Sabtu, 30 September 2017

Lebih Dekat dengan Museum Geologi dalam Temu Netizen 7 ESDM



Reparasi Fosil di Dapur Museum Geologi-  dokpri

Bulan September, sebagai bulan bersejarah bagi Kementrian ESDM. Tersebab, pada 28 september 1945 telah terjadi peristiwa penting.
Kala itu, 72 tahun yang lalu, sekelompok pemuda, dipelopori Raden Ali Tirtisuwiryo, A.F. Lasut, R. Soenoe Soemosoesastro dan Samsoe M.Bahroem mengambil alih kantor Chisitsu Chosaso dari pihak penjajah Jepang.
Sejak saat itu kantor yang masih kental dengan nama Jepang, langsung dirubah menjadi Djawatan Tambang dan Geologi.
Mengacu pada  Kepres/ Keputusan Presiden Republik Indonesia, pada tanggal 27 September 2008, nomor 22 tahun 2008 tentang Hari jadi Pertambangan dan Energi adalah tanggal 28 September.

Kamis, 28 September 2017

Panen Golden Melon SUNPRIDE di Cilegon


Golden Melon menunggu masa panen -dokpri
Tak bisa dipungkiri, SUNPRIDE telah menjadi brand yang identik dengan kualitas. Coba saja anda perhatikan, penampilan aneka buah SUNPRIDE selalu sedap dan enak di pandang mata.
Mulai dari Pisang Cavendish, Highland Banana, Guava Crystal, Nanas Honi, Rock Melon, Golden Melon, Baby Orange dan masih banyak buah lain dengan merek SUNPRIDE. Selain penampilan yang mempesona, dari sisi rasa juga tak bisa diabaikan.
Sebuah quote ‘Hasil Tidak Pernah Mengkhianati Usaha,’ rasanya pas disematkan pada setiap buah SUNPRIDE. 

Minggu, 24 September 2017

Nikmati Makanan Arabian Indian Berkelas di EATZ



Salah satu sudut yang menggambarkan suasana Timur tengah di EATZ Restoran -dokpri

Anda penyuka makanan middle east, berarti kudu mampir ke EAZT Resto. Restoran dengan menu spesial authentic Midlle Eastren & Indian Cuisen, saat ini ada di dua lokasi yaitu Ground Floor AEON BSD dan Ruko Margaguna nomor 9 Radio Dalam jakarta Selatan.
Apa itu EATZ ?
Istilah EATZ diambil dari kata yang punya filosofi ‘makan’, sang owner ingin setiap pengunjung dapat menikmati makanan enak dan berkelas dengan harga terjangkau.
EATS berkomitmen menyajikan makanan Arabian Indian bercita rasa ningrat, dari bumbu otentik dan mantap untuk penjelajahan rasa berkelas.

Selasa, 19 September 2017

Yuk Bantu Selamatkan Nyawa Sesama dengan CPR



Ki-Ka ; Dian Purnomo (moderator), Suryo Suwignjo (Presiden Direktur Philips Indonesia), dr Erizon Safari, MKK (Kepala Unit Gawat Darurat (AGD) dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta), dr. Jetty R. H, Sedyawan, Sp. JP (K), FIHA, FACC selaku sekjen PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialist Kardiovaskular Indonesia)

Kalau mendengar penyakit jantung, rasanya serem dan berat gitu. Mumpung sehat, yuk kita jaga dengan pola hidup sehat, meliputi pola makan dan olah raga.
Penyakit Jantung, adalah penyakit tidak menular nomor tiga diindikasi sebagai penyebab terjadinya kematian di Indonesia. Bahkan alokasi dana BPJS terbesar, diserap untuk pengobatan penyakit kritis jantung kemudian stroke.
Kenapa bisa begitu, kebanyakan orang Indonesia tidak sadar dengan gaya hidup sehat. Contoh paling simple adalah kebiasaan merokok, kegiatan ini sangat mudah kita jumpai. Bisa jadi di rumah kita sendiri, atau lingkungan sekitar terutama di public area. 

Senin, 18 September 2017

Mengasah Kreatifitas Bersama Buah



Buah Sunpride

Saya yakin semua sepakat, bahwa konsumsi buah itu menyehatkan. Tapi kenapa, anak anak atau mungkin orang dewasa kurang suka buah. Anak saya di rumah juga sama, ada saja alasan untuk menghindari makan buah. 
Buah dianggap makanan pendamping, kehadirannya difungsikan sebagai pencuci mulut. Kalau mau mencermati saat hajatan atau resepsi, tempat buah kerap ada di ujung meja setelah makanan utama.

Secara psikologis kita dianjurkan, mengambil makan besar dulu menyusul buah. Beberapa acara saya temui, mengganti buah dengan puding atau kue manis.

Sabtu, 16 September 2017

"Kreatifitas dan Inovasi di Era Digital" Menyongsong Indonesia Knowledge Forum VI

Narasumber KAFE BCA 7 Ki-Ka ; Rama Maumaya, Indra Laksmana, Faisal Basri, Hendra Koenaifi, Hermawan Thendean - dok Inke Maris Associate

Kawan’s, revolusi internet sedang terjadi dan kita alami bersama. Kondisi ini otomatis memberi dampak perubahan, nyaris di semua sektor bisnis dan bidang kehidupan. Pada waktu yang sama, menawarkan kemudahan dan mengajak konsumen ‘go digital.’
Fenomena bermunculan start up, memberi solusi bagi hajat hidup orang banyak. Bayangkan saja, aneka aplikasi tersedia cukup diunduh di smartphone.
Mulai layanan pesan antar makanan, pesan alat transportasi, pesan ticket pesawat, booking kamar hotel dan masih banyak aplikasi keperluan keseharian lainnya.
Namun pada satu sisi, ada sebuah istilah dinamakan digital vortex. Sistem ini kalau dibuat analogi, mirip seperti angin puting beliung yang berputar lama lama tenggelam.
Pada era digital teknologi, ada type industri terkena distrubsi namun ada yang tidak terpengaruh.
Paling aktual adalah bisnis transportasi, aplikasi transportasi online telah melibas sistem transportasi konvensional. Media dan entertaiment juga tergerus, kini media mulai mencari pembacanya.
Sektor industri keuangan masuk urutan keempat, salah satunya dengan hadirnya financial teknologi atau fintech. Seperti kita rasakan bersama, fintech mejadi ‘hot topic’ selama tiga tahun terakhir.
illustrasi Digitel Vortex - dok IMD(dot)org
-0o0-
Saya merasa beruntung, berkesempatan hadir di acara Kafe BCA ke 7. Melalui acara keren ini, bisa menjadi ajang sharing dan membahas isu yang terjadi.
Spesial pada Kafe BCA 7, mengetengahkan tema ‘‘Kreatifitas dan Inovasi di Era Digital Menyongsong ‘Indonesia Knowledge Forum VI 2017.’
BCA menemukan banyak nasabah yang siap digital, mulai set up digital network atau digital platfoam untuk menjalankan bisnis,” Jelas Bapak Henri Koenaifi selaku Directur BCA sekaligus membuka acara Kafe BCA 7.
Melalui Indonesia Knowledge Forum (IKF) ke 6, akan menampilkan key topic dari 23 narasumber yang kredibel. Nasabah BCA khususnya dan khalayak luas pada umumnya, dapat melihat dan berpartisipasi dalam dunia Fintech.
Kapan dan dimana IKF 6 diselenggarakan ?
IKF diadakan 2 - 3 Oktober 2017 di Ritz Carlton, Pasific Place Jakarta
Tema IKF 6 ?
Elebrating Creativity and Innovation Trough Digital Collaboration
Tujuan IKF ?
Mengembangkan bidang- bidang pendukung ekonomi Indonesia, terutama yang berbasis teknologi.
Menciptakan wadah bagi korporasi dan startup untuk mengembangkan bisnis mereka melalui kolaborasi dan partnership di bidang teknologi
Bagaimana cara pendaftaran ?
silakan klik SINI atau telepon 021 2556 3000 ext 35612/ 35611/ 35607/ 35679, bisa juga email ke bca_learningservice@bca.co.id
-0o0-
Bagi BCA fintech adalah peluang bukan ancaman, dengan fintech diharapkan pertumbuhan kredit payment semakin besar.
Sekitar 260 juta jumlah penduduk Indonesia, rentang usia 15 – 50 tahun prosentasenya sekitar 50%. Pada rentang usia tersebut, sebagai kelompok yang mengapresiasi kehadiran digital terutama untuk transaksi.
Pada usia di bawah 15 tahun, tehnologi dimanfaatkan lebih untuk entertainment seperti main games. Sementara pada usia di atas 50, mereka tahu digital tapi enggan menggunakan.
Pada kesempatan yang sama Bapak Hermawan Thendean selaku Senior Executive Vice President Information Technologi BCA mengemukakan, “Ada satu fenomena sedang terjadi, bahwa masyarakat Indonesia saat ini sedang menikmati online experience. Segala sesuatu dilakukan secara online, melalui internet dan smartphone, sehingga digital menjadi bagian gaya hidup.”’
Internet banking dan mobile banking, masih dibangun berdasarkan persepsi pihak Bank. Belum tentu sesuai dengan harapan nasabah, apalagi kebutuhan anak muda masa kini. Generasi millenial identik dengan sesuatu yang simple, sementara bank menyediakan layanan yang terstruktur.
Nah, celah ini bisa diisi oleh fintech kawans. Menyajikan fitur yang bagus dan menarik, tentu dengan harga lebih murah bahkan free.
Bank dan fintech musti saling mengisi, karena ada bagian yang setap pihak tidak bisa campur tangan. Bank memiliki regulasi relatif panjang, sementara fintech tidak ada aturan diikuti.
Namun bank tetap punya beberapa kelebihan, seperti punya lisensi untuk memindahkan dana sementara fintech tidak ada lisensi. Walaupun fintech punyai layanan mirip perbankan, namun pasti ada bank yang back up di belakangnya.
Bank secara kapital modalnya jauh lebih besar, bank memiliki nasabah, sudah ada brand, ada bentuk fisik gedung, pengalaman prosedur, pengalaman sistem, keamanan, integrity siystem. Pada sisi lain, Bank tidak bisa memberi layanan se flexible fintech.
Contohnya nih, kalau fintech ada fitur kurang bagus, bisa langsung ganti pada hari yang sama. Fintech lebih leluasa membuat produk, kalau dirasa kurang bagus langsung bisa diperbaiki.
Sementara untuk layanan digital perbankan, apabila ada fitur yang diperbaharui, harus ada tahapan uji kelayakan, secutiry resiko dan tidak serta merta langsung ganti.
Dari kelebihan dan kekurangan yang ada, Bank dan fintech bisa berkolaborasi dari pada jalan sendiri sendiri. Seperti yang sudah dilakukan BCA, dengan menyediakan open fpi.
Sistm ini bisa dimanfaatkan fintech, untuk memperlancar transaksi dengan jasa BCA. Sehingga konsumen tak perlu internet banking, sistem open fpi otomatis menghubungkan fasilitas payment.
-o0o-
Foto Session - dokumentasi pribadi
Acara KAFE BCA 7 semakin menarik, dengan kehadiran dua narasumber pelaku di industri start up. Mereka adalah Rama Maumaya, Founder dan CEO Daily Social, satu lagi Indra Wiralaksmana, Country Head and Director Ninja Express.
Potensinya Start up di Indonesia masih sangat besar, namun memiliki kemungkinan besar mematikan,” Ungkap Rama Maumaya.
Statistik membuktikan, dari start up yang muncul sebanyak 95% mati dalam 3 tahun. Revolusi smartphone yang mengiringi lahirnya start up, membuka potensi direct acces ke saku konsumen.
Masalah start up juga terjadi di negara maju, tapi ada satu hal yang bisa ditiru. Mental orang di negara maju, adalah tidak takut gagal dan terus eksperimen. Kalau pernah merasakan gagal, berarti bisa belajar dari kegagalan.
Uber sebelumnya pernah membuat tiga perusahaan dan gagal, sampai akhirnya ketemu uber dan menjadi besar,’ Ujar Rama Maumaya.
Sementara Ninja Expressm, melirik solusi pengantaran paket berbasis ecommerce. Industri jasa logistik yang saat ini ada, masih menggunakan mindset konvensional.
Salah satu mitra Ninja Express adalah fintect Tcash, untuk mengatasi problem terhadap payment,” Jelas Indra Wiralaksmana. “Ninja tidak berpikir seperti kurir konvensional, Semakin teknologi ditemukan, maka akselerasi akan semakin bergerak,” tambahnya.
Era digital sudah ada di depan mata, merujuk digital vortex tak ada industri yang seratus persen aman. Semua sektor bisnis musti terus berinovasi, agar tidak kesalip dengan perkembangan teknologi yang ada. –salam-

Kamis, 07 September 2017

Blogger Mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)



Blogger Kesehatan saat melakukan KunLapTik di Sidorejo Kidul Salatiga - dok WA Group
Kesehatan menjadi harta paling mahal bagi kita semua, saking mahalnya sampai tidak terbeli oleh apapun. Orang rela menjual semua kepemilikan, demi mendapatkan badan sehat dan segar bugar.
Kemenkes sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan, selalu berupaya memberi pelayanan terbaik dalam pembangunan kesehatan. Termasuk menggagas program yang mudah diingat dan mudah diaplikasikan, sehingga setiap individu dalam masyarakat semakin aware terhadap kesehatan.
Anda mungkin tak asing dengan program CERDIK, terdiri dari (C)ek kondisi kesehatan secara berkala, (E)nyahkan asap rokok, (R)ajin aktifitas fisik, (D)iet sehat dengan kalori seimbang, (I)stirahat yang cukup dan terakhir (K)endalikan Stress.
Menjaga kesehatan jauh lebih penting, dibarengi dengan upaya preventif sehingga kesehatan meningkat. Permasalahan kesehatan yang timbul saat ini, dipengaruhi oleh perilaku dan atau gaya hidup tidak sehat.
Germas atau Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, adalah sebuah gerakan solutif dari Kemenkes.
Apa itu GERMAS ?
Germas atau Gerakan Masyarakat Sehat adalah tindakan sistematis dan terencana dilakukan bersama sama oleh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan beperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup.  
(Sesuai dengan instruksi presiden nomor 1 tahun 2017)
Apa Tujuan GERMAS ?
Agar masyarakat berperilaku hidup sehat, sehingga berdampak pada kesehatan badan dan terjaga. dengan badan sehat maka kita menjadi produktif, sehingga biaya berobat bisa ditekan.
Apa Saja Bentuk kegiatan GERMAS ?
  • Melakukan aktivitas fisik
  • Mengonsumsi sayur dan buah
  • Memeriksa kesehatan secara rutin
  • Tidak merokok
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Membersihkan lingkungan
  • Membersihkan jamban
Kemenkes mulai focus pada tiga hal, yaitu pada ajakan melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah dan memeriksa kesehatan secara berkala.
Sedang untuk empat hal GERMAS selanjutnya, membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Semua Kementrian ikut terlibat dan mendukung GERMAS, bahkan melibatkan peran serta seluruh lapisan masyarakat.
Gerakan Masyarakat Sehat, sejatinya sangat sederhana bisa dilakukan siapa saja, kapan saja dan dimana saja.
Contohnya, membiasakan bepergian dengan kendaraan umum. Coba kalau kita mau naik transportasi publik, bisa jalan cepat atau naik turun tangga sehingga tubuh menjadi sehat. Setiap gerakan tubuh yang melibatkan otot rangka, otomatis akan mengakibatkan pengeluaran energi.
Pola makan tidak usah ikut trend makan junk food, cukup konsumsi sayur buah-buahan. Jangan salah lho, buah dan sayur bisa ditanam dan dipetik  di pekarangan. Dengan memanfaatkan lahan yang ada di rumah, kita bisa konsumsi makanan real food.
So, segera konsumsi makanan seimbang, dalam setiap makan jangan lupa sertakan buah dan sayuran  
Setelah aktivitas fisik dan makan buah sayur, jangan lupa chek tekanan darah, kadar gula darah, cek kolesterol setiap enam bulan sekali. Ingat ya, tubuh gemuk tidak identik dengan kemakmuran. Bisa jadi simpanan lemak dan daging berlebih di badan, justru menjadi awal mula datangnya penyakit.
Menurut Data Riskesda, terjadi kenaikan prosentase pada penyakit tidak menular. Masih dari data yang sama. kanker adalah penyakit tidak menular paling tinggi. Hal ini disebabkan, karena gaya hidup serta pola konsumsi makanan tidak sehat.
Terus, apa hubungannya dengan Blogger ?
Negara Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta, hampir 40% dari total penduduk atau sekitar 106 juta penduduk aktif bermedia sosial.
Maka jangan heran, kalau banyak simpang siur berita bermula dari medsos. Berita fakta atau Hoax tumpang tindih, masyarakat awam susah membedakan sumber kredibel.
Acara Temu Blogger Kesehatan di Santika Hotel Semarang -dokpri
Peran Netizen atau Blogger dimulai !
Blogger dan atau netizen sebagai penggiat medsos, mempunyai peran dan fungsi penting dalam mengelola wall medsos.
Blogger dipandang sebagai medium tepat, bisa mempublikasikan program kesehatan sekaligus menyebarkan informasi positif. Blogger perlu mendapat informasi yang tepat, tentu berasal dari sumber yang tepat. Sekali sebuah isu diangkat dimedsos, relatif susah untuk ditarik atau dihapus. Jadi perlu hati-hati mengangkat isu di medsos, apalagi hoax kesehatan paling banyak,” Jelas Bapak Indra Rizon, SKM, M, KES selaku Kabag Hubungan Media dan Lembaga Kemenkes RI .
Berkaitan dengan peran serta Blogger di media Sosial, Kemenkes menggerlar acara ‘Temu Blogger Kesehatan, Mari Hidup Sehat dengan GERMAS’. Acara yang berlangsung di Semarang, pada  28 – 30 Agustus 2017, melibatkan Blogger kesehatan dari Jakarta dan Semarang.
Saya merasa beruntung, bisa terlibat didalamnya melalui Komunitas Blogger Cihuy. Pada hari pertama acara full di hotel Santika, membahas seputar GERMAS dari narsum kredibel. Hal ini tentu menjadi pembekalan bagi blogger, untuk memviralkan GERMAS di lini masa masing masing.
Pada hari kedua, Blogger melakukan kunjungan Lapangan Tematik ke Puskesmas Sidorejo Kidul berlanjut ke B2P2VRP Salatiga. -Salam GERMAS-

Rabu, 06 September 2017

NIVEA MEN Mempersembahkan Sabun Muka Cair Pria Pertama di Indonesia



Ki-Ka, Michael Suwito, Senior Brand Manager Men Face Care, bambang Pamungkas (Brand Ambassadro Nivea Men,  Tomaz Schwarz, Marketing Director, Beiersdorf Indonesia - dokumentasi pribadi

Tak dipungkiri, wajah ibarat identifikasi pertama setiap orang. Kita mengenal diri seseorang, dimulai dari penampakan wajah orang tersebut.  Tak heran, paras wajah perlu mendapat perhatian khusus.
Bagi kebanyakan pria, mungkin terkesan cuek dalam urusan penampilan. Namun kebersihan wajah tetap penting, setidaknya diperlukan agar terlihat segar dipandang.
NIVEA MEN, sebagai merek perawatan kulit pria terkemuka di dunia, menginspirasi pria Indonesia bergaya hidup aktif dan dinamis. Hal ini ditandai dengan peluncuran produk baru yang revolusioner, berupa sabun muka cair pria pertama di Indonesia.
Selama ini, saya pribadi atau mungkin anda mengenal pembersih muka dalam bentuk gel. Saya punya pengalaman dengan sabun cuci muka formula gel, setelah cuci muka komedo menumpuk di sudut hidup.
Alhasil punya tugas tambahan, mencuci ulang dengan air untuk mengambil komedo. Kadang membuat kulit memerah, akibat kulit terkena kuku.
Nah, inovasi pencuci muka dari NIVEA MEN dalam bentuk cair tentu menjadi surprise. Kabarnya, sabun muka cair NIVEA MEN juga digunakan para pemain bola REAL MADRID –waw keren.
Apa sih keuntungan formula sabun muka cair?
Wujud cair memudah menjangkau hingga ke pori terdalam, sehingga lebih efektif membersihkan kotoran dan minyak secara menyeluruh.
Tomasz Schwarz, selaku direktur pemasaran Beiersdorf Indonesia, dalam acara peluncuran produk terbaru mengatakan, “Pemain sepakbola profesional seperti para pemain REAL MADRID melakukan aktivitas latihan fisik yang berat setiap harinya dan harus tampil prima pada saat pertandingan. Di lapangan, wajah mereka harus menghadapi situasi yang tak kalah berat. Sebut saja: minyak yang berlebih, tanah yang kotor, debu, keringat berlebih, lumpur, terik matahari, dan sebagainya. Sama seperti kehidupan kita, pria Indonesia, dimana setiap harinya wajah kita harus berhadapan dengan masalah yang sama saat beraktivitas, berangkat ke kantor atau tempat kuliah, naik motor, atau beraktifitas di luar rungan. Dengan demikian, kita semua sama-sama membutuhkan produk pembersih wajah yang memang benar-benar efektif untuk membersihkan secara menyeluruh.”
Varian NIVEA MEN
Sebagai pria Indonesia yang aktif dinamis, kita tentu berhadapan dengan debu kotoran dan polusi pastinya. Untuk mengakomodasi jenis kulit, sabun muka cair NIVEA MEN tersedia dalam 3 varian ;
Oil Attack + Bright, untuk pria dengan masalah wajah mengkilap akibat minyak berlebih. Dengan bentuknya yang cair, dapat dengan mudah masuk sampai ke lapisan pori terdalam untuk mengangkat minyak berlebih & kotoran.
Acne Protect, untuk pria dengan masalah wajah berminyak & berjerawat. Dengan bentuknya yang cair, dapat dengan mudah masuk sampai ke lapisan pori terdalam untuk mengangkat minyak & bakteri.
Max Bright, untuk pria dengan masalah wajah kusam & berminyak. Dengan bentuknya yang cair, dapat dengan mudah masuk sampai ke lapisan pori terdalam untuk mengangkat minyak dan mencerahkan wajah dari dalam.
-0o0-
Bagi anda pria yang kerja di dalam ruangan, jangan merasa bebas dari masalah kulit wajah lho. Bahkan pada ruangan tertutup, suhu dingin dan atau lembab dapat menyebabkan timbulnya jerawat.
Suhu dingin dari AC, berpotensi membuat kulit kering ditandai dengan terasa kasat saat dibasuh. Kemudian timbul bercak kusam yang semakin kentara, disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati.
Dr. Srie Prihianti Gondokaryono, SpKK, PhD, FINSDV, FAADV, selaku Sekretaris Umum dari PERDOSKI, hadir dalam acara peluncuran sabun cuci muka cair NIVEA MEN mengatakan, “Sudah merupakan sifat dasar kulit para pria, mempunyai pori-pori yang lebih besar dan menghasilkan lebih banyak keringat dan minyak, oleh karenanya harus dibersihkan secara berkala dengan sabun muka.”
Pria pada umumnya mempunyai sifat kulit wajah yang cukup tebal serta mengandung kelenjar minyak aktif 15% lebih banyak dibandingkan wanita, terutama di sekitar area T (dahi, hidung, dagu) sehingga membersihkan wajah secara teratur sangat penting untuk pria.
Bukkan hal tabu lho, pria memperhatikan penampilan dan kebersihan wajah. Dengan wajah bersih, tentu bisa tampil lebih percaya diri, mempunyai energi positif, dan beraktifitas tanpa mengkhawatirkan kebersihan wajah mereka.

Daftar Blog Saya