Selasa, 29 Agustus 2017

Peluncuran Roma Sky Pirates di Trans Studio Bandung

Suasana Roma Sky Pirates di Trans Studio Bandung
Nama Biscuit Roma, pasti bukan nama asing di telinga. Camilan berbahan dasar gandum ini, sangat mudah didapatkan konsumen. Selain harganya bersahabat, rasa dan kemasan juga menarik hati.
Minggu terakhir bulan Agustus, PT Mayora Indah Tbk, selaku produsen biscuit Roma,  memberi kejutan kepada masyarakat Indonesia. Bekerjasama dengan Trans Studio Bandung, meluncurkan Roma Sky Pirates.
Apa itu Roma Sky Pirates?
Adalah sebuah wahana permainan berbentuk kapal layar yang bisa dinikmati pengunjung dari berbagai kalangan usia.
Nah, di wahana permainan ini,  pengunjung bisa seru seruan berpetualang bersama kawanan bajak laut mencari ladang gandum kemasan.
Marketing Manager PT. Mayora Indah Tbk. Budi Setyohutomo (tengah) didampingi perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dr. Siska Gerfianti, MH.Kes 

Budi Setyohutomo selaku Manager Marketing PT. Mayora Indah. Tbk, menyampaikan,  "Gandum adalah bahan makanan bernilai tinggi,  tinggi serat, kaya gizi dan baik untuk tubuh. Bahan yang digunakan sebagai bahan utama produk Roma dipilih secara khusus dari kualitas gandum terbaik untuk mendapatkan manfaat terbaik. "
Apa sih manfaat gandum?
Gandum memiliki kandungan, selenium, tembaga, asam folat,  protein, zat besi, magnesium, fosfor, zink, mangan dan vitamin B kompleks.
Gandum juga punya keunikan, yaitu bisa tumbuh di sembarang tempat, bahkan di daerah sub tropis dengan ketinggian 1000 m di atas permukaan laut dan memiliki kadar air yang cukup.
Donna Agnesia sedang story telling di depan anak anak 

Wahana Roma Sky Pirates, sebagai salah satu upaya edukasi masyarakat tentang pentingnya manfaat gandum. Dengan edukasi yang menyenangkan, niscaya pengunjung lebih mengingat pesan yang disampaikan.
Gandum pilihan terbaik diolah melalui dua jenis, yaitu :
Gandum utuh, yaitu gandum digiling bersama kulitnya, untuk mendapatkan serat terbaik.
Gandum biji, yaitu gandum yang diolah bijinya saja tanpa kulit pembungkus.
Mengonsumsi dua jenis gandum olahan ini, memiliki kebaikan yang sama untuk tubuh.
Pada kesempatan yang sama di peluncuran Roma Sky Pirates, juga hadir Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Bandung, yaitu Dr. Siska Gerfianti MH.Kes dan Brand Ambassador Roma, Donna Agnesia.
Wah, makin tidak sabar ya mengunjungi Roma Sky Pirates. Selain keseruan dan fun, ada manfaat edukasi yang pengunjung dapatkan. Segera atur jadwal liburan anda, pergi ke Bandung dan berkunjung ke Roma Sky Pirates di Trans Studio.  

Minggu, 27 Agustus 2017

Memamah Kisah dalam Novel Janadriyah - Sebuah Perjalanan –


Novel Janadriyah , Sebuah Perjalanan -dokumentasi pribadi

Coba bayangkan di benak anda, sebuah keluarga muda yang tengah hidup di negara orang.  Tinggal di kontrakkan atau flat sederhana, hanya ada perabot minim dimiliki seperti karpet gulung dan kasur tiup. Hidup jauh dari sanak saudara, kalau ada masalah tak bisa berkesah pada orang terdekat.
Rahmat nama ayah muda, mengajak istri dan anaknya pindah karena bekerja di Riyadh Qatar. Mai sang istri, sedang mengandung buah hati kedua. Masalah serius tiba-tiba menghampiri, ketika usia kandungan masih delapan bulan. Ibu muda stress dan mengalami kontraksi hebat, pasangan ini limbung dengan kondisi serba mendadak.
Pada saat yang sama, kondisi kantor tempat Rahmat bekerja sedang tidak kondusif. Ayah muda ‘dipaksa’ membuat Laporan analisa keuangan fiktif, agar seisi kantor bisa selamat dan dirinya tidak dipecat.
Cairan berbau amis mulai mengalir di betis istri, hati suami mana yang tidak dilanda kebingungan yang sangat. Membawa istri tercinta ke rumah sakit di Dallah, sulungnya yang masih kecil tidur pulas dititipkan pada tetangga flat.
Mulutnya menyericau sepanjang perjalanan, seolah mengalirkan energi pada istri tercinta. Bahwa lelaki yang menyayanginya, berjanji akan mengajak bersujud di depan baitullah.
andai saja waktu itu aku enggak pindah, kejadian ini tidak perlu terjadi,” batinnya mulai geming.
-0o0-
Novel berjudul Janadriyah – Sebuah perjalanan, adalah novel keluaran penerbit Erlangga karya dua penulis yang diambil berdasarkan kisah nyata. Ditulis oleh Achi TM penulis produktif, telah menerbitkan 20 Novel dan aktif di RUMAH Pena. Bersama penulis Febriandi Rahmatulloh, seorang marketing data analystic bekerja untuk perusahaan Vidafone di Qatar.
Bapak Rahmat Setyo, selaku Kepala Pemasaran Erlangga Cabang Jakarta, dalam acara launching novel Janadriyah menyampaikan, ”Dengan penuh rasa syukur sekaligus bangga pada beliau berdua, karya besar dua pengarang akan launching pada hari ini. Bangsa  dan negara Indonesia sedang diberi bonus demografi, usia produktif mencapai 70% dari total penduduk. Bonus demografi menjadi berkah, ketika spirit perjuangan mas Febriandi bisa menjadi viral dan mengisi dalam keseharian anak muda.  Penerbit Erlangga tidak pernah bosan selalu bersemangat, memberi pesan kepada siapa saja yang punya talent menulis mari sama sama kita kembangkan. Mudah mudahan karya besar penulis yang diterbitkan Erlangga, bisa menginspirasi pembaca dan kita semua.”
Ketika melihat cover novel, saya langsung tergerak ingin mengambilnya. Ketika membaca endorse di cover belakang, terdapat nama Helvi Tiana Rosa, Panji Pragiwaksono dan artis Titi Kamal. Tak ketinggalan Ustad Habibburahman El_Sirazhy, Sungging Raga dan Nadila Fitria, memberi endorse di halaman dalam Novel ini.
Dengan gaya bertutur, plot cerita dalam novel ini dibuat meloncat loncat. Berkisah tentang masa sekarang Rahmat, kemudian dikolaborasi dengan dua dasawarsa sebelumnya.
Sungging Raga, seorang penulis dan teman kuliah Febriandi Rahmatullah, pada launching  Janadriyah ditodong berbicara di awal acara. “Sebagai teman, saya tahu mas Febri berlatar pendidikan exact, begitu tahu beliau menulis novel menjadi hal yang luar biasa. Kisah ini selain menarik bagi saya juga menginspirasi, seorang dari desa berangkat ke Jogja dan hidup di luar negeri. Semoga ini adalah awal dari karya beliau selanjutnya, silakan dibaca sendiri novelnya,” ujar Sungging Raga
Achi TM dan Febriandi Rahmatulloh - dokumentasi pribadi
Novel ‘Janadriyah – Sebuah Perjalanan- adalah buku pertama bagi Febriandi,  meski keinginan nenulis novel sudah dari 2005. Novel ini sebagai bentuk ungkapan terimakasih, kepada keluarga yang telah mendidik dan memberi hal positif. Meski pada satu saat Febri pernah membuat keputusan drastis, tetapi keluarga tetap mendukung penuh.
Janadriyah adalah nama suatu festival di Riyadh, satu tahun sekali kota Riyadh berubah wajah. Hampir dimana mana ada kegembiraan, musik, tarian, lampu lampu dan hiburan membuat suasana menjadi cerah ceria.
Hal senada diungkapkan Achi TM, bahwa Novel Janadriyah tak ubahnya seperti festival kehidupan. Ada bagian sedih, lucu, kamarahan, keikhlasan, sehingga perjalanan hidup menjadi lebih berwarna. Achi TM senang bisa tandem menulis dengan Febriandi, kendala jarak Jakarta dan Qatar disiasati dengan komunikasi melalui chatting.
Hijrah Rahmat, selaku editor Penerbit Erlangga yang menangani Novel Janadriyah, merasa senang bisa bekerjasama dengan kedua penulis novel ini. Keduanya sangat korporatif, komunikasi intens dilakukan biasanya pada dini hari.
Meski saya pribadi baru baca bab awal, tapi lembar lembar permulaan sudah membuat hati ini teriris. Saat Rahmat kecil menabung serupiah dua rupiah, dengan harapan bisa memberangkatkan abah dan Emak ke tanah suci. Abah lelaki sederhana yang hidupnya lurus, memeluk jagoan kesayangan penuh haru. – sudah ah baca sendiri kelanjutannya ya--

Jumat, 25 Agustus 2017

Yuk Ikutan Lomba Foto Astra & Anugerah Pewarta Astra 2017 Berhadiah 4 Mobil


Banner lomba, sumber asta.co.id


Bagi penyuka Fotografi dan tulis menulis, jangan lewatkan kesempatan emas ini. Pada pekan terakhir agustus (23/8’17), bertempat di Candi Bentar Convention Hall, Putri Duyung Ancol, PT. Astra International Tbk, meluncurkan Lomba Foto Astra (LFA) dan Anugerah Pewarta Astra (APA) 2017.
Program tahunan ini, digelar Astra dalam upaya apresiasi karya foto dan tulisan jurnalis serta masyarakat umum.
Program LFA 2017 dan APA 2017, masih berkaitan dengan perayaan HUT ke-60 Astra. Tema yang diangkat ‘Perjalanan Penuh Inspirasi’ , menitikberatkan pada perjalanan 60 tahun Astra dalam menginspirasi negeri.
Lomba Foto Astra 2017
Lomba Foto Astra (LFA) tahun ini memasuki tahun ke-8, adalah program dalam upaya mengapresiasi hasil karya foto, baik dari kalangan pewarta foto maupun masyarakat umum.
Melalui tema Perjalanan Penuh Inspirasi, Astra mengajak masyarakat umum dan pewarta foto untuk mengabadikan momen traveling menikmati keindahan Indonesia. Foto yang diikutsertakan dalam lomba ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagi seluruh mata yang memandang.
Anugerah Pewarta Astra 2017
Anugerah Pewarta Astra (APA) masuk tahun ke-3, adalah bentuk apresiasi yang diberikan kepada jurnalis maupun masyarakat umum atas karya tulis tentang kontribusi sosial Astra bagi bangsa.
Melalui tema Perjalanan Penuh Inspirasi, Astra ingin mengajak para penulis Indonesia menuliskan mengenai inspirasi perjalanan 60 tahun Astra yang dilandasi oleh filosofi Catur Dharma, dimana Astra telah menginspirasi Indonesia melalui produk dan layanan karya anak bangsa, sumber daya manusia yang unggul serta kontribusi sosial yang berkelanjutan bagi bangsa dan negara (3P Astra - Portfolio, People, Public Contribution).
Apa Hadiah Menariknya ?
Masing-masing juara pertama LFA & APA 2017 kategori wartawan dan umum berhak membawa pulang 4 buah Astra Daihatsu Ayla Type M AT.
Berikut total hadiah LFA dan APA 2017:
Juara I: 4 Astra Daihatsu Ayla Type M AT
Juara II: 4 All New CBR 150R
Juara III: 4 Fujifilm XA10
Juara Harapan: 8 Samsung Gear 360 2017
Juara Favorit: 40 Xiaomi Redmi 4X
Kapan Pendaftaran ?
Mulai 23 Agustus 2017 sampai 31 Desember 2017. Informasi lebih detil, silakan mengunjungi www.satu-indonesia.com

Kamis, 24 Agustus 2017

Edukasi ‘Indonesia Merdeka Diare’ Persembahan Nutricia Sarihusada Untuk Bangsa

Nutricia Sarihusada #IndonesiaMerdekaDiare -dokpri
“Siapa anaknya tidak pernah terkena diare?”
Pertanyaan pembawa acara terlontar, ketika membuka acara press confrence Nutricia Sarihusada, dalam rangka kampanye edukasi ‘Indonesia Merdeka Diare.’
Sontak tidak ada satupun telapak tangan terangkat, karena buah hatinya pernah terkena diare. Saya ayah dengan dua anak, memiliki buah hati yang pernah terserang diare. Bahkan untuk anak pertama sempat panik, gara gara diare membuat badan si anak lemas. Semua asupan yang masuk lambung, setelah melewati tenggorokan beberapa saat  berselang langsung dimuntahkan.
Karena  masih sangat awam, sambil panik kami membawa anak ke dokter, kemudian diberi resep dan sembuh. Sejak peristiwa memilukan itu, si ayah dan ibu muda mendapat pencerahan perihal diare.
Mungkin anda sepakat dengan saya, diare adalah satu penyakit yang umum diderita oleh anak. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, menyatakan 1 dari 7 anak Indonesia pernah mengalami diare dengan frekwensi 2 – 6 kali setahun.
Tak dipungkiri beberapa orang tua menganggap, diare adalah masalah yang bisa diatasi sendiri.  Langkah awal cukup diberi minuman oralit buatan sendiri, yaitu campuran gula dan garam yang dilarutkan dalam air. Atau kalau mau jalan praktis, tinggal membeli larutan oralit di apotek.
Kalau diare masih berkelanjutan, sebaiknya anak segera mendapat penanganan khusus. Membiarkan diare berlama lama, akan mempengaruhi tumbuh kembang anak terutama pada berat badan.
Melihat fenomena yang terjadi, bertepatan dengan bulan Agustus Nutricia Sarihusada menggelar kampanye ‘Indonesia Merdeka Diare’.
Sudah familiar Nutricia Sarihusada kan.
PT. Nutricia Indonesia Sejahtera (Nutricia) dan PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada), kemudian disebut Nutricia Sarihusada, berkomitmen untuk memastikan tingkat kehidupan yang lebih baik untuk generasi sekarang dan masa mendatang.
Bekerjasama dengan ibu, dokter serta praktisi kesehatan, memberikan edukasi, dukungan konselling program pengembangan anak yang berfocus pada stimulasi kesehatan fisik dan pengembangan karakter untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus di Indonesia.
dokumentasi - Nutricia Sarihusada
-0o0-
Acara  press confrence digelar di Kembang Gula Restauran tepatnya di kawasan Jakarta pusat, jurnalist dan blogger diundang menjadi saksi.
Suasana restoran disulap serba merah dan putih, menggambarkan semangat hidup sehat dan merdeka dari Diare. Mulai dari meja regristasi, meja kursi, semua ornamen di sudut ruangan sampai panggung utama terasa meriah.
Ibu Nablila Chairunissa, selaku Brand Manager Digestive Care dalam sambutannya menyampaikan,”Nutricia Sarihusada melalui kampanye ‘Indonesia Merdeka Diare’ adalah langkah nyata komitmen perusahaan terhadap nutrisi untuk bangsa agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju. Kami berharao melalui kampanye edukasi ini akan membuat banyak ibu yang semakin mengerti penangangan tepat diare pada anak.”
Apa sih penyebab umum diare?
Adalah infeksi usus disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit. Sementara untuk penyebab diare terbanyak adalah Rotavirus sekaligus intoleransi laktosa, dialami oleh 30% anak Indonesia. Pada diare Roctavirus, terjadi kerusakan pada jonjot usus, hal ini menyebabkan produksi beberapa enzim jonjot yang berfungsi untuk  pencernaan nutrisi akan berkurang.
Enzim yang dimaksud adalah enzim laktase, emzim yang berguna untuk mencerna gula alami atau laktosa terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna, akhirnya tidak terserap dan menyebabkan diare semakin berat, kembung dan tinja berbau asam.
Nah, kondisi inilah yang disebut intoleransi laktosa.
Hadir DR. Dr. Ariani Dewi Widodo Sp. A(K), sebagai narasumber dalam presentasinya menyampaikan, “ Apabila anak tidak mau makan dan minum, orang tua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yang mudah dicerna oleh anak. ASI dan cairan dehidrasi oral adalah yang paling utama selain tambahan zinc. Asupan nutrisi yang baik dapat mempercepat pemulihan fungsi usus normal, termasuk kemampuan untuk mencerna dan menyerap makanan yang masuk, serta memberikan energi untuk mempercepat proses pemulihan.”
Beberapa tips untuk ibu dalam mengatasi diare pada anak
  • Tetaplah memberikan ASI, bagaimanapun ASI adalah asupan terbaik
  • Berilah larutan oralit untuk mencegah dehridasi
  • Kalau diafe belum mereda segera konsultasi ke tenaga medis
  • Jangan lupa menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
  • Berilah nutrisi bebas laktosa dengan rekomandi dokter
Ibu memegang peranan penting untuk kesehatan buah hati, maka sudah semestinya ibu paham pedoman mengatasi diare. Pengetahuan ibu yang memadai, memungkinkan ibu dapat memberi penanganan saat anak mengalami diare. Kampanye ‘Indonesia Merdeka Diare’ dari Nutricia Sarihusada, bisa menjadi sarana membuka pengetahuan tentang diara

Selasa, 22 Agustus 2017

Menikmati Malam di Pinggir Pantai Tanjung Layar Bersama Pak Andre Vincent Wenas



Foto by  Nugraha Amijaya

Saya punya kegemaran berguru, pada siapa saja tanpa pandang bulu. Karena setiap orang memiliki keunikan, bisa menjadi tambang ilmu kalau kita mau menggalinya.
Pada program ‘Blogger on Vacation’ Semen Merah Putih, hari ketiga blogger melewatkan jelang malam di pinggir pantai Tanjung Layar di Bayah Banten. Suasana pantai dengan ombak tenang, semakin seru dengan obrolan bersama Pak Andre Vincent Wenas, selaku Direktur Human Capital PT Cemindo Gemilang.
Obrolan berlangsung santai, sambil menikmati menu sea food di saung beralas tikar. Suara angin darat tidak terlalu besar, kerlip bintang membuat malam semakin sempurna.
Pak Andre telah menapaki karir cukup panjang, dimulai tahun 1989 sambil menyelesaikan skripsi di Universitas Padjajaran Bandung. Kala itu Andre muda, bekerja sebagai copy writer di advertising Agency bernama Hakuhodo.
Saya dulu pernah ke Pantai di Bayah, mencari lokasi untuk shooting iklan. Saat itu akses ke pantai masih susah, infrastrukturnya jauh berbeda dengan sekarang” kenang Pak Andre.
Sejenak saya membayangkan,  hari pertama perjalanan dari Rangkasbitung menuju Bayah. Jalanan beton membelah hutan, mengantar rombongan blogger menuju Pabrik Semen Merah Putih (SMP). Pada hari kedua saat menuju Pantai Sawarna, seorang tukang ojek berujar jalanan semen yang kami lewati adalah kontribusi SMP.
Setelah berkiprah di advertising agency, Pak Andre hijrah ke Astra International selama 7 tahun. Peraih gelar MBA, Bussines Administration dari Monash University ,  juga pernah berkarya di Group Salim kemudian di Garuda Food sampai tahun 2015.
Pak Andre pernah menjadi penulis tetap, di kolom global marketing majalah bulanan Marketing. Selama dua tahun menyapa pembaca tabloid Kontan, menggawangi kolom konsultasi usaha. Pada 5 Oktober 2015 ditarik Semen Merah Putih, sehingga bisa bersua dengan blogger malam ini.  
Ilmu management intinya sama, mau mobil, minuman, karet, makanan dan sebagainya hanyalah komoditi, prosesnya adalah bagaimana produk bisa dijual. Bisnis itu sederhana, bagaimana bisa mendapat revenue finance dan bagaimana harus menang di komponen market.” “Ujar Pak Andre Vincent Wenas.
Saya jadi ingat kelas ekonomi makro, ketika masih di bangku kuliah puluhan tahun silam. Agar sebuah product menang di komersial market, maka proses bisnis sebuah organisasi harus bagus. Mulai dari perencanaan, ekseskusi, proses review, proses check ricek baik di ruang rapat atau lapangan kemudian action.
Sebagai Direksi Human capital SMP, Pak Andre bertugas memastikan orang  yang punya kompetensi ada di SMP.  Setiap personal memiliki motivasi, sehingga bisa menjalankan bisnis proses dengan baik supaya bisa memberi service pada pasar.  Kalau konsumen puas, otomatis akan memberi revenue yang baik,” tegas Pak Andre.
Bapak Andre Vincent Wenas -dokpri
-0o0-
Industri semen sudah ada mulai tahun 1900-an, saat itu Belanda memproduksi Semen Padang. Kemudian terus berkembang seiring perkembangan jaman, saat ini menduduki 4 besar adalah Semen Indonesia Group, Indocement, Holcim dan Semen Merah Putih.
Produksi semen di Indonesia sebesar 100 juta ton/ tahun, dengan angka penerimaan pasar 65 -70 juta ton – artinya ada kelebihan kapasitas.
Anomali, investor asing tetap mau investasi, karena per kapita konsumsi sangat rendah dibawah 200 kilometer per kapita per tahun.  Konsumsi per kapita, menggambarkan potensi pembangunan fisik masih sangat besar terutama infrasturuktur. Seperti jalan, bangunan, bendungan, pelabuhan” penjelasan ini benar-benar merefleksikan keluasan pengetahuan beliau. 
Setiap yang disampaikan Pak Andre, seketika mencerahkan ruang gelap di benak saya. Banyak pengetahuan baru saya raup, mengantar saya pada teori yang baru kali pertama didengar.
Keberadaan Jalan seperti teori belalai, kalau ada jalan apapun bisa dialirkan. Dengan adanya jalan, otomatis akan menyusul ada market dan akan terjadi transaksi ekonomi. Dengan membuka jalan, maka terjadi efek traffic ekonomi di kanan kirinya. Ada yang bikin hotel, sekolah, rumah sakit, ada perumahan, perkampungan, semua pembangunan membutuhkan semen
Sejarah industri semen sendiri dimulai sangat lokal, karena masalah utama semen adalah persoalan logistik, sehingga dibangun pabrik yang dekat dengan market.
Seperti Semen Padang memenuhi market Sumbar dan sekitarnya, pasar jawa Timur dikuasai Semen Gresik dan Semen Tonasa untuk pasar di Makassar. Semen Merah Putih mendekat dengan market Banten,  mulai mengatasi persoalan logistik.
SMP mempunyai pelabuhan laut dalam, sangat memungkinkan kapal besar bisa bersandar. Dengan menyediakan kapal besar sendiri, otomatis bisa membawa semen dalam jumlah besar.
Masalah marketing sebenarnya bukan market tapi logistik, tantangan pengiriman adalah kapasitas angkut yang terbatas dan jadwal kapal yang tidak cocok. Dengan memiliki kapal sendiri, kita tidak tergantung jadwal kapal sehingga bisa melakukan pengiriman lebih banyak. Semen Merah Putih mencari pasar yang belum dilirik brand lain,  sehingga dari sisi logistik bisa menang lebih dulu.” ujar peraih MM, Management Science Institut Pengembangan Managemen Indonesia. 
Obrolan Santai Pak Vincent bersama Blogger -dokpri

Ketimpangan antara daerah di negeri ini, bisa diterobos melalui pembangunan infrastrukur, selain akan menaikkan perekonomian juga  memeratakan keadilan sosial.
Pak Andre  terlihat bersemangat, ketika mengisahkan rencana Pemda Lebak melakukan reaktifasi jalur kereta. Rel kereta jalur Bayah, Saketi, Malimping, dibangun masa pendudukan Jepang dengan memperkerjakan romusha. Kalau jalur kereta sudah diaktifkan, niscaya akses perekonomian semakin terbuka dan membawa dampak pada sosial dan budaya masyarakat setempat.
Malam semakin meninggi, hembusan angin darat semakin kencang dan terasa dingin menyentuh pori pori. Butiran butiran ilmu yang saya reguk, bagai pelita yang berpendar menuntun dari kegelapan.

Daftar Blog Saya