Sabtu, 30 Juli 2016

Temu Blogger dalam Sehatkan Negriku

"Vaksin adalah investasi masa depan, masa depan bagi anak bangsa  Vaksin tidak artinya kalau tidak divaksinasi".
Prof. Dr. Dr. Sri Rejeki S Hadinegoro Sp. A(K)
Prof. Dr. Dr. Sri Rejeki S Hadinegoro Sp. A(K), beliau adalah Anggota Satgas Imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) -dokpri-
Sehat adalah hak setiap orang, sebagai kebutuhan paling mendasar. Dengan badan yang sehat, sangat memungkinkan bisa melakukan banyak hal. Lewat tubuh yang sehat pula, memungkinkan setiap orang bisa mengembangkan diri dan berprestasi.
Kondisi sehat harus diupayakan setiap orang, dengan membentuk pola hidup dan mindset. Ada lho yang minim pengetahuan, saudara kita tak bisa membedakan konsumsi sehat dan tidak sehat. Pernah seorang teman Team NS berkisah, penduduk di pinggir hutan Papua menukarkan sayuran dengan rokok/ tembakau. Hal ini tentu membuat miris, padahal sayuran pasti lebih bermanfaat untuk tubuh. (Kisahnya ada di SINI)
Upaya sehat bisa diterapkan para orang tua, pada buah hatinya sejak bayi. Bisa berupaya memberi asupan, atau juga dengan imunisasi.
Beberapa waktu yang lalu sempat gempar, marak kabar beredar tentang vaksin palsu. Para orang tua kalang kabut, mengkhawatirkan bagaimana keadaan kesehatan anak di masa depan. Selain prihatin terhadap anak-anak bangsa, pada sisi lain patut disyukuri adalah terbongkarnya kejahatan ini. kalau saja tidak diketahui publik sekarang, vaksin palsu ini akan lebih lama beredar dan banyak korban.
Prof. Dr. Dr. Sri Rejeki S Hadinegoro Sp. A(K), beliau adalah Anggota Satgas Imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Berkenan memberi pencerahan, pada acara Temu Blogger "Sehatkan Anak Indonesia dengan Imunisasi". Acara diselenggarakan oleh Kemenkes, pada Jumat 29-Juli- 2016 di Hotel Park Lane Jakarta Selatan
"Vaksin adalah ada bendanya, sementara Vaksinasi adalah tindakannya memberi/ menyuntikkan zat untuk imun" Prof Sri Rejeki Mengawali Presentasi.
Tujuan imunisasi adalah pencapaian target, yaitu meminimalisir penyakit berat yang menyebabkan kematian. Semua vaksin yang ada di dunia, sudah melalui proses sehingga tidak menyebabkan kematian/ cacat.
Vaksinasi adalah salah satu upaya kesehatan, upaya kesehatan mencakup preventif, kuratif dan rehabilitasi. Imuniasi adalah upaya pencegahan (preventif), namun sebelum imunisasi ada yang paling vital. Adalah penyediaan air bersih, itu menjadi sumber kesehatan utama. 
"Kalau sudah terpenuhi air bersih, baru upaya selanjutnya seperti ASI, asupan termasuk Imunisasi" Tegas Prof Sri Rejeki.
Pertumbuhan otak anak berlangsung sampai 5 tahun, maka pra lima tahun adalah masa keemasan pertumbuhan otak anak. Sudah semestinya balita diberi asupan yang bagus, termasuk di beri stimulus yang baik pula.
jenis Imunisasi yang diselenggarakan oleh negara -dokpri-

Ada banyak penyakit bisa dicegah dengan Imunisasi. Seperti Polio, Hepatitis, Campak, DPT, dsb. Tujuh jenis penyakit yang ada digambar, bisa dicegah dengan imunisasi menggunakan vaksin yang tidak bisa dipalsu.
Kenapa tidak bisa dipalsu? karena hanya dibuat oleh Bio Farma (terdapat kode rahasia).
Manfaat secara langsung dari Imunisasi, adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Sementara resikonya, adalah kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Untuk KIPI terus dipantau dan ditanggulangi, oleh KOMNAS dan KOMDA PP KIPI secara rutin dan berkala.

Nilai dari Value Imunisasi
Individu
  1. Mematuhi jadwal imunisasi
  2. Melengkapi imunasi primer dan ulangan
  3. Moonitor efek samping
  4. Edukasi


Sosial
  1. Cakupan imunisasi rutin harus tinggi
  2. Imunisasi ulangan
  3. Imunisasi Tambahan
  4. Informasi masyarakat


Sistem Kesehatan Masyarakat
  1. Program kesehatan terpadu
  2. Komitmen pemerintah.


Vaksinasi Menunjang Sistem Kesehatan Masyarakat
  1. Menurunkan angka kesakitan
  2. Menurunkan biaya pengobatan dan perawaratan di rumah sakit
  3. Mencegah kematian dan kecacatan
  4. Mencegah beban masyarakat seumur hidup

Dari sistem yang menunjang kesehatan masyarakat, tentu akan berdampak jangka panjang. Tiga puluh persen anak-anak masa kini, adalah generasi yang akan memegang kendali pemerintahan di masa mendatang.
Pada penghujung Persentasi, Prof. Sri Rejeki memaparkan kunci keberhasilan Imunisasi.
  1. Memperhatikan mengenai masalah penyakit
  2. Memperhatikan resiko dan manfaat guna meningkatkan kesejahteraan anak di kemudian hari
  3. Memberikan vaksin yang efektif dan aman
  4. Menanggulangi jika timbul efek samping
  5. Memberikan pelayanan yang baik dan mudah terjangkau
  6. Memberikan edukasi yang berkesinambungan dan merata
  7. Diperlukan partnership antara akademisi- pemerintah- swasta (nasional, internasional)


Temu Blogger "Sehatkan Anak Indonesia dengan Imunisasi"
Tanggung jawab setiap individu untuk kesehatan buah hati, Imunisasi adalah wujud pelayanan Negara untuk kesehatan generasi masa depan. (salam)

Jumat, 29 Juli 2016

Edukasi Gizi dimulai Dari Rumah

"Ibu boleh berkarir di luar rumah, namun tak boleh abai terhadap asupan anak-anaknya. Boleh saja di kantor punya jabatan tinggi, tapi di rumah tetap harus bersedia mengurus anak" Hal ini disampaikan Mentri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K) pada Dialog Nasional - Generasi Terselubung Menuai Generasi Hilang, Bagaimana Peran Perempuan Indonesia ?
Mentri Kesehatan Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, SpM (K) pada Dialog Nasional - Generasi Terselubung Menuai Generasi Hilang, Bagaimana Peran Perempuan Indonesia ? tanggal 27 Juli 2016 - dokumentasi pribadi
Acara yang berlangsung di Gedung Sujudi lantai dua, dihadiri lintas sektor, institusi Pendidikan, Pendidikan Tinggi Kesehatan, Pelaku Dunia Usaha, NGO, Komunitas dan masih banyak undangan lainnya termasuk Jurnalist dan Blogger.
Pada tahun 2025 - 2035 Indonesia akan mengalami bonus Demografi, pada masa itu usia produktif jumlahnya relatif besar.  Pada rentang tahun tersebut, diharapkan kelompok usia produktif bisa mengayomi generasi usia lanjut.
Anak-anak yang masih kecil di masa sekarang, akan menjadi motor pada tahun tahun tersebut. Maka orang tua saat ini harus mempersiapkan, agar anak-anak harapan bangsa bisa tumbuh dengan baik. Saat ini adalah opportunity sangat penting, untuk membentuk generasi yang berkualitas.
- Mendadak  Saya Membayang ! - Apa yang dikonsumsi anak saat ini, dampaknya akan terasa saat anak usia 20 - 30 tahun -
Sisi Intelektualitas, spiritualitas dan mentalitas memang penting, namun jangan lupa masalah asupan anak-anak harus juga diperhatikan. Tak dipungkiri bahwa badan sehat juga berpengaruh, pada daya pikir anak terhadap masukan- masukan positif.
"Saat ini Kemenkes koordinasi dengan Kementrian Agama, untuk anak usia siap menikah khususnya. Sebelum menikah memang penting dibekali nasehat tentang agama, tetapi juga harus dibekali pengetahuan tentang apa yang disebut keluarga, apa yang disebut dengan reproduksi. Sehingga mereka paham dan bertanggung jawab, tidak hanya hamil dan melahirkan saja. Tetapi bagaimana bisa melahirkan genarasi yang berkualitas, sanggup menghadapi tantangan ke depan. Selain itu juga sehat, tercukupi asupan protein vitamin dan asupan lain yang dibutuhkan tubuh" sambung Ibu Menkes.
Asupan untuk anak-anak dimulai sejak balita, dengan pemberian ASI Ekslusif. Gerakan 1000 hari kehidupan perlu mendapat perhatian, yaitu sejak  hari lahir sampai dua tahun. Anak-anak yang mendapat ASI genap 2 tahun dan pemberian makanan tambahan, berpeluang mendapatkan daya tahan tubuh yang bagus. Apalagi ASI sangat terbukti manfaatnya, zat di dalam ASI tidak akan terganti oleh apapun.
Setelah anak masuk masa sekolah, asupannya tidak hanya diperhatikan di dalam rumah. Tak kalah penting saat disekolah, anak harus mendapat asupan yang baik pula.
- Saya jadi ingat kasus Arya Permana -
Anak berusia 10 tahun, tapi sudah memiliki bobot tubuh seberat 190 kg. Kalau membaca berita, pola makan Arya sangat tidak bagus. Makan mie instan melebihi porsi, juga minuman kemasan yang terlalu banyak. Otomatis jumlah asupan terlalu banyak, tak diimbangi dengan kalori yang keluar (lebih sedikit)
Peran ibu sangat penting, musti rajin mencari informasi (baca mengedukasi). Tentang mana makanan sehat dan mana yang membahayakan, mengingat anak seusia Arya masih tahap pertumbuhan.

Peran Perempuan dalam hal ini  seorang Ibu bisa dijabarkan
  • Mempraktekkan pemberian gizi seimbang kepada anak dan keluarga
  • Meningkatkan pengetahuan keluarga/ masyarakat tentang praktek praktek pemberian makanan bergizi  dan Perilaku Hidup Bersih
  • Berperan aktif dalam menghilangkan budaya/ praktek pemberian makanan tidak benar.
  • Berperan aktif dalam memberikan pendampingan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu baduta dan balita.
Mentri Kesehatan RI Menghampira anak-anak dari YPAC - dokumentasi pribadi
Ada yang unik saya dapati dalam goody bag, sebuah lunch box menjadi oleh-oleh peserta Dialog Nasional ini. Ternyata pihak penyelenggara acara memiliki tujuan mulia, agar lunch box ini bisa dijadikan tempat bekal anak ke sekolah.
Anak- anak pergi ke sekolah, musti dibiasakan membawa makanan olahan ibunya sendiri. olahan ibu di rumah, tentu terjamin kebersihan dan kandungan gizinya.
Kalau anak memaksa jajan di sekolah, sebaiknya ibu jeli melihat jajanan tersebut.
Nah , ada beberapa indikasi jajanan tidak sehat :
  • Kotor tidak tertutup; akibatnya sakit perut, Demam, Diare, Muntaber Typus Kolera, Desentri dll
  • Warna Indah Menyolok : Akibatnya kerusakan hati, Paru, Otak, Usus, Lambung, Ginjal dll
  • Kenyal Awet Menyolok ; Akibatnya kerusakan hati, Paru, Otak, Usus, Lambung, arah, Ginjal dll
  • Terlalu Gurih atau Manis : Akibatnya Kanker Otak.
Sebaiknya orang tua, memilih jajanan yang mengandung hal-hal di bawah ini.
- Protein : sebagai sumber kecerdasan, kekebalan dan pertumbuhan
- Lemak :  Sebagai sumber Kecerdasan dan kekebalan
- Karbohidrat : Sumber Energi, Kekuatan, Tenaga
- Vitamin Mineral : sumber Kesehatan, Kebugaran, Kekebalan.

Seorang ibu tidak bisa melakukan sendiri, harus didukung oleh peran ayah mengatasi masalah ini. Selain edukasi yang diberikan pada ibu, sebaiknya juga diberikan pada remaja putri. Kelak gadis yang beranjak dewasa inilah, akan menjadi ibu yang melahirkan generasi penerus bangsa.

Yuk kita mulai aware pada makan sehat, dimulai dari diri dan rumah sendiri (salam)

Rabu, 27 Juli 2016

Transaksi Praktis Bersama BerryPay

Dua kakak saya tinggal dan hidup di kampung halaman, karena masih di desa hanya ada dua bank beroperasi. Ada juga bank swasta, tapi untuk mendatangi harus ke kota Kabupaten. Semua pembayaran masih dilakukan manual, jadi harus datang ke counter secara langsung.
Betapa repotnya, kalau butuh beli pulsa atau bayar tagihan listrik misalnya. Musti ambil uang di ATM dulu, kemudian baru pergi ke loket pembayaran. Kalau jarak antara ATM ke loket jauh, berarti harus  keluar ongkos transportasi lagi. (Hadeuh Ribet plus mahal)

Aplikasi BerryPay -dokumentasi pribadi
Nah, Blogger Crony Gathering bersama BerryPay memberi informasi keren nih.
Bersama Azrin Hadi Abdullah dan Tofan Saban, mengetengahkan tema BerryPay Mudah itu Nyata.
"Berry Pay adalah teknologi untuk mempemudah transaksi, seperti jasa transfer, pembayaran tagihan, kedepan bisa untuk pembayaran zakat dan umroh" Jelas Pak Azrin Hadi Abdullah selaku Managing Direct, Group CEO BerryPay.
Sebagai negara dengan penduduk besar, Indonesia memiliki potensi cerah bagi berkembangnya jasa keuangan. Pada 2015 Indonesia sebagai negara yang paling tinggi kurs, di bidang teknologi khususnya jasa keuangan. Dengan financial teknologi disingkat fintech, masyarakat sangat dimudahkan untuk urusan keuangan.
"Tak hanya di kota besar, bahkan di Kampung English Pare Kediri masyarakat sudah aware menggunakan teknologi jasa keuangan" Ujar Pak Azrin.
BerryPay bisa didownload via google Play, setelah install anda mendaftar seperti biasa. Masukkan alamat email, kemudian buat paswood personal. Dengan PIN seperti layaknya ATM, tak bisa sembarang orang menyerobot account anda. Pengguna jasa BerryPay, akan memiliki virtual account yang bisa di top up. Jadi seperti dompet electric, jadi anda memiliki saldo berupa emoney.
Dengan teknologi keuangan, membuat transaksi lebih mudah dan praktis. Bahkan sangat membantu, utamanya masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Daerah yang minim ATM atau bank, pun kalau di kota besar malas keluar karena macet.
Seperti kasus dua kakak saya di kampung, semua transaksi masih serba manual. Dengan BerryPay bisa kapan saja transfer, alias tidak dibatasi waktu.  Tak perlu lagi menunggu jam buka Bank, hanya untuk mengirim saldo ke pemilik virtual rekening di BerryPay.
Transfer antar Bank biasanya dikenai biaya 7000, kalau via BerryPay berani memberi biaya lebih murah.
Acara BerryPay Blogger Crony Gathering berlangsung gayeng -dokpri-
Acara BerryPay Blogger Crony Gathering semakin lengkap, dengan hadirnya Tofan Saban, selaku Chief Finacial Officer PT Qlue Performa Indonesia.
Perkembangan financial technologi  (Fintech) di Indonesia tengah terjadi, ditandai dengan lahirnya start-up. Mulai dari transportasi online, belanja dengan sistem online, atau perbankan online, semua didukung oleh sistem financial teknologi.
Fintech diciptakan manusia modern, karena bentuk uang ternyata bisa disulap wujudnya dalam bentuk emoney. Fintech ada yang focus di bill/ tagihan, KTA , bahkan ada financial Planing menggunakan fintech bergerak dalam budgeting.
Dengan fasilitas fintech, tak perlu lagi staff divisi keuangan menggunakan program excel yang sudah mulai ketinggalan jaman. Bisa jadi era fintech dewasa ini, membuat dompet makin tipis karena berisi kartu.
"Meski sudah menggunakan emoney, tetap saja pengelolaan keuangan harus diperhatikan. Jangan sampai terjadi "bocor alus, dalam penggunaan uang atau emoney" jelas Tofan
Apa sih Bocor Alus ?
Seperti ban motor atau mobil, gak kerasa bocornya tahu tahu angin dalam ban habis. Kadang ada lho ga kerasa saat belanja, ngerti-ngerti duit sudah abis saja.
- Pergi ke restaurant janjian untuk traktir teman, beli pulsa atau isi kuota internet, bayar yang kecil-kecil seperti parkir, tahu-tahu tabungan sudah menipis-.
"Perlu dibuat perencanaan keuangan" tegas Mas Tofan
Bagaimana caranya untuk pemula?
Sebelum membuat perencanaan keuangan, buatlah daftar pengeluaran bulanan. Misalnya pembayaran rutin seperti telepon. Listrik, air, iuran RT, kemudian isi BBM Kendaraan, parkir selama sebulan, sampai belanja printilan (yang kecil-kecil) sebaiknya ditulis.
Dari pengeluaran bulanan tersebut, dijadikan acuan membuat perencanaan keuangan bulanan. Mana pos yang tak perlu atau tidak wajib, bisa diabaikan dulu saat perlu penghematan. Misalnya dari catatan bulanan, ternyata ke kedai kopi starbuck lima kali sebulan bisa dikurangi menjadi tiga kali. Misalnya lagi rekreasi ke luar kota sebulan dua kali, sementara bisa sekali sebulan dulu (begitu seterusnya)
Kalau kesulitan mencatat pengeluaran, bisa juga memanfaatkan fintech. Kita bisa melihat pengeluaran, dengan membuka history penggunaan uang. Dengan melihat history, akan ketahuan habit setiap orang dalam membelanjakan uangnya.
Penggunaan Kartu debit dan kartu kredit untuk belanja,  cukup riskan bagi orang yang kurang pintar mengatur uang.  Terlebih kartu kredit, sangat susah untuk mengontrol pengeluaran.
Dengan pemanfaatan fintech, kita bisa mengisi uang seperlunya sesuai kebutuhan bulanan. Fintech membuat penggunanya seolah-olah punya virtual pos, layaknya post pengeluaran bulanan. Untuk mencegah bocor alus, kita harus membatasi budget di virtual account. Ada mekanisme kontrol di fintech, kalau budget sebulan habis pada minggu ketiga maka pengeluaran bisa distop menunggu sampai habis bulan.
Amplop virtual memungkinkan, membuat post belanja, pembayaran tagihan, hiburan dan virtual post lainnya. Bisa diatur waktunya, misalnya mingguan biar mudah mengontrol. Pada minggu berikutnya tinggal top up, dengan mengacu pola belanja minggu sebelumnya.
BerryPay sendiri berani menjamin keamanan, karena sudah melewati standart safety tinggi. Keamanan data juga diperhitungakan, sehingga tidak mungkin dibobol oleh Hacker. Selama PIN tidak diberitahukan ke orang lain, upaya untuk keamanan bisa dijaga.
Yang perlu digaris bawahi, BerryPay buka bank account ya. Tapi sebuah aplikasi, untuk mempermudah transaksi keuangan. Sehingga BerryPay tidak membatasi nilai transfer antar virtual account, bisa melebihi limit transfer di perbankan pada umumnya.
 
Sesi Foto bersama - dokumentasi group WA
Tanpa terasa, acara BerryPay BloggerCrony Gathering sampai diujung. Sore ini saya mendapati gambaran, tentang apa itu BerryPay dan hubungannya dengan financial technologi.
"Akan ada sesi berikutnya, untuk mengenal lebih mendalam dengan praktek langsung" ujar Mbak Wardah Fajri selaku founder BloggerCrony.
"Kami dari BerryPay akan mengajak Blogger lagi untuk update layanan BerryPay, pertemuan kali ini adalah preview dulu" tambah pak Azrin
Wah saya semakin penasaran, semoga bisa bergabung pada pertemuan berikutnya. Acara benar-benar akan berakhir, seperti biasa ditutup dengan Foto bersama.

Sampai ketemu di acara BerryPay berikutnya ! (salam) 

Naiknya Pamor Kopi Lokal di Terminal 3 Soetta

Ruang Tungu Terminal # Bandara Soetta - dokumentasi pribadi
"Sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Soekaro Hatta Jakarta - Slamat datang di tanah air tercinta" suara pramugari terdengar menguasai ruangan pesawat
Tiba saatnya burung besi landing, setelah menempuh penerbangan dari Kuala Lumpur Malaysia. Seperti biasa, saya jarang melewatkan detik-detik roda menyentuh daratan. Ada perasaan lega, sampai di tempat tujuan dengan lancar dan selamat.
Alhamdulillah, begitu kata yang kerap daya gumamkan. Sebagai tanda syukur, atas perlindungan dan rahmat Pemilik Keselamatan.  Namun pendaratan kali ini terasa beda, ada yang tiba-tiba menyergap perasaan. Entahlah, mengapa saya mendadak Mellow.
Saat mendengar kalimat, "Selamat datang di tanah air tercinta" dari suara pramugari. Rasa haru itu tiba- tiba membuncah, ibarat memendam kerinduan yang mendalam. Kembali ke tanah di mana darah ini tumpah, seperti menemukan benang merah jiwa penghubung sanubari.
Saya pergi tak sampai seminggu, begitu kangen dan harunya. Bagaimana dengan saudara sebangsa, yang bertugas dan tinggal di luar negeri bertahun-tahun. Tak terbayangkan sekaligus kagum, mereka tangguh memendam kangen.
Apalagi kalau landing di Terminal 3 Bandara Soetta yang baru, bisa jadi usai turun pesawat langsung merasa langsung tiba di kampung sendiri. Karena sentuhan ornamen yang dikedepankan, adalah style yang mencerminkan kekayaan indonesia yang luar biasa.
Kok Bisa? Bisa dong, Baca sampai tuntas ya !  
-o0o-
Meski Bandara Soekarno Hatta (Soetta) bukan tempat asing, namun menapaki Terminal 3 Soetta yang baru adalah kali pertama. Saya begitu terkesan dengan kemegahannya, kagum dengan konsep dan design yang ditonjolkan.
Pada pertengahan bulan Juli, Blogger's mendapat kesempatan keren Visit Terminal 3 Soetta. Dengan mengendarai satu Bus Pariwisata, kami berangkat dari SCTV Tower di daerah Senayan. Karena masih suasana pasca lebaran, lalu lintas Jakarta lumayan lengang.
Begitu sampai Terminal 3 Bandara Soetta, Mas Haerul Anwar menyambut kedatangan Blogger's di public area. Saya benar-benar tak sabar, segera berkeliling melihat fasilitas dari bangunan megah ini.
Haerul Anwar (Baju biru muda) memberi penjelasan saat visit T3 CGK- dokpri
"Terminal 3 Cengkareng dilengkapi CCTV, yang sanggup mengcapture setiap orang yang masuk. Bahkan CCTV ini pula bisa mengenali wajah DPO, termasuk menemukenali barang tak bertuan dan mendeteksi Bom. Terdapat 6 Island (istilah dari check in counter), satu Island terdapat 24 check in counter dan 2 automatic check ini" Jelas Mas Haerul mengawali pertemuan sore ini.  
Pada area Check counter diterapkan fasilitas Bagage Handling system level 5,  level ini zero mistake dari bagasi barang akan terdeliver langsung pada pesawat yang dituju.
Tak luput dari perhatian saya, adalah sentuhan ornamen lokal sebagai representasi Indonesia. sebut saja ukiran Toraja, motif batik Kawung, atau ukiran khas Papua sangat kental selain ornamen lainnya juga tampak di pasang.
Jangan Salah lho, ternyata tak hanya di check in area saja. Bahkan sentuhan ke-indonesiaan,  dimulai dari pintu masuk Bandara Soetta.
"Kalau anda aware, dari Jakarta masuk bandara disambut Janur. Nah Janur adalah perlambang sambutan, atau bisa diartikan ucapan selamat datang. Pada pertengahan bulan agustus, seniman Nyoman Nuarta mulai membangun dua patung garuda besar.  Rencana  akan menjadi ikon baru Bandar Soetta, sementara patung Soekarno-Hatta yang ada digeser ke bundaran (sebelum masuk terminal). Kemudian masuk ke Terminal tiga, nanti pengunjung akan disambut replika pesawat RI pertama yaitu Seulawah" Papar Mas Haerul sambil berjalan meninggalkan check in area.
Saya manggut-manggut sembari membayangkan, sentuhan keindonesiaan di sepanjang jalan masuk akan diteruskan di dalam Terminal 3 Bandara Soetta ini.
Dengan menaiki escalator, blogger's sampai di ruang tunggu. Pada lokasi inilah, saya mendapati perbedaan dengan Terminal 1 dan terminal 2. Ada spot khusus playgorund, untuk anak-anak agar tidak bosan sembari menuggu jadwal masuk pesawat. Langkah kami berlanjut ke bagage claim, berakhir di public area kedatangan.
Talkshow Bersama Angkasa Pura 2
Usai visit bersama mas Haerul, Blogger's menuju tempat diselenggarakan Talkshow bersama Direktur Utama dan Komisaris Angkasa Pura 2
"Bandara megah ini tempat  mewujudkan mimpi, bahwa bangsa kita Indonesia bisa sejajar bahkan bisa melebihi bangsa lain, Blogger dijadikan sahabat AP2, agar bangunan megah dan baru ini diketahui masyarakat. Terbukti hastag #T3CGK sempat menjadi treding topik nomor 1 dunia, sementara Hastag #BanggaIndonesia menjadi Treding topik Indonesia" Jelas Budi Karya Selaku Dirut Angkasa Pura 2  pada sambutannya.
Pada saat Pak Dirut menyebutkan Treding Topik nomor 1 dunia dan Indonesia, sontak kami semua tepuk tangan penuh suka cita.
Bapak Budi Karya Sumadi, Dirut Angkasa Pura 2 - dokpri
Terminal 3 Soetta  memiliki luas 422.000 meter persegi, dengan panjang 2,4 KM dari ujung ke ujung. Yang membuat perbedaan dengan 2 terminal di Bandara Soetta, untuk menuju pesawat disediakan garbarata total ada delapan.
Pada Terminal 3 diterapkan ;
Konsep Culture ; bahwa suatu tempat atau bangunan harus punya ikon. Ikon harus dibuat competitif advantage, dalam hal ini adalah kearifan lokal.
Indonesia punya banyak seniman, bahkan namanya sudah mendunia. Culture merupakan hal yang ditekankan, bisa berupa lukisan, nyanyian, seni pertunjukkan, batik, tenun, dsb (silakan teruskan sendiri)
- Saat visit blogger's, saya sempat melihat lukisan karya Eko Nugroho, Angki Purbandono, Jay Subiakto dan seniman lainnya. Karya seniman ternama, berpadu dengan arsitektur modern tapi tetap memancarkan keindonesiaan-.
Konsep Nature ; arsitektur yang berorientasi modern, yaitu ruangan yang banyak menggunakan cahaya alami.
- dari public area keberangkatan Terminal 3 Soetta, kemudian masuk ke check in sampai ke ruang tunggu kemudian public area kedatangan. Saya melihat sendiri, dominasi kaca dipilih sebagai dindingnya sehingga minim cahaya listrik-
People  ; filosofi untuk mengangkat culture dan nature sebagai kekuatan yang luar biasa.
Menuju Ruang tunggu T3CGK - dokpri

Bagage Claim T3 CGK - dokumentasi pribadi

Check in area T3 CGK -dokpri
Commercial restaurant, food court, bakery, fastfood tentu disediakan ruangnya. Sekaligus disertakan pula General Retail, Book, Convinience Item. Sementara untuk Duty Free, dibagi dua lisensi berdasarkan sub kategori Duty Free.
O'ya, terminal 3 akan didedikasikan untuk penerbangan Garuda dan international. Saat blogger's visit sempat ada pertanyaan, mengapa hanya Garuda bukan maskapai lain.
"Karena saat ini sedang diperkuat sinergi antar BUMN" Jawab mas Haerul
Pada bulan Agustus 2016, akan dioperasikan Garuda untuk rute domestik. Setelah KRL bandara jadi selain dioperasikan Garuda, menyusul seluruh penerbangan international.
Bersama PT. Kereta Api Indonesia (KAI), dibangun kereta dari Manggarai sampai Bandara. Kemudian antar terminal di bandara menggunakan people mover, artinya tidak perlu menggunakan bus manual meminimalisir kurang terkoordinasi dan kurang efisien dalam hal waktu.
"Equipment sangat canggih memberi diferensiasi, sama baiknya dengan fasilitas yang dimiliki negara tetangga" pungkas Pak Budi Karya.
Saatnya Pamor Kedai Kopi Lokal Terdongkrak
"Pembangunan Terminal 3 Soetta menelan dana investasi sebesar 7 Triliun, sebelumnya uang hasil operasi bandara tidak diinvestasikan. Sehingga saat penumpang meningkat tidak mampu menampung,  butuh orang yang memahami aspek ekonomi" Pak Renald Kasali, selaku Komisaris AP2 turut hadir memberi presentasi.
Rhenald Kasali selaku Komisaris Angkasa Pura 2 sedang presentasi -dokpri
Di terminal 3 Soetta selain aspek modern dikedepankan, tak ketinggalan disandingkan dengan kearifan lokal. Seperti kopi yang menjadi khas Nusantara, Indonesia memiliki kedai kopi berciri khas mulai dari Aceh, Medan, Pekanbaru, Pontianak dan masih banyak lagi. Semua memiliki keistimewaan sendiri-sendiri, bagi anda penikmat kopi pasti bisa merasakan cita rasa berbeda.
Sementara tak dipungkiri, Starbuck adalah tempat ngopi representasi dunia sekaligus simbol modern dan gengsi. Berada di Terminal 3 Bandara Soetta, anda akan menyaksikan kedai lokal disandingkan dengan kedai kelas dunia.
Saya sangat  optimis, upaya brilian ini mampu mengangkat derajad kopi lokal. Kopi lokal yang memiliki taste spesial, bersebelahan dengan dengan brand international yang memiliki gengsi.
Bayangkan !
Sangat mungkin, gengsi kopi lokal akan terdongkrak dengan sendirinya.
Kondisi ini kita harap, akan menguntungkan petani kopi Indonesia. Terutama dari sisi pendapatan, sekaligus branding product kopi lkal tersebut.
Sesi Foto Bersama Blogger's - dokumentasi foto dari group wa

Bukan hal yang mustahil, setelah kopi naik pamor menyusul makanan tradisional lainnya. Rengginang, Getas, Krupuk Palembang, Nasi Megono Cirebon, Nasi Suwir Bali, Ketan Uli, Gethuk dan masih banyak lagi nama makanan lain bisa mejeng di Bandara megah ini (Pasti Keren)
"Bandara adalah gerbang tamu asing, maka kewajiban kita untuk menampilkan sumber kekayaan indonesia yang tidak ternilai harganya" Tambah Pak Rhenald.
Acara Visit Terminal 3 Soetta sampai diujung, teman blogger's dan jurnalis yang beruntung membawa pulang doorprize.
Saya pribadi bangga punya Bandara megah dan keren ini, semoga harapan Pak Dirut terwujud.
"Bandara megah ini tempat  mewujudkan mimpi, bahwa bangsa kita Indonesia bisa sejajar bahkan bisa melebihi bangsa lain,"(amin). 

Selasa, 26 Juli 2016

Memenuhi Asupan Nutrisi Saat Puasa di Kampung Halaman

Tiga hari sebelum sholat idul fitri, saya sekeluarga sudah ada di kampung. Merasakan tradisi pulang kampung, sembari bernostalgia dengan dunia kecil. Meskipun berada di daerah pelosok, hasrat mengonsumsi buah tak boleh surut. Karena aktivitas puasa, musti diimbangi asupan nutrisi yang mencukupi.
Meski di kampung, saya juga konsumsi buah Sunpride lho (diselang-seling). Karena saya yakin siapapun sepakat, Buah Pasti Sunpride selalu identik dengan jaminan mutu dan kualitas.
Yuk ikuti keseruan saya, mengonsumsi buah selama di kampung halaman.
-Baca Sampai Tuntas, YA!!-
Suasana Pasar kecil di kampung halaman saya - dokpri
"Saya biasa kulakan Pisang ke Ngawi, langsung datang ke pemilik pohon" Mas Pardi menjawab pertanyaan saya.
Lelaki tigapuluh tahun penjual pisang, menggelar dagangan di lantai semen pasar desa. Menjelang hari lebaran, banyak pembeli mencari buah pisang. Biasanya sebagai buah hantaran atau persembahan, untuk orang tua atau orang yang dituakan. Pisang seolah menjadi buah wajib, ketika mengadakan syukuran atau selametan.
Jenis Pisang ambon, dibeli untuk langsung konsumsi. Semetara pisang jenis lain, ada yang diolah dulu menjadi kolak, pisang goreng, pisang molen atau olahan lainnya.
Siang itu saya membeli satu sisir pisang berkulit hijau, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saat berbuka.  Makan buah pisang menjelang imsyak juga sangat bagus, kandungan air dalam buah ini berguna untuk menahan rasa haus.
Do you know ?
Pisang mengandung vitamin B dan mineral, juga mengandung dopamin dan serotonin membuat mood menjadi bagus. Pisang dengan kulit sudah ada bintik cokelat (sugar spot), ternyata berkhasiat tinggi untuk menangkal sel kanker. Karena pisang dengan sugar spot, menghasilkan Zat TNF (Tumor Nacrosis Factor) berfungsi menambah sel darah putih dan mengganti sel-sel rusak.
O'ya, kini buah pisang "naik kelas" !
Anda pasti tak asing dengan brand Sunpride, orang selalu mengidentikkan dengan Pisang Cavendish premium. Pelekatan image ini sangat dimaklumi, mengingat 90% produk Sunpride adalah buah pisang. Penampilan Pisang Cavendis sangat cantik, kulitnya kuning kehijauan bersih dan dagingnya sempurna.
Pisang Cavendish Sunpride - dokpri
Pada lahan seluas 2.200 hektare di daerah Lampung, Pisang Cavendish dibudidayakan sangat serius dan teliti.  Prosesnya sangat diperhitungkan, dimulai dari pembibitan sampai panen. Saat panen melalui sortir yang ketat, sehingga Pisang Cavendis dalam keadaan segar sampai tangan konsumen.
Ssst, tau gak? Saat panen, pisang ini digendong seperti layaknya bayi baru lahir.
Wah jangan-jangan dikasih jampi-jampi ya (hehe), biar penasaran tulisan tentang Pisang Cavendish saya ulas di artikel ini (wajib mampir, Please! J ).
Pepaya
Buah  berkulit hijau dengan gradasi warna merah kuning, dagingnya berwarna senada yaitu merah kekuningan. Saya konsumsi di kampung saat berbuka puasa, tersebab rasanya yang manis dan segar. Buah ini pula menjadi andalan ibu saya, ketika dulu anak-anaknya susah buang air besar.
"Buuuk, aku gak iso Pup" teriak saya saat masih kelas tiga SD
"Makane kalau disuruh makan kates (pepaya) jangan susah" balas ibu setengah marah

Kebun disamping rumah orang tua, kala itu dua pohon pepaya tumbuh dengan suburnya. Kalau buah sudah menua, biasanya matang di pohon bergantian setiap hari.  Waktu masih berseragam merah putih, saya paling rajin memanjat memetik buah favorit ini.
Kandungan vitamin A bermanfaat untuk kesehatan mata, baik untuk jantung dan kesuburan. Seratnya memperlancar saat buang air besar, mempercantik kulit dan melarutkan sel kulit mati.
Pepaya adalah buah kegemaran saya (dokpri)
AHAAA, saya mendapat pencerahan baru!
Mengoleskan getah pepaya ke wajah, dapat membantu menghilangkan jerawat, mengurangi kerutan, serta mencerahkan kulit wajah agar tampak berkilau.
Lebaran kurang dua hari, untuk mengantisipasi stock buah saya punya strategi.
Membawa tiga jenis buah berlabel Sunpride dari Jakarta, karena yakin tidak akan ketemu di kampung halaman. Maklum di desa kecil dan terpelosok, belum (tepatnya TIDAK) ada supermarket atau toko buah. Penjual buah buka sesuai jadwal pasar, dari jam 06 sampai 11 siang. Kalau sedang hari pasaran ramai yaitu Pon dan Kliwon, tutup lebih lambat sampai jam 13.00.
Penjual buah biasanya langsung pemilik pohon, atau tangan kedua yaitu pedagang yang kulakan langsung ke petani buah. Seperti kisah saya membeli pisang di awal tulisan, dagangannya hanya buah pisang yang dijual. Setelah habis dagangan dihadapan, artinya tiba saat pulang ke rumah.
Nah ada tiga jenis buah Sunpride yang saya bawa
Baby Orange
Warna kuning pada kulit jeruk, sungguh menggoda selera menikmatinya. Tak mengherankan banyak yang suka, sampai ada minuman kemasan botol dengan rasa orange. Perihal cara mengonsumsi, saya lebih nyaman diperas kemudian diminum menggunakan gelas.
1 buah jeruk memenuhi asupan vitamin C sebesar 116.2%, berfungsi sebagai antioksidan, mengobati sariawan dan mencegah sakit flu. Karena air jeruk sudah manis, saya tidak perlu mencampur dengan gula. (apalagi saya sudah manis #Halah)
Aah, nikmatnya saat berbuka.
Sisa butiran jeruk yang masih utuh, mendadak "CRESS" pecah dan keluar air saat di tekan lidah dengan langit-langit di rongga mulut.
Guava Crystal
Jambu kluthuk atau Guava Crystal Sunpride, adalah buah yang saya bawa dari Jakarta juga. Aman dikonsumsi langsung sekalian kulitnya, yang perlu dicatat sudah mendapat sertifikasi "Bebas Residu Pestisida dan Tanpa Formalin".
Kebiasaan saya makan guava memang tanpa dikupas, ternyata memiliki dampak yang bagus. Makan Guava Crystal sekalian kulitnya, sebagai cara mendapatkan fiber atau serat  terbaik. Selain itu Jambu mengandung potasium dan kalium, berfungsi mencegah terjadinya kram otot, menambah energi, membantu mengatur keseimbangan cairan tubuh setelah berkeringat.
Saya pernah membaca artikel dari ahli nutrisi, Guava Crystal baik dikonsumsi saat berbuka dan sahur. Ketika saya praktekkan saat berbuka, hasilnya konsumsi nasi (karbohidrat) lebih sedikit. Karena rasa kenyang lebih dulu muncul, akibat makan guava crystal sebagai takjil (pembatal puasa),
Tapi ga masalah dong, biar bobot tubuh bertambah turun (hehehe)
Buah berlabel Sunpride tak ketinggalan di bawa -dokpri
Pacific Rose Apple
Tersisa satu jenis buah berlabel Sunpride, kulitnya berwarna merah cerah berbaur sedikit warna kuning pucat.
Yup, Pacific Rose Apple, masih dalam keadaan terbungkus foam net (bahan empuk warna putih) baru dikemas plastik aman dan bersih. Saat membawa buah apel ini, saya tidak kawatir bercampur dengan bawaan lain. Buah dimasukkan koper tak perlu diplastik lebih dulu, saya tak risau berhimpit dengan botol minuman dan bungkus biscuit.
O'ya, untuk plastik pembungkus bukan sembarang plastik !
"plastik yang dipakai sunpride adalah khusus plastik food" jelas Sri Astusti Handayani selaku Produk Management PT.Sewu Segar Nusantara dalam sebuah acara Talkshow.
Lagi-lagi saya tidak perlu mengupas kulit (seperti Guava Crystal), langsung mengonsumsi demi mendapat serat terbaik. Ketika dikunyah, dagingnya terasa renyah dan empuk, gigi tak perlu bekerja ekstra.
-Apel memiliki kadar lemak rendah tetapi kaya serat, sanggup memenuhi 20 persen nilai asupan gizi harian-. Sangat  baik menahan rasa kenyang lebih lama, sehingga cocok bagi yang menjalani diet.

Melewati puasa di kampung, cukup mengasyikkan sambil mengonsumsi buah. Sembari mengenang perjalanan masa lampau, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Ada saran bagus dari ahli nutrisi, mengonsumsi buah sebaiknya sebelum makan utama (nasi). Makan buah setelah makan nasi, bisa menyebabkan perut kembung.
O'ya selain tiga buah Sunpride yang saya bawa, banyak lagi jenis buah lain detilnya ada di SINI dan di SINI
 
Aneka buah Sunpride - dokumentasi pribadi
Indonesia negeri yang kaya raya, sebagian besar tanaman buah bisa tumbuh di tanah pertiwi. Berdasarkan survey diet total seluruh Indonesia tahun 2015, dilakukan Balitbangkes Kementrian Kesehatan RI. Konsumsi sayur dan buah penduduk Indonesia sekitar  91 gram per hari, angka ini adalah setengah dari masyarakat Thailand atau seperlima masyarakat Singapura atau 518 gram per hari (sumber ; berita satu). Hal ini jelas mengindikasikan, bahwa masyarakat Indonesia kurang dalam hal konsumsi sayur dan buah.
Seorang kenalan pernah berkisah, saat ini sedang tugas di pedalaman Papua. Masyarakat pedalaman masih mengandalkan sistem barter, bahan makanan bisa sayur atau buah justru ditukar dengan rokok atau tembakau. Kisah ini menggambarkan, minimnya informasi menyebabkan masyarakat kurang aware terhadap manfaat buah dan sayur.
Padahal kalau kita mau, buah-buahan relatif dengan mudah bisa didapatkan atau ditanam. Kampanye konsumsi buah perlu didukung dan digalakkan, tentu buah-buahan lokal harus menjadi prioritas. Karena mengonsumsi buah lokal, selain menyehatkan tentu membantu petani buah Indonesia.
Hal ini sejalan dengan upaya PT Sewu Segar Nusantara (SSN), menerapkan sistem lokal partnership. Sistem ini memberi peluang bagi petani, terbuka wawasan tehnik menanam buah yang baik dan benar.
Ssampai saat ini produksi buah di SSN terdapat prosentase, lokal group 75%, lokal partnership  15%, impor 10%. Target pada tahun 2016, menggandeng 200 petani untuk berpartner. Upaya mulai SSN ini musti didukung, demi kesejahteraan petani buah Indonesia.
-o0o-
Tanpa terasa seminggu dilalui di kampung halaman,puas bisa bersua dengan kerabat handai taulan. Wajah teman lama semasa kecil mulai berubah, menyadarkan diri sendiri sudah bertambah umur (hehe). Bagi saya hal ini sudah sewajarnya, kehidupan terus berjalan maju meninggalkan masa lalu.

Yang lebih utama, adalah badan selalu sehat dan terpenuhi kebutuhan nutrisi. Sunpride selalu siap menghadirkan buah berkualitas, untuk mendukung kesehatan masyarakat Indonesia. (salam)

Minggu, 24 Juli 2016

Nusantara Sehat Upaya Pemerataan Hak Kesehatan

Diskusi Terbuka Team NS bersama Mentri Kesehatan (dokpri)
Pada bulan april 2016 saya beruntung, berkesempatan mengunjungi team Nusantara Sehat (NS) di Batam. Bukan Batam kotanya lho, tapi di pulau Penawar Rindu, Belakang Padang Batam. Kami harus menyebarangi selat, dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.
Menjumpai team NS kali pertama, saya melihat wajah muda optimis. Mereka adalah anak-anak muda, rela berbakti pada negri di daerah perbatasan dengan negara Singapore. Meski berada di daerah yang sangat butuh penyesuaian, tak tampak raut muka menyerah
Coba saja bayangkan, air bersih sebagai kebutuhan utama sangat sulit didapatkan. Saat saya buang air kecil, air yang dipakai membersihkan diri adalah air payau karena dekat laut. Masyarakat tak segan menggunakan air tadah hujan untuk masak, padahal rentan dipenuhi jentik pada bak penampungnya.
Saya yang hanya setengah hari di daerah tersebut, merasakan betapa susahnya hidup bersih dan sehat. Bagaimana dengan adik-adik team NS, mereka harus bertahan sampai dua tahun lamanya.
Team Nusantara Sehat, adalah wujud kehadiran negara, ada di tengah masyarakat yang berada di daerah pelosok, pinggiran dan perbatasan. Sebagai upaya pembangunan nasional, untuk tercapai kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk. Dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat, bukan hal mustahil kesehatan optimal akan dicapai.
Dengan bergabung dalam team NS, mereka akan praktik secara konkret di lapangan. Setiap daerah idealnya terdapat 9 orang dalam team NS, terdiri dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, analis laboratorium, tenaga gizi dan tenaga kefarmasian. Saat saya di Pulau Penawar Rindu, masih terdiri dari lima orang. Artinya program NS, masih banyak membutuhkan tenaga kesehatan. Yuk, tenaga muda kesehatan indonesia bergabung dalam NS.
Ketika saya melihat sendiri team NS di Batam, yang dibutuhkan lebih dari sekedar ilmu kesehatan saja. Selain sekadar skill di bidang kesehatan, mereka butuh jiwa pengabdian dan patriotisme yang tinggi. Terutama bagi anak muda yang biasa hidup di kota besar, butuh nyali yang besar untuk menaklukkan egoisme. Maka dalam pelatihan pra penempatan, adik-adik team NS dibekali materi bela negara.
Kehadiran saya pada acara Diskusi Terbuka bersama NS, mendapat tambahan informasi penting. Seorang dokter di Nusantara Sehat, bisa mendapat insentif Rp 11,2 juta/ bulan.  Mungkin angka ini cukup fantastis, apabila di perbandingkan dengan UMR Jakarta sebesar Rp. 3.100.000.
Eits, tapi jangan panas dulu.
Saya pernah menuliskan kisah team NS di Lowe Hitam Papua, betapa berat menempuh antar desa di daerah hutan (klik SINI). Pernah juga saya menulis team NS di Bove Digul, hidup di daerah minim listrik (klik SINI). Kalau anda membaca kisah yang saya tuturkan ulang, saya yakin angka Rp 11,2 juta/bulan terasa tidak ada apa-apanya. Tak perlu mendangkalkan pikiran, melihat satu permasalahan berhenti pada hitungan angka.
-0o0-
Team Nusantara Sehat di Pulau Penawar Rindu- Belakang Padang Batam (dokpri)

Meski perjuangan luar biasa dilalui, tapi saya yakin team NS akan menjadi pribadi luar biasa pula.
Pasca bergabung menjadi team NS, pasti peluang akan terbuka di banyak tempat. Kalau berminat menjadi PNS tidak masalah, tetapi harus melewati mekanisme yang ditetapkan Kemenkes. Atau kalau mau berkarir (misal) di Rumah Sakit Swasta, tentu bukan hal baru apalagi sudah berpengalaman.
Saya punya pandangan
Team NS dengan bekal pengalaman, pasti banyak pihak membutuhkan dan menerima dengan tangan terbuka. Team NS sudah terbentuk mentalnya, mereka bukan lagi pribadi manja dan banyak menuntut.  Team NS terbukti berjiwa handal, niscaya sanggup dan terbiasa menaklukkan tantangan.
Bagi anda tenaga kesehatan dan calon Team NS, musti memanfaatkan kesempatan luar biasa ini. Usia muda adalah kesempatan emas, karena waktu tidak akan bisa diulang lagi.


Tak perlu bimbang dan ragu, segera cari informasi pendaftaran team NS. (salam)

Rutin Olah Raga tapi Berat Badan Tidak Turun


Olah Raga adalah gaya hidup sehat dan pola hidup sehat - dokumentasi pribadi
Acara Healthy takshow liputan 6 dan lightHOUSE Indonesia, memberi manfaat sekaligus membuka wawasan baru bagi saya. Pembicara ketiga atau terakhir adalah dr. Sophia Hage, SpKO, dokter spesialis olah raga dari lightHOUSE Indonesia. Beliau memberi pemaparan bertema Sedentary, setelah pemateri sebelumnya yaitu dr. Grace Judio  dan Psikolog Tara de Thouars, B.A, M.Psi. (lihat tautan di akhir artikel)
Saya pribadi termasuk berpandangan salah, menggangap olah raga sebagai sebuah program untuk sehat. Kalau sedang semangat diet, baru deh menjadwalkan waktu khusus untuk olah raga. Atau kalau sedang ada pekerjaan di luar kota, baru ikut acara senam pagi yang biasanya diadakan panitia.
Sebenarnya pandangan semacam ini salah, selaras dengan pernyataan dr Sophia Hage
"sesungguhnya olah raga adalah gaya hidup sehat atau pola hidup aktif. Olah raga tidak harus berkeringat, karena memasukkan unsur olah raga dalam aktivitas sehari hari sangat dimungkinkan".
Perilaku sendentary
Adalah segala aktivitas yang dilakukan di luar waktu tidur, melibatkan posisi duduk/ berbaring. Energi  yang dikeluarkan sangat sedikit, jumlah energi ada di atas tidur tapi dibawah aktivitas fisik diluar tidur.
Misalnya ;
Duduk sambil menonton teve, duduk sambil menulis di laptop/ smartphone, rebahan/ tengkurap sambil membaca buku, banyak kegiatan lain masuk dalam perilaku sedentary (silakan teruskan contohnya sendiri).
Berdasarkan sebuah riset, terkait perilaku sedentary terjadi trend kenaikan pada tahun 2012- 2013. Orang dewasa menghabiskan 9 - 10 jam untuk perilaku sedentary, tentu hal ini bisa tidak disadari atau disadari.
Sebenarnya untuk mengurangi gaya hidup sedentary, tidak harus identik atau bukan hanya olah raga saja. Tetapi melakukan kegiatan atau aktivitas fisik, seperti berjalan, berdiri, mengangkat, melompat dsb,  adalah bagian dari mengurangi perilaku sedentary.
Jadi jangan heran, ada lho kasus orang sudah berolah raga tapi berat badan tidak turun.
Bisa jadi hal ini disebabkan, dalam sehari lebih banyak waktu dihabiskan untuk perilaku sedentary dibanding olah raga.
Coba kita hitung, selama bekerja di kantor sekitar delapan jam lebih banyak duduk. Kemudian sampai di rumah atau acara hangout dengan teman, lagi-lagi lebih banyak duduk. Bukan tidak mungkin, kebiasaan sehari- hari yang diulang ulang akan terakumulasi pada suatu saat.
Yuk kurangi waktu duduk!
Duduk terlalu lama, menjadi penyebab penurunan penggunaan otot tubuh. Kalau kita pada posisi berdiri, terdapat pengaruh gaya grafitasi bumi sehingga ada upaya mempertahakan postur tubuh. Selain itu ada keuntungan lain, saat berdiri akan terjadi kontraksi otot besar di tubuh.
Perilaku sedentary disinyalir, sebagai penyebab otot tubuh tidak mengalami kontraksi. Sehingga impact gula dan impact emak turun, akibat tubuh tak membutuhkan terlalu banyak energi. Ketika impact lemak dan gula turun, maka kadar gula di dalam darah dan kolesterol akan tinggi.
Orang duduk lebih dari 8 - 11 jam sehari, Plasma LDL (kolesterol buruk) tinggi dan Plasma HDL (kolesterol baik) rendah. Beresiko mengalami gangguan impact gula tinggi, meskipun belum termasuk diabetes tapi sudah ada gangguan dalam menyerap gula. 
dr. Sophia Hage, SpKO sedang presentasi, tampak dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt (kiri - duduk)  dan Psikolog Tara de Thouars, B.A, M.Psi (kanan- duduk)
Kalau hal ini dibiarkan terus terjadi, niscaya resiko terhadap kesehatan meningkat. Bisanya kerap diiringi, resiko obesitas meningkat pula. Diabetes, syndrom metabolis, merupakan kumpulan gejala pinggang membesar, kemudian kolesterol tinggi mengarah pada penyakit kardiovaskuler. Kalau dirunut, penyakit ini akibat dari perilaku sedentary. (Waduh, Ngeri yaaa!!)
Dokter Sophia Hage, memberi rekomendasi
  • Mengurangi frekwensi perilaku sedentary
  • Interupsi atau bangkit berdiri 2-3 menit setelah duduk 2-3 jam
  • Mengurangi aktivitas sedentary  seperti merubah nonton tv sambil berdiri/ bergerak tidak terus menerus duduk
  • Mengurangi durasi waktu duduk. Misal mengetik dengan berdiri, karena duduk terlalu lama, menyebabkan kualitas kesehatan menurun jumlah hari sakit meningkat.
Prinsipnya adalah "aktif mendorong pembatasan waktu untuk perilaku sedentary dalam jangka waktu panjang". Semakin sedikit waktu untuk duduk, sejatinya justru semakin baik untuk kesehatan.
Ini catatan penting !
Perilaku sedentary lebih dari 8 jam/ hari, dapat berakibat buruk. Sedangkan perilaku sedentary lebih dari 11 jam/ hari, pasti berakibat buruk.
Sungguh disayangkan ya kawan's, bagi yang sudah berolah raga tapi masih berperilaku sedentary.
Menyimak materi Heathy Talkshow ini, saya seperti ditampar oleh diri sendiri. Betapa saya masih termasuk, golongan enggan olah raga plus pelaku sedentary. Acara kolaborasi Liputan 6 bersama lightHOUSE Indonesia, benar-benar ibarat cahaya di ruang gelap pengetahuan saya.
Terimakasih banyak dr. Sophia Hage atas pencerahannya, informasi dan ilmunya sangat bermanfaat. (salam)

Artikel Terkait.