Senin, 27 April 2015

Tempat Hangout Asyik Harga Tak Bikin Sirik


 
Kedai Ketan Susu di Jl Cilandak Tengah no 3 Jaksel - dokpri
Menikmati  suasana di Kedai  memang mengasyikkan, apalagi jika pilihan menu tak menguras kantong. Satu tempat nongkrong ini bisa jadi jujukan, bagi yang menginginkan suasana beda. Bagi warga Jakarta yang sering melintas Cilandak Tengah, mungkin tak asing dengan nama Kedai Ketan Susu. Posisinya tak jauh dari Cilandak Town Square (Citos), dengan berjalan kaki ditempuh tak sampai 30 menit. Atau kalau mau naik angkot pilih yang warna merah, bisa juga ojek yang mangkal di sekitar Citos. Lokasi Kedai Ketan Susu mudah dicari, tepatnya di jalan Cilandak Tengah no 3 Jakarta Selatan. Terdapat banner di pagar depan Kedai, dengan mudah bisa terlihat sebagai penanda.
Menilik dari namanya membuat sedikit terkecoh, orang menyangka Kedai ini hanya menjual Ketan Susu. Namun coba saja  mampir dan masuk ke dalamnya, ternyata tidak hanya Ketan Susu disajikan. Makanan dan minuman khas nusantara, menjadi menu andalan di Kedai Ketan Susu Clandak
Pak Iman Harahap dalam Acara Bersama Blogger (dokpri)
 Penulis yang sempat menyambangi Kedai ini, merasakan atmosfir yang nyaman. Tempatnya dibuat dengan konsep terbuka, dan yang paling utama adalah kebersihan terjaga. Paling gampang mengidentifikasi hal ini, dengan melihat bagian toilet atau kamar mandi. Makanan yang ditawarkan sangat Indonesia, mengingatkan bahwa negri tercinta kaya akan kuliner. Nasi Buntil, Soto Padang, Nasi Burih, Nasi Pecel, Nasi sayur Medan, Nasi Ayam Goreng Madu, Rendang Jamur Tiram, dan menu utama lainnya.
Sementara untuk minuman tersedia aneka pilihan, Juice lidah buaya, wedang uwuh,  kopi spesial, Bajigur, dan masih banyak lainnya. Untuk makanan tambahan terdapat empek empek, dimsum, mie telor kari ayam, telor orak arik keju, dan lainnya. 
Makanan lain juga tersedia berupa roti bakar, isiannya bisa memilih keju, susu, kacang, coklat. Roti Bakar "nutela", Roti bakar Kornet, Roti panggang kaya, dan lainnya bisa menjadi pilihan. Desert yang menjadi "judul" kedai ini adalah ketan, disajikan dengan aneka toping pilihan.
*****
Suasana Kedai Ketan Susu (dokpri)
Saya berkesempatan hadir pada acara istimewa, Ngobrol Santai Sharing Bisnis Bersama Blogger (Ngobras). Memesan Nasi Sambal Daging Balado, terasa nikmat karena dagingnya yang empuk. Serat daging sangat lentur alias tidak alot,  dengan mudah bisa diurai saking  lembutnya. Tingkat kepedasannya cukup tak berlebihan, untuk yang gemar pedas bisa ditambah cabe. Saya yang mengajak serta anak, merasa cukup dimudahkan ketika berbagai dengannya. Tak perlu menggunakan jari tangan, cukup dengan ujung sendok daging langsung lepas. Sementara jagoan saya tak mau ketinggalan,  memesan Mie Godog Nyemek untuk makan siang. Pemilihan nama nyemek cukup mengena di telinga, menggiring imajinasi pada kuah yang tak amber (penuh). Selama ini sejauh saya tahu, Mie yang lazim dijual adalah rebus dan goreng. Seperti biasa Mie goreng pada umumnya, dimasak dan disajikan tanpa kuah. Sedang Mie Rebus terdapat kuah yang berlimpah, sruput kuah terakhir setelah mie habis menjadi sensai. Sementara kata Mie nyemek memberi asumsi, bahwa pengolahan mie masih memakai kuah. Namun kuah tak penuh takarannya pas, mie dan kuah habis pada saat bersamaan. 
Menikmati Mie Godhog Nyemenk (dokpri)

Juice Lidah Buaya (dokpri)
Untuk minuman memesan dua juice lidah buaya, dengan tingkat manis yang pas di lidah (saya kurang suka manis). Sementara untuk dessert tak sabar mencicipi, ketan susu dengan toping srikaya. Saya pribadi terus terang penyuka ketan, biasanya dimakan dengan parutan kelapa atau bubuk kacang. Kini mencoba dengan tambah susu, saya pikir eneg ternyata tidak seperti perkiraan. Selain Ketan Susu dengan toping srikaya pilihan saya, tersedia juga toping yang lain yaitu durian, jagung atau ketan susu bakar, dan juga ketan original. 
Pangsit Goreng ala Kedai Ketan Susu (dokpri)
Untuk camilan sempat merasakan Pangsit goreng, yang berbeda dengan pangsit pada umumnya. Pangsit ala Kedai Ketan Susu gemuk, isinya penuh  mirip Ekado di rumah makan Jepang.
*****
Pak Iman Harahap sang owner berkisah, masakan yang disajikan di Kedainya adalah resep warisan keluarga. Bisnis yang kini sudah berjalan sekitar empat tahun, berangkat dari konsep dan keyakinan yang matang. Konsep yang diusung adalah kedai atau warung kopi, yang bersih dengan akses Wifi serta Musholla. Pepohonan rimbun yang tumbuh di halaman, menambah suasana nyaman bagi pengunjung. Pak Iman Harahap sebelumnya bisnis di bidang salon mobil, tahun ini sedang ancang ancang membuka barbershop.
"segmen pengunjung Kedai Ketan Susu cukup beragam, mulai dari roda dua sampai Mercy" ujar Pak Iman "Harga juga cukup terjangkau mulai dari 15 ribu sampai 38 ribu."
Secara berkala Kedai Ketan Susu menghadirkan menu baru, sehingga pengunjung tak bosan. Pelayanan juga terus ditingkatkan, dengan mengupgrade skill 12  karyawannya. 
Kedai Ketan Susu Cilandak (dokpri)
 Menilik dari beragam menu yang ditawarkan, berupa aneka makanan utama. Kiranya Kedai Ketan Susu Cilandak, sangat cocok untuk bersantap makan baik pagi, siang dan malam. Jam operasional Kedai Ketan Susu cukup panjang, buka setiap hari mulai jam 09.00 - 23.00 wib. Harganya yang bersahabat untuk semua kalangan, menjadi tempat kuliner enak di Jakarta Selatan. Aneka menu tak lepas dari makanan nusantara, yang kaya dengan kuliner lezat dan nikmat. Pak Iman yang pernah menempuh pendidikan di negri Paman Sam, mengakui sepenuhnya bahwa kuliner indonesia tak kalah dengan luar negri. Dari sisi rasa dan variasinya tiada dua, dibanding makanan barat yang hanya itu itu saja.
Saya kerap mengalami hal tak mengenakkan, kalau sedang ada keperluan belanja atau jalan jalan dengan keluarga. Ketika waktu sholat tiba dan mencari musholla, lazimnya menjumpa tempat ibadah cenderung seadanya. Baik di Mall, Cafe atau Restaurant, biasanya kalau mendapati tempat sholat yang sumpek. Sajadah tipis benangnya terlihat hampir putus, sarung dan mukena berubah warna dan baunya apek.
Tempat Wudhlu Kedai Ketan Susu (dokpri)
 Namun di Kedai Ketan Susu kesan lain saya dapati, musholla yang disediakan membuat saya kesengsem. Tempat wudhlunya sangat unik, terdapat dua bagian agar tak kerepotan. Untuk  prosesi membasuh bagian disediakan wastafel, khusus membasuh kaki terdapat shower dipasang sebatas dengkul. Fasilitas ini membuat tempat wudhu tak bercecer air, yang pasti tak perlu membungkuk terlalu dalam. Masih dari tempat wudhu lantainya dari bahan papan, sehingga tak mudah kepleset karena licin.
Satu pojok yang membuat anak saya betah, adalah kolam kecil menuju musholla. Terdapat dua kura kura lucu, mempercantik sudut musholla.
*****
Konsep terbuka yang diterapkan Pak Iman Harahap, kental sekali  terasa di Kedai Ketan Susu. Minim sekali sekat penuh antar ruangan, berupa dinding lantai sampai atap. Dari bagian halaman menuju Kedai, tak terdapat pagar apalagi dinding pembatas. Pun pada ruang bagian belakang posisinya menanjak, hanya disekat pagar berpilar berdamping undakan. Atap terbuka pada bagian belakang Kedai, menimbulkan kesan terbuka dan lapang. Udara bebas keluar masuk tanpa hambatan, membuat pengunjung tidak kegerahan.
Penerangan di siang hari didapat dari cahaya matahari, otomatis menghemat pemakaian energi listrik. Sementara sirkulasi udara yang relatif sempurna, hanya membutuhkan beberapa kipas angin saja. Penataan  meja dan kursi cukup rapi dan hommy, membuat pengunjung serasa berada di rumah sendiri.
Mengingat nge-charge sudah menjadi kebutuhan, tak perlu kawatir mengenai colokan listrik. Pada bagian bawah tiang dekat kursi, stop contact disediakan di Kedai ketan Susu. Handphone dan laptop diisi energi, sembari pemiliknya bersantap menu pesanan. Sementara di dekat tempat kasir, terdapat Pepaya Premium, Pepaya California dan Daun lidah buaya. Merupakan hasil kebun sang pemilik Kedai, dijual dan dihitung dalam satuan kilogram.
Kehadiran Kedai Ketan Susu yang unik, sekaligus memberi alternatif tempat kuliner Jakarta Selatan. Cocok untuk semua kalangan kelas sosial, dan lokasinya yang strategis mudah untuk dikunjungi. Tak mengherankan di halaman Kedai ini, motor dan roda empat parkir berdampingan. (salam)

Jumat, 24 April 2015

Menyusuri Jejak Kolonial di Pulau Bidadari


Benteng Mortello (dokpri)

Sejarah bangsa  Indonesia tak bisa dilepaskan dari penjajah, Belanda pernah menduduki Nusantara. Selama 3,5 abad bukan masa yang pendek, menguasai secara fisik dan mental. Tak bisa dipungkiri sampai masa kini, masih saja terdapat petilasan tersebar di beberapa tempat. Berupa bangunan tua yang masih kokoh, dapat dijumpa di daerah Kota Jakarta Barat. Bagi generasi masa kini bisa mengambil sisi positif, tentang arsitektur masa itu yang lintas jaman. Sampai sekarang tembok, teralis, ubin, kayu relatif begitu kuat. Bahan bahan yang digunakan benar benar pilihan, tak cepat rapuh meski sudah berusia ratusan.
Satu bukti benteng peninggalan Belanda, kala itu menjadi pertahanan menghadapi serangan Britania Raya. Terdapat di sebuah pulau cantik bak paradays, berada di kawasan Kepulauan Seribu. Daerah Kabupaten administratif ini, masih berada di  wilayah DKI Jakarta. Adalah Benteng Martello dibangun sekitar abad XIX,  yang berada di Pulau Bidadari. 
Dokumen Pribadi

Anak tangga Benteng Mortello (dokpri)

Menyusuri warisan di Pulau Bidadari, seperti mengendari mesin waktu. Kembali berada di masa jauh di belakang, jejak kolonial menduduki Batavia. Pihak pengelola memperkuat atmosfir heritage, dengan menghadirkan ornamen pendukung. Patung lengkap dengan kostum khas Belanda, tersebar di beberapa titik  Pulau ini. Persis di tengah pintu masuk, terdapat batu prasati diapit dua patung. Menjelaskan perisitiwa yang pernah terjadi, hingga ditemukan Pulau Bidadari. Cottage dengan bahan dominan kayu, menanamkan kesan menyatu dengan alam. Bahkan ada cottage yang dibangun terapung, berada di bibir laut menawarkan sensasi berbeda.
Pulau Bidadari ditumbuhi aneka pohon langka, seperti pohon sentigi (pempis acidula), pohon glodokan (polyathea longifolia), pohon kayu hitam (diospyros maritama), pohon kepuh atau kelumpang (sterculia foetida), dan banyak pohon lainnya. selain itu terdapat dua pohon yang unik, adalah pohon rejeki dan pohon jodoh. Kabar yang berhembus perihal dua pohon ini, pohon rejeki adalah pohon pembawa peruntungan. Sementara tentang pohon jodoh, dikabarkan melangenggkan hubungan suami istri. Kebenaran kabar ini tentu tak terlalu utama, percaya atau tidak terserah anda.
Panorama laut pulau jawa yang biru, hamparan pasir yang putih bagai paradays. Menyejukkan dua bola mata, menghadirkan keindahan tak terkira. Bagi penggemar olah raga air, tersedia kano, banana boat, bahkan snorkling. Terdapat satu paket langka, yaitu berenang dengan lumba lumba (Swim with Dolphin atau Feeding Dolphin). Binatang Mamalia cerdas ini tenyata bisa sebagai media therapy autis, gelombang suara ultrasonic lumba lumba mampu merangsang syaraf penderita autis.
 
Pulau Onrust (dokpri)
Pulau Bidadari tak berdiri sendiri, tak terlalu jauh terdapat Pulau Onrust, dan Pulau Kahyangan. Bisa dikunjungi dengan speedboat, dalam rangkaian tour yang disediakan pengelola. Dua pulau ini menyimpan sejarah juga, masih berkaitan dengan jaman kolonial.
Bagi warga ibukota tak terlalu kesulitan, untuk mengunjungi Pulau Bidadari. Dengan angkutan massal transjakarta, bisa berhenti di halte terakhir di Ancol. Berjalan kaki tak sampai 15 menit, sampai dermaga Pantai Marina Ancol. (salam)



Kamis, 23 April 2015

Menggali Eksotisme Goa Pindul


Pintu Masuk Goa Pindul (dokpri)

Wilayah Kabupaten Gunung Kidul berada di Jogjakarta, dengan waktu tempuh sekitar 90 menit. Sebagian kita mungkin sudah terbentuk persepsi, tentang tanah tandus dan susah air. Namun kini perlu merivisi ulang, tentang stigma yang tak sepenuhnya benar. Goa Pindul adalah titik balik, bagi kesejahteraan penduduk Bejiharjo Gunung Kidul. Mulanya ada sebuah tulisan blogger tentang Goa Pindul, kemudian mengundang penasaran sebuah stasiun televisi. Setelah ditayangkan di layar kaca, dampaknya sunguh di luar perkiraan. Kini Goa Pindul menjadi seperti paradays, bahkan saat week end membludak wisatawan.
Sebuah basecamp disediakan pemandu Dewa Bejo, singkatan dari "Desa Wisata Bejiharjo". Dewa Bejo konon sebagai pelopor, yang merintis obyek wisata ini. Tak jauh dari basecamp, terdapat anak tangga menanjak menuju lokasi Goa. Beberapa undakan terlewati terdapat sebuah petunjuk, napak tilas Panglima Besar Jendral Sudirman. 

Goa Pindul (dokpri)
Ban dalam dan pelampung sebagai sarana uatama, menyusuri keindahan di dalam Goa Pindul. Bermula dari pingir mulut goa, setiap peserta duduk di dalam ban. Seperti berada dikolam renang, posisi sedikit rebahan mengapung di aliran air. Dalam satu kelompok terdapat sepuluh peserta, ban besar disambung dengan tali. Seorang pemandu memakai topi proyek, lengkap dengan senter di depan topi. Mengawal dari belakang dalam satu kelompok, sambil menjelaskan terjadinya Goa Pindul. Kegiatan mengarungi sungai bawah tanah ini, sering dikenal dengan istilah asing cave tubing.  
Cave Tubing (dokpri)

Dinding Goa Pindul (dokpri)
Aliran sungai bawah tanah sepanjang 350 meter , memiliki lebar rata rata sekitar 5 meter. Beberapa titik menyempit sekitar dua meter, namun pemandu sigap mengingatkan agar kepala pengunjung tak terbentur. Selama menyusuri sungai bawah tanah, bisa dinikmati pahatan bebatuan. Baik yang berada di atas atau pinggir goa, adapun atap goa berjarak sekitar 4 meter dari permukaan air. Terdapat formasi bebatuan stalaktit yaitu sejenis mineral sekunder, yang menggantung di langit-langit gua kapur. Beberapa stalaktit ada yang sudah tumbuh sampai bawah, menjuntai seperti sebuah pilar. Ada juga batuan karst masih hidup, diketahui tandanya masih meneteskan air. Satu batu yang cukup unik adalah batu gong, apabila permukaan batu dipukul mengeluarkan bunyi seperti gamelan gong.
Terdapat tiga pembagian zona dai Gua Pindul, yaitu zona terang ( berada di awal dan akhir), zona remang (setelah pintu masuk dan menjelang pintu keluar) dan zona gelap (berada di tengah). Total waktu yang digunakan untuk menyusuri sungai Gua Pindul, kurang lebih selama satu jam berakhir di sebuah dam. 
Goa Pindul (dokpri)

Desa Bejiharjo merupakan kawasan pebukitan, masih didominasi oleh batuan warna putih. Jalanan berkelok dan menanjak musti dilewati, untuk mencapai kawasan ini. Obyek wisata cantik ini, menambah panjang daftar obyek wisata di bumi Nusantara. Tentu semakin meyakini, betapa persada tercinta laksana paradays indah tiada tara. (salam)

Sabtu, 18 April 2015

Nuansa Heritage di Bidadari Eco Resort


Pulau Bidadari di Kepulauan Seribu (dokpri)
Jakarta kota Megapolitan dengan mobilitas ekstra tinggi, terus berdenyut penuh selama 24 jam sehari. Masyarakat yang sibuk tak kenal henti, menyita waktu, tenaga dan pikiran. Tak bisa dipungkiri rekreasi menjadi kebutuhan vital, demi memulihkan stamina yang telah terforsir. Selama ini penduduk ibukota mengalokasikan waktu, khusus weekend plesir ke Puncak atau Bandung. Namun tanpa disadari jalan ke kota tujuan padat, akibat arus pergi terjadi pada saat yang bersamaan. Suasana gembira yang sedianya ingin didapati, berubah stres di tengah kemacetan jalan. Sampai di tempat tujuan badan kadung  capek, tak bisa menikmati libur akhir pekan. Mengapa tak mencari lokasi alternatif berlibur, tetap di ibukota tetapi dengan suasana beda.
Bidadari Eco Resort adalah jawaban, menjadi solusi berlibur dengan jarak tempuh relatif dekat. Pulau Bidadari  merupakan salah satu gugusan pulau, yang terdapat di Kepulauan Seribu.  Dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari Pantai Marina Ancol, dapat dicapai pengunjung menggunakan speedboat. Tak jauh dari Pulau Bidadari berada, terdapat Pulau Kahyangan, Pulau Kelor, Pulau Onrust. Pulau- pulau ini memiliki nilai historys, berkaitan dengan batavia pada masa penjajahan kolonial.
PT Seabreez Indonesia sebagai pengelola Bidadari Eco Resort, jeli melihat kekuatan ini untuk dikedepankan. DR. H. Agus Rochyadi selaku presdir, memberi sambutan pada acara Vlogger Gathering. Konsep Heritage atau warisan menjadi keunikan, sekaligus daya tarik mendatangkan wisatawan. Dengan menerapkan budaya perusahaan, bernama "VIPROSITAS" singkatan visioner, profesionalisme, sinergi dan integritas. Budaya perusahaan ini dengan gigih dan spartan ditanamkan, pada aset utamanya yaitu Sumber Daya Manusia. Selaku Presdir Pak Agus tak enggan memberi teladan, dengan memungut sampah plastik yang berserakan. Tak disangka aksi pungut sampah dikuti, oleh karyawan yang melihat sang atasan secara langsung.
"Vlogger bisa melihat di Pulau Bidadari tidak ada sampah plastik" tegas Pak Agus "kalau sampah daun tak bisa dihindarkan" lanjutnya.
*****
Batu Prasasti di Pulau Bidadari (dokpri)
Suasana Heritage yang diciptakan cukup terasa, saat Vlogger datang disambut dua petugas cantik bertopi ala cowboy. Memasuki Bidadari Eco Resort disuguh welcome drink, dan sebuah lagu "Welcome To My Paradise" dari musisi Steven and the coconut tree. Lagu yang cukup familiar ini berkumandang, menjadi backsound welcome dance. Lima penari mengenakan busana khusus, khas pemuda pada masa kolonial Belanda. Prosesi penyambutan yang begitu sempurna, secara pribadi penulis merasa tersanjung. Awal yang sangat mengesankan, seolah berada di film film western jadul di televisi.
Petugas penyambutan vlogger (dokpri)

Welcome drink & Welcome dance (dokpri)

Sebuah batu prasasti berada setelah pintu masuk, diapit dua patung khas kolonial. Pada permukaan batu besar, menjelaskan sekilas tentang Pulau Bidadari. Pada abad XIX dibangun kembali benteng berbentuk bundar, guna mengawasi dan melindungi Pulau Onrust. Penyerangan oleh Ingris yang terjadi pada 1800 - 1810 menghancurkan benteng di pulau ini. kemudian pada 1972 berdasar SK Gubernur kota Jakarta, No. CB 11/2/16/72, ditetapkan sebagai suaka Purbakala.
Dengan dipandu seorang tour guide, Vlogger menjelajah pulau seluas kurang lebih 6 Ha. Bidadari Eco Resort kini menyediakan aneka jenis kamar, dengan type Standar, Deluxe, Family, dan Suite. Satu penawaran unik dan langka, pengunjung bisa merasakan sensasi debur ombak saat lelap tertidur. Terdapat 8 unit Family Floating Cottage, dengan konsep pesisir berbahan dasar kayu. Guna memperkuat suasana yang alami, dibangun gasebo beratap rumbai di beberapa titik. Pendopo juga tersedia di bibir pantai, untuk bensantai menikmati hembusan angin.
Tour Vlogger (dokpri)

Family Floating Cottage (dokpri)

Kondisi Pulau Bidadari cukup istimewa, dibanding gugusan pulau lain di Kepulauan Seribu. 60 % wilayah ini terdiri dari tanaman langka, seperti pohon kepuh atau kelumpang (sterculia foetida), pohon sentigi (pempis acidula), pohon kayu hitam (diospyros maritama), pohon glodokan (polyathea longifolia), dan banyak pohon lainnya. selain itu terdapat dua pohon yang unik, adalah pohon rejeki dan pohon jodoh. Menurut cerita yang beredar, pohon rejeki membawa peruntungan, sedang pohon jodoh akan melangenggkan hubungan suami istri. Fasilitas menarik lain yang disediakan untuk pengunjung, menyaksikan atraksi lumba lumba. Mamalia cerdas ini bisa menjadi media therapy autis, gelombang suara ultrasonicnya bisa merangsang syaraf penderita autis. Selain itu terdapat satu paket langka, yaitu Swim with Dolphin atau Feeding Dolphin.
Tour Vlogger terbilang istimewa saat tiba rumah panggung, tiba tiba melintas seekor Biawak. Jejak jejak Biawak (veranus salvator) tertinggal di permukaan pasir, namun binatang ini cenderung menghindar dari manusia. Biawak sendiri dibiarkan hidup bebas di Pulau Bidadari, sementara saat ini populasinya lebih kurang 100 ekor. Selain Biawak terdapat komunitas Elang Bondol (halias indus), adalah jenis burung yang dilindungi karena hampir punah. Sebuah pohon tinggi di dekat Menara Martello, menjadi tempat bersarang burung gagah ini. Burung Elang Bondol juga menjadi ikon, sekaligus kebanggan ibukota Jakarta.
*****
Menara Martello (dokpri)

Pada abad XVII Pulau Bidadari sebagai penunjang aktivitas Pulau Onrust, alasannya karena posisinya yang berdekatan. Pada 1679 didirikan benteng pengawas, sebagai sarana pertahanan dari serangan musuh. Sekitar tahun 1800 armada laut Britania Raya menyerang, sekaligus menghancurkan pulau ini. Tiga tahun kemudian pada 1803 Belanda menguasai, dan Pulau Bidadari dibangun kembali. Tak selang berapa lama pada 1806 Britania kembali menyerang, Pulau Onrust, Pulau Bidadari dan pulau lainnya diluluh lantakkan. Pada 1827 Belanda kembali membangun, dengan mengerahkan perkerja orang Thionghoa dan tahanan.
Peninggalan yang sampai sekarang tersisa, sekaligus menjadi saksi bisu sejarah. Benteng Martello yang terbuat dari batu bata merah, berbentuk lingkaran agar senjata bisa bermanuver 360 derajad.  Benteng Martello sebagai tempat pertahanan, untuk meredam serangan musuh yang ingin menyerang batavia. Meski kini sudah tak lagi sempurna, namun reruntuhanya masih menarik. Peninggalan bersejarah inilah yang menjadi magnet, tak dimiliki resort selain Bidadari Eco Resort.
Labirin Bidadari (dokpri)

Pulau Bidadari (dokpri)

Tour para Vlogger berlanjut melintasi Labirin Bidadari, untuk menjejakkan kaki ke saung kreatif. Kang Jamil, Kang Darma dan yang lain mempraktekkan, pembuatan benda benda hasil kreasi Pulau Bidadari. Memanfaatkan benda yang sudah tak terpakai, untuk didaur ulang menjadi bernilai ekonomi. Kerang yang berserakkan di pinggir pantai, dibersihkan dan dipoles. Sebagai bahan dasar kerajinan ini, kertas koran bekas diolah (recycle). Pembuatannya cukup sederhana, kertas koran bekas direndam kemudian diblender. Hasil blenderan diletakkan pada media kawat kasa tipis, air yang terkandung dalam bubur kertas ditiriskan sampai habis. Kemudian tinggal dijemur pada panas matahari, selanjutnya disulap menjadi tempat tisu, pigura, bingkai kaca cermin.
Selain proses daur ulang kertas, terdapat pembuatan kompos dari sampah daun. Masih ditempat yang sama, terdapat tempat penyulingan air limbah.  Tersambung kini benang merah penjelasan dari Pak Presdir, mengapa beliau getol memungut sampah plastik. Karena selain plastik susah diurai tanah, yang pasti tidak bisa dijadikan kompos.
 
Saung Kreatif Pulau Bidadari (dokpri)


Pembuatan Kompos (dokpri)
*****
Fasilitas disediakan Bidadari Eco Resort, berupa sarana permainan air seperti water sofa, banana boat dan canoe. Aktivitas lain bersepeda, memancing, billiard, mini futsal, volley, tennis meja, jogging track, semua bisa dilakukan dengan menikmati keindahan laut.
Aktivitas prewed (dokpri)
Posisi yang berdekatan dengan pusat pemerintahan, PT Seabrezz Indonesia sangat inovatif. Dengan mencerate tour khusus anak anak, program eduwisata dalam One Day Program. Siswa SD, SMP, SMU menjadi target, diajak berpetualang sehari ke tiga pulau.  Dengan kegiatan utama di Pulau Bidadari,  diajak menyebrang ke Pulau Onrust, Pulau Kahyangan dan Pulau Kelor. Mengajak belajar tentang sejarah, pembibitan mangrove, pengelolaan sampah, pengenalan biota laut dengan media Touch Poll dan Dolphin Pool.  Program Eduwisata "AYO Ke LAUT", juga menghadirkan Over Night Program. Pada program ini diajak menginap sehari semalam, juga menikmati pembibitan rumput laut dan snorkling. Sementara untuk perusahaan bisa memanfaatkan Pulau Bidadari, untuk outbond, meeting, atau family gathering.
Sepanjang acara tour sedang berlangsung penulis mengamati, aktivitas foto pre wedding sedang dilakukan. Pengelola juga menyediakan paket honeymoon, bagi pasangan pengantin baru menikmati keindahan pantai.
****
Talkshow bersama Management PT Seabreez Indonesia & Viva.co.id (dokpri)
Acara Vlogger Gathering  berujung di Batavia Room,  para blogger diajak beramah tamah dengan management. DR. H. Agus Rochiyardi, MM selaku presdir, memaparkan potensi pariwisata pada umumnya. Bagaimana peluang dan tantangan, khususnya dalam menghadapi MEA 2015. Sementara Pak Maryadi dari Viva.co.id, membocorkan rencana kedepan untuk vlogger. Kebaradaan blogger Viva akrab disebut Vlogger, tak bisa diabaikan dalam era saat ini.  Menyusul dari divisi marketing PT Seabreez Indoensia, ibu Teri memaparkan peluang personal agent pada vlogger. Serta informasi bahwa PT Seabreez Indonesia memiliki unit bisnis, yaitu Planet Games, Columbus Cafe, Columbus Fried Chicken. Khusus Columbus fried chicken, sudah memiliki Outlet di luar Ancol.
Acara paling ditunggu doorprize bagi vlogger beruntung, untuk twitpic selama acara baik single atau group. Tak ketinggalan 10 vlogger terpilih, diajak menikmati banana boat. Diujung Vlogger Gathering foto session, pihak management PT Seabreez Indonesia, Viva.co.id, dan Vlogger. Secara keseluruhan acara berjalan lancar, meninggalkan kesan yang mendalam. Tentang konsep Heritage yang diterapkan sangat terasa, patung patung khas kolonial tersebar.
Merapat di Dermaga 17 Pantai Marina Ancol (dokpri)
Lembayung senja penuh mulai menyapa, speedboat menjemput para vlogger. Kami diajak melewati Pulau Onrust, Pulau Kahyangan dan Pulau Kelor.  Sampai akhirnya merapat ke tujuan akhir, speed sampai ke dermaga 17. Pak Presdir berkenan mengantar vlogger, menjabat satu persatu berharap kembali bersua. (salam)