Rabu, 31 Desember 2014

Selalu Ceria Berwisata Religi Bersama "Cheria".


Umat Islam yang mayoritas di negara tercinta, bisa menjadi angurah sekaligus tantangan. Bagai sekeping uang logam, tak terpisah satu sisi dengan yang lain.
Bagi kaum muslim Indonesia, tak perlu bersusah mengekspresikan keyakinan. Masjid megah berdiri di banyak tempat, kumanadang panggilan sholat lima waktu mudah terdengar.  Acara agamis di televisi tersaji, meski berbanding "njomplang" dengan acara hura. Belum lagi saat Ramadhan tiba, atmosfir bulan suci kental menyelimuti ruang waktu. Tadarus dan majelis taklim aktif bergeliat, sajian buka puasa dan sahur mengiring suka cita.
Namun pada saat yang bersama, kasus pidana korupsi seolah tiada henti. Proyek pengadaan kitab suci, tak luput dari tangan kotor dan tabiat tak terpuji. Pungli dan gratifikasi menjadi lumrah, demi memenuhi pundi pundi. Adakah status muslim hanya sebagai kedok, atas perbuatan yang jauh dari citra kemusliman.
Fenomena yang marak tak boleh menciutkan nyali, bagi  siapa yang ingin menjadi mujahid. Segala bidang bisa menjadi medan perjuangan, untuk menegakkan nurani agar kokoh berdiri. Segenap jalan kebaikan bisa ditempuh, pintu kemanfaatan terbuka di segala bidang.
Menumbuhkan semangat religi melalui perjalanan wisata, menjadi konsentrasi Cheria tour dan travel. Pemahaman dan meresapi keislaman digali, melalui rangkaian napak tilas para pejuang islam masa lalu. Sebagai Biro Perjalanan yang berpengalaman, Cheria tour dan travel menyediakan paket tour wisata muslim yang menarik.
Setiap umat muslim pasti menyimpan harap, bisa menginjakkan kaki ke tanah suci. Perjalanan sakral yang menguras energi, tentu besar harap memperkokoh benteng keimanan. Menunaikan perjalanan Umroh dan Haji, adalah puncak ketaqwaan. Tentu membutuhkan pengorbanan materi, spiritual, stamina, dan waktu. Ketika semua prasyarat telah dipersiapkan maksimal, maka perlu jasa penangan dari travel yang profesional dan kredibel.
******
Perjalanan Umroh
Madinah yang menjadi tempat Hijrah Rasulullah, magnet kota ini begitu luar biasa. Madinah  An Nabi (Madinah Kota Nabi), sebelum Rasul menetap kota ini bernama Yastrib. Pada zaman Nabi Muhammad SAW dan empat khalifah pengganti, kota ini menjadi pusat dakwah dan basis pengembangan islam. Dari Madinah agama islam memancarkan cahaya, sehingga dijuluki Al Madinah Al Munawarah (Madinah yang Bercahaya). Tanahnya subur dan bertebar oase (sumber mata air), sehingga kebun dapat ditanami buah dan sayuran. Tanah Madinah mendapat berkah, karena Rasulullah pernah bermunajat pada Allah SWT.
"Ya Allah berilah Madinah ini dua kali berkah yang KAU berikan kepada Mekkah."
Raudah (dokpri)
Nabawi masjid mulia yang dibangun baginda Nabi, di satu sudutnya terdapat satu tempat istimewa. Raudah menjadi "incaran" setiap pengunjung, setiap jengkal ruang tak dibiarkan tersisa. Terdapat diantara Makam Rasulullah dan mimbarnya, ditandai dengan ornamen khas. Lantainya dilapisi permadani woll dengan warna beda, Raudah disebut juga Taman Surga. Menjadi tempat mustajab untuk melangitkan doa, maka tak mengherankan apabila sudut ini selalu disesaki jamaah.
Perjalanan di Kota Nabi tak terasa lengkap, tanpa bertandang ke Makam Baqi tempat para syuhada dikebumikan. Tour bisa dilanjutkan menuju Masjid Quba, Jabal Uhud, Masjid Qiblatain, Kebun Kurma dan tempat menarik lainnya.
**
Mekkah adalah kota pertama yang ada di muka bumi, tempat Nabi Adam diturunkan.  Bersama pasangannya Siti Hawa, kemudian berketurunan dan berkembang. Ketika Nabi Adam diturunkan di bumi, doa beliau kepada Allah agar diselamatkan dari godaan iblis. Kemudian Malaikat turun dan mengelilingi tempat di bumi, tempat yang dikelilingi Malaikat  akhirnya disebut Tanah Haram (tanah suci)
Ka'bah (dokpri)
Sebelum Islam datang di Mekkah terdapat banyak suku, satu diantaranya yang terkenal adalah suku Quraisy.  Suku Quraisy sudah mengatur hal khusus, terlebih menyangkut tugas mengurus jamaah Haji. Masjidil Haram adalah masjid tertua di dunia, masjid ini mengelilingi Ka'bah. Kiblat shalat umat muslim seluruh dunia, dibangun oleh Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. Masjidil Haram menjadi awal perjalanan Rasulullah, pada peristiwa Isra Mi'raj menuju Masjidil Aqsa dan Sidartul Muntaha.
Situs bersejarah pada Masjid mulia ini, selain Ka'bah terdapat makam Ibrahim. Makam ini adalah batu pijakan saat membangun Ka'bah, juga untuk menyeru manusia pergi berhaji. Tak jauh dari Ka'bah terdapat Hijr Ismail (kuburan Nabi Isamail dan ibunya), serta sumur air Zam zam yang tak akan kering sampai akhir masa. Bukit safa dan bukit marwah ada di satu sudut masjid, menjadi pengingat ketika ibunda Siti Hajar ketika mencari air untuk bayinya.
Obyek wisata Religi di Mekkah ada Jabal Rahmah, Jabal Nur, Gua Hira, Masjid Jin, Masjid Mina, Jiranah, Hadaibiyah, Jabal Qubaih, Musdalifah dan tempat menarik lainnya.
Untuk menjalankan rukun Islam kelima, umat Islam dari seluruh penjuru bumi mendatangi Mekkah dan Madinah. Sebagai penganut agama mayoritas, umat muslim di Indonesia terlihat antusias. Terbukti antrean keberangkatan jamaah haji terjadi, ada yang mendaftar saat ini untuk keberangkatan 2023.
Bagi yang tak kuasa menahan rindu tanah suci, perjalanan umroh bisa menjadi solusi. Jamaah Umroh dari tanah air tak terbatas jumlahnya, hampir setiap hari ada yang berangkat.   "Cheria Tour Travel Agen Perjalanan Umroh, Umroh Plus & Wisata Muslim Terlengkap di Jakarta"  , siap melayani calon jamah umroh dengan penanganan yang profesional dan mumpuni.  Sebagai " Travel Umroh Plus Terbaik" Cheria Tour Travel mengemas paket yang menarik, ibadah terasa lebih lengkap dengan Plus Turki, Dubai, Mesir, Eropa, Aqso.
****
Dengan Moto "Cheria Ke Mana Saja", Cheria Tour travel tak henti  berinovasi. Mengemas paket perjalanan wisata muslim, untuk membuka lebih dalam wawasan keislaman. Menelusuri jejak para penyebar agama Islam di berbagai belahan dunia, tentu akan memperkokoh keimanan di kalbu.
Setiap jejak sejarah pengembangan agama islam, tentu mengundang minat dan perhatian untuk dipelajari. Termasuk proses tersebarnya agama Islam, ke beberapa negara setelah Islam kokoh di Mekkah. Bagi yang sering beribadah umroh atau haji, perjalanan ke negara lain bisa menjadi pilihan.
Paket Wisata Muslim
JEPANG
Negri matahari terbit dengan keindahan bunga Sakura, akan menarik dikunjungi ketika musim semi tiba. Dengan berkereta peluru (shinkanshen), banyak tempat tujuan bisa dikunjungi. Satu tempat yang wajib didatangi adalah gunung Fuji, permukaannya dilapisi salju abadi. Tak lupa selama perjalanan akan mengunjungi masjid, baik yang ada di Osaka, Kobe, Tokyo dan Otsuka.
Gunung Fuji dan Sakura (dok. cheria-travel )
Osaka dengan castle Park merupakan situs peninggalan masa Edo, disekelilingnya terhampar taman seluas total 2 hektare. Selain itu juga mengunjungi Nara taman rusa, sebuah taman besar di pusat kota Nara terdapat hampir 1200 rusa. Tak ketinggalan singgah di Arashima, obyek wisata alam bercampur budaya di kota Kyoto. Sambil menikmati keindahan alam, melewati Bamboo Path ( jalan kecil dengan pohon bambu di kanan dan kiri jalan). Perjalanan menarik lainnya ke Odaiba (pulau buatan) di Tokyo dan lokasi menarik lainnya.
TURKI
Turki memiliki pesona yang tak diragukan, Istambul bagaikan kota dalam museum. Blue Mosque merupakan masjid terbesar di Istambul, kemegahan dan kemashurannya tak terbantahkan. Topkapi Palace merupakan istana Sultan yang terkenal, selain itu terdapat bisa mengunjungi Hagia Sophia.
Haga Sophia dulu sebuah gereja berubah fungsi menjadi masjid, kini dijadikan museum.

Hagia Sophia tampak di langit langit gambar Maryam (dokpri)

 Ada pemandangan unik dan menarik, pada satu sudut langit langitnya terdapat gambar Maryam. Gambar tersebut diapit tulisan digantung di tiang, dalam huruf arab lafaz Allah dan Muhammad.
Perjalanan ke Istambul terasa tak lengkap, tanpa menyusuri sungai Bosporous. Sungai ini selain berfungsi sebagai lalu lintas air, menjadi perbatasan antara Benua Asia dan Eropa. Masjid Alyub al Ansohari, Hippodrome square, menikmati keindahan Cappadocia dengan meggunakan Hot Balon dan mengunjungi Ataturk Mousoleum di Ankara.
Selain dua perjalanan tersebut, terdapat banyak destinasi menarik sesuai kebutuhan. Semua dikemas mengedepankan nilai religius, sehingga ada value yang dipetik selama perjalanan. ( informasi detil tentang  “Travel Umroh Plus Terbaik” silakan kilk : http://www.cheria-travel.com)

******
Paket wisata muslim lainnya tersedia lengkap, seperti Eropa, Asia, Amerika, Australia, dan Afrika. Cheria Tour dan Travel melayani program khusus,  perjalanan untuk perorangan, keluarga, group atau rombongan perusahaan. Sekaligus menyediakan pilihan paket perjalanan, dikemas menarik demi kenyamanan tamunya.
Paket FIT (Free Independet Travelers) memungkinkan pergi minimum dua orang, pilihan waktu dan tujuan bebas ditentukan sendiri. Sementara untuk paket Group berangkat dengan jumlah minimal tertentu, waktu pelaksanaanya ditentukan sebelumnya. Sedang paket Private menyediakan fasilitas tour yang berbeda, paket khusus ini tidak digabung dengan peserta tour yang lain.
Semua paket perjalanan dapat disesuaikan kebutuhan, khusus wisata muslim selalu mengedepankan Halal dan aspek syariah. Pemilihan restaurant dengan menu yang terjamin kehalalannya, juga memperhatikan rute perjalanan selama tour berlangsung. Sehingga pada saat masuk waktu adzan, peserta tour tidak kesulitan mencari tempat menunaikan shalat.
Dengan harga yang menarik dan terjangkau, Cheria wisata mengerahkan team yang mumpuni. Managemant dan crew yang berpengalaman, mampu menangani land arrangement untuk inbond dan outbond.

Selasa, 29 Juli 2014

Secangkir Tarapuccino Pemantik Penasaran (Resensi Novel)



Judul Novel        : A Cup of Tarapuccino
Secangkir Cinta, Rindu dan Harapan
Penulis                 : Riawani Elyta, Rika Y. sari
Penerbit              : Indiva

Bermula dari sebuah kuis di twiter memunculkan akun  saya @agunghandoyo sebagai  satu diantara dua pemenang yang berhak mendapat sebuah buku dari akun @sayapsakinah. Saya pribadi penyuka buku sejak lama, koleksi buku saya lumayan beragam di dominasi novel dan aneka fiksi lainnya. seminggu sejak pengumuman sebuah paket datang diantar Pak Pos dari penerbit Indiva, adalah sebuah novel berjudul “A Cup of Tarapuccino- secangkir cinta rindu dan harapan”, seolah ingin menyenangkan pihak pengirim saya ingin melahap isi novel ini segera setelah menyesaikan buku yang sedang saya baca. Selanjutnya mempersembahkan resensi ini (semoga berkenan)
Sengaja saya merubah pola baca saya yaitu langsung membuka halaman demi halaman dari awal tanpa membaca sinopsis  yang  ada di cover belakang. melihat judulnya saya menyimpulkan isi bukunya tetang percintaan, namun dari design cover termasuk pemilihan warna yang cenderung warna tua terbetik pertanyaan apa ada hubungannya dengan kisah detiktif ?

Tokoh

Tara, Raffi, Hazel adalah central dari sekian tokoh yang hadir dalam cerita menarik ini. masing masing memilik karakter yang kuat ketiganya memiliki latar belakang pegangan religius yang bagus untuk patokan anak muda jaman sekarang. Tara yang sepupu Raffi adalah partner yang mengelola bread time di kota Batam berdua tipe pegusaha muda yang paham aturan agama, makanan atau tepatnya bahan makanan mana yang halal yang subhat atau yang haram sangat dicermati, maka apabila ada kandungan dalam bahan baku dalam produk rotinya diindikasi tak halal bagi Tara dan Raffi keadaan tidak bisa ditolerir, sikap inilah yang menjadi pangkal masalah hingga cerita ini berkembang sedemikian menarik.
Hazel adalah sosok muda yang kreatif dan gesit, dengan latar belakang keluarga yang kurang harmonis ternyata justru membentuknya menjadi pribadi yang tangguh, perpisahan kedua orang tua kandungnya kemudian menjadi bagian dari keluarga baru sang ayah adalah bukan hal mudah. Ibu tiri yang baik hati jauh dari yang digambarkan di sinetron tv membuat Hazel merelakan diri menjadi kakak (tiri) yang baik untuk ketiga adik dari perkawinan kedua sang ayah.
 
Jalan cerita

Cerita dimulai dari masa sekarang Hazel yang mempunyai usaha kuliner kedatangan tamu Tara yang ternyata pernah punya cerita di masa lalunya. Alur di buat mundur kebelakang pada akhirnya menjadi pembaca mafhum Hazel menjadi usahawan seperti sekarang. Semasa kuliah Hazel yang aktif di banyak kegiatan termasuk Rohis kampus harus pontang panting meneruskan kuliah sambil bekerja sana sini, ayahnya yang berpulang meninggalkan tanggung jawab yang berat, ibu tiri dan ketiga adiknya menyandarkan nasib di pundak Hazel selain itu warisan sang ayah yang sangat membebani adalah hutang bernilai besar dari rentenir yang semakin hari angkanya membengkak karena bertumbuh bunga.
Dalam hal asmara Hazel masuk kategori ikhwan yang kokoh memegang prinsip tak mau pacaran, adalah Rheina teman sekampus yang bermaksud memperkenalkan Hazel dengan seorang gadis yang sejalan dengan pikiran mahasiswa sederhana ini yaitu seorang akhwat. Perkenalan dengan sang akhwat terpaksa gagal dan Hazel keburu Drop Out (do) dari kampus akibat focus pada pekerjaan karena kekurangan biaya. Masa berganti Hazel menjadi pengunjung setia di Bread time, kehadirannya rutin setiap pagi di kursi sudut membuat Tara sang owner cukup terusik dengan kehadiran pelanggan satu ini. perubahan mimik dan cara bicara keteika menyebut nama lelaki satu itu diendus Raffi, bermula saat peluncuran mini magazine hendak mengundang pelanggan setia ini. mini magazine ternyata menjadi pintu masuk bagi Hazel bergabung di dalam bread time keahlian fotografi, design dan layout sejalan dengan kebutuhan tenaga di breadtime.
Meski hubungan Tara dan Hazel masih terjaga secara profesional, tetap saja getaran dawai halus di relung hati masing masing tak bisa dihindarkan. Tara tetapsaja getaran dawai halus di relung hati masing masing tak bisa dihindarkan. Tara tetap menjaga intensitas pertemuan dengan cara sms bahkan dengan menulis di kertas roti perihal ide tentang isi mini magazine yang akan terbit, tapi tetap saja Raffi menangkap kejanggalan itu.
Temuan tentang kandungan zat haram dalam bahan pembuatan roti di breadtime mengusik hati Tara dan Raffi setelah meeting dengan bulat menghentikan suplay dari Calvin & co sebagai pemasok bahan di Bread time, sikap keukeuh dari Tara dan Raffi pada pendiriannya berbuah serangan dari Calvin & Co, bermula dari hal yang terkesan di luar masalah, mobil pengantar dari toko meubel yang hendak mengantar kursi dan meja pesanan Tara ditabrak lorri pada perjalanan ke Ruko tempat breadtime hingga puncaknya kotak snack yang dipesan PT Blitz menjadi petaka, orang yang makan isi kotak itu keracunan dan harus masuk rumah sakit, tak berhenti disitu kabar cepat menyebar hingga masuk media lokal. Reputasi Breadtime menjadi terpuruk.
Bumbu cerita

Kisah asmara yang disajikan kedua penulis, sangat rapi tidak vulgar dan terkesan dewasa, bahwa jodoh sudah ada yang menakdirkan adalah sebuah keniscayaan. Tara yang mendebat Raffi saat menjatuhkan Hazel memang tak bisa dijelaskan dengan sekedar logika, bahwa Hazel berbohong saat mengakui tuduhan Raffi dan Tara tahu itu kebohongan benar benar menjadi wilayah insting dan rasa. Rangkaian pengelolaan bisnis bread time dan perdagangan illegal menjadi cerita yang saling menguatkan, rasa sakit hati partner seolah menjadi tema central novel kemudian dibungkus dengan kisah rindu dan harapan. Setelah semua reda tak disangka muncul kembali teman semasa kuliah Rheina yang dulu hendak memperkenalkan Hazel dengan teman akhwatnya ternyata  tak lain adalah Tara.
Ending cerita dibuat menggantung sehingga pembaca dipersilakan meneruskan sendiri, saya yang semula berharap pertemuan Hazel dengan Tara di restaurant tepi laut berakhir dengan sebuah lamaran, ternyata tak ada kalimat itu sampai di lembar terakhir buku ini. pun bagaimana dengan reaksi Rafii apakah membalas ketertarikan Rheina padanya juga tak dijelaskan.
Hanya satu yang saya sempat mengusik pertanyaan kenapa nama Ahmadiaz Syah Reza harus dipanggil Hazel, kemudian basic agama Diaz alias Hazel yang terbilang lumayan kenapa tak sejalan dengan keputusannya menjadi bagian dari komplotan penyelundup.
Selebihnya novel ini sukses membuat saya sebagai pembaca tak bisa menebak endingnya, dan membuat saya sebagai pembaca enggan meletakkan novel ini sebelum tamat sampai tulisan terakhir. Sukses untuk Riawani Elyta dan Rika Y sari, semoga terus memperkaya khasanah perbukuan di Indonesia, terimakasih juga buat Penerbit Indiva.

Saatnya Melepas Jilbab


Ramadahan masihlah lekat di benak, semua pernik dan suasana belum sepenuhnya luntur, syawal baru saja memasuki hari kedua. Mudik bersilaturahmi masih menjadi agenda mayoritas penduduk muslim di negri tercinta.  mercon kembang api masih terdengar di sana sini, kue lebaran konsisten di meja tamu terjajar rapi. Baju koko kopyah kerudung dan gamis menjadi busana paling trendi, hampir seluruh saluran televisi tak ketinggalan berlomba menanyangkan hiburan segar ringan merebut perhatian pemirsa. Nuansa tradisi ramadhan dan lebaran yang terjadi rutin setiap tahun memang tak akan membosankan selalu mengundang rasa kangen bagi perantau untuk segera mudik ke kampung halaman pun peluang para produsen mereguk untung besar . Setiap kita menampilkan senyum terbaik dan penampilan ter-elegan membuat suasana hangat persaudaraan dan pertemanan yang lama tak tersambung kembali erat.
Mencermati beberapa acara televisi belakangan ini memang membuat mengelus dada, memang ada acara inspiratif bermuatan positif namun sedikit sekali jumlahnya di banding acara yang sekedar hura hura minim muatan kecuali ke-mudhorot-an. Bagi kaum terpelajar akan pandai memfilter informasi dan tayangan mana yang berguna dan mana yang pantas ditinggalkan, tetapi bagi sebagian besar masyarakat yang belum sepenuhnya “melek” dan membeda mana tayangan bermutu atau tidak hanya akan semata mengedepankan seru, lucu, dan ramainya sebuah program tayangan. Sehari setelah Ramadhan acara seperti penghafalan al Qur’an oleh adik adik kecil sudah hilang, acara dakwah tausiyah dan kompetisi dai muda sudah tenggelam berganti dan berhenti, acara lama“balik kucing” seperti bulan sebelumnya.
Para artis baik pria atau wanita seolah kembali ke “habitatnya”, jilbab dan baju longar sudah tak lagi menghias penampilannya para artis pria sama tiada beda ucapan dan tingkah lakunya berbalik seratus delapan puluh derajat tak lagi seperti saat bulan puasa. Mungkin di sejumlah acara belum terlalu lepas dari ingatan pemirsa seorang artis pria pun wanita meleleh air bening dari sudut pelupuk mata ketika memandu acara islami selama Ramadhan, mereka  sedang mendengar lebih tepatnya menyimak tausiyah dari ustad ternama, perihal introspeksi diri, bermuhasabah diri. Para pemirsa tersihir berdecak kagum akan kesadaran atau pencerahan keimanan yang ditampilkan dari wajah tampan dan cantik artis di layar kaca. Kalimat dan hadist yang disampaikan sang penceramah (terkesan) mengena di hati sang artis, mimik menawannya di zoom kamera tampak jelas begitu menghayati, bola matanya berubah memerah bibirnya bergetar menahan sedih, semoga begitulah yang ada di hati atau sekedar acting tak ada yang bisa menerka kecuali sang artis sendiri.
 Belum genap satu jari tangan meghitung bilangan hari, sebuah acara non religi menampilkan artis yang sama, dandanan dan gayanya sudah jauh berbeda, baju longgar yang membungkus tubuh entah kemana berganti baju sekedarnya, jilbab rapi penutup rambut sepanjang dada sudah berganti cat rambut aneka warna, pun dengan artis pria kalimat yang keluar dari mulutnya kembali berupa lontaran ejek dan canda tak bermakna.
Ah dunia sebegitu indah, menarik dan menggodanya, hitam di atas putih kontrak bernilai menggiurkan lebih memikat, yang terjadi nanti biarlah nanti toh jarak dan waktu masih jauh dari kampung akhirat. Acara televisi kembali di dominasi acara sekedar tontonan tanpa tuntunan, lelahan dan isakkan sesenggukan artis di masa ramadhan berganti cekikian, celetukkan bebas lepas tak bermakna. Jilbab dan kopyah kembali di tanggalkan, gesture tubuh yang terjaga berganti jogetan beriring tawa.
Inikah budaya para pesohor wabilkhusus pelaku di dunia hiburan dituntut harus segesit moment dan nuansa pasar agar tetap eksis dan laku, wajah cantik dan ganteng bertahan lama di layar kaca? (wallahu a’lam)