi makanan seimbang, dalam setiap makan jangan lupa sertakan buah dan sayuran  
Setelah aktivitas fisik dan makan buah sayur, jangan lupa chek tekanan darah, kadar gula darah, cek kolesterol setiap enam bulan sekali. Ingat ya, tubuh gemuk tidak identik dengan kemakmuran. Bisa jadi simpanan lemak dan daging berlebih di badan, justru menjadi awal mula datangnya penyakit.
Menurut Data Riskesda, terjadi kenaikan prosentase pada penyakit tidak menular. Masih dari data yang sama. kanker adalah penyakit tidak menular paling tinggi. Hal ini disebabkan, karena gaya hidup serta pola konsumsi makanan tidak sehat.
Terus, apa hubungannya dengan Blogger ?
Negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta, hampir 40% dari total penduduk atau sekitar 106 juta penduduk aktif bermedia sosial.
Maka jangan heran, kalau banyak simpang siur berita bermula dari medsos. Berita fakta atau Hoax tumpang tindih, masyarakat awam susah membedakan sumber kredibel.
Acara Temu Blogger Kesehatan di Santika Hotel Semarang -dokpri
Peran Netizen atau Blogger dimulai !
Blogger dan atau netizen sebagai penggiat medsos, mempunyai peran dan fungsi penting dalam mengelola wall medsos.
Blogger dipandang sebagai medium tepat, bisa mempublikasikan program kesehatan sekaligus menyebarkan informasi positif. Blogger perlu mendapat informasi yang tepat, tentu berasal dari sumber yang tepat. Sekali sebuah isu diangkat dimedsos, relatif susah untuk ditarik atau dihapus. Jadi perlu hati-hati mengangkat isu di medsos, apalagi hoax kesehatan paling banyak,” Jelas Bapak Indra Rizon, SKM, M, KES selaku Kabag Hubungan Media dan Lembaga Kemenkes RI .
Berkaitan dengan peran serta Blogger di media Sosial, Kemenkes menggerlar acara ‘Temu Blogger Kesehatan, Mari Hidup Sehat dengan GERMAS’. Acara yang berlangsung di Semarang, pada  28 – 30 Agustus 2017, melibatkan Blogger kesehatan dari Jakarta dan Semarang.
Saya merasa beruntung, bisa terlibat didalamnya melalui Komunitas Blogger Cihuy. Pada hari pertama acara full di hotel Santika, membahas seputar GERMAS dari narsum kredibel. Hal ini tentu menjadi pembekalan bagi blogger, untuk memviralkan GERMAS di lini masa masing masing.
Pada hari kedua, Blogger melakukan kunjungan Lapangan Tematik ke Puskesmas Sidorejo Kidul berlanjut ke B2P2VRP Salatiga. -Salam GERMAS-

Jumat, 19 Mei 2017

Blogger’s Visit dan Mengenal Gasol Organik



Dokumentasi Foto : Upiet

Perjalanan dari Jakarta dengan waktu tempuh sekitar empat jam (include macet), akhirnya membawa langkah kaki blogger sampai di desa Gasol Cianjur.
Saya pribadi cukup familiar dengan kota Cianjur, nama kota ini selalu identik dengan tanaman padi. Sebagai konsumen saya kerap membeli beras Cianjur, cukup mudah didapat di warung dekat rumah dengan kualitas pilihan.
Memang banyak jenis beras Cianjur dijual di pasaran, tersedia pilihan kualitas dan jenis yang beraneka ragam. Nah kalau anda cermati, diantara banyak brand terdapat nama “Gasol Organik”.
Perjalanan blogger pada selasa (16/5’17), hendak mengunjungi pabrik pengolahan Gasol Organik. Sekalian blogger’s diajak mampir ke sawah, kebun, kandang kambing sekaligus tempat pembuatan pupuk alami.  
Perjalanan kami menuju lokasi semakin istimewa, karena disertai Pak Flaming Wong selaku owner dari perusahaan Gasol Organik. Tak pelak sepanjang perjalanan, cerita tak pernah berkehabisan mulai dari beras organik atau topik lainnya.
Sehingga mobil terasa riuh rendah dengan canda, namun sesekali hanya terdengar suara mesin, karena blogger’s sudah kelelahan alias ngantuk.
Sekilas Gasol Organik
Ketika mobil mulai masuk daerah Gasol, saya seperti diajak pulang kampung di desa tanah kelahiran. Melihat sekeliling, tampak hamparan sawah yang luas membentang. Pepohonan  tumbuh dengan rimbun dan rindang, berjajar rapi di sepanjang jalan bebatuan.
Merasakan udara  yang masih sangat bersih, hidung ini menghirup dalam-dalam oksigen bebas dari polusi. Penduduk ramah dan bersahaja, menyapa dan berbincang dengan logat bahasa sunda kental.
Suasana semakin menyatu, ketika melihat gabah sedang dijemur di pelataran. Mata ini menjadi terang dan asri, sembari menikmati panganan tradisional gethuk yang disediakan.
Gasol adalah nama sebuah desa di kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, terkenal sebagai salah salah satu sentra produksi beras lokal terbesar di Jawa Barat. Hal ini cukup terkuatkan, ketika melihat struktur dan tekstur tanah plus unsur hara di kawasan Gasol sangat bagus. Kondisi yang menguntungkan petani, mendukung Gasol (atau Cianjur pada umumnya) sebagai penghasil beras kualitas nomor satu.
Pak Flaming (baju hitam) sedang berkisah tentang Gasol Organik -dokpri
Gasol Organik berdiri tahun 2004, diwujudkan dengan pembangunan rumah kayu oleh suami istri yaitu Pak Flaming dan Ibu Ika.
Pasangan suami istri ini memang asli orang Cianjur, bertekad menanam padi secara organik. Gasol Organik sebagai penghasil olahan pertanian, selalu mengedepankan penanaman padi varietas lokal dengan sistem budidaya secara organik.
Saat blogger berkunjung, kami diajak ke kebun di belakang pabrik. Terdapat beraneka macam tanaman buah dan sayuran, tanaman inilah yang menjadi sumber bahan makanan. Kemudian sampah berupa kulit pisang, daun-daun atau sayur yang sudah tidak terpakai dijadikan pupuk.
Selain kebun yang ada didekat pabrik, beberapa lahan sawah juga menjadi milik Gasol Organik. Berbagai varietas pada lokal tampak menuju pra panen, seperti varietas Omyok, Peuteuy, Pandan Wangi dan jenis varietas lainnya.
Gasol Organik melakukan pengadakan pupuk secara mandiri, selain di dekat pabrik ada tempat khusus pembuatan kompos. Kira kira berjarak sekitar satu kilo dari pabrik, Bloger’s melihat lokasi pembuatan pupuk yang berdampingan dengan kandang kambing.
Ternyata dari kotoran kambing inilah, bisa dijadikan campuran bahan pembuatan pupuk kompos. Binantang ternak dipelihara Gasol Organik dengan sistem kemitraan bersama warga sekitar, melalui sistem bagi hasil setelah kambing dijual.
Proses Pembuatan Pupuk
Mula-mula disiapkan cerobong dengan dinding yang sudah diberi lubang, kemudian dimasukkan kayu dari bawah cerobong dan dibakar. Pada lubang bagian atas cerobong ditutup, sehingga asap dan api dari dalam lari ke lubang di dinding cerobong.
Pembuatan pupuk Kompos -dokpri
Sekam yang sudah dikering ditata, membentuk gunungan memenuhi pinggir cerobong. Proses ini memang dengan metode pengasapan, supaya sekam tidak terbakar dan menjadi abu. Setelah sekam berubah warna menjadi hitam, bari dicampur dengan kotoran ternak, ganggang atau rumput dan daun- daunan.
Nah pupuk kompos inilah, nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi. Saya mengangguk paham, sembari meyakini bahwa bahan-bahan ini dijamin alami. Benar-benar tanpa bahan kimia sintetis, seperti yang terdapat dalam pupuk buatan pabrik.
Pengerjaan pengelolaan tanah di gasol Organik, masih mengandalkan alat bajak dengan tenaga kerbau (tradisonal). Konon tanah bajakkan kerbau hasilnya berbeda, dibanding tanah yang diolah dengan alat seperti traktor.
Pemberlakuan rotasi tanaman pada lahan, sawah yang baru panen padi akan diganti dengan tanaman jenis lain. Dengan demikian tanah bisa istirahat, sehingga unsur-unsur yang terkadung dalam tanah tetap terjaga.
Kunjungan bloggers semakin lengkap, ketika masuk ke dalam pabrik pengolahan tepung. Saya sempat kaget dan bingung, ketika masuk lokasi pengolahan musti melalui tahapan yang begitu ketat.
Bloggers diharuskan memakai sepatu khusus, melewati pintu yang dibuka dengan kode tertentu. Kaki musti melewati proses pencucian, dua telapak tangan di sabun dengan cairan khusus.
Mulai dari lantai, dinding sampai langit-langit tampak begitu bersih, benar benar terasa di ruangan yang sangat steril. Masuk ke ruangan steril diharuskan memakai masker, lengkap dengan penutup rambut dan baju layaknya baju operasi.
Setelah menyusuri ruangan demi ruangan, tampak ibu-ibu  sebagai tenaga pegolahan bahan mentah menjadi bahan baku. Dengan seragam khusus, tak ketinggalan memakai masker dan sepatu booth.
Terlihat bekerja dengan tekun di ruang berpendingin, bahkan semua peralatan dalam kondisi super bersih. Terdapat kertas checklist di setiap bagian produksi, setiap pekerjaan harus dijalankan sesuai dengan  SOP (Standar Operational Prosedur)
Dokumentasi foto - Iwan
Setalah masuk ke ruang demi ruang pengolahan, kemudian blogger’s naik tangga ke tempat pengeringan di rumah kaca. Suhu yang semula dingin berubah panas, kami tidak betah berlama-lama di ruang pengeringan ini.
Akhirnya Bloggers berada di tempat paling akhir, melihat tepung Gasol sudah dalam kemasan plastik. Terdapat beberapa box container, berisi aneka macam tepung Gasol Organik yang siap dimasukkan kardus.
Doumentasi Foto -Iwan
Melihat serangkaian proses yang dilakukan, sungguh meyakinkan saya dari awal hingga akhir dikerjakan sangat terjaga.
Mulai dari pengadaan bahan yang berkualitas, dengan menerapkan pola penanaman alami. Sebagai tepung murni, diproduksi tanpa bahan tambahan pangan untuk konsumsi lebih baik dan lebih sehat.
Kini sudah tersedia di pasaran, berbagai jenis tepung MPASI untuk bayi dan bahan olahan makanan keluarga. Terdiri dari Beras Cokelat, Beras Merah, Sorgum, Kacang Hijau dan Kacang Merah. 
Sawah - dokumentasi pribadi
Untuk beras merah dan cokelat, memiliki kelezatan alami, saat dimasak bisa pulen dengan aroma menggugah selera. Sedangkan untuk Sorgum, Kacang hijau dan kacang merah dengan rasa gurih dan manis, melengkapi kenikmatan saat dikonsumsi.
Mengapa Anda Perlu Memilih Tepung Gasol
  1. Benih yang ditanam adala bibit unggul bukan hasil rekayasa
  2. Proses penanaman secara organic di lahan pertanian Cianjur
  3. Lokasi pabrik di sekitar lahan pertanian, jauh dari polusi udara
  4. Tanpa pengawet, perasa, pewarna buatan
  5. Bersertifikat HACCP ( proses produksi memenuhi standart International untuk keamanan pangan ).
Yuk mulai aware terhadap kesehatan, dengan konsumsi bahan makanan organik. Benar kata sebuah pepatah, bahwa mencegah lebih baik dari mengobati. –salam-

Jumat, 13 Mei 2016

Menjadi Blogger itu Kece !

"sepandai-pandai orang, kalau tidak menulis akan tenggelam oleh jaman" Pramudya A Toer
Siapa yang tak kenal dengan nama Pram, karya-karyanya kini hidup melebihi usia jasadnya di dunia fana.  Buku tetralogi karya beliau yang beken, masih terpajang di rak toko buku diterbitkan dan diterjemahkan dalam beberapa bahasa.
Bersama Komunitas Blogger, di Pantai di Sungai Liat Bangka (dok group WA)
Selain itu masih banyak nama lain, yang usia tulisannya jauh lebih panjang dari karya Pram. Sebut saja Satrawan Chairil Anwar, Buya Hamka, Umar Kayam dan Pendekar emansipasi Raden Ajeng Kartini.
Puisi "Aku" pasti sudah banyak dihapal syairnya, Novel "Tenggelamnya Kapal Van derwijk" belum lama ini diangkat ke layar lebar. Novel fenomenal "Para Priyayi" pernah dijadikan sinema eletronik, dan karya abadi "Habis Gelap Terbitlah Terang" siapapun pasti mengenali.
Sedikit nama  dan judul yang saya sebut adalah contoh kecil, masih berderet nama besar lainnya kalau disebut satu persatu tak akan habis-habis.
Minggu lalu saya menghadiri acara Launching buku puisi, menyimak penuturan narasumber di panggung saya mendapati sebuah inspirasi baru.
Intinya begini !
Mengenali dan mendalami apa yang sedang dikerjakan sangat penting, biasanya akan melahirkan karya yang memiliki ruh. Seperti penari dia harus mengenal tubuhnya, sehingga tariannya mampu membius penonton. Bagi seorang pemusik harus bersahabat dengan nada, rangkaian denting bebunyian yang menyentuh kalbu adalah output-nya. Sedang bagi penulis harus memahami setiap kata, susunan kalimat per kalimat akan menentukan nasib tulisannya.
"Menulislah, biarkan tulisanmu mengalir mengikuti takdirnya" Buya Hamka. Kalimat ini benar-benar mendalam, rasanya "JLEB" menohok kalbu.
Takdir tulisan biasanya beriring dengan kesungguhan prosesnya, dan seberapa dalam penulis memahami apa yang hendak disampaikan. Tulisan yang mewakili semangat jamannya, lazimnya akan memanjang usianya. Akan ada aroma masa yang dikandung, selalu up to date dibahas kapanpun meski  kelak sudah berbeda masa.
Artis ternama Dian Satrowardoyo pernah mengucapkan hal serupa, yaitu bangga dengan pekerjaan pilihan kita. "Yes, I'm Blogger", kalimat yang diucapkan penuh keyakinan akan menghadirkan aura positif dan dampak yang luar biasa.
-00-
Langkah saya di dunia menulis sangat belum ada apa-apanya, dibanding senior di dunia blogger atau jawara lomba menulis. Namun memutuskan untuk menulis saja, bagi saya merupakan langkah besar dan tidak main-main.
Setiap tulisan yang saya publish seolah mengajari siap dengan akibat, dan segera menulis lagi dan lagi hal yang baru untuk memacu kreatifitas.
Jhon de Rantau penulis skenario terkemuka tanah air mengungkapkan, "Karya itu apa yang akan dikerjakan sekarang dan nanti di depan, yang sudah dibuat kemarin biarkan jangan ditengok lagii"
Saya menangkap satu pesan, cara menatap kedepan adalah pancingan agar terus produktif. Kalau puas dengan hasil yang dicapai, biasanya tanda-tanda kemandegan hendak terjadi.
Melihat perjalanan yang seumur jagung, bergabung menjadi dalam barisan Blogger membuat saya tidak kapok. Apalagi ketika tulisan kita diapresiasi, dengan jumlah pembaca yang banyak plus mendapat reward di blog competition.
Saya beruntung pernah merasakan kemenangan itu, meski saya yakin banyak blogger yang lebih sering menang.
Dari sebuah kompetisi menulis, saya mendapatkan hal baru yang tak disangka. Langkah kaki ini sampai ke beberapa kota di Negri tercinta, menikmati udara yang sama di bagian bumi yang berbeda.
Dari lomba menulis pula, bisa menambah jumlah rekening tabungan atau mendapati barang idaman. Saya pernah mendapat Kamera jenis mahal, yang tak terpikir untuk membeli dengan uang sendiri. Bukan berarti tidak bisa membeli, tapi uang segitu kalau saya lebih baik untuk kebutuhan lainnya (hehehe).
Bersama Konumitas Blogger di Jembatan Barelang Batam (dok group WA)
Lewat menulis berkesempatan bersua dan tukar pikiran, dengan orang-orang hebat dan ternama mulai dari Publik Figure atau Pejabat.  Bisa berkenalan dengan pribadi luar biasa, seperti aktivis dan penggerak sosial yang terkenal.  Namun yang paling membuat bangga tak tertandingi, adalah berteman dengan Blogger-Blogger hebat yang masing-masing saya kenal secara pribadi atau lewat tulisan.

Kegiatan Blogger juga sangat bervariasi, Nobar, Mini Confrence, Talkshow dan masih banyak lainnya. O'ya KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) akan mengadakan Pesta Kopi, rencana digelar pada ahir tahun 2016. Kegiatan ini akan menambah semarak dunia blogger, sekaligus mempererat silaturahmi. Saya pribadi sangat antusias dengan Pesta Kopi, akan memperluas pertemanan dan pengalaman baru pastinya.
Keputusan menjadi Blogger adalah pilihan Kece, bisa menjadi sarana berbagi kemanfaatan. "Khairunnas Anfa Uhum Linnas"- Sebaik-baik manusia adalah yang banyak manfaatnya. (salam)

Sabtu, 05 Desember 2015

Yang Muda Yang Kreatif


Smesco Youth Creative Show 2015 (dokpri)
Pagi itu gedung Smesco dipenuhi anak-anak usia kisaran duapuluh tahun, lengkap dengan seragam jas almamater. Wajah-wajah berseri penuh antusias, terpancar dari generasi penerus harapan bangsa ini.  Saya  turut dalam barisan antrian meja regristasi, merasakan semangat begitu menggelora. Ruangan megah di lantai 4, mendadak dipadati ratusan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Jakarta.
Teringat ucapan Founding Father Bangsa, "Berikan aku sepuluh pemuda Maka akan kuguncang dunia".
Kalimat dari Presiden Pertama  rasanya tak berlebihan, pun secara kasat mata sejarah sudah membuktikan. Gerakan Mahasiswa menjadi pelopor perubahan,  menyangkut hajat  hidup orang banyak. Reformasi yang terjadi pada tahun 1998, Mahasiswa adalah gerbong lokomotif perubahan itu. Pun pada bidang yang lain, nama-nama generasi muda pahlawan bangsa mengukir prestasi di pentas dunia.
Antrian di Meja Regristasi (dokpri)
0o0
Rangkaiam acara Smesco Youth Creative Show 2015, digelar pada tanggal 3,4 dan 5 Desember 2015.
Ahmad Zabadi, selaku Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM, hadir memberikan sambutan.
"Smesco Rumahku, artinya Smesco menjadi rumahnya Koperasi dan UKM" tegas Ahmad Zabadi " Sebagai wujud dukungan akan membuatkan 500 online shop gratis pada pelaku UKM"
Satu online shop  rata-rata seharga Rp. 2.5 juta, pada kesempatan ini bisa didapatkan free dengan syarat UKM sudah menggunakan IT. Online shop dari UKM, akan dihubungkan dengan situs smescotrade.com dan blibli,com.
Selain itu telah ditetapkan pula Galeri Indonesia WOW (GIW), secara resmi beroperasi di gedung Smesco. Galeri ini bisa dimanfaatkan wirausahawan muda, meraih peluang mengembangkan potensi usahanya.
"Dengan beroperasinya GIW, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas sebaik-baiknya demi penumbuhan wirausaha, pengembangan pengetahuan, ketrampilan pelaku KUKM, penguatan brand serta tidak ketinggalan perluasan akses pasar" tambah Ahmad Zabani
Sementara pada saat yang sama, hadir mewakili Mentri Koperasi dan UKM. Beliau adalah Agus Muharram, selaku  Sekretaris Kemenkop dan UKM.  Agus Muharram menyatakan rasa optimis, Smesco dapat menjadi laboratorium kewirausahaan, juga sebagai sarana pelatihan kewirausahaan untu pelajar.
"Hubungan "Triple Helix" yaitu Pemerintah, Swasta dan Perguruan Tinggi didukung dengan peran serta masyarakat, musti terus digiatkan demi pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia" ujar Agus Muharram "Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2016, musti dijadikan  moment untuk bersatu dalam membangun perekonomian bangsa"
Pertumbuhan e-commerce bisa terdeteksi, dari jumlah pengguna internet di indonesia lebih kurang 8 juta. Kondisi ini menguntungkan UKM, terutama untuk memasarkan produknya  sudah tidak membutuhkan space display konvensional (ruang dalam bentuk fisik). Selain itu antar UKM bisa berbagai ilmu lebih praktis, tanpa harus bertatap muka secara langsung.
"Untuk Online shop, musti diperhatikan ketersediaan barang" ujar Agus Muharram "jangan sampai saat konsumen pesan barangnya tidak tersedia, apalagi kalau pesan dalam jumlah besar"
Pada kesempatan yang sama, ditandatangai MOU (Memorandum of Understanding) bersama Rektor dari beberapa Perguruan Tinggi di Jakarta. Suasana riuh penuh semangat  dari mahasiswa terdengar meriah, saat nama Rektor dan Kampusnya disebutkan pembawa acara.
Penandatanganan MOU (dokpri)

Foto Session (dokpri)
Penandatanganan MOU ini, tentu membawa angin segar bagi generasi muda. Memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya, untuk mengembangkan kemampuan diri.  Inovasi menjadi harga mutlak, agar bisa bersaing dibidang apapun.
Hanya produk yang unik dan eksklusif, akan merebut perhatian pasar. Untuk mendapatkan keunikan dan ke-eksklusifan, memerlukan proses panjang, melalui pengembangan knowledge, Skill, Networking, Opportunity, mental attitude, setelah semua upaya dilakukan genapkan dengan berdoa.
Peserta Antusias Menyimak (dokpri)
Bagi kaum muda dan yang berjiwa muda, yuk segera merapat ke Smesco !
Ada acara, Creative workshop, dengan tema "Creativepreneur is You" menghadirkan narsum Anto Suroto, SH, SE, MM. Pelaku UKM Smesco. Kemudian "Be Smartpreneur With Great Bussines Plan" narsum Arif Rahmawan seorang Studentpreneur Coach, Founder Cerdas Mulia, Author Studentpreneur Guide Book. Masih ada lagi "Internet Marketing Creative" narsum M.Maulana Naruddin Alhaq , beliau juara dua - Mandiri Bersama Mandiri, kategori Industri kreatif-. Masih ada lagi "UKM Digital Store" 500 Toko Online Gratis Untuk Indonesa, dengan narsum Dicky Sukmara, Founder & Creative Director Panenmaya Digital, Owner @infobandung, Owner Invictus Cloathing.