Selasa, 31 Mei 2016

Menyambut Ramadhan IM3 Ooredoo Persembahkan Kebebasan Internet

Bebaskan diri selama Ramadhan (dokumentasi pribadi)
Suasana Ramadhan mulai terasa, pusat perbelanjaan mulai memutar lagu-lagu islami menemani konsumen berbelanja. Belum lagi setiap jeda di acara televisi, mulai menayangkan iklan khas ramadhan yaitu syrup dan sarung. Ramadhan adalah bulan mulia, saatnya setiap muslim berlomba dalam hal kebaikan.
Senin siang (30/5'16) memasuki lantai dua gedung Indosat Ooredoo, petugas regristasi berkerudung kuning menyambut undangan. Brosur dibagikan, berisi kabar gembira bagi pelanggan IM3 Ooredoo. Tema yang diangkat adalah freedom, selaras dengan suasana yang disajikan.
Kursi warna-warni berpadu meja bundar dan panjang, ditata menyebar di lokasi utama. Memberi kebebasan pada undangan, untuk memilih tempat duduk sesuai kehendak hati.
Pada arena acara di sisi kanan dan kiri panggung, terdapat booth Dompetku, Spotify Premium, Cipika bookmate dan beberapa booth lainnya.
Lampu menyorot bergantian ke sudut-sudut panggung, suara pembawa acara menggema di seluruh ruangan. Alexander Rusli , selaku President Director Indosat Ooredo naik ke atas panggung. Dari penampilannya terkesan casual, Blazzer merangkapi kaos merah, dipadu celana jeans dan sepatu semi formal. Rasanya menyatu dengan tema kebebasan, yang dihadirkan di ruangan lantai ini.
--0-0--
Indosat Ooredoo meluncurkan produk internet terbesar dan paling berani di Indonesia, memberi kebebasan berinternet dan pengalaman unlimited, internetan unlimited, konten unlimited dan membuka semua akses tanpa kawatir biaya.
Yup, IM3 Ooredoo memberi kebebasan Internet Freedom 2.0 bertepatan dengan jelang bulan suci Ramadhan tahun 2016.
New Freedom Combo
memberi lebih banyak kuota (double kuota) internet, dapat digunakan untuk semua jaringan. IM3 Ooredoo pertama kali memberikan 10GB bonus 4G, sekarang memperkenalkan Unlimited Big Bonus 4G. Tentu tujuannya sangat jelas, agar pelanggan merasakan pengalaman baru dengan jaringan data tercepat.
Unlimited Stream Free Musik, memberikan 1 bulan free berlangganan spotify premium di semua paket Freedom Combo. Pelanggan mendapatkan layanan Unlimited telepon dan SMS, tersedia dalam ragam paket pilihan (M,L,XL,XXL) sesuai kebutuhan.
Alexander Rusli- President Direktor Indosat Ooredoo (dokpri)
Aneka paket persembahan Indosat Ooredoo (dokpri)

New Freedom Mini
Berbagai paket  mulai dari 1,3, sampai dengan 7 hari dapat dipilih pelanggan, tersedia untuk 24 jam tanpa batasan waktu.
Freedom Postpaid
Adalah layanan internetan untuk keluarga, Pelanggan Pascabayar dapat menikmati semua fitur terbaik Freedom Combo dengan tambahan yang lebih banyak. Doubel kuota internet sampai 30GB di semua jaringan, Unlimited Big Bonus 4G, Unlimited Stream Free musik.  Dengan IM3 Freedom Postpaid, mendapatkan 6 bulan layanan gratis Spotify Premium.
Fitur Unlimited Nelpon dan SMS diperkaya, menambah manfaat untuk Nelpon dan SMS ke operator lain.
Fitur Family & Friend Freedom
Layanan yang akan memberikan pengalaman unlimited terbaik, setiap penambahan nomor pelanggan di satu akun akan mendapat discount sampai 70%.  Hanya dengan 99 ribu, mendapat Unlimited Big Bonus 4G, 16 GB double kuota, Unlimited stream free musik selama 6 bulan Spotify Premium, Unlimited Nelpon dan SMS ke sesama operator dan lain operator. Layanan IM3 Ooredoo postpaid, akan tersedia mulai 7 juni 2016.
-0--0-
Saya pelanggan Indosat Ooredoo sejak 2002, dengan layanan yang selalu inovatif semakin enggan berpaling. Apalagi Paket terbaru ini akan berkelanjutan, tak berhenti saat bulan Ramdhan saja.
Kemeriahan acara belumlah usai, saya larut dalam tema kebebasan yang disajikan. Saat menikmati makan siang, tersedia bangku kayu panjang bercat merah dan kuning. Mengingatkan saya, utamanya kalau sedang makan di warteg atau pedagang tenda. Sehingga bebas bergeser kesana kemari, tanpa ada sekat membatasi.
Sepanjang acara saya benar-benar merasakan suasana free, selaras dengan Paket Freedom 2.0 dari IM3 Ooredoo. (salam)

Senin, 30 Mei 2016

Pentingnya Edukasi Tata Kelola Keuangan

Illustrasi- Mobil mewah berada di vallet parking (dokumentasi pribadi)
-TING-
"Pagi mas, Apa Kabar?" Sebuah pesan singkat tampil di layar smartphone.
Kebetulan saya menyimpan nomor pengirim pesan, jadi langsung terdeteksi nama empunya. Kebetulan si pengirim teman lama pernah satu kantor, masih sering ketemu urusan pekerjaan (sebut saja Anton).
"Pagi Anton, Alhamdulillah kabar baik" Balas saya
"Maaf mau ganggu sedikit nih" pesan baru tampil lagi
"Ada apa Anton?" tanya saya sedikit penasaran
"Begini mas, saya lagi perlu uang untuk bayar pendaftaran sekolah anak. Soalnya uang kepakai untuk bayar DP mobil........dst-dst" chatting Anton beruntun, wall smartphone  berisi kalimat penjelasan berusaha meyakinkan.
Membaca penjelasan di awal Mood mendadak turun, saya enggan menanggapi chatting Anton.  Heran dan tak habis pikir, kenapa lebih penting uang muka  roda empat daripada sekolah anak.
Terlebih saya pernah dengar cerita teman, Anton cukup bermasalah kalau berurusan hutang. Beberapa kenalan yang berpiutang kena "semprot", ketika mencoba menagih uangnya.
"Maaf saya tidak bisa membantu" kalimat saya to the point
(Beberapa bulan sebelumnya)
Suatu siang saya bertemu Anton, membicarakan project yang akan dikerjakan bersama. Kami mencari tempat nyaman di daerah Jakarta Selatan, memilih tempat kongkow yang santai bisa ngobrol banyak.
Kami duduk berhadapan, menikmati makan siang sembari ngobrol macam-macam. Dari sisi penampilan, Anton terlihat jelas mengikuti trend dan mode berbusana. Bau parfum semerbak dari jarak dekat, jam tangan bermerk nempel di pergelangan dan gadget keluaran terbaru di hadapan. Penampilan saya memang bukan representasi trendy, namun menurut cukup pantas tak ketinggalan jaman. Istri biasanya paling cerewet, kalau saya memakai baju tak enak dilihat.
"Tengah bulan begini, gaji sudah habis " gerutu Anton setelah meneguk minuman
"Lha,  belum genap dua minggu gajian" sanggah saya dengan raut sedikit heran
"Gaji cuma numpang lewat doang mas, sudah buat bayar cicilan ini dan itu, bayar kartu kredit" jelasnya
"Ooooh" jawab saya mengambang bingung kalimat lanjutannya.
Saya hanya diam membatin, sembari menyimpulkan sendiri yang terjadi. Tak sedikitpun berniat menasehati, pun tak punya hak menyalahkan. Keputusan membeli apa saja adalah keputusannya, toh yang menanggung resiko dia sendiri.
Namun yang membuat sempat heran saat itu, menu yang dipilih Anton harganya separuh lebih mahal dari pesanan saya. Belum lagi gadget yang dipegang, konon rela antre demi mendapat limited edition.
Ketika waktu berikutnya Anton chatiing pinjam uang, saya sedikit menyayangkan gaya hidupnya. Menurut saya Anton lebih mementingkan, bagaimana agar dilihat orang lain "wah". Meski konsekwensinya ditanggung sendiri, tanggungan hutang atau kewajiban cicilan bulanan.
Hidup di kota besar seperti Jakarta banyak godaan, kalau tak pandai memilih pergaulan bisa-bisa menjerumuskan diri sendiri. Gaya hidup konsumtif dan hedonisme sejatinya tak lebih hanya sebuah pilihan, sebaiknya punya prinsip musti kuat dipegang untuk kebaikan diri.
Eits, tunggu dulu !!
Jangan salah lho kawan, tentang gaya hidup tak hanya terjadi pada kelas menengah atas. Bahkan dari kelas menengah ke bawah tak mau ketinggalan, ingin menonjolkan kepemilikan pada orang lain di kelompoknya. Berlomba terlihat punya harta benda, meski harus berhutang sana-sini. Kalau tak kuat pertahanan, pihak lain yang "panas" memaksakan diri menyamai tetangga/ kenalan.
Pernah seorang ibu (teman istri) berkesah tak punya uang, sebulan kemudian cari hutang untuk merayakan khitanan anaknya. Padahal anak yang akan dikhitan (kebetulan teman sekelas anak saya), seminggu sebelum acara tersebut harus membayar uang daftar ulang kenaikan kelas.
Sang ibu terlihat kurang bisa membuat skala prioritas, mana yang sebaiknya lebih diutamakan. Padahal kalau berpikir jernih, esensi khitan bukan pada perayaannya.
Saya yakin kejadian seperti ini, sering dijumpai di tengah masyarakat tanpa memandang kelas sosial.
--0o0--
Illustrasi- Mesin gesek kartu kredit (dokumentasi pribadi)
Sebagian besar gaya hidup manusia masa kini, seolah tak lepas dan bisa diongkosi dengan kartu kredit. Apa saja memang bisa dibeli saat yang diingini, cukup dengan menggesek kartu. 
Saat berada di toko buku, saya menemukan buku berjudul "Credit Management Handbook - Management Perkreditan Cara Mudah Menganalisis Kredit". Karya  kolaborasi tiga penulis,yaitu Prof. DR. H. Veithzal Rival, SE, MM, MBA , kemudian Andria Permata Veithzal, B.Acct, MBA, CMA , dan Arifiandy Permata Veithzal, SH, LLM.
Kredit berasal dari bahasa latin Credo, dalam bahasa english berarti "I Believe I Trust" atau "Saya Percaya/ Saya Menaruh Kepercayaan". Kredit adalah penyerahan barang, jasa atau uang dari satu pihak (kreditur/ pemberi pinjaman) atas dasar kepercayaan kepada pihak lain (debitur). Dengan janji membayar dari debitur ke kreditur, pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak.
Sejarah kredit berasal dari kegiatan perekonomian barter, semakin lama menimbulkan kesulitan. Manusia kala itu mencari cara mudah, melaksakan tukar menukar dengan barang berharga yang banyak disukai orang. Namun semakin lama  dirasa semakin berbahaya, membawa barang berharga resikonya tinggi dalam perjalanan.
Semakin ramainya hubungan dagang, lahirlah berbagai macam bentuk pembiayaan. Misalnya seorang kapitalis membiayai seorang pedagang, sekaligus bersedia ikut menghadapi resiko. Apabila perdagangan sukses, kreditur mendapat kembali uangnya ditambah bonus dengan besaran tertentu. Kemudian kini pembiayaan semakin berkembang, seiring berkembangnya jaman dan ilmu pengetahuan. (mengutip sebagian dari buku Credit Management Handbook- halaman ; 1 - 3)
Saya pribadi sungguh tidak anti kredit, tapi menurut saya sebelum memutuskan mengambil kredit ada baiknya melihat sisi manfaat dan mudharat (sia-sia). Kredit yang didorong oleh sikap dan rasa hedon, lazimnya cenderung membebani diri sendiri di masa depan. Seperti kasus Anton di awal tulisan, dia "tersandera" kewajiban membayar kredit untuk mengongkosi gaya hidup.
Lembar ke lembar buku saya baca, sampai akhirnya menemukan bab tentang kredit produktif. Pada buku yang  yang sama, tepatnya halaman 10 dan coba saya kutip sebagian kembali. 
Kredit produktif bertujuan, memperlancar jalannya proses produksi. Mulai dari  pengumpulan bahan mentah, pengolahan sampai proses penjualan barang yang sudah jadi.
Pada kredit produktif inilah, seorang debitur bisa memutar pinjaman sehingga lebih berdaya guna. Pada proses pemutaran kredit inilah, biasanya melibatkan pihak lain untuk turut produktif. Mungkin sudah banyak contoh kita lihat, seorang pengusaha berhasil karena kredit produktif. Dari usaha yang dijalankan, membawa manfaat bagi orang sekitarnya. Misalnya membuka lapangan pekerjaan, juga memberi dampak sosial lainnya.
Selain itu ada juga kredit konsumtif, jenis kredit ini bukannya tidak boleh sama sekali tapi harus bijak memanfaatkan.
--0o0--
Saat ini konsumen semakin dimudahkan, dengan banyaknya layanan perusahaan jasa pembiayaan. Tentu hal ini musti disikapi dengan bijak, dimanfaatkan untuk mendapatkan barang produktif.
Home Credit sebagai layanan finansial kelas dunia, memiliki pasar kuat di belahan Eropa dan Asia. Dalam waktu kurang 19 tahun, sudah melayani lebih dari 55 juta konsumen di 11 negara. Melakukan ekspansi ke Jakarta Indonesia pada 2012, kini sudah ada di lima kota besar lain dan mengembangkan layanan ke seluruh kota di Indonesia pada 2018.
Perusahaan yang berada dalam naungan PPF Group N.V, memberi solusi pembiayaan yang terjangkau, sistem yang mudah dan cepat, fleksibel demi kenyamanan konsumen.
Sebagai konsumen yang giat mengedukasi diri, saatnya memanfaatkan penawaran untuk menguntungkan diri sendiri. Membeli barang yang mendukung pekerjaan, misalnya alat electronik seperti komputer/ laptop, smartphone, atau kulkas untuk memperlancar pekerjaan. Pembiayaan multiguna juga bisa dimanfaatkan konsumen, bahkan untuk renovasi rumah, biaya pendidikan atau kebutuhan rekreasi untuk menyegarkan pikiran.
Mendapatkan pencerahan tentang Home Credit dari sales (dokumentasi pribadi)
Konsumen bisa memanfaatkan layanan Home Credit, di tempat terkemuka seperti Hypermarket, Electronic City, Eletronic Solution, Lotte Mart, Erafone, Wellcom dan masih banyak lainnya.
Untuk mengetahui lebih detil, silakan bisa klik di  SINI
Tak jauh dari kediaman saya, ada toko handphone yang melayani penjualan menggunakan Home Credit. Demi menuntaskan rasa penasaran, saya sengaja menggali informasi dari petugasnya. Trisna nama yang saya temui siang itu, dengan ramah memberi penjelasan mekanisme pengajuan di Home Credit.
Hanya dengan KTP plus satu dokumen pendukung ( SIM /NPWP/KK/ BPJS), akan diproses pengajuan ke Home Credit. Kemudian konsumen menunggu, hanya dengan 30 menit diproses. Berita tentang disetujui atau tidak pengajuan, akan dikabarkan pihak Home Credit melalui pesan singkat/ SMS. Kalau sudah disetujui, proses pembayaran cicilan via Indomart atau ATM.
Saya juga menanyakan perihal pembiayaan pendidikan, hal ini cukup menerbitkan penasaran. Trisna menjelaskan sangat gamblang, pembiayaan tersebut sangat mungkin didapat apabila performa konsumen bagus.
"kalau pembayaran tepat waktu/ tidak menunggak, kemungkinan besar akan ditawarkan pembiayaan multiguna (misal biaya pendidikan)" jelas Trisna 
Sementara Susilo seorang konsumen, menyatakan sangat terbantu dengan layanan pembiayaan Home Credit. Sembari mengamini, proses pengajuan terbilang cepat hanya setengah jam.
"Ketika kehilangan Handphone dan belum sedia uang cukup, dengan Home Credit membantu mengatasi masalah saya. Apalagi handphone seperti nyawa kedua, untuk memperlancar pekerjaan sebagai karyawan di bagian pembelian" ujar Susilo 
Belajar Kisah Masa Lalu Untuk Masa Kini
Saya teringat kisah Nabi Yusuf AS, selain berparas rupawan beliau dianugerahi keistimewaan bisa menfasirkan mimpi.
Pada masa itu Qifter seorang pembesar bermimpi, melihat tujuh sapi gemuk dimakan tujuh sapi kurus dan tujuh tangkai gandum hijau bersanding dengan tujuh tangkai gandum kering. Setelah seluruh penafsir mimpi dari seluruh penjuru negeri tak mampu memecahkan masalah, barulah Yusuf  yang dipenjara oleh Qifter diminta menafsirkan mimpi tersebut.
"Akan datang tujuh tahun masa panen, disusul tujuh tahun berikutnya masa paceklik. Maka saat panen tiba, sebaiknya penduduk makan seperlunya (tidak boros). Hal ini dilakukan sebagai strategi, untuk persediaan pada tujuh tahun berikutnya." Begitu tafsir Nabi Yusuf AS kala itu
Buku dongeng kisah Nabi Yusuf AS (dokumentasi pribadi)
Atas ijin Allah SWT masa panen benar tiba selama tujuh tahun berturut, strategi berhemat diterapkan oleh kerajaan. Menyusul tujuh tahun berikutnya masa paceklik tiba, makanan simpanan di gudang akhirnya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat.
Nabi Yusuf dibebaskan dari balik jeruji besi, diangkat sebagai pejabat untuk bagian Bendahara.
"HEMAT", adalah kata kunci yang saya garis bawahi dalam kisah istimewa dari manusia istimewa ini. kita semua pasti mempercayai, bahwa roda kehidupan ini terus berputar. Saat kita memiliki rejeki berlebih, sebaiknya tak dihamburkan untuk kesenangan sesaat. Sebaiknya digunakan untuk hal produktif, bisa mengembangkan potensi diri sekaligus menghasilkan benefit. Sejatinya semua manusia sebatas menjalani hari ke hari dengan berusaha sebaiknya, tidak akan pernah tahu apa yang terjadi esok hari.
Membaca kisah-kisah 25 Nabi bersama sahabatnya, belum pernah saya menemui mereka berfoya-foya. Sikap sederhana dan rendah hati selalu mengemuka, mewarnai perilaku manusia pilihan ini.
Makanya Tuhan memilih sebagai Nabi Ya (wallahu a'lam)
Melek Pengelolaan Keuangan
Sebagai manusia jauh dari kesempurnaan, saya berusaha banyak belajar pada siapa saja. Termasuk ilmu tentang pengelolaan keuangan, saya berusaha membuka mata dan telinga untuk pencerahan dan proses edukasi diri. Hingga pernah menyimak materi di televisi tentang kategori masa kebutuhan, dari seorang narasumber pengelola keuangan Ligwina Hananto.
"Agar kita tak kelimpungan mengatur dana, sebaiknya membagi dan mempersiapkan kebutuhan untuk jangka pendek, menengah dan panjang. Kategori jangka pendek di bawah lima tahun, jangka menengah lima sampai sepuluh tahun. Sementara untuk kebutuhan jangka panjang, pada rentang waktu di atas sepuluh tahun".
Saat itu saya coba menerapkan, ketika punya target menikah dua/tiga tahun kedepan. Maka mulai menabung, saya masukkan dalam kebutuhan jangka pendek . Prosentase atau jumlah menabung bisa dikira-kira sendiri, sebaiknya tidak memaksakan di luar kemampuan sendiri. Setelah bersua calon istri, berunding dengan keluarga rencana menikah sesuai budget yang tersedia.
Saya juga pernah mempraktekkan, kebutuhan membeli rumah dimasukkan dalam kebutuhan jangka menengah. Sebelum menikah sudah rutin menyisihkan tabungan, diamankan dalam bentuk deposito.  Karena profesi kala itu sebagai marketing, maka besaran deposito saya sesuaikan dengan jumlah komisi yang saya terima.
Masih terekam di benak, saya  menyimpan beberapa lembar deposito dengan jumlah berbeda. Ketika hendak membeli rumah, sepakat dengan memilik membayar sesuai tanggal jatuh tempo setiap deposito. Alhamdulillah tahun keempat usia pernikahan, bisa menempati kediaman sendiri. Kami terbebas dari kredit bank, tak pusing memikirkan uang untuk membayar cicilan setiap bulan.
Sementara untuk pendidikan anak, sejak istri hamil  mulai menganggarkan dana untuk sekolah. Ketika masuk TK/ SD sudah tersedia post untuk membayar, tak bingung mencari pinjaman.
00-00
Beruntung saya memiliki banyak teman, sering berbagi informasi kegiatan apapun. Termasuk  di sebuah Cafe kawasan Tulodong Jakarta Selatan pada akhir april 2016,  saya bergabung  di satu acara bertema "Merencanakan Keuangan yang Baik Untuk Masa Depan".
Narasumber acara tentang keuangan (dok. Rahab G)
Menghadirkan dua pembicara kredibel, satu diantaranya Satrio Wicaksono selaku Asistant Financial Planer sebuah Perusahaan jasa pengelola keuangan. Pada sesi presentasi Satrio Wicaksono, saya  mendapat banyak pencerahan tentang pengelolaan keuangan.
Pengaturan keuangan  seseorang sebaiknya dibuat post, untuk tabungan 10%, kebutuhan pribadi 20%, keluarga 40% dan 30% utang. Besaran prosentase untuk tabungan bisa lebih besar, tergantung kondisi keuangan setiap pribadi.
Rasio hutang disarankan 30% - 35% atau 1/3 pendapatan, itupun sebaiknya hutang produktif. Seperti penjelasan diawal tulisan tentang kredit produktif, modal kerja bisa termasuk dalam kategori kredit produktif. Kredit rumah bisa dimasukkan dalam kategori produktif, karena harga property cenderung naik setiap tahun.  
Hutang konsumtif boleh, tapi harus diperhitungkan keperluannya. Seperti gadget atau kendaraan pasti akan ada penyusutan harga, kalau tidak terlalu urgent sebaiknya ditahan dulu. Misalnya membeli kendaraan/ gadget  merk dan jenis tertentu, memang dibutuhkan untuk memperlancar usaha/ pekerjaan.
Selain memperhitungan cashflow secara umum, sangat disarankan memiliki 3 hal yaitu ; dana darurat, investasi dan asuransi.
Dana darurat bisa diwujudkan berupa, tabungan, deposito simpanan emas dan semacamnya. Inti  dari dana darurat adalah mudah diakses sewaktu-waktu, saat kita membutuhkan dana tersebut.
Besaran dana darurat berbeda-beda, untuk bujangan (single) 3*x biaya hidup bulanan. Kalau saja single  (misal) di PHK, masih ada dana menopang hidup sampai 3 bulan sambil mencari pekerjaan lain.
Sementara untuk rumah tangga tanpa anak / suami Istri, dua kali lipatnya single atau 6*x biaya hidup bulanan. Sedangkan rumah tangga sudah memiliki anak (standartnya 2), dilipatkan lagi 12*x biaya hidup bulanan. (* = angka minimal lebih besar lebih baik)
Investasi sebagai simpanan masa depan, bisa dilakukan dengan banyak cara.  Kegiatan Investasi ini lazimnya  menyesuaikan type orang,  ada tiga type yaitu Konsevatif, Moderat serta Agresif. Tiga type erat kaitannya dengan sikap atau cara padang seseorang, utamanya dalam menyikapi sebuah resiko.
Type Konservatif, biasanya akan mencari investasi minim resiko. Seperti menyimpan dana dalam bentuk logam mulia, membuat deposito yang dilindungi LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Type  Moderat, level resikonya naik tingkat dari konservatif.
Type Agresif, adalah golongan orang yang berani mengambil resiko tinggi/ high risk namun juga high return. Type Agresif biasanya membekali dengan pengetahuan mumpuni, tentang trading saham atau bisa investasi dengan jumlah besar.
Asuransi sudah tak asing lagi dalam keseharian, namun kesadaran masyarakat indonesia relatif masih rendah. Asuransi berfungsi sebagai proteksi, utamanya terhadap kejadian yang tidak diprediksi. Memiliki Asuransi sebenarnya tidak jelek, namun alangkah baiknya disesuaikan kebutuhan.
Illustrasi- Suasana Pusat Perbelanjaan kelas Premium (dokpri)
00-00
Sebagai umat beragama saya yakin dan percaya, Tuhan menciptakan manusia lengkap dengan rejeki yang mencukupi. Mustahil Tuhan menyia-nyiakan mahluk ciptaan-NYA, tanpa menanggung  hidup manusia di dunia fana ini.
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rejeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya" (QS. At-Talaq ; 2-3)
Satu hadist saya sertakan, semoga semakin mengokohkan keyakinan
"Wahai manusia bertakwalah kepada Allah, pilihlah cara yang baik dalam mencari rejeki. Karena tidaklah suatu jiwa akan mati hingga terpenuhi rejekinya, walau lambat rezeki tersebut akan sampai kepadanya. Pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, ambillah yang halal tinggalkan yang haram" (HR. Ibnu Majah dan Syaikh Al- Albani menshahihkannya)
Tentang keadaan seseorang terjerat hutang, atau perasaan kurang dalam hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Menurut hemat saya sebagai tanda, harus belajar lebih giat utamanya dalam hal mengelola keuangan.
Kita harus bisa memilih dan memilah yang terbaik untuk diri sendiri, membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Melek tentang ilmu pengelolaan keuangan, sangat penting bagi setiap pribadi. Karena apa yang akan terjadi esok hari memang diluar pengetahuan, namun sebenarnya bisa disiapkan mulai hari ini. hukum alam berlaku adil, apa yang kita perbuat (boros/hemat, mewah/ sederhana) hasilnya akan pulang pada diri sendiri.
Yuk kawan's, Kelola keuangan mulai hari ini untuk kebaikan esok hari. (salam) 

Minggu, 29 Mei 2016

Sadar Pentingnya Konsumsi Protein

Acara Nutrilite Hi Protein bersama Amway (dokumentasi pribadi)
Apa itu Protein?
Adalah senyawa organik komplek berbobot molekul besar, terdiri dari asam amino dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, kadang terdapat juga kandungan sulfur dan fosfor
Selama ini saya termasuk kategori awam terhadap protein, sebatas pemahaman zat yang dibutuhkan tubuh. Protein melengkapi dengan zat lain yang dibutuhkan tubuh, seperti vitamin, karbohidrat dan sebagainya.
Acara tentang Nutrisi bersama Amway yang saya hadiri, benar-benar seperti mendapatkan pencerahan. Betapa penting protein bagi asupan tubuh kita, dan memberi dampak besar bagi kesehatan.
Menghadirkan narasumber kredibel, Prof. Hardinsyah, Ms. PhD, beliau saat ini sebagai Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan Indonesia (PERGIZI PANGAN Indonesia) dan Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI). Selain Prof Hardinsyah, ada narasumber ibu Maya Febianti selaku Marketing Product manager Amway.
Protein salah satu zat gizi yang penting, bagi tumbuh kembang anak, pembentukan otot dan pencegahan berbagai jenis penyakit. Protein juga bekerja sebagai neurotransmiter, pembawa oksgen dalam darah (hemoglobin) dan sumber energi tubuh.
Faktanya!
Sepertiga penduduk Indonesia masih kurang asupan protein, tapi bukan karena daya beli yang rendah lho. Masyarakat kita lebih banyak belanja makanan dan minuman jadi, yang paling mencengangkan adalah belanja rokok mencapai 12,3%.
Pola belanja kurang protein inilah, penyebab masyarakat kelebihan pangan karbohidrat dan lemak. Konsumsi buah, sayur dan pangan protein, prosentasenya masih sangat kurang.  Keadaan semakin diperparah dengan gaya hidup beresiko terhadap kekurangan dan kelebihan gizi, juga rentan terhadap dampak stress dan terpapar polusi. Pola makan yang kurang beragam, rendah protein, vitamin dan mineral sehingga gizi yang diasup tidak seimbang.
Saya pikir kuncinya hanya satu, kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap protein. Sebagian besar masyarakat, menganggap makanan sehat identik dengan kata "Mahal"
Protein bisa didapat dengan mudah melalui ;
  • Produk Kedelai (tempe atau tahu termasuk didalamnya kan)
  • Telur ( biasanya setiap rumah punya stock telur)
  • Biji dan kacang-kacangan (kacang panjang)
  • Produk Susu (ada susu kedelai, susu sapi dsb)
  • Daging ( termasuk unggas)
  • Ekstrak Jamur

Akibat bagi yang kekurangan protein
  • Sistem kekebalan tubuh lemah, dampaknya rentan pada penyakit
  • Gangguan fungsi liver, pembengkakan pada perut dan kaki
  • Pertumbuhan tubuh terganggu
  • Busung lapar (biasanya perutnya membesar)
  • Anemia (kurang darah)
  • Rambut rontok (kurang protein pada rambut)
  • Apabila terjadi secara terus menerus, bisa menyebabkan marasmus dan berakibat kematian.

Prof. Hardinsyah, Ms. PhD , sedang memaparkan materi (dokpri)
00-00
Saya punya teman team Nusantara Sehat, tenaga kesehatan dari program Kemenkes. Mereka ditempatkan di daerah pinggiran, kepulauan dan perbatasan. Kebetulan ada satu teman, ditempatkan di dekat hutan daerah Papua berbatasan dengan negara tetangga. Mata pencaharian masyarakat pedalaman, sebagain besar berburu di hutan. Meskipun penduduk juga menangkap ikan, ternyata masih saja terdapat kasus kekurangan gizi.
Kurangnya pengetahuanlah menjadi musababnya, mereka sering barter ikan dengan barang lain (biasanya tembakau/rokok). Saya miris dan prihatin mendengar kisah ini, justru bahan makanan sehat ditukar dengan barang merusak kesehatan. Padahal kalau dicermati, justru ikan atau daging sumber protein.
Menurut Prof Handinsyah, setiap jenis protein mengandung komposisi asam amino yang berbeda, tubuh perlu 9-11 asan amino esensial yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh.
Kita perlu menyadari vitalnya fungsi protein, tentu sayang kalau tidak dikonsumsi.
Fungsi Protein
  • Pengatur keseimbangan kadar asam basa dalam sel
  • Pembentukan dan perbaikan sel dan jaringan tubuh yang rusak
  • Pembuat hormon sekaligus membantu sel mengirim pesan dan mengkoordinasikan aktivitas tubuh
  • Membuat sistem imun atau kekebalan tubuh
  • Membuat enzim yang memfasilitasi reaksi biokimia seperti mengikat hemoglobin, mengangkut oksigen melalui darah
  • Sebagai cadangan dan sumber energi tubuh

--0o0--
Nutrilite Hi Protein dari Amway (dokpri)
Amway sebagai perusahaan direct selling terbesar di dunia, mempersembahkan Nutrilite Hi Protein.
Nutrilite sendiri menggunakan system pertanian organic, tanpa pestisida atau pupuk buatan. 6.400 hektare ladang organis Nutrilite tersebar di Ubaraja, Brazil, el Petacal, Mexico, Trout lake, Washington dan Agricultural Research farm California.
Nutrilite Hi Protein berbahan dasar kedelai, yang mengandung protein dengan asam amino esensial lengkap. Mengandung rendah lemak dan laktosa, serta bahan bebas kolesterol. Produk ini cocok dikonsumsi mulai anak usia 2 tahun hingga dewasa.

Berbentuk bubuk, sehingga mudah dikonsumsi untuk mendukung tumbuh kembang anak dan gaya hidup sehat optimal. Nutrilite Hi Protein dapat menjadi solusi bagi setiap orang, yang ingin menambah asupan protein tanpa tambahan kalori yang berlebihan.

Sabtu, 28 Mei 2016

Single "Masih Mencintamu" Persembahan Windy Ghemary

Penampilan Windy Ghemary, sangat menghayati lagu "Masih Mencintamu" (dokumentasi pribadi)

Gadis dengan rambut panjang sebahu, menyapa ramah bloggers yang hadir di Laconda Cafe di bilangan Jakarta Selatan. Bahkan pemilik suara indah ini tak enggan, mengajak Wefie kawan-kawan yang hadir. Adalah Windy Yunita Ghemary disingkat Windy Ghemary, penyanyi yang pernah mengikuti ajang bergengsi Indonesia Idol pada 2014 sampai posisi tujuh besar.
Single "Masih Mencintamu", sekaligus sebagai lagu andalan telah dilaunching pada 20 April 2016. Konon single ini telah disebar ke 600 lebih Radio, bisa dinikmati pecinta musik tanah air. Windy telah menyambangi sekitar 80 radio di pulau Jawa, mulai kota ujung timur di Banyuwangi sampai terakhir di Bogor. Posan Tobing bertindak sebagai pencipta lagu, menyatakan takjub dengan mental Windy yang tak terlihat lelah melakukan tour sepanjang ini.
"Rencana usai bulan Ramadhan, akan melanjutkan promo Radio di Pulau Sumatera" ujar Posan.
Kisah lucu pra promo single Masih Mencintamu, Posan Tobing harus berpakaian resmi menghadap dosen Windy untuk minta ijin. Beruntung pihak kampus mengijinkan, bahkan berterimakasih dan berharap Windy membawa nama baik Perguruan Tinggi di kawasan Depok ini.
Bukan tanpa pertimbangan, Posan Tobung memutuskan nama Windy Ghemary untuk membawakan karyanya. Terlebih lagu karya cipta Posan Tobing sebelumnya, sudah dibawakan oleh penyanyi solo dan group band ternama.
Untuk memutuskan siapa penyanyi  yang pantas atas ciptaannya, Posan Tobing melakukan survey di kalangan musisi dan vocal director. Rata - rata mereka memberikan dukungan dan menyatakan, bahwa lagu Masih Mencintamu cocok dibawakan Windy Ghemary. Untuk memoles suara Windy agar lebih maksimal,  dipilih nama Doddy Katamsi bertindak sebagai pelatih vocal.
Windy sendiri surprise dan menganggap kepercayaan Posan Tobing, sebagai pintu untuk mematangkan karakteristik bermusiknya. Lagu Masih Mencintamu, berkisah tentang seorang yang sulit melupakan kekasih yang telah berpisah. Liriknya  sangat kuat dan dalam, pas untuk jenis vocal Windy Ghemary.
"Kenapa bukan "Mencintaimu" tapi "Mencintamu" tanpa huruf I?" tanya seorang blogger
"Huruf I ini nama di balik lagu ini, jadi idenya karena initial "I"" jawab Posan Tobing berahasia.  
Windy menyapa ramah Bloggers (dokpri)

Bahkan yang sering tanya justru Windy hehehe (dokpri)
Agar semakin mendalami single Masih mencintamu, Windy membawakan lagu andalannya di hadapan Blogger's. Yuk coba kita simak, lirik lagu dan video Masih Mencintamu

Hari sangat berat
Telah ku lalui tanpa dirimu
Ku coba berdiri, coba bertahan
Tanpa ada kamu

Ternyata ku masih mencintamu
Ku tak bisa jauh-jauh darimu
Ku tak rela berpisah denganmu
Karena ku terlalu mencintaimu

Hari sangat berat telah ku lalui tanpa dirimu
Ku coba berdiri, coba bertahan, tanpa ada kamu
Perbedaanlah yang telah memisahkan kita
Tapi kini kau telah pergi, ku tak sanggup lagi

Ternyata ku masih mencintamu, ku tak bisa jauh-jauh darimu
Ku tak rela berpisah denganmu karena ku terlalu mencintaimu

Tak ada seperti kamu yang tulus mencintaku
Semakin ku coba lupakan kamu, semakin nyata bayanganmu huu

Ternyata ku masih mencintamu, ku tak bisa jauh-jauh darimu
Ku tak rela berpisah denganmu karena ku terlalu mencintaimu
(ternyata ku) ternyata (masih mencintamu, ku tak bisa)
Ku tak bisa (jauh-jauh darimu) aku tak bisa
Hari sangat berat telah ku lalui tanpa dirimu

--00--
Menghadapi maraknya pembajakan, tak membuat Posan Tobing langsung patah arang. Kondisi yang terjadi dihadapi dengan pasrah, namun harus diiringi strategi penjualan yang mumpuni seperti melalui digital.
"Untuk pembajak, tolong sertakan juga label RBT lagu Masih Mencintamu"Ujar Posan sambil tersenyum "Jadi bisa membantu penjualan RBT kami juga"

Windy  sangat berharap, lagu Masih Mencintamu dapat diterima masyarakat pecinta musik Indonesia. Bahkan sebagai bukti pertemanan, rekan sesama artis  mendukung peluncuran single Windy Ghemari. Sebut saja nama Billy Syahputra, Julia Perez, Edric Tjandra dan pelatih vokal Windy yaitu Dody Katamsi mereka sangat antusias.
Single Masih Mencintamu tentu tak berhenti pada titik ini saja, saat ini Windy sedang proses pengumpulan lagu untuk dibuatkan album. Pembaca yang ingin contact bisa lho follow, Twitter ; @windy_ghemary dan Instagram ; @windyghemary

Kamis, 26 Mei 2016

Tertib Mengemudi Mulai dari Diri Sendiri

Justri Pulubuhu (JDCC- Jakarta Defensive Driving Consulting) -dokumentasi pribadi

Sejak  pertama merantau di Ibukota, saya pergi kemana-mana mengandalkan roda dua. Alasannya sederhana, selain praktis yang pasti hemat waktu dan hemat biaya. Dengan isi bensin limabelas ribu, saya bisa pergi ke beberapa tempat sekaligus. Andai jarak tempuh tak terlalu jauh, sekali isi bahan bakar bisa untuk dua hari.
Kalau jalanan macet, motor relatif bisa nyelip-nyelip di sela antara mobil. Lewat jalan tikus atau pintas, tak kerepotan meski gang sempit. Kalau hujan bisa berteduh di halte atau di teras rumah orang, sambil istirahat sekalian memakai jas hujan.
Tapi bukan berarti tak ada duka naik roda dua, sumuk karena memakai helm. Saat menerobos hujan, kaca di helm berubah buram. Belum lagi kalau melewati genangan air, cengkraman rem sedikit berubah. Tak jarang naik motor saat hujan, kendaraan lain ngebut akibatnya air kotor nyemprot di badan.
Karena kerap bermotor ria, saya selalu tidak tahu kalau ditanya kendaraan umum. Saya paling awam, kalau ditanya (misal) dari lebak bulus ke Pasar Senin naik bus atau kereta. Pun ketika ditanya metromini, (misal) dari Blok M menuju Cileduk apa yang harus dinaiki.
00-00
Kondisi jalan raya diciptakan oleh banyak unsur, selain diri sendiri yang mengemudi ada orang lain juga melakukan hal sama. Belum lagi pejalan kaki, orang lain yang berjualan di pinggir jalan. Kemudian ada bus yang mogok, atau bus dan angkot yang sedang ngetem.
Betapa kompleks yang terjadi di jalan raya, masing-masing saling terhubung menjadi sebab akibat. Satu kendaraan (misal) kecelakaan di daerah fatmawati, bisa jadi imbas macetnya sampai pondok pinang.
Nah, kesadaran disiplin di jalan raya harus dimulai dari diri sendiri. Pada hari Rabu 25/5'16, Mobil123.com Portal  Otomotif no 1 mengadakan acara spesial. Mengetengahkan tema, "Safety Driving" Faktor- Faktor Yang Harus diperhatikan Saat Mengemudi, menghadirkan narasumber Justri Pulubuhu (JDCC- Jakarta Defensive Driving Consulting)
"Penyebab kecelakaan di lalu lintas, penyebabnya adalah ketidaktertiban berlalu-lintas dari pengguna lalu lintas" Ujar Justri di awal presentasi.
Saya sering sekali melihat, aktivitas mmulti-tasking dilakukan saat mengemudi. Pernah saya melihat, pengemudi memegang setir sambil menelpon.
Coba bayangkan !
Kalau saat komunikasi di telepon memicu emosi atau kemarahan, tak mustahil mempengaruhi aktivitas menyetir. Kalau nyetir sambil marah-marah, dampaknya bisa saja dirasakan oleh kendaraan di belakang atau samping kanan kirinya.
Fokus adalah jawabannya.
  • Pastikan kondisi kendaraan telah diperiksa dan yakin semuanya dalam kondisi layak jalan, kondisi kendaraan yang siap membuat perjalanan nyaman, lancar dan pengemudi tidak stress.
  • Tinggalkan segala masalah (mental & fisik) saat merencanakan mengoperasikan kendaraan bermotor, sesuatu terkait fisik (sakit, keseleo, dll) akan membuat keterbatasan gerak dalam mengoperasikan kendaraan. Masalah Keluarga/Pekerjaan/Finansial yang berat akan mengurangi konsentrasi mengemudi, saat ini kualitas safety Anda akan segera menurun!!
  • Upayakan dengan maksimal untuk fokus dengan tugas mengemudi, hindarkan hal-hal yang mendistraksi konsentrasi
Suasana acara Mobil123.com, Safety Driving (dokpri)

Selain Focus, pengemudi harus Mengerti
  •  Melihat tidak selalu linear dengan MENGERTI. Indikasi mengerti salah satunya, tidak mengerem mendadak, tidak melakukan manuver mendadak, tidak kaget atas kejadian yang ada dimukanya, pergerakan kendaraan walaupun tidak terlalu pelan selalu halus, bagi penumpangnya mereka merasa nyaman dikemudikan si pengemudi.
  • Pada bagian mengemudi defensive, mengerti adalah tindakan antisipatif. Ketika indera mata melihat sesuatu, maka pahami objek tersebut. Semisal mata melihat anak kecil di bahu yang ada di bahu jalan 50 meter di muka, pahami ia hanya seorang anak kecil yang dapat bergerak atau memutuskan sesuatu dengan seketika tanpa berpikir panjang, bahkan menyeberang seketika melintasi badan jalan dimuka Anda tanpa menghiraukan sesuatu yang buruk dapat terjadi.
  • Pengemudi yang selalu mengutamakan keselamatan, selain tertib berlalulintas ia memiliki PATTERN mengemudi antisipatif, selalu mengecheck kaca-kaca spionnya kemudian mengerti apa yang tertangkap dengan matanya, mematikan situasi belakang atau samping aman sebelum ia melakukan keputusan sebuah manuver. Saat bahaya dimuka muncul, sebelum mengambil keputusan  mengerem atau menghindar, tindakan pengemudi yang memahami ia berada dimana adalah memastikan sisi belakang atau sampingnya aman atau tidak, barulah keputusan terbaik dilakukannya, ini adalah indikator MENGERTI!

00-00
Saya Sepakat keselamatan berkendara, tak sepenuhnya di tangan diri sendiri. Misalnya diri sudah berhati-hati menyetir, tapi kita tidak bisa mengontrol orang lain. Tapi kalau diri sendiri tak memulai, mustahil kedisiplinan akan terjadi.
Sudahlah tak usah menuntut orang lain disiplin, lebih baik kita menjadi pelopor keselamatan untuk diri sendiri. (salam)

Senin, 23 Mei 2016

Menjalin Nilai Kebersamaan dari Meja Makan #mejamakanpunyacerita

Acara Blogger Gathering Bersama Tupperware dan Viva 20/5'16- dokumentasi pribadi
"Bun maaf, tadi ayah sudah makan malam diluar" ujar saya sepulang dari ngantor
Kebetulan ada acara dadakan, usai jam kantor Boss mentraktir seluruh staff di sebuah Restaurant berkonsep "All U Can Eat". Karena bayar sama untuk makan sepuasnya, kami yang karyawan kalap ingin mencoba semua menu.
"Oo gitu" jawab istri lirih
Makanan dalam wadah Tupperware yang sudah disiapkan, dengan pelan dan berat hati diberesi. Saya menangkap nada getir dari intonasi suara, namun tak diungkapkan secara panjang. Guratan di wajah istri jelas tergambar kecewa, namun berusaha disamarkan. Saya memang sedang capek fisik dan pikiran, memilih segera membersihkan diri dan tidur. Karena kalau memperpanjang obrolan, bisa-bisa justru emosi yang keluar.
Kawan's, coba bayangkan!
Masalah yang terkesan remeh dan kecil, kalau terjadi berkelanjutan tentu ibarat bola salju. Bukankah sesuatu yang besar, merupakan akumulasi dari masalah kecil yang diulang-ulang.
Entahlah, sejak saat itu saya seperti berjanji di dalam diri. Kalau ada acara makan malam di mana saja, segera mengabarkan kepada istri. Hal ini sebagai upaya, agar masak secukupnya atau bisa beli untuk dirinya dan anak-anak. Pun kalau membawa pulang makanan, saya tetap mengirim kabar agar tidak repot memasak.
Kampung Halaman - Sekitar tahun 1989
Rutinitas ini terjadi nyaris sama setiap usai maghrib, tapi saya tak pernah bosan menjalani. Ibu yang hanya lulusan sekolah dasar, menurut pandangan saya sangat taat pada suami. Makan bersama menjadi kebiasaan keluarga kami, utamanya saat makan malam.
"Mbahmu yang yang ngajari ini" ujar ibu sambil menyiapkan meja makan
Tangan perempuan ini terlihat cekatan, meletakkan menu makan ke piring dan mangkok saji. Saya hanya mengintili, memperhatikan dengan seksama yang dikerjakan ibu. Komposisi dalam mengatur posisi menu juga tak beda setiap hari, konon katanya diajarkan sang mertua. 
Meja kokoh dari kayu jati ukuran  2 m x 1,5 m, dilapisi taplak plastik warna dasar merah bermotif bunga. Dua bakul nasi dengan uap masih mengepul, diletakkan persis ditengah meja makan. Bersanding dua rantang berisi sayur, berada persis di sebelah kanan nasi. Tempe goreng dan perkedel disatukan dalam piring ceper, berhimpitan dengan sambal dan kaleng krupuk.
Piring ditumpuk rapi agak menepi, diatasnya ditaruh sendok tanpa garpu (karena memang tidak punya garpu).  Kemudian gelas ukuran sedang berjajar rapi, sudah diisi air putih di dalamnya.
Kami empat kakak beradik siap bersantap malam, ayah duduk di kursi paling ujung dan ibu duduk di kursi seberangnya. Saya dengan kakak nomor lima di sisi kiri, dua kakak lainnya di sisi meja sebelah kanan.  Dua kakak sulung dan nomor dua kuliah di kota besar, karena kost tak bisa bergabung setiap sore.
Ayah seorang guru SD dan ibu membuka warung di pasar, selalu punya banyak waktu untuk berkumpul. Meski dengan menu ala kadarnya, tapi kebersamaan itu terasa tak ternilai harganya. Prosesi sederhana yang terjadi puluhan tahun silam, kini saya rasakan begitu membekas di nubari.  Meski ayah dan ibu tak paham ilmu parenting, mereka justru telah menerapkan nilai pengasuhan dalam sikap keseharian.
Saya bungsu dari enam bersaudara, merasa dekat dengan keluarga bersahaja kami. Melihat kerukunan ayah dan ibu, meski dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan. Betapa ukuran bahagia menurut pandangan saya, tak berbanding lurus dengan mewahnya menu makanan. Tapi lahir dari hati yang bersyukur, menikmati rejeki yang menjadi bagian kita.
Peran Ibu dalam Keluarga
Ibu saya adalah perempuan tangguh dan luar biasa, meski dari segi pendidikan relatif rendah. Beliau mempersembahkan bahkan sepenuh diri, untuk suami dan anak-anaknya. Beliau selalu pasang badan, ketika kami anak-anaknya sedang berduka.
Termasuk demi menghemat uang belanja, beliau masak sebelum adzan subuh untuk sarapan dan sepulang dari pasar untuk makan siang (biasanya sayur sekaligus untuk makan sore). Memang olahan ibu hanya menu sederhana, tetapi justru membuat rasa kangen ini kembali bertumbuh.
Ibu saya (paling kiri) bersama anak-anak dan Istri sedang makan di resto- foto tahun 2011 (dokumentasi pribadi)
Ah meja makan tua di rumah, selalu menggenang indah kenangan. Komposisi dalam menaruh peralatan makanan, terpertahankan sampai saya hendak merantau seperempat abad lalu.
Pun ketika Istri memilih sebagai ibu rumah tangga, saya mendukung  penuh keputusannya. Sebagai seorang lulusan sarjana, istri  cukup terbuka dengan pengetahuan parenting.
Kalimat "Al-ummu Madrosatul Uula" atau ibu adalah madarasah/ pendidik pertama, coba diterapkan istri dalam keluarga kecil kami. Istri totally mengurusi anak-anak dari bayi, tanpa pengasuh atau istilah kekiniannya baby sister. Ketika anak sedang tidur, masih mengerjakan pekerjaan rumah lainnya termasuk masak.
Setelah anak beranjak besar dan bersekolah, bergaul dengan wali murid lain. Mengisi waktu berjualan, untuk membantu keuangan keluarga. Sambil menjemput anak di sekolah, istri menawarkan dagangan kerudung dan makanan.
Pun makan bersama menjadi saat istimewa, kadang di meja makan kadang sembari melantai. Bungsu kami yang masih lima tahun, dengan manjanya minta disuapi ayah atau bundanya. Sementara sulung berusia sepuluh tahun lebih, tak segan bercerita apa saja yang terjadi tentang teman atau kejadian di sekolah.
Dua perempuan yang kepadanya saya menaruh hormat dan sayang, pertama ibu dan kedua adalah istri. Sebagai manusia pasti mereka berdua jauh dari sempurna, tapi perjuangannya tidak lagi saya sangsikan. Mereka berdua telah menanamkan sebuah nilai bahagia, dengan cara dan gaya masing-masing.
0-00-0
Meja makan bercat putih ditata rapi, berpasangan dengan 4 kursi dengan cat yang senada. Antar kursi yang berhadapan, dihubungkan taplak garis-garis warna kuning putih panjang seperti selendang di atas meja. Sajian siap santap dengan aneka wadah saji tupperware warna hijau muda, seolah tak sabar dinikmati Bloggers. Sendok dan garpu dua pasang ukuran besar dan kecil, menambah penampilan meja makan semakin sempurna.
Jumat sore 20 Mei'16, saya berada di acara "Blogger Gathering bersama Tupperware". Kemeriahan langsung terasa, saat kaki ini melangkah di lantai 12 Squard Quarter Buliding 
Edwin Jonathans, Selaku Product manager Tupperware Indonesia mengungkapkan dalam sambutan di acara Blogger Gathering "Tupperware ingin membuat wanita Indonesia lebih baik lagi, menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga. Oleh karena itu inovasi produk adalah hal penting bagi tupperware, karena harus mengikuti perkembangan jaman sesuai kebutuhan. Salah satu kategori produk sangat penting Tupperware adalah serving, untuk merespon fenomena hoby memasak sedang ngetrend di kalangan banyak orang. Serving membuat suasana makan, menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan.
Oleh karena itu fenomena yang terjadi harus kembali dibudayakan, sekaligus mengingatkan pada keluarga indonesia. Untuk menumbuhkan tradisi kebersamaaan, bersantap bersama keluarga di meja makan. Saat  keluarga berada dalam satu meja makan, memungkinkan terdeliveri nilai sebuah keluarga kepada anak-anaknya. Tupperware meluncurkan sebuah kampanye "Meja Makan Punya Cerita", mengingatkan pentingnya meluangkan waktu di meja makan untuk makan bersama".
Edwin JonathansProduct Manager Tupperware Indonesia (dokpri)
Pada acara yang sama juga hadir di panggung Rina Sudiana, beliau adalah Product Manager marketing Dept. Tupperware Indonesia
Pada sesi presentasi Rina mengemukakan, saat ini keluarga Indonesia mulai jarang makan bersama. Saat team Tupperware minta testimoni perihal terakhir makan bersama keluarga, ada yang menjawab dua bulan lalu, setahun yang lalu waktu lebaran, bahkan ada yang lupa kapan makan bersama. 
(sebentar sebelum lanjut, kawan's harus saksikan video ini. haru-sedih-hiks)

Melalui kampanye dengan tema "Meja makan Punya Cerita", Tupperware meluncurkan produk baru. Agar kegiatan makan bersama, keluarga tak perlu booking di resto tapi bisa di rumah. Wadah yang bisa ditempatkan di meja makan, cantik, modern warnanya tegas, ukurannya mungil dan cocok untuk wadah sajian yang di beri nama "Petite Blossom"
Apa saja varian Petite Blossom ?
  • Petite Blossom Soup Server ; berkapasitas ideal untuk menyajikan hidangan berkuah porsi harian.
  • Petite Blossom Saucy Dish ; Aneka hidangan tumisan atau berkuah sedikit, tetap menarik disajikan.
  • Deep Serving Spoon ; cocok untuk makanan berkuah banyak atau sedikit
  • Petite Blossom serving Platter ; untuk makanan pendamping seperti kudapan dsb.
  • Serving Spoon ; cocok untuk mengambil kudapan dsb.
Saya dan teman semeja baru menyadari, ternyata wadah saji tupperware di setiap meja adalah paket Petite Blossom yang baru diluncurkan.
Petite blossom punya double fungsi, bisa untuk wadah saji juga untuk menghangatkan makanan. Saya jadi ingat kebiasaan istri dirumah, sering memasukkan sayur  atau lauk dalam wadah ke rice cooker yang kabelnya masih dihubungkan ke stop contact.
Hasilnya memang sangat memuaskan, makanan dingin berubah hangat. Kami bisa kembali menikmati makanan tersebut, tak perlu memasak yang baru. Selain hemat tenaga karena tak perlu masak lagi, tentu hemat biaya karena tak usah belanja (hehehe)
Trubo Chopper (dokpri)
Selain Persembahan Petite Blossom, Tupperware menghadirkan Turbo Chopper. Alat ini dilengkapi dengan pisau yang bisa diputar di dalamnya, dengan cara menarik manual  tali penghubungnya agar bisa memutar. Fungsi alat ini memudahkan ibu-ibu, terutama untuk membuat sambal dan lain sebagainya. Pisau di dalam Turbo Chopper, akan bertugas menghaluskan bahan yang ada di dalamnya.
00-00
Meja Makan Punya Cerita ala keluarga kami (dokpri)
Weekend  kali ini terasa begitu spesial, kami menyiapkan makanan bersama. Istri sudah memasak makanan, apapun menunya bagi kami sangat istimewa. Kebetulan kami punya wadah saji Tupperware, berbentuk bulat bisa untuk beberapa jenis makanan sekaligus. Bahkan untuk tempat buah dan nasi, kami juga mengandalkan produk Tupperware.
Semur tahu tempe, ayam ungkep, kentang balado, sayur acar dan bihun disajikan dalam satu wadah. Tak lupa buah-buahan disandingkan, menjadi penutup makan siang hari minggu.

Anak-anak berkisah apa saja tanpa sungkan, moment ini cukup efektif untuk berbagai cerita. Si kecil yang maunya disuapi bundanya, tak jarang minta dilayani saya ayahnya. Episode sederhana ini smoga membekas di benak anak-anak hingga kelak, seperti saya yang terbayang episode serupa puluhan tahun silam bersama orang tua.
Meja makan kami seolah selalu siap sedia, untuk menjadi tumpahan kisah setiap anggota keluarga kecil ini.  Bagaimana meja makan anda? (salam)

Jumat, 20 Mei 2016

Paket "Combo Xtra", Satu Tarif Untuk Semua

Siapa tak kenal XL ?
Kalau ada yang ngacung, saya hanya tersenyum sambil geleng geleng (hehehe)
Semua product selalu dituntut berinovasi, agar selalu menyesuaikan kebutuhan jaman. Saya sangat sepakat ketika membaca Quote, "Orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu, orang yang terus belajar akan menjadi pemilik masa depan".
Acara Peluncuran Paket Xtra Combo XL (dokumentasi pribadi)
Nah, XL menyadari pentingnya inovasi.  Pada 18 Mei 2016 mengundang jurnalist dan blogger, dalam "Peluncuran Paket Combo Xtra - satu Tarif Untuk Semua".
David Arselus Oses, selaku Chief of Prepaid Officer XL mengatakan "Untuk lebih menarik perlanggan dan masyarakat beralih ke layanan 4G LTE, kami sengaja meluncukan produk-produk layanan yang menawarkan manfaat ekstra. Paket Combo Xtra ini adalah salah satu satunya, di dalamnya termasuk memberikan manfaat berupa bonus menelpon selain bonus kuota Data 4G yang lebih besar. Dengan demikian, paket ini sekaligus mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang selama ini termasuk banyak menggunakan layanan voice atau telepon.
Paket Combo Xtra ditawarkan mulai dari, Rp 39 ribu (kuota 800MB, 30 menit gratis menelpon ke semua operator). Sementara Paket tertingi sehara Rp. 239 ribu, mendapat kuota 16GB, bonus 40 GB di 4G, unlimited menelpon sesama XL dan 150 menit ke semua operator.
Pelanggan XL bisa mendapat paket terbaru, mulai 9 mei 2016 dengan membeli Kartu Perdana Combo Xtra atau bisa mengaktifkan Paket Combo Xtra melalui UMB **123# atau aplikasi MyXL.
Paket Combo Xtra XL, mengenalkan program tarif kartu perdana yang hemat. Pada paket ini, XL mengenakan satu tarid yang sama ke semua operator.
Berapa?
Rp.100/ 10 detik dan Rp.170 / SMS.
Program ini sudah berlaku nasional, sejak 9 mei 2016. Selain itu pelanggan bisa mendapat manfaat lain, gratis telepon 20 menit ke semua operator setelah pemakaian Rp 1.000 (untuk daerah tertentu).
Saat ini internet cepat 4G LTE XL, sudah melayani di 58 kota didukung 3 ribu BTS 4G. Hingga akhir tahun 2016, XL menargetkan 100 kota/area terlayani layanan 4G LTE.

Selain layanan yang ada sekarang, XL berjanji akan terus berinovasi demi kepuasan pelanggan. (salam)